PENKES
Setelah 32 Tahun Belajar di Bangunan Darurat, TK di Sikka Akhirnya Miliki Gedung Baru Berkat Donasi Luna Maya
“Hari ini kita menyaksikan bahwa Tuhan menghadirkan orang-orang baik bagi anak-anak Watugong.
MAUMERE, GardaFlores — Setelah lebih dari tiga dekade menyelenggarakan kegiatan belajar di bangunan berdinding bambu dan beratap bocor, TK Sinar Watugong di Desa Watugong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, akhirnya memulai pembangunan gedung sekolah permanen. Pembangunan itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Luna Maya pada Rabu (1/7/2026) melalui dukungan Yayasan Luna Maya Nawa Sena.
Sekolah yang berdiri sejak 32 tahun lalu itu selama ini menjalankan proses belajar mengajar dalam keterbatasan. Ketika hujan turun, ruang kelas kerap bocor sehingga aktivitas belajar terganggu. Kondisi tersebut membuat pembangunan gedung permanen menjadi kebutuhan yang telah lama dinantikan guru, orang tua, dan masyarakat Watugong.
Proyek pembangunan dipercayakan kepada Johan Paul Konstruksi dengan masa pekerjaan selama 120 hari kalender, terhitung mulai 1 Juli hingga 28 Oktober 2026.
Kepala TK Sinar Watugong, Maria Bonefacia, mengatakan bantuan tersebut menjadi titik balik bagi sekolah yang selama puluhan tahun bertahan dengan fasilitas yang sangat terbatas.
“Atas nama keluarga besar TK Sinar Watugong, kami mengucapkan selamat datang kepada Luna Maya beserta tim. Sekolah kami masih sangat sederhana. Dindingnya dari bambu dan atapnya bocor saat hujan. Namun di dalam bangunan yang tidak layak ini ada guru-guru yang tidak pernah berhenti mengasihi dan mendidik anak-anak,” kata Maria.
Cafe Literasi di Pesisir Sikka Mulai Buka Akses Belajar Warga Desa
Menurut dia, para guru tidak pernah menuntut fasilitas yang mewah. Yang dibutuhkan adalah ruang belajar yang aman agar anak-anak dapat mengikuti pendidikan usia dini dengan lebih nyaman.
“Kami tidak meminta sekolah yang mewah. Kami hanya ingin anak-anak memiliki ruang belajar yang aman, tidak kehujanan dan tidak kepanasan agar mereka bisa belajar dengan nyaman dan bermimpi setinggi-tingginya,” ujarnya.
Luna Maya mengaku tersentuh setelah melihat langsung kondisi sekolah yang sebelumnya hanya ia ketahui melalui cerita. Ia mengatakan pengalaman bersekolah di sekolah negeri di Bali membuatnya memahami bahwa kualitas pendidikan tidak semata ditentukan oleh kemegahan bangunan, melainkan oleh kesempatan belajar yang dimiliki setiap anak.

“Saya sekolah di SD negeri dan TK di desa kecil di Bali. Sekolah saya tidak mewah, tetapi saya masih jauh lebih beruntung dibanding adik-adik di sini karena memiliki ruang kelas, perpustakaan kecil, dan lapangan. Yang membedakan bukan sekolahnya, tetapi semangat untuk belajar,” kata Luna Maya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk terus mendampingi pendidikan anak karena proses belajar tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.
Di hadapan masyarakat Watugong, Luna Maya mengungkapkan pembangunan sekolah tersebut merupakan amanah dari mendiang tantenya, Ineke Erawati, yang meninggal dunia dua pekan lalu di Amerika Serikat.
7.646 Anak di Sikka Tidak Sekolah, Ribuan Masuk Kategori Putus Sekolah dan Belum Pernah Bersekolah
“Sebelum meninggal, tante saya menelepon dan meminta agar sebagian hartanya didonasikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Saat itu saya mengatakan sedang berencana membangun sekolah di Maumere. Hari ini saya memenuhi amanah beliau. Saya berharap bantuan ini menjadi langkah awal bagi masa depan anak-anak di sini,” ujarnya.
Ketua Yayasan Sanpukat, Romo Yulius Heribertus, S.Fil., M.Th., yang akrab disapa Romo Okto, menjelaskan perjuangan menghadirkan gedung sekolah permanen berlangsung bertahun-tahun. Menurut dia, TK Sinar Watugong sempat menumpang di SD Katolik Brai, kemudian berpindah ke rumah kepala sekolah karena belum memiliki bangunan sendiri.
Yayasan akhirnya memperoleh sebidang tanah setelah menerima bantuan Rp40 juta dari Uskup Maumere. Namun pembangunan belum dapat dimulai karena keterbatasan dana hingga akhirnya memperoleh dukungan dari Yayasan Luna Maya Nawa Sena.
“Hari ini kita menyaksikan bahwa Tuhan menghadirkan orang-orang baik bagi anak-anak Watugong. Kami percaya kehadiran Luna Maya dan para donatur adalah jawaban atas perjuangan panjang masyarakat untuk menghadirkan sekolah yang layak,” kata Romo Okto.
Pembangunan gedung baru dijadwalkan selesai pada akhir Oktober 2026. Jika berjalan sesuai rencana, puluhan anak yang selama ini belajar di ruang kelas darurat akan menempati bangunan permanen untuk tahun ajaran berikutnya, menandai berakhirnya penantian selama 32 tahun akan ruang belajar yang lebih aman dan layak.»(rel)
PENKES
Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
Wabup Sikka Simon Subandi Supriadi mendorong 142 lulusan UNIMOF menjadi sarjana mandiri dan menciptakan lapangan kerja di tengah keterbatasan pekerjaan formal di Sikka.
MAUMERE, GardaFlores – Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi mendorong 142 lulusan Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) tidak berhenti pada orientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi mulai membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja.
Pesan itu disampaikan Simon saat menghadiri Wisuda Sarjana UNIMOF di Maumere, Senin (28/9/2026). Ia menyebut keterbatasan pekerjaan formal di Kabupaten Sikka menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi para lulusan perguruan tinggi.
“Saya mendorong para 142 wisudawan untuk menjadi sarjana yang mandiri. Kalian sudah dibekali ilmu pengetahuan selama menempuh pendidikan di UNIMOF. Jangan hanya berorientasi menjadi pegawai, tetapi beranilah membuka lapangan kerja sendiri,” kata Simon.
Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN
Menurut Simon, perguruan tinggi di Sikka setiap tahun menghasilkan lulusan baru, sementara pertumbuhan jumlah lulusan belum sepenuhnya sebanding dengan ketersediaan pekerjaan formal.
“Sikka memiliki beberapa perguruan tinggi yang setiap tahun melahirkan banyak lulusan, sementara ketersediaan pekerjaan formal masih terbatas. Karena itu, saya mengajak para lulusan untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan wirausaha,” ujarnya.

Simon meminta para lulusan memanfaatkan ilmu, keterampilan dan potensi yang diperoleh selama kuliah untuk mengembangkan usaha sesuai kebutuhan dan potensi daerah.
“Gelar sarjana yang hari ini disandang bukan hanya simbol prestasi, tetapi pijakan awal untuk terus berkembang, berkarya, dan berkontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” katanya.
Dandim Pimpin Ziarah HUT TNI di TMP Iligetang, Diikuti Lintas Unsur
Untuk mendukung kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja, Simon mengatakan Pemerintah Kabupaten Sikka akan membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan dan dunia industri, terutama dalam peningkatan keterampilan dan pelatihan kerja bagi generasi muda.
“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Wisuda UNIMOF tersebut turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Sikka, Kepala Dinas Kesehatan, Rektor UNIMOF beserta jajaran senat, Kepala LLDikti Wilayah XV, dosen, tenaga kependidikan, orang tua atau wali wisudawan, serta para wisudawan dan wisudawati.»(rel)
PENKES
Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN
Gerakan 1 ASN 1 Buku di Kabupaten Sikka mendapat dukungan dari ASN. Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata menyerahkan buku kepada Disarpus Sikka untuk menambah koleksi bacaan yang dapat diakses masyarakat.
MAUMERE, GardaFlores — Gerakan 1 ASN 1 Buku di Kabupaten Sikka mendapat dukungan dari aparatur sipil negara (ASN). Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata, Kepala Bidang Informasi Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, menyerahkan buku kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).
Buku tersebut diserahkan kepada Kepala Disarpus Sikka Very Awales, didampingi Sekretaris Disarpus Sikka Yuvensius Rafael, SE., di ruang kerja Kepala Disarpus Sikka, Lantai III, Jalan El Tari, Maumere.
Fransiskus mengatakan, buku yang dimiliki ASN dapat menjadi bagian dari koleksi perpustakaan dan dimanfaatkan lebih banyak orang.
“Bagi saya, buku adalah salah satu cara untuk berbagi pengetahuan. Ketika buku yang kita miliki diberikan kepada perpustakaan, manfaatnya tidak berhenti pada satu orang, tetapi bisa dibaca dan dimanfaatkan oleh banyak orang,” katanya.
Menurut Fransiskus, budaya membaca perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menyumbangkan buku kepada perpustakaan.
“Gerakan 1 ASN 1 Buku ini sangat sederhana, tetapi memiliki makna yang besar. Kalau setiap ASN menyumbangkan satu buku, maka akan terkumpul banyak bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap buku-buku yang disumbangkan dapat mendukung peningkatan minat baca sekaligus memperluas akses masyarakat Kabupaten Sikka terhadap sumber pengetahuan.
Kepala Disarpus Sikka Very Awales menyampaikan apresiasi atas sumbangan tersebut. Menurut Very, penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan pemerintah, ASN, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha dan masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata yang telah ikut mengambil bagian dalam Gerakan 1 ASN 1 Buku. Buku-buku ini akan menjadi tambahan koleksi yang sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan bahan bacaan,” kata Very.
Very mengatakan, Disarpus Sikka terus mendorong inovasi untuk mendekatkan buku dan layanan perpustakaan kepada masyarakat. Perpustakaan, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang belajar, bertukar pengetahuan dan mengembangkan kreativitas.
“Perpustakaan harus semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak. Gerakan 1 ASN 1 Buku adalah salah satu bentuk kolaborasi sederhana yang dampaknya dapat dirasakan bersama,” jelasnya.
Buku-buku yang diterima akan menjadi bagian dari koleksi perpustakaan dan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, masyarakat umum maupun ASN. Keberagaman bahan bacaan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan informasi dan memperluas wawasan masyarakat.
Arus Sungai dan Beban Mesin Jadi Tantangan Pembangunan Jembatan Gantung di Watuomok
Very juga mengajak ASN di Kabupaten Sikka berpartisipasi dalam Gerakan 1 ASN 1 Buku.
“Jangan melihat satu buku sebagai sesuatu yang kecil. Satu buku bisa dibaca oleh puluhan bahkan ratusan orang. Satu buku dapat membuka wawasan, melahirkan gagasan dan mengubah cara seseorang melihat dunia,” katanya.
Very menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, ASN, masyarakat, dunia pendidikan dan komunitas.
“Literasi adalah kerja bersama. Pemerintah menyediakan ruang dan fasilitas, tetapi masyarakat, ASN, dunia pendidikan, komunitas dan berbagai pihak lainnya juga memiliki peran penting untuk menghidupkan budaya membaca. Mari kita mulai dari hal sederhana: satu ASN, satu buku, satu gerakan, sejuta manfaat,” pungkas Very.»(rel)
PENKES
Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka
Fransiskus Da Lopez menyerahkan koleksi buku pribadinya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka. Hibah tersebut diharapkan memperkaya koleksi dan memperluas akses bacaan bagi masyarakat.
MAUMERE, GardaFlores – Fransiskus Da Lopez menghibahkan sejumlah koleksi buku pribadinya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka.
Penyerahan buku berlangsung di kediaman Frando Da Lopez di Jalan El Tari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Jumat (25/9/2026). Buku diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, didampingi Plt. Kepala Bidang Pengelolaan, Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Lina Bajo.
Frando Da Lopez yang pernah menjabat Camat Alok Timur dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka mengatakan, koleksi tersebut sebelumnya tersimpan sebagai koleksi pribadi.
“Buku-buku ini sebelumnya menjadi koleksi pribadi. Saya berpikir bahwa akan lebih bermanfaat apabila buku-buku ini dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh lebih banyak orang, terutama anak-anak muda, pelajar, mahasiswa dan masyarakat Sikka,” ujar Frando.
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
Menurut Frando, rencana menyerahkan koleksi buku kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Namun, kesibukan dan berbagai situasi membuat penyerahan baru terlaksana pada Jumat (25/9/2026).
Ia mengatakan, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang untuk memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat.
“Saya berharap bantuan buku ini dapat memberi semangat kepada para petugas perpustakaan untuk semakin giat melakukan kegiatan literasi dan sains di Kabupaten Sikka. Buku akan menjadi lebih berarti ketika dibaca, dipelajari dan memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyampaikan apresiasi atas hibah tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Frando da Lopez. Hibah buku ini adalah bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap perpustakaan dan gerakan literasi di Kabupaten Sikka. Buku-buku ini tidak lagi hanya menjadi koleksi pribadi, tetapi kini dapat menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi bagi masyarakat luas,” ujar Very.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Very mengatakan, hibah buku dapat memperkaya koleksi perpustakaan sekaligus menambah pilihan bahan bacaan bagi masyarakat. Menurutnya, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat.
“Literasi adalah gerakan bersama. Pemerintah menyiapkan ruang dan layanan, tetapi masyarakat juga dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Salah satunya melalui hibah buku seperti yang dilakukan Bapak Frando hari ini,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat Sikka yang memiliki koleksi buku dan tidak lagi digunakan secara pribadi untuk mempertimbangkan menyerahkannya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda.
“Buku yang tersimpan di rumah hanya dibaca oleh sedikit orang. Tetapi ketika buku itu masuk ke perpustakaan, manfaatnya bisa jauh lebih luas. Satu buku dapat dibaca oleh puluhan bahkan ratusan orang dan menjadi bagian dari perjalanan pengetahuan seseorang,” ungkapnya.»(rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
