HUMANIORA
Kapolres Sikka Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Dinas Polisi Sub Sektor Palue
Maumere, GardaFlores – Kapolres Sikka, AKBP Moh. Mukhson melakukan kunjungan kerja sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Dinas Polisi Sub Sektor Palue di Desa Reruwairere, Kecamatan Palue, Kamis (19/6/2025).
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.40 Wita saat Kapolres dan rombongan tiba di Pelabuhan Karica, Palue. Rombongan disambut Camat Palue Rudolfus Riba, Kapolsek Nelle IPTU Sang Nyoman Parwata, Kapolsubsektor Palue IPDA Wilfridus Baga, serta sejumlah anggota kepolisian.
Baca juga:
Pemkab Sikka dan Kejari Tandatangani MoU Penanganan Masalah Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara
Setelah beristirahat sejenak di Pos Polisi Sub Sektor Palue dan meninjau kondisi pos, rombongan menuju lokasi pembangunan rumah dinas. Setibanya di Desa Reruwairere pukul 09.30 WITA, Kapolres disambut secara adat dengan prosesi huler wair dan pengalungan.
Peletakan batu pertama dilakukan pukul 09.45 Wita sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas tempat tinggal bagi personel kepolisian yang bertugas di wilayah Palue.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anatara lain Kabag Ops Polres Sikka AKP Oka Dewanta, Kabagren Polres Sikka AKP Anshari, para Kasat Polres Sikka yakni Intelkam, Reskrim, Polair, dan Samapta. Hadir juga Kepala Desa dan BPD Reruwairere, para kepala desa se-Kecamatan Palue, serta aparatur desa dan masyarakat setempat.
Baca juga:
IMI Sikka Hadir sebagai Mitra Pembangunan Daerah dan Pembinaan Generasi Muda
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tatap muka antara Kapolres Sikka dan masyarakat setempat. Dalam sesi tersebut, warga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan penambahan personel, mengingat Kecamatan Palue memiliki delapan desa namun hanya dijaga oleh tiga anggota polisi. Warga mengusulkan agar tiap desa dapat memiliki minimal satu personel untuk memperkuat keamanan.

Menanggapi hal itu, AKBP Mukhson menyampaikan bahwa pembangunan rumah dinas ini merupakan salah satu bentuk komitmen Polri untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan operasional tersendiri.
“Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan asrama Polsubsektor Palue ini bukan hanya simbol dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga cerminan komitmen kami untuk meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya warga Palue dan sekitarnya,” ujar Kapolres.
Baca juga:
Menangani Pengguna Narkoba, Kejaksaan Negeri Sikka Terapkan Pendekatan Restoratif
Ia menambahkan, dengan fasilitas yang memadai, diharapkan semangat dan kinerja anggota di lapangan juga akan semakin meningkat.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.00 Wita. Kapolres dan rombongan kemudian meninggalkan Pulau Palue dan kembali ke Maumere menggunakan speedboat milik Polair yang dikemudikan Bripka Bahrun Gorbhacov Djafar.»
(rel).
HUMANIORA
Buruh Distribusi Barang Tewas Usai Terjatuh dari Mobil Box di Jalur Trans Maumere–Larantuka
Jenazah korban telah dimakamkan keluarga pada Senin (11/5/2026).
MAUMERE, GardaFlores — Seorang buruh distribusi barang berinisial K.D. (37), warga Wailiti, Kabupaten Sikka, meninggal dunia setelah terjatuh dari atas mobil box yang sedang melintas di Jalan Negara Trans Maumere–Larantuka, wilayah Bolawolon, Kecamatan Kangae, Sabtu (9/5/2026).
Korban mengalami cedera berat di bagian kepala dan sempat menjalani perawatan intensif di RSUD TC Hillers Maumere sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.
Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonard Tunga mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 10.30 WITA setelah kendaraan box bernomor polisi L 9084 UG menyelesaikan aktivitas bongkar muat di kawasan Bolawolon dan bergerak menuju Kota Maumere.
Menurut kepolisian, korban berada di atas kendaraan saat mobil melaju dari arah timur. Dalam perjalanan, korban terjatuh ke badan jalan dan mengalami luka serius.
“Korban yang berada di atas kendaraan tiba-tiba terjatuh ke badan jalan hingga mengalami luka serius di bagian kepala,” kata Leonard, Selasa (11/5/2026).
Korban diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas pada perusahaan distribusi PT Citra Niaga dan saat kejadian sedang menjalankan aktivitas pengantaran barang di wilayah Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae.
Polisi menduga insiden tersebut berkaitan dengan kelalaian dalam operasional kendaraan. Dugaan itu didasarkan pada hasil pemeriksaan awal di lokasi yang menunjukkan kondisi jalan relatif baik, dengan jalur lurus, permukaan aspal mulus, cuaca cerah, dan lalu lintas yang tidak padat saat kejadian berlangsung.
Satuan Lalu Lintas Polres Sikka telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan, meminta visum medis korban, serta memeriksa pengemudi kendaraan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kasus ini turut menyoroti aspek keselamatan kerja dalam aktivitas distribusi barang, terutama terkait keamanan pekerja saat berada di atas kendaraan operasional.
Jenazah korban telah dimakamkan keluarga pada Senin (11/5/2026).»(rel)
HUMANIORA
Pria di Wairkoja Sikka Ditemukan Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Gantung Diri
Diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia.
SIKKA, GardaFlores — Seorang pria berinisial YF (39) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kloang Lagot, RT 010/RW 005, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Peristiwa tersebut diduga merupakan kasus gantung diri.
Korban yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga sebelum dilaporkan ke aparat setempat. Lokasi kejadian kemudian langsung diamankan untuk kepentingan pemeriksaan awal.
Kasihumas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga mengatakan kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi.
Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP
“Petugas sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan awal dari keluarga serta saksi yang mengetahui kejadian,” kata Leonardus di Maumere, Kamis (30/4/2026).
Dari keterangan awal yang dihimpun, korban diduga mengalami permasalahan rumah tangga sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.
Polres Sikka menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban, termasuk menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi terkait peristiwa tersebut sebelum hasil resmi penyelidikan diumumkan.»(rel)
HUMANIORA
Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP
Menurut keterangan, HKN adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa.
MAUMERE, GardaFlores — Seorang pelajar perempuan berinisial HKN (13) ditemukan meninggal dunia di area kebun di Dusun Riidetut, Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Rabu (29/4/2026) dini hari. Aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga di Maumere, Rabu.
HKN, menurut keterangan, adalah pelajar kelas VIII SMPN Satu Atap Wolomapa. Ia pertama kali ditemukan oleh neneknya, HH (71), sekitar pukul 23.30 WITA pada Selasa malam (28/4/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di dahan pohon pala yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah keluarga.
Sebelum ditemukan, keluarga bersama warga setempat telah melakukan pencarian karena korban tidak kembali ke rumah sejak sekitar pukul 18.00 WITA.
Menurut keterangan saksi, pencarian dilakukan di sejumlah lokasi sekitar kampung hingga area kebun. Karena kondisi malam semakin larut, pencarian sempat dihentikan sebelum kembali dilanjutkan.
Dalam pencarian lanjutan itu, saksi menemukan korban di lokasi kejadian lalu memanggil warga lain, termasuk PP (35), untuk memastikan kondisi korban.
Kasus Dugaan Perkosaan Perempuan Disabilitas di Hewokloang Diselidiki Polisi
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh ML (39) ke Polsek Kewapante.
Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka mendatangi lokasi untuk mengamankan area, mendokumentasikan kondisi TKP, serta meminta keterangan dari para saksi.
Polisi menyatakan telah menerima laporan resmi, mengidentifikasi korban, dan mencatat keterangan saksi-saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan awal.
Keluarga korban disebut menolak pemeriksaan visum luar maupun autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.
Hingga Rabu, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.
Polres Sikka juga mengimbau masyarakat meningkatkan perhatian terhadap kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar serta segera melapor kepada pihak berwenang bila menemukan situasi yang memerlukan penanganan cepat.»(rel)
-
HUMANIORA11 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA9 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA8 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM9 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
NASIONAL7 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
OPINI10 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
