Connect with us

PENKES

Pemkab Sikka Perluas Gerakan Literasi hingga Kecamatan dan Kelurahan, 34 Bunda Literasi Dikukuhkan

“Peran Bunda Literasi diharapkan mampu memperluas jangkauan gerakan membaca dan membangun budaya belajar.”

Published

on

Ny. Fista Sambuari Kago menegaskan bahwa literasi menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi digital, dan arus informasi yang semakin cepat. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka memperluas penguatan gerakan literasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan dengan mengukuhkan 34 Bunda Literasi sebagai penggerak budaya baca dan pembelajaran masyarakat di tingkat akar rumput.

Pengukuhan berlangsung di Aula Egon Lantai III Kantor Bupati Sikka, Selasa (2/6/2026), dipimpin Ny. Fista Sambuari Kago, S.H., yang juga melantik Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Doreng, Bola, dan Paga dalam rangkaian kegiatan yang sama.

Sebanyak 21 Bunda Literasi Kecamatan dan 13 Bunda Literasi Kelurahan dikukuhkan untuk memperkuat jejaring literasi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sikka. Pemerintah daerah menilai penguatan literasi tidak lagi dapat bertumpu pada sekolah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, komunitas, pemerintah, dan lingkungan sosial secara terintegrasi.

Hari Lahir Pancasila 2026, Pemkab Ngada Tekankan Ketahanan Sosial di Tengah Disrupsi Global

Ny. Fista Sambuari Kago menegaskan bahwa literasi menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi digital, dan arus informasi yang semakin cepat.

“Pengukuhan Bunda Literasi hari ini bukan sekadar seremonial, tetapi amanah untuk menggerakkan budaya membaca, belajar, dan berkarya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta memanfaatkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, keberadaan Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan diposisikan sebagai penghubung gerakan literasi di tingkat keluarga dan komunitas, termasuk mendorong budaya membaca sejak usia dini, menghidupkan taman bacaan, dan memperluas akses belajar masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sikka juga menilai penguatan literasi menjadi bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di daerah. Rendahnya minat baca, ketimpangan akses pengetahuan, serta tantangan literasi digital masih menjadi persoalan yang dihadapi banyak daerah, termasuk di wilayah Flores.

Dalam konteks tersebut, keterlibatan perempuan melalui jejaring PKK dan Bunda Literasi dipandang strategis karena berhubungan langsung dengan pendidikan keluarga dan pembentukan kebiasaan belajar anak di rumah.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, melalui Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia, Akulinus, mengatakan pengukuhan Bunda Literasi merupakan bagian dari strategi memperluas gerakan literasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, penguatan budaya baca membutuhkan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat agar literasi tidak berhenti sebagai program sektoral pemerintah.

Pancasila sebagai Sistem Pertahanan Bangsa di Era Perang Modern

“Peran Bunda Literasi diharapkan mampu memperluas jangkauan gerakan membaca dan membangun budaya belajar di tengah masyarakat,” kata Akulinus.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan naskah pelantikan, penyematan selempang, penandatanganan berita acara, dan foto bersama.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ferdinandus Florianus, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Patrisius Pederico, Sekretaris Bapperida dr. Clara Francis, para camat dan lurah, pengurus TP PKK, serta pengurus Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka.

Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan penguatan literasi masyarakat akan terus diintegrasikan dengan program pendidikan keluarga, literasi sekolah, dan literasi digital sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang adaptif dan berdaya saing menghadapi tantangan pembangunan ke depan.»(rel)

PENKES

Mahasiswa Desil 1-5 di Sikka Disiapkan Beasiswa hingga Tamat Kuliah

Mahasiswa dari keluarga kategori desil 1 hingga desil 5 di Sikka yang memenuhi persyaratan disiapkan mendapat dukungan beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026), dan menyampaikan rencana beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi syarat dari kategori desil 1 hingga desil 5.

MAUMERE, GardaFlores Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 hingga desil 5. Dukungan tersebut disiapkan agar mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan kuliah.

Rencana itu disampaikan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).

Juventus mengatakan keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan bagi anak-anak Sikka untuk berhenti atau tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Pemerintah akan menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi syarat, khususnya yang berada pada desil 1 sampai desil 5. Beasiswa ini kita siapkan agar mahasiswa dapat mengikuti pendidikan sampai tamat,” ujar Juventus.

Bupati Juventus kepada Mahasiswa Baru: Ijazah Saja Tak Cukup

Ia meminta mahasiswa yang memperoleh kesempatan tersebut memanfaatkannya dengan kesungguhan dan tanggung jawab.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah membantu membuka jalan, tetapi mahasiswa sendiri yang harus berjalan dan berjuang untuk mencapai masa depan,” tegasnya.

Dalam pembekalan tersebut, Juventus juga mengingatkan mahasiswa bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada perolehan ijazah. Perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, menurutnya, menuntut lulusan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

“Dunia berubah sangat cepat. Teknologi berkembang dan industri membutuhkan keterampilan baru yang nyata. Karena itu, pendidikan vokasi menjadi penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan,” jelasnya.

Mahasiswa, terutama peserta pendidikan vokasi, didorong membangun kompetensi, keterampilan, karakter, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta kemampuan melihat peluang.

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Gempa Flores Rusak 4.248 Rumah

Juventus juga meminta mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja sebagai pencari kerja, tetapi memiliki kemampuan dan keberanian untuk menciptakan peluang usaha serta lapangan pekerjaan.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jadilah generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan keberanian untuk membangun daerah. Sikka membutuhkan anak-anak muda yang terampil dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tandasnya.

Pembekalan mahasiswa baru tersebut dihadiri Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Doni Migo, para dosen, mahasiswa baru Angkatan VII, panitia, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Bupati Juventus kepada Mahasiswa Baru: Ijazah Saja Tak Cukup

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengingatkan mahasiswa baru Politeknik Cristo Re Maumere bahwa persaingan dunia kerja membutuhkan keterampilan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan memecahkan persoalan.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengingatkan mahasiswa baru Politeknik Cristo Re Maumere bahwa ijazah saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja.

Pesan itu disampaikan Juventus saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).

Dalam pembekalan bertema “Pendidikan Vokasi: Bekal Keterampilan, Jalan Menuju Masa Depan”, Juventus meminta mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk membangun keterampilan, karakter, kreativitas, dan kemampuan memecahkan persoalan.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kebutuhan industri terus berubah sehingga mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori.

“Kita hidup dalam dunia yang berubah sangat cepat. Teknologi berkembang dan industri membutuhkan keterampilan baru yang nyata, bukan hanya teori,” ujar Juventus.

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Gempa Flores Rusak 4.248 Rumah

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan problem solving sebagai salah satu bekal menghadapi dunia kerja dan kehidupan.

“Jangan takut menghadapi masalah. Justru dari masalah kita belajar mencari solusi. Kemampuan memecahkan masalah adalah salah satu bekal penting untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan,” katanya.

Juventus meminta mahasiswa tidak menjadikan nilai akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama menempuh pendidikan.

“Jadikan kampus sebagai tempat untuk mempersiapkan diri. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi bangun keterampilan dan karakter. Apa yang kalian pelajari hari ini harus menjadi bekal untuk menciptakan masa depan,” pesannya.

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 3.340 Jiwa Berada di Palue

Selain mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, mahasiswa juga didorong melihat peluang untuk menciptakan pekerjaan.

“Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan. Mulailah berpikir bagaimana menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan,” ujar Juventus.

Ia mengatakan lulusan pendidikan vokasi perlu memiliki keterampilan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja.

Pembekalan tersebut dihadiri Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Doni Migo, para dosen, mahasiswa baru Angkatan VII, panitia, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Gempa Rusak 40 Ruangan, Kodim 1603/Sikka Pindahkan Fasilitas SMPN 1 Maumere ke Sekolah Darurat

Kerusakan akibat gempa memaksa 618 siswa SMPN 1 Maumere direlokasi ke tempat pembelajaran sementara. Kodim 1603/Sikka membantu memindahkan fasilitas sekolah setelah 40 ruangan dan 30 tiang penopang mengalami kerusakan.

Published

on

Personel Kodim 1603/Sikka bersama pihak SMPN 1 Maumere memindahkan fasilitas dan perlengkapan sekolah ke lokasi pembelajaran sementara setelah bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat gempa Flores.

MAUMERE, GardaFlores Kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores memaksa seluruh aktivitas belajar SMP Negeri 1 Maumere direlokasi. Sebanyak 618 siswa dari 20 rombongan belajar harus menggunakan lokasi sementara setelah bangunan sekolah mengalami kerusakan pada sejumlah bagian.

Personel Kodim 1603/Sikka bersama pihak sekolah kemudian memindahkan fasilitas dan perlengkapan SMPN 1 Maumere ke lokasi pembelajaran sementara, Rabu (2/9/2026).

Pemindahan dilakukan untuk menyiapkan sarana belajar bagi siswa setelah tim teknis memastikan bangunan SMPN 1 Maumere tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar selama masa tanggap darurat.

Kerusakan ditemukan pada sejumlah bagian bangunan sekolah. Dari total 40 ruangan, termasuk 20 ruang kelas utama, sejumlah ruang mengalami keretakan akibat gempa.

Trauma Siswa Pascagempa Jadi Perhatian, SDI Iligetang Harapkan Pendampingan Berkelanjutan

Sebanyak 30 tiang penopang dasar juga mengalami keretakan. Lapisan semen pada sejumlah tiang terkelupas hingga memperlihatkan struktur besi di dalamnya.

Retakan ditemukan pada lantai satu dan lantai dua bangunan. Kerusakan yang lebih berat dilaporkan terjadi di lantai dua, termasuk pada dua ruang kelas.

Kepala SMPN 1 Maumere, Maria Heliana, mengatakan kondisi dua ruang kelas tersebut mengalami kerusakan cukup berat.

“Dua ruang kelas rusak parah. Retakan temboknya sudah condong masuk ke dalam ruangan kelas,” ujar Maria.

Kerusakan juga ditemukan pada lantai ruang perpustakaan yang mengalami penurunan dan terasa bergetar ketika dilalui.

Berdasarkan hasil pemantauan teknis, seluruh aktivitas pembelajaran kemudian harus dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih aman.

Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Sikka menyiapkan lokasi pembelajaran sementara bagi SMPN 1 Maumere di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Jalan Wairklau.

Pembelajaran tetap dilaksanakan pada pagi hari dan berlangsung satu kali sehari. Maria mengatakan kebijakan tersebut mempertimbangkan domisili sebagian besar siswa yang berada di wilayah timur, sementara lokasi sekolah sementara berada lebih ke arah barat.

“Semua proses pembelajarannya tetap pagi. Satu kali jalan, mengingat kondisi anak-anak kami di zona wilayah timur,” katanya.

Di tengah proses relokasi pembelajaran tersebut, personel Kodim 1603/Sikka membantu memindahkan perlengkapan sekolah secara bertahap ke lokasi yang akan digunakan untuk mendukung proses belajar siswa.

Fista Sambangi Tiga Puskesmas, Dorong Dukungan bagi Nakes Pascagempa

Pemindahan fasilitas dilakukan agar sarana pembelajaran dapat segera digunakan oleh guru dan siswa.

Maria mengatakan sekolah berupaya menjaga proses pembelajaran tetap berjalan, termasuk bagi siswa kelas IX yang akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mempercepat penanganan dan pembangunan kembali bangunan sekolah yang mengalami kerusakan agar proses pembelajaran dapat kembali berlangsung di fasilitas permanen.

“Harapan saya, Pemda mungkin bisa melihat kondisi kami seperti ini. Sehingga Pemda bisa berupaya lebih cepat membangunkan sekolah. Sehingga jangan lama-lama kami berada di luar,” ujarnya.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending