HUMANIORA
Wali Kota Kupang Serahkan Rp200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sikka
Pemerintah Kota Kupang menyalurkan bantuan kemanusiaan Rp200 juta dan 500 paket sembako bagi warga terdampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kota Kupang menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp200 juta dan 500 paket sembako bagi warga terdampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka.
Bantuan tersebut diserahkan langsung Wali Kota Kupang Christian Widodo kepada Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Jalan Mawar, Perumnas Maumere, Jumat (28/8/2026).
Christian mengatakan kehadirannya di Maumere merupakan bentuk solidaritas Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang terhadap warga terdampak gempa di Flores.
“Duka Flores adalah duka warga Kota Kupang,” kata Christian.
Bantuan yang diserahkan terdiri atas dana kemanusiaan sebesar Rp200 juta dan 500 paket sembako. Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai kebutuhan dan mekanisme penanganan bencana.
Gempa Susulan di Palue Lukai Dua Warga, Polisi Gelar Trauma Healing untuk 220 Penyintas
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Kupang, termasuk kehadiran langsung Christian Widodo di Maumere.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan moril maupun materil yang telah diberikan kepada kami di Kabupaten Sikka. Kami berterima kasih karena Pak Wali Kota Kupang langsung datang ke Maumere,” ujar Juventus.
Menurut Juventus, bantuan tersebut merupakan dukungan bagi masyarakat Sikka yang masih menghadapi dampak gempa.
Ia memastikan bantuan yang diterima akan diarahkan kepada warga terdampak melalui mekanisme penanganan bencana yang berlaku.»(rel)
HUMANIORA
Gempa Retakkan 30 Tiang, 630 Siswa SMPN 1 Maumere Direlokasi ke SKB
Bangunan SMPN 1 Maumere dinyatakan tidak layak digunakan setelah gempa meretakkan dan memiringkan sekitar 30 tiang. Sebanyak 630 siswa direlokasi ke SKB Maumere.
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 630 siswa SMP Negeri 1 Maumere akan menjalani kegiatan belajar mengajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Maumere setelah bangunan sekolah mereka dinyatakan tidak layak digunakan akibat kerusakan pascagempa bumi Flores.
Relokasi dilakukan setelah hasil identifikasi menemukan sekitar 30 tiang bangunan SMPN 1 Maumere mengalami retak dan miring akibat guncangan gempa. Kondisi tersebut membuat seluruh 30 rombongan belajar di sekolah itu harus dipindahkan.
“Paling utama SMPN 1 Maumere. Dari 30 rombongan belajar yang ada di sekolah tersebut harus direlokasi seluruhnya karena dari sisi teknis tidak layak untuk KBM,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, Patris Federiko, kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).
JK Dorong Pemulihan Gempa Flores: Pengungsi Jangan Hanya Menunggu Bantuan
Aktivitas belajar mengajar untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Sikka dijadwalkan kembali dimulai pada Senin, 31 Agustus 2026. Keputusan relokasi SMPN 1 Maumere diambil dalam rapat yang dipimpin Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago pada Kamis malam.
Sementara itu, peserta didik PAUD dan TK akan menjalani pembelajaran dari rumah atau Belajar Dari Rumah (BDR) selama satu minggu.
Pada masa awal pembelajaran, sekolah tidak langsung menjalankan kegiatan akademik secara penuh. Pemerintah daerah menyiapkan kegiatan trauma healing bagi siswa selama tiga hingga empat hari pertama, sementara guru akan mendapat pendampingan pada hari kelima dan keenam.
“Kami juga akan minta kepada semua sekolah melaksanakan pertemuan dengan orangtua murid untuk memahami kondisi ini, sehingga orangtua punya satu pemahaman bahwa anaknya bisa belajar dengan nyaman di sekolah,” ujar Patris.
Wali Kota Kupang Serahkan Rp200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sikka
Kerusakan akibat gempa juga terjadi di sejumlah sekolah lain di Kabupaten Sikka. Dari 70 sekolah yang telah diidentifikasi bersama konsultan, sebanyak 24 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan total dengan 96 ruang kelas terdampak.
Pemerintah Kabupaten Sikka berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Gempa Bumi untuk menyiapkan tenda sebagai ruang belajar sementara bagi sekolah yang bangunannya belum dapat digunakan.
“Pendirian tenda untuk KBM segera dikoordinasikan dengan Satgas Penanganan Gempa Bumi. Semoga segera disiapkan, sehingga hari Senin sudah bisa aktivitas,” kata Patris.»(rel)
HUMANIORA
JK Dorong Pemulihan Gempa Flores: Pengungsi Jangan Hanya Menunggu Bantuan
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mendorong warga terdampak gempa Flores dilibatkan dalam pembangunan kembali rumah agar pemulihan tidak hanya bergantung pada bantuan.
MAUMERE, GardaFlores — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mendorong penanganan pascagempa Flores segera beralih dari pemenuhan bantuan darurat menuju pemulihan kehidupan warga. Salah satu yang didorong adalah pelibatan masyarakat dalam pembangunan kembali rumah yang rusak.
“Daripada pengungsi itu duduk termenung, dia harus kerja. Diberikanlah cash untuk biaya harian bekerja,” kata Jusuf Kalla saat berdialog dengan pengungsi di Posko Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (28/8/2026).
Menurut Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu, warga dapat dilibatkan dalam pembangunan kembali rumah melalui pola gotong royong. Pemerintah dapat menyediakan material dasar, sementara warga ikut bekerja membangun rumah mereka dengan dukungan upah.
Wali Kota Kupang Serahkan Rp200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sikka
JK mengatakan keterlibatan masyarakat penting, terutama dalam situasi ketika kemampuan anggaran pemerintah untuk membiayai rehabilitasi dan rekonstruksi secara penuh terbatas.
“Dalam keadaan sekarang ini, pemerintah dananya tidak sebesar dibanding dengan beberapa waktu lalu, maka harus dikasih mengerti masyarakat untuk bergotong royong,” ujarnya.
Ia mencontohkan penanganan gempa di Yogyakarta, ketika masyarakat dilibatkan dalam pembangunan kembali rumah. Menurut JK, pola tersebut dapat diterapkan di Flores dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan kalangan perguruan tinggi.
“Jadi masyarakat bukan hanya menunggu bantuan. Mereka ikut membangun rumahnya sendiri,” kata JK.
Dalam dialog tersebut, kebutuhan warga di Posko Gelora Samador masih didominasi bantuan pangan. Ketika ditanya mengenai kebutuhan paling mendesak, sejumlah pengungsi menjawab, “Sembako, Pak!”

Namun, sejumlah warga juga mengaku belum berani kembali ke rumah karena masih takut terhadap gempa susulan, termasuk warga yang rumahnya masih dapat ditempati.
“Kalau kami pulang sebentar, hati kami masih berdebar-debar. Malam terjadi apa-apa,” ujar seorang warga.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengatakan sekitar 655 warga masih bertahan di Posko Gelora Samador berdasarkan data terakhir yang diterimanya.
“Data terakhir dari tadi malam sampai pagi tadi sisa 600-an, 655 jiwa,” katanya.
Menurut Juventus, jumlah pengungsi masih berubah karena sebagian warga telah mulai kembali ke rumah masing-masing. Pemerintah juga menjalankan kegiatan psikososial bagi anak-anak di posko dengan melibatkan relawan Kementerian Sosial.
Gempa Susulan di Palue Lukai Dua Warga, Polisi Gelar Trauma Healing untuk 220 Penyintas
Selain sembako, warga dalam dialog dengan JK juga menyampaikan kebutuhan pendidikan dan beasiswa bagi anak-anak.
JK mengatakan penanganan kebutuhan warga akan dilakukan secara bertahap, termasuk kebutuhan material, pendidikan dan aspek pemulihan lainnya.
“Yang penting untuk sekarang ini harus rehabilitasi dan juga perbaikan kehidupan. Kembali pekerjaan nanti pada waktunya. Anak-anak sekolah tentu kembali ke sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Juventus meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari BNPB dan BMKG terkait perkembangan situasi kebencanaan.
“Kami berdasarkan arahan dari BNPB, dari BMKG, untuk terus melakukan komunikasi menyampaikan perihal kondisi riil hari ini. Tidak perlu percaya yang hoaks,” tegasnya.»(rel)
HUMANIORA
Gempa Susulan di Palue Lukai Dua Warga, Polisi Gelar Trauma Healing untuk 220 Penyintas
Dua warga Palue mengalami luka saat gempa susulan mengguncang wilayah tersebut. Polisi bersama tim psikologi memberikan pendampingan dan trauma healing kepada sekitar 220 warga.
MAUMERE, GardaFlores — Gempa susulan kembali mengguncang Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Rabu (26/8/2026) malam. Dua warga mengalami luka robek setelah terjatuh dan tertabrak bangunan saat guncangan terjadi.
Gempa susulan dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.15 WITA. Kedua korban adalah Devi Siba (38), warga Desa Rokirole, dan Bonifasius Nande (60), warga Dusun Tomu, Desa Tuanggeo.
Devi mengalami luka robek pada dahi setelah tertabrak tembok rumah dan mendapat empat jahitan.
Sementara Bonifasius mengalami luka robek pada dahi dan pelipis mata setelah terjatuh di turap. Ia mendapat satu jahitan.
Kedua korban telah mendapat penanganan medis dan diperbolehkan kembali ke rumah untuk beristirahat.
Dalam laporan kepolisian disebutkan Bonifasius berada dalam kondisi dipengaruhi minuman keras jenis moke saat kejadian.
Di tengah situasi pascagempa, tim kepolisian juga memberikan Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis kepada warga terdampak di Kecamatan Palue.
Kegiatan trauma healing tersebut dilaksanakan di Paroki Kudus Lei, Dusun Lei, Desa Tuanggeo, sekitar pukul 10.00 WITA dan menyasar sekitar 220 warga, termasuk anak-anak dan orang dewasa.

Pendampingan dilakukan melalui konseling individu, konseling kelompok dan play therapy untuk membantu warga menghadapi stres, kecemasan dan ketakutan setelah gempa.
Menurut hasil pendampingan yang dilaporkan tim, warga yang mengikuti kegiatan mulai menunjukkan kondisi psikologis yang lebih tenang.
Belasan Warga Wogalirit Mengaku Belum Terima Bantuan Gempa, Hendrik: Apakah Kami Bukan Warga Sikka?
Kegiatan tersebut melibatkan personel Bagian Psikologi Polda NTT dan Polda Bali, Polres Sikka, Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana serta personel kepolisian lainnya.
Pendampingan juga mendapat dukungan Pater Rekan Marquez, CJD, dan anggota KBPP Polri.
Dua warga yang terluka akibat gempa susulan menambah catatan dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat Palue. Selain penanganan terhadap dampak fisik, warga terdampak juga masih membutuhkan pendampingan untuk mengatasi tekanan psikologis pascagempa.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: JK Dorong Pemulihan Gempa Flores: Pengungsi Jangan Hanya Menunggu Bantuan - Garda Flores %