NASIONAL
KPK Didesak Periksa Nusron Wahid dalam Kasus HGB Summarecon
KPK terus mendalami dugaan suap pengurusan HGB Summarecon di Bogor. Praktisi hukum Erles Rareral mendesak pemeriksaan Nusron Wahid jika keterangannya diperlukan dalam penyidikan.
JAKARTA, GardaFlores — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak memeriksa Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid untuk mendalami kemungkinan keterkaitannya dalam perkara dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Desakan tersebut disampaikan praktisi hukum dan advokat senior sekaligus Direktur Hukum CIC Indonesia, Erles Rareral, S.H., M.H., melalui rilis yang diterima tim media, Selasa (22/9/2026).
Menurut Erles, pemeriksaan terhadap Nusron diperlukan apabila keterangannya dibutuhkan untuk membuat konstruksi perkara menjadi terang. Ia juga meminta KPK menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain berdasarkan alat bukti yang diperoleh selama penyidikan.
“KPK harus berani membongkar perkara ini sampai ke akar-akarnya. Jika dari hasil penyidikan ditemukan bukti yang cukup mengenai keterlibatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, maka jangan ragu untuk menetapkan tersangka dan melakukan penangkapan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Erles.
KPK sebelumnya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap pengurusan pembukaan blokir HGB lahan Summarecon di Kabupaten Bogor. Empat di antaranya disebut KPK sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid, yakni Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry.
Kuasa Hukum AW Tantang Pembuktian Dugaan UU ITE: “Jangan Hukum Orang Berdasarkan Asumsi”
Dalam perkara tersebut, KPK juga mendalami dugaan pemberian uang Rp1,5 miliar dari Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi kepada Erwin. Dari uang tersebut, Erwin diduga menyerahkan Rp200 juta kepada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung.
Rangkaian transaksi tersebut menjadi bagian dari konstruksi perkara yang kini didalami KPK, termasuk dugaan pengurusan pembukaan blokir dan pemecahan HGB Summarecon.
Selain perkara HGB, KPK juga mendalami transaksi Rp10 miliar pada 7 September 2026 yang masuk dalam rekening Arif Sugiyanto. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik masih mendalami pihak yang memberikan uang tersebut.
Arif disebut dalam klaster dugaan penerimaan yang berkaitan dengan rotasi, promosi atau mutasi jabatan serta layanan pertanahan di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Bagi Erles, pendalaman terhadap aliran uang dan hubungan antar-pihak perlu dilakukan secara menyeluruh.
“Ini yang harus dibuka secara terang. Jangan sampai hanya orang-orang yang berada di lapangan yang diproses, sementara apabila ada pihak yang memberikan perintah, mengatur, atau menikmati hasilnya justru tidak tersentuh. Semua harus berdasarkan alat bukti,” ujar Erles.
Ia menegaskan, pemeriksaan terhadap Nusron tidak serta-merta menunjukkan bahwa Menteri ATR/BPN tersebut bersalah. Menurutnya, pemeriksaan merupakan bagian dari proses penyidikan apabila keterangannya diperlukan untuk mengurai perkara.
“Periksa dulu secara objektif. Kalau alat bukti mengarah dan memenuhi ketentuan hukum, proses sesuai hukum. Kalau tidak terbukti, tentu harus dihormati. Prinsipnya jangan ada siapa pun yang kebal hukum,” katanya.
Sementara itu, KPK menyatakan penyidikan perkara masih terus berjalan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik masih melengkapi alat bukti dan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki peran signifikan dalam konstruksi perkara.
KPK juga telah melakukan sejumlah penggeledahan. Pada 18 September 2026, penyidik menyita dokumen sertifikat HGB, dokumen keuangan Summarecon dan dokumen terkait PT Kencana Jayaproperti Agung, serta barang bukti elektronik terkait pemblokiran sengketa tanah di Bogor.
Pada 21 September 2026, KPK kembali menggeledah kantor PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor dan menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik untuk kepentingan pendalaman perkara.
Dalam perkembangan sebelumnya, KPK juga menegaskan bahwa ruang kerja Nusron Wahid tidak termasuk lokasi penggeledahan pada 17 September 2026.
Ende Sabet Dua Penghargaan, Raih Tambahan Anggaran Rp3,5 Miliar
Nusron sendiri sebelumnya mengatakan tidak mengetahui duduk perkara dugaan suap HGB Summarecon yang sedang ditangani KPK. Ia menyatakan Kementerian ATR/BPN menghormati proses hukum dan akan memberikan dukungan yang diperlukan kepada aparat penegak hukum.
“Saya tidak tahu duduk perkara kasus suap di Summarecon itu seperti apa,” kata Nusron, Jumat (18/9/2026).
Hingga berita ini diturunkan, Nusron Wahid belum ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. KPK sebelumnya menyatakan kemungkinan pemeriksaan terhadap pihak lain akan bergantung pada kebutuhan penyidikan dan perkembangan alat bukti.
Erles meminta penyidik terus menelusuri seluruh rangkaian perkara, mulai dari pemberi, penerima, perantara, pihak yang diduga mengatur hingga pihak yang diduga menikmati hasil tindak pidana.
“Publik membutuhkan kepastian. Bongkar seluruh aliran uang, siapa pemberi, penerima, perantara, serta siapa yang mengendalikan dan menikmati hasilnya. Jika bukti hukum mengarah kepada siapa pun, termasuk pejabat tinggi, proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu,” tandasnya.»(rel)
NASIONAL
Bulog Buka Kesempatan Kerja bagi Keluarga Tiga ASN Jayawijaya yang Gugur
Perum Bulog membuka kesempatan kerja bagi anggota keluarga tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya yang gugur saat menjalankan tugas di Papua Pegunungan. Kesempatan diberikan sesuai domisili dan kebutuhan penempatan Bulog.
JAKARTA, GardaFlores — Perum Bulog membuka kesempatan bagi anggota keluarga tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur ditembak saat menyalurkan bantuan peternakan kepada masyarakat di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, untuk bekerja di perusahaan tersebut.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kesempatan itu diberikan sebagai tindak lanjut perhatian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terhadap keluarga tiga ASN yang gugur saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Ini sebagai rasa kemanusiaan, rasa empati dan kemanusiaan dengan memberikan penawaran kepada ketiga keluarga tersebut. Yang mana salah satu anak ataupun pihak keluarganya ada yang kami tawarkan agar berkenan menjadi karyawan Bulog,” kata Rizal di Jakarta, Selasa.
Kesempatan tersebut diberikan kepada anak atau anggota keluarga yang bersedia bergabung dengan Bulog sesuai domisili asal dan kebutuhan penempatan, termasuk di Sulawesi Selatan maupun Nusa Tenggara Timur.
Rizal mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga yang kehilangan tulang punggung sekaligus memberikan keberlanjutan bagi masa depan anggota keluarga korban.
Mekanisme penerimaan, kata Rizal, tetap mengikuti ketentuan perusahaan. Tahap awal dilakukan melalui status tenaga alih daya atau outsourcing, sebelum terdapat kesempatan untuk menjadi karyawan Bulog berdasarkan evaluasi kinerja dan kebutuhan perusahaan.
Tahapan sebagai tenaga alih daya juga dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada calon pekerja mempelajari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kemampuan masing-masing.
Menurut Rizal, proses tersebut diperlukan agar calon pekerja memahami tugas dan tanggung jawab secara menyeluruh serta dapat menunjukkan kinerja sebelum mengikuti tahapan pengangkatan sebagai karyawan perusahaan.
Kesempatan kerja tersebut disampaikan bersamaan dengan pemberian beasiswa dan santunan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada tiga keluarga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur.
“Hari ini kami sebagai Menteri Pertanian dan seluruh teman-teman, kami memberikan dukungan moril kepada anak-anak yang ditinggalkan. Insya Allah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita, satu orang Rp50 juta. Totalnya dengan keluarganya Rp300 juta. Hari ini kita serahkan. Langsung kita serahkan, bukan serahkan bertahap,” kata Amran.
Amran juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan para ASN yang gugur saat menjalankan tugas mendukung pelayanan sektor pertanian di Papua Pegunungan.
Tiga ASN tersebut yakni Aprida Rapi, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya; Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan Dinas Kesehatan Jayawijaya; dan Willi Mbuik, calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menurut Amran, ketiganya merupakan aparatur yang menjalankan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Ia menyebut mereka sebagai pejuang pangan yang mengabdikan diri untuk memastikan pelayanan pertanian tetap menjangkau wilayah terpencil dan masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga beliau diterima di sisi-Nya. Beliau pahlawan-pahlawan pangan kita yang gugur pada saat mengantar pangan ke wilayah terjauh, terpinggir di daerah Jayawijaya, Papua Pegunungan,” kata Amran.
BKN Sambangi Rumah Duka Dokter Hewan Korban Penembakan KKB di Maumere
Selain santunan dan beasiswa, Kementerian Pertanian juga menyerahkan penghargaan kepada para aparatur yang gugur sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka kepada negara.
Perwakilan keluarga Aprida Rapi, Yohanis, menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian atas perhatian terhadap masa depan anak-anak korban.
“Kami sungguh diberikan dukungan yang besar untuk melanjutkan proses pendidikan anak-anak kami. Semoga apa yang diberikan pada hari ini bisa membantu proses belajar mengajar anak-anak kami sampai selesai nanti, juga kebutuhan-kebutuhan lain dalam melanjutkan kehidupan masing-masing,” ujar Yohanis.
Yohanis juga menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama Bulog yang telah mengakomodasi anggota keluarga korban untuk bekerja di perusahaan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dirut Bulog yang kemarin sudah mengakomodir masing-masing satu anggota keluarga untuk dipekerjakan di Bulog,” kata Yohanis.»(tim/bert)
NASIONAL
Mendagri Ungkap Prabowo Setujui Tambahan Anggaran Gempa NTT, Kabupaten Rp20 Miliar dan Provinsi Rp40 Miliar
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menyetujui tambahan anggaran penanganan gempa untuk delapan kabupaten di Flores masing-masing Rp20 miliar dan Provinsi NTT Rp40 miliar.
JAKARTA, GardaFlores – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto menyetujui tambahan anggaran penanganan bencana gempa untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tambahan anggaran tersebut dialokasikan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten di Flores dan Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT.
Hal itu disampaikan Tito dalam sambutannya pada Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku dan Nusa Tenggara di Hotel Bidakara, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).
“Kemarin kita sudah perjuangkan itu untuk yang di Flores, untuk delapan kabupaten, tambahan belanja tidak terduga dari Bapak Presiden, masing-masing Rp 20 miliar,” kata Tito.
Delapan kabupaten yang dimaksud terdiri dari Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka dan Flores Timur.
Ende Sabet Dua Penghargaan, Raih Tambahan Anggaran Rp3,5 Miliar
Tito menjelaskan, tambahan anggaran tersebut sebelumnya diusulkan sebesar Rp10 miliar untuk masing-masing kabupaten. Namun, Presiden Prabowo meminta agar nominalnya digandakan menjadi Rp20 miliar.
“Sebenarnya usulan saya Rp 10 miliar, beliau bilang dobel, Rp 20 miliar,” ucap dia.
Selain untuk kabupaten, tambahan BTT juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi NTT. Tito mengatakan, usulan awal untuk provinsi sebesar Rp20 miliar kemudian dinaikkan menjadi Rp40 miliar atas arahan Presiden Prabowo.
“Dan untuk provinsi sebenarnya saya sampaikan, ‘Pak, Rp 20 miliar untuk provinsi’, ‘Enggak, dobel, Rp 40 miliar juga,” katanya.
Besaran tambahan anggaran tersebut sama dengan bantuan presiden yang disalurkan setelah gempa melanda sejumlah wilayah NTT pada pertengahan Agustus 2026. Saat itu, Prabowo menyalurkan bantuan sebesar Rp20 miliar untuk setiap kabupaten terdampak dan Rp40 miliar untuk pemerintah provinsi.
Dalam kesempatan yang sama, Tito juga menyampaikan tambahan anggaran untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jokowi Tiba di Palue, Bawa 4.000 Sak Semen dan 3.000 Lembar Seng
Menurut Tito, tambahan BTT untuk penanganan karhutla diberikan kepada tujuh provinsi, yang terdiri dari empat provinsi di Kalimantan dan tiga provinsi di Sumatera, serta 35 kabupaten/kota.
“Untuk kebakaran hutan lahan, 7 provinsi ditambah 4 di Kalimantan, 3 di Sumatera, dan 35 kabupaten/kota, belanja tidak terduga tambahan dari Bapak Presiden totalnya Rp 760 miliar untuk penanganan karhutla,” ujarnya.
Tito mengatakan, tambahan anggaran tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.»(tim/bert)
NASIONAL
Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya di Muliama, Dihadang Saat Pulang dari Tugas
Tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak di Distrik Muliama setelah menyelesaikan tugas meninjau kegiatan cetak sawah dan mengantarkan bantuan kepada masyarakat.
JAKARTA, GardaFlores — Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) setelah rombongan mereka menyelesaikan tugas di Distrik Muliama dan bergerak kembali menuju Wamena, Rabu (9/9/2026) sore.
Rombongan tersebut berjumlah 11 orang. Sebelum kejadian, mereka meninjau kegiatan cetak sawah sekaligus mengantarkan bantuan berupa bibit babi kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Jayawijaya. Setelah kegiatan selesai, rombongan kemudian bergerak kembali menuju Wamena.
Saat melintas di kawasan Muliama sekitar pukul 15.45 WIT, rombongan diduga dihadang kelompok bersenjata. Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu Ramang mengatakan, para korban bersama lima rekannya kemudian dipisahkan antara orang asli Papua (OAP) dan non-OAP.
“Para korban bersama lima rekan sebelumnya dihadang KKB dan dipisah antara orang asli Papua (OAP) dan non-OAP,” kata Ilham, Rabu (9/9/2026) malam.
Setelah pemisahan tersebut, tiga pegawai Dinas Pertanian yang disebut non-OAP ditembak. Ketiganya mengalami luka tembak.
Dua korban, Aprida Rapi (49), Kepala Bidang Peternakan Kab. Jayawijaya dan Hewan asal Toraja Sulawesi Selatan dan Alfonsius Albinus Meha (35), Dokter Hewan Kab. Jayawijaya asal Maumere, Sikka-NTT, meninggal dunia di lokasi kejadian. Aprida mengalami luka tembak pada bagian perut, sedangkan Alfonsius mengalami luka tembak pada bagian belakang kepala dan tangan kiri.
“Akibat penembakan itu, korban AR mengalami luka tembak pada bagian perut dan AAM mengalami luka tembak pada bagian belakang kepala dan tangan kiri. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol. Faizal Ramadhani.
Sementara Willi Mbuik, CPNS Dinas Pertanian Kab. Jayawijaya mengalami luka tembak pada bagian pinggang kanan. Ia sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia kemudian meninggal dunia.
Ketiga korban diketahui merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Aprida menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan. Alfonsius dan Willi disebut merupakan perantau asal Nusa Tenggara Timur yang telah lama bertugas di Papua.
Setelah menerima laporan penembakan, personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya bergerak menuju lokasi. Petugas melakukan pengamanan dan penyisiran di sekitar Puskesmas Muliama serta lokasi yang diduga menjadi tempat penembakan.
Namun, saat aparat tiba, para pelaku telah meninggalkan lokasi.
“Anggota yang tiba di lokasi sempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, namun pelaku penembakan sudah melarikan diri,” ujar Faizal.
Aparat menyatakan penembakan tersebut dilakukan oleh KKB. Berdasarkan pendalaman awal, kelompok yang diduga bertanggung jawab berasal dari wilayah Nduga, termasuk KKB Kodap III Ndugama. Namun, aparat masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan identitas kelompok maupun para pelaku.
Selain melakukan penyisiran, aparat mengamankan sejumlah rekan korban yang berada dalam rombongan untuk dimintai keterangan. Jenazah ketiga korban kemudian berada di RSUD Wamena.
Hingga berita ini disusun, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan rangkaian kejadian, motif penembakan, serta pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. (*/bert)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Bulog Buka Kesempatan Kerja bagi Keluarga Tiga ASN Jayawijaya yang Gugur - Garda Flores %