HUMANIORA
Semangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
Maumere, GardaFlores – Sosok Aipda Hironimus T. Werang, personel Bhabinkamtibmas Polsek Alok, Polres Sikka menarik perhatian publik atas dedikasinya yang tinggi dalam menjalankan tugas, meskipun menghadapi keterbatasan fisik akibat kecelakaan yang dialaminya beberapa tahun lalu.
Sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polsek Alok, Aipda Hironimus dikenal aktif membangun kemitraan yang harmonis dengan masyarakat binaannya. Ia tidak hanya rutin melakukan sambang ke warga, tetapi juga menjadi fasilitator dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial melalui pendekatan yang dialogis dan humanis.
Baca juga:
Terkait Laporan John Bala, Papo Belang: “Saya Akan Bicara di Hadapan Polisi”
Salah satu bentuk keberhasilannya adalah menginisiasi program pemberdayaan masyarakat yang bertumpu pada kearifan lokal dan nilai-nilai kekeluargaan. Kehadirannya di tengah masyarakat tak hanya menciptakan rasa aman, tetapi juga membangun kepercayaan dan keterlibatan warga dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Kapolres Sikka, AKBP Moh. Mukhson, S.H., S.I.K., M.H., mengapresiasi dedikasi Aipda Hironimus. Ia menyatakan bahwa atas kinerjanya, Aipda Hironimus pernah dianugerahi penghargaan oleh Kapolres Sikka pada tahun 2021.
“Penghargaan itu adalah bentuk apresiasi kami atas pengabdian yang tulus dan kerja keras Aipda Hironimus dalam menjalankan tugas di tengah keterbatasan fisik,” ujar AKBP Mukhson.
Baca juga:
Dua Warga Jambi Ditangkap di Sikka karena Tipu Warga dengan Emas Palsu
Kapolsek Alok, IPTU Lusia Lero, S.H., turut memberikan penilaian positif. “Beliau adalah contoh nyata peran Bhabinkamtibmas dalam menjaga stabilitas keamanan dari akar rumput. Kerajinannya menjadi teladan bagi anggota lainnya,” ungkap IPTU Lusia.
Ditemui di Mapolsek Alok bersama Wakapolsek IPDA Laurensius Laka, Aipda Hironimus mengungkapkan bahwa tugas yang ia emban dilandasi oleh ketulusan.
“Saya menjalankan tugas sebagai Bhabinkamtibmas dengan tulus hati. Jika dijalankan dengan tulus, maka hasilnya juga akan baik dan masyarakat merasa puas atas pelayanan yang kita berikan,” ujarnya.
Baca juga:
Diduga Palsukan Dokumen, Maria Rosfinda Laporkan BRI Cabang Maumere ke Polres Sikka
Keterbatasan fisik yang dialaminya tidak menyurutkan semangatnya dalam bertugas. Bahkan, kendaraan roda dua dinas yang biasa digunakan telah dimodifikasi dengan pengaturan gas di sisi kiri karena tangan kanannya tidak lagi berfungsi normal.
Ketulusan dan kegigihan Aipda Hironimus menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Di balik seragam dinasnya, tersimpan semangat pelayanan yang kuat, membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas, termasuk batas fisik.»
(rel)
HUMANIORA
PELNI Gratiskan Ongkos Kirim Bantuan Gempa NTT, Jangan Biarkan Korban Menunggu
PELNI membebaskan biaya angkut bantuan kemanusiaan menuju wilayah terdampak gempa NTT melalui kapal reguler. Bantuan dapat berupa makanan, air minum, tenda, obat-obatan, selimut, hingga kebutuhan bayi.
JAKARTA, GardaFlores — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) membuka fasilitas pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa biaya angkut bagi masyarakat dan lembaga yang ingin menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kebijakan tersebut menjadi salah satu jalur distribusi logistik untuk mempercepat pengiriman bantuan dari berbagai daerah menuju wilayah terdampak melalui kapal-kapal PELNI yang melayani trayek reguler.
Dengan fasilitas ini, lembaga, komunitas, organisasi, dan instansi dapat mengirimkan berbagai kebutuhan dasar tanpa terbebani biaya pengangkutan laut.
Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut sekaligus Ketua Tim Posko Bantuan PELNI untuk NTT, Hana Suhardi, mengatakan fasilitas tersebut merupakan bentuk kontribusi PELNI untuk membantu mempercepat distribusi bantuan.
“PELNI membuka akses pengiriman bantuan secara gratis agar bantuan dapat disalurkan dengan lebih mudah. Kami siap memanfaatkan jaringan pelayaran PELNI untuk membantu mempercepat distribusi logistik kemanusiaan ke wilayah terdampak,” ujar Hana.
Bantuan yang dapat dikirim antara lain makanan, air minum dalam kemasan, tenda, terpal, selimut, alas tidur, perlengkapan penerangan, obat-obatan dan peralatan medis, popok, pembalut, susu, serta makanan bayi.
KM Tidar Jadi Pengiriman Awal
Pengiriman bantuan tahap awal dilakukan melalui KM Tidar yang dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada Minggu (16/8/2026) pukul 22.00 WIB.
Selanjutnya, bantuan dapat diangkut menggunakan kapal-kapal PELNI lainnya sesuai jadwal dan trayek masing-masing.
Untuk Maumere, Cabang PELNI Maumere menjadi salah satu titik penerimaan bantuan dari berbagai daerah yang dilayani kapal PELNI dengan tujuan Maumere.
Kepala Cabang PELNI Maumere Edwin Kurniansyah mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait agar bantuan yang tiba dapat diteruskan kepada masyarakat terdampak.
“Untuk PELNI Maumere sendiri tentu akan fokus sebagai cabang bongkar penerima bantuan dari berbagai daerah yang disinggahi kapal PELNI dengan tujuan Maumere seperti KM Tidar, KM Bukit Siguntang, KM Lambelu dan KM Sirimau,” kata Edwin.
Dua Korban Gempa Palue Luka Berat, Dievakuasi ke RS TC Hillers Maumere
Menurut Edwin, bantuan yang diterima dari berbagai daerah nantinya akan diserahkan kepada BPBD untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
“Kami telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Nantinya barang yang diterima dari berbagai daerah akan kami serahkan kepada BPBD untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.
Gratis Angkut, Tetap Ada Ketentuan
Pembebasan biaya pengangkutan tidak berarti pengiriman dapat dilakukan tanpa prosedur.
Pengirim wajib melampirkan surat pengantar resmi dari lembaga, komunitas, atau instansi serta packing list yang mencantumkan jenis dan jumlah barang.
Bantuan juga harus dikemas secara aman menggunakan kardus, karung, atau peti yang kuat. Barang yang mudah pecah wajib diberi tanda “FRAGILE” atau keterangan penanganan lainnya.
PELNI juga melarang pengiriman barang berbahaya, termasuk bahan yang mudah meledak atau terbakar, cairan maupun bahan berbahaya, bahan kimia beracun, serta barang lain yang berpotensi mengancam keselamatan pelayaran, awak kapal, penumpang, dan muatan lainnya.
814 Warga Masih Mengungsi, 228 Rumah Rusak: Sikka Belum Pulih dari Guncangan Gempa
Pengiriman mengikuti trayek dan pelabuhan yang dilalui kapal PELNI. Karena itu, bantuan tidak dapat dikirim secara bebas ke semua titik terdampak, tetapi harus menyesuaikan rute kapal yang tersedia.
Jangan Biarkan Bantuan Berhenti di Gudang
Fasilitas pengiriman gratis PELNI membuka jalur bagi solidaritas dari berbagai daerah untuk bergerak menjadi bantuan nyata bagi masyarakat NTT yang terdampak gempa.
Dalam situasi bencana, tersedianya bantuan belum cukup. Bantuan harus dikirim, diterima, dan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Karena itu, pembebasan biaya angkut dapat dimanfaatkan masyarakat, organisasi, komunitas, dan lembaga untuk mengirimkan bantuan melalui jalur laut tanpa terbebani ongkos pengangkutan.
NTT tidak hanya membutuhkan simpati. Masyarakat terdampak membutuhkan makanan, air, perlengkapan tempat tinggal, kebutuhan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya yang dapat segera digunakan.
Informasi mengenai pengiriman bantuan dan jadwal kapal dapat diperoleh melalui kantor cabang PELNI terdekat, Contact Center PELNI 021-162, atau WhatsApp resmi PELNI 0811-1621-162.
Bantuan yang sudah terkumpul jangan dibiarkan tertahan. Saatnya bantuan bergerak menuju warga yang membutuhkan.»(rel)
HUMANIORA
Dua Korban Gempa Palue Luka Berat, Dievakuasi ke RS TC Hillers Maumere
Dua warga Palue mengalami luka berat setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Keduanya dievakuasi menggunakan speedboat Polairud menuju RS TC Hillers Maumere untuk mendapat penanganan medis.
MAUMERE, GardaFlores — Dua warga Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, yang mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa bumi harus dievakuasi ke Maumere untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Evakuasi dilakukan Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana bersama Aipda Polikarpus Talla, Ba Kanit Patroli Polairud Polres Sikka. Keduanya bergerak membantu proses evakuasi di tengah kondisi pascagempa yang masih membutuhkan penanganan cepat.
Korban pertama, Jermison Karmelius Ngaji, mengalami luka terbuka pada punggung kaki kiri setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah tetangganya di wilayah Nitung Lea.
Sementara korban kedua, Pignateli Meti, dilaporkan mengalami kondisi serius. Ia mengalami pembesaran pada bagian perut dan muntah darah setelah tertimpa reruntuhan bangunan di rumahnya di Dusun Nara, Desa Tuanggeo.
814 Warga Masih Mengungsi, 228 Rumah Rusak: Sikka Belum Pulih dari Guncangan Gempa
Melihat kondisi kedua korban yang membutuhkan penanganan medis segera, petugas langsung melakukan evakuasi. Keduanya dirujuk ke Rumah Sakit TC Hillers Maumere menggunakan speedboat milik Satuan Polairud Maumere.
Evakuasi melalui jalur laut menjadi pilihan penting mengingat kondisi geografis Palue sebagai wilayah kepulauan dan keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan dengan kemampuan penanganan lebih lengkap.
Kecepatan membawa korban keluar dari wilayah terdampak menjadi faktor penting dalam situasi darurat, terutama bagi pasien dengan luka berat yang membutuhkan pemeriksaan dan perawatan lanjutan.
Penanganan korban luka menjadi salah satu prioritas dalam respons pascagempa di Palue. Aparat bersama unsur terkait terus berupaya memastikan warga terdampak, terutama mereka yang mengalami kondisi serius, segera mendapatkan pertolongan medis.»(rel)
HUMANIORA
814 Warga Masih Mengungsi, 228 Rumah Rusak: Sikka Belum Pulih dari Guncangan Gempa
Dua hari pascagempa Flores, sebanyak 814 warga masih mengungsi di Sikka. BPBD mencatat 228 rumah dan 60 fasilitas umum rusak serta 24 warga terdampak, termasuk empat korban meninggal dunia.
MAUMERE, GardaFlores — Dua hari setelah gempa bumi mengguncang Pulau Flores, Kabupaten Sikka masih berada dalam fase penanganan darurat. Hingga Minggu (16/8/2026) malam, sebanyak 814 warga masih bertahan di pengungsian, 228 rumah rusak, 60 fasilitas umum terdampak, dan 24 warga tercatat sebagai korban.
Data tersebut menunjukkan dampak gempa 15 Agustus 2026 masih dirasakan masyarakat dan proses penanganan belum selesai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka terus memperbarui data dampak bencana. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD melakukan asesmen bersama pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka sekaligus Kepala BPBD Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa atau Femy Bapa, mengatakan jumlah pengungsi di Gelora Samador Maumere turun dari 1.264 orang pada hari pertama menjadi 814 orang pada hari kedua.
Namun, penurunan tersebut tidak serta-merta menunjukkan situasi telah kembali aman.
Sebagian warga meninggalkan pusat pengungsian dan memilih kembali ke rumah keluarga atau berpindah ke lokasi yang dianggap lebih aman.
“Penurunan jumlah pengungsi ini disebabkan sebagian warga telah meninggalkan pusat pengungsian dan kembali ke rumah keluarga atau tempat yang dianggap lebih aman,” jelas Femy dalam konferensi pers di Kantor BPBD Sikka, Minggu malam.
814 Pengungsi, Kelompok Rentan Masih Bertahan
Dari 814 warga yang masih berada di Gelora Samador, sebanyak 380 laki-laki dan 434 perempuan.
Di antara mereka terdapat kelompok rentan, yakni 31 bayi, 55 balita, 145 anak-anak, tiga ibu hamil, 28 lansia, dan satu penyandang disabilitas.
Pengungsi juga tersebar di sejumlah lokasi lain.
14 Ton Bantuan Presiden Tiba di Sikka, Negara Hadir—Kini Jangan Sampai Bantuan Berhenti di Posko
BPBD mencatat 150 warga berada di samping Gereja Wolomarang, Kecamatan Alok Barat. Sebanyak lima orang berada di Dusun Kangae, 10 orang di Dusun Nitung, Kecamatan Kangae, dan enam orang di Dusun Wololuma, Kecamatan Doreng.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan pengungsi di Sikka tidak hanya terpusat pada satu lokasi.
Palue Jadi Titik Kerusakan Rumah Terberat
Dari 228 rumah yang tercatat rusak, 141 unit berada di Kecamatan Palue.
Angka tersebut menjadikan Palue sebagai wilayah dengan jumlah kerusakan rumah terbanyak berdasarkan data sementara BPBD Sikka.
Kerusakan juga tercatat di Bola sebanyak 24 rumah, Tanawawo 15 rumah, Paga 14 rumah, Alok Barat 12 rumah, Nita 10 rumah, Doreng tujuh rumah, Lela tiga rumah, serta masing-masing satu rumah di Alok Timur dan Koting.
Selain permukiman warga, gempa berdampak pada 60 fasilitas umum.
Kerusakan tersebut meliputi sembilan bangunan pemerintah, 10 fasilitas kesehatan, 11 fasilitas pendidikan, 10 ruas jalan, dan 10 rumah ibadah.
Kerusakan fasilitas publik berpotensi memengaruhi pelayanan dasar dan aktivitas masyarakat selama masa pemulihan.
Empat Warga Meninggal, Delapan Luka Berat
BPBD Sikka mencatat 24 warga terdampak sebagai korban gempa.
Rinciannya, empat orang meninggal dunia, delapan luka berat, enam luka ringan, dan enam lainnya masuk kategori korban terdampak lainnya.
Data tersebut masih bersifat sementara karena proses verifikasi dan asesmen di lapangan terus berlangsung.
BPBD bersama unsur terkait masih melakukan penanganan korban, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta perlindungan bagi warga yang mengungsi.
Bantuan Berdatangan, Distribusi Jadi Tantangan Berikutnya
Di tengah situasi darurat, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan ke Sikka.
Bantuan antara lain berasal dari Presiden Republik Indonesia, BNPB, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, lembaga kemanusiaan, organisasi masyarakat, hingga masyarakat umum.
Namun, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan bantuan tiba di Sikka. Distribusi harus mampu menjangkau warga terdampak, termasuk mereka yang berada di luar pusat pengungsian.
6,3 Ton Bantuan TNI AD Mendarat di Maumere, Respons Pascagempa Sikka Makin Diperkuat
BPBD memastikan bantuan yang masuk dikoordinasikan dan disalurkan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Bantuan yang masuk terus kami koordinasikan dan distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami memastikan penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ujar Femy.
Data Belum Final, Warga Diminta Tetap Waspada
BPBD menegaskan seluruh angka tersebut masih merupakan data sementara.
Verifikasi mengenai kerusakan rumah, korban, pengungsi, serta kebutuhan masyarakat masih dilakukan. Karena itu, angka dapat berubah mengikuti hasil asesmen terbaru.
Masyarakat diminta tidak panik, tetapi juga tidak menganggap situasi telah sepenuhnya normal hanya karena jumlah pengungsi di satu lokasi menurun.
Warga juga diminta tetap waspada, mengikuti informasi resmi pemerintah dan petugas di lapangan, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
“Yang paling penting saat ini adalah keselamatan masyarakat. Kami terus bekerja bersama seluruh unsur untuk memastikan penanganan, pendataan, dan distribusi bantuan berjalan dengan baik,” tegas Femy.
Dua hari pascagempa, Sikka masih berada dalam fase penanganan darurat. Sebanyak 814 warga masih mengungsi, 228 rumah rusak, 60 fasilitas umum terdampak, dan korban masih tercatat.
Di balik angka-angka tersebut terdapat warga yang kehilangan rasa aman, tempat tinggal, dan kepastian mengenai kapan kondisi akan kembali normal.
BPBD Sikka memastikan pemutakhiran data dan penanganan dampak gempa terus dilakukan hingga seluruh wilayah terdampak terpetakan dan kebutuhan masyarakat dapat ditangani.»(rel)
-
NASIONAL10 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA11 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
-
HUMANIORA1 year agoPemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan
