Connect with us

HUMANIORA

Pemkab Sikka Ancam Cabut Izin Pangkalan Minyak Tanah yang Langgar Aturan

Published

on

Maumere, GardaFlores—Pemerintah Kabupaten Sikka akan mencabut izin operasional pangkalan minyak tanah yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) atau melanggar ketentuan pendistribusian yang berlaku.

Ancaman keras ini disampaikan Kepala Bagian Ekonomi Setda Sikka, Kandidus L. Tolok, usai melakukan inspeksi ke sejumlah pangkalan pada Rabu (9/4/2025) di Maumere.

Kandidus menjelaskan bahwa setiap pangkalan memiliki kuota distribusi berbeda yang ditetapkan berdasarkan analisis kepadatan penduduk dan kebutuhan warga sekitar. Ada pangkalan yang mendapat jatah satu drum (200 liter) per minggu, sementara ada pula yang mendapat dua drum. Beberapa pangkalan bahkan mendapat jatah satu drum per hari yang bisa mencapai 5.000 liter per bulan.

Baca juga:
Istri Aipda IW Bantah Tuduhan Suaminya Lecehkan Anak Di Bawah Umur

Namun demikian, kelangkaan minyak tanah di beberapa wilayah tetap terjadi. Kandidus menyebutkan salah satu penyebabnya adalah peningkatan kebutuhan saat hari libur, dimana warga menunda pembelian dan menumpuk permintaan ketika pasokan datang. Situasi ini menyebabkan antrean panjang dan minyak cepat habis, meski pendistribusian dari Pertamina tetap berjalan.

“Selain itu, ada juga pangkalan yang menjual minyak tanah kepada warga dari luar wilayahnya. Hal ini menyebabkan jatah untuk warga sekitar menjadi berkurang,” jelas Kandidus.

Baca juga:
Kunjungi Dinas Kominfo, Bupati Sikka Soroti Kesehatan Ruang Digital

Ia juga menyoroti praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi. Sesuai ketentuan Bupati Sikka sejak 2013, harga resmi minyak tanah adalah Rp4.000 per liter. Namun, ditemukan beberapa pangkalan yang menjual di atas harga tersebut.

“Jika terbukti melanggar, kami akan hentikan pendropingan. Bila pelanggaran terus dilakukan, izin akan dicabut,” tegas Kandidus.

Menurutnya, mekanisme pengawasan distribusi minyak tanah telah diatur oleh BPH Migas dan dijalankan secara berjenjang melalui pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa. Pemerintah desa diminta melaporkan jika menemukan pelanggaran, namun pengawasan langsung juga tetap dilakukan oleh Bagian Ekonomi Setda Sikka.

Baca juga:
Kadis Kominfo Sikka Akan Minta Kemendigi dan BSSN Takedown Grup Medsos Penyebar Kebencian

Sementara itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago (JPYK) turut menegaskan komitmennya dalam mengatasi persoalan minyak tanah. Ia mengaku telah turun langsung ke lapangan untuk memantau distribusi di pasar dan pangkalan.

“Saya tegaskan, jika ada pangkalan yang menjual lebih mahal dari harga yang ditentukan, maka izinnya akan langsung dicabut,” ujar JPYK.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending