Connect with us

HUMANIORA

JK Dorong Pemulihan Gempa Flores: Pengungsi Jangan Hanya Menunggu Bantuan

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mendorong warga terdampak gempa Flores dilibatkan dalam pembangunan kembali rumah agar pemulihan tidak hanya bergantung pada bantuan.

Published

on

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla berdialog dengan warga terdampak gempa Flores di Posko Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Jumat (28/8/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mendorong penanganan pascagempa Flores segera beralih dari pemenuhan bantuan darurat menuju pemulihan kehidupan warga. Salah satu yang didorong adalah pelibatan masyarakat dalam pembangunan kembali rumah yang rusak.

“Daripada pengungsi itu duduk termenung, dia harus kerja. Diberikanlah cash untuk biaya harian bekerja,” kata Jusuf Kalla saat berdialog dengan pengungsi di Posko Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (28/8/2026).

Menurut Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu, warga dapat dilibatkan dalam pembangunan kembali rumah melalui pola gotong royong. Pemerintah dapat menyediakan material dasar, sementara warga ikut bekerja membangun rumah mereka dengan dukungan upah.

Wali Kota Kupang Serahkan Rp200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sikka

JK mengatakan keterlibatan masyarakat penting, terutama dalam situasi ketika kemampuan anggaran pemerintah untuk membiayai rehabilitasi dan rekonstruksi secara penuh terbatas.

“Dalam keadaan sekarang ini, pemerintah dananya tidak sebesar dibanding dengan beberapa waktu lalu, maka harus dikasih mengerti masyarakat untuk bergotong royong,” ujarnya.

Ia mencontohkan penanganan gempa di Yogyakarta, ketika masyarakat dilibatkan dalam pembangunan kembali rumah. Menurut JK, pola tersebut dapat diterapkan di Flores dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan kalangan perguruan tinggi.

“Jadi masyarakat bukan hanya menunggu bantuan. Mereka ikut membangun rumahnya sendiri,” kata JK.

Dalam dialog tersebut, kebutuhan warga di Posko Gelora Samador masih didominasi bantuan pangan. Ketika ditanya mengenai kebutuhan paling mendesak, sejumlah pengungsi menjawab, “Sembako, Pak!”

Namun, sejumlah warga juga mengaku belum berani kembali ke rumah karena masih takut terhadap gempa susulan, termasuk warga yang rumahnya masih dapat ditempati.

“Kalau kami pulang sebentar, hati kami masih berdebar-debar. Malam terjadi apa-apa,” ujar seorang warga.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengatakan sekitar 655 warga masih bertahan di Posko Gelora Samador berdasarkan data terakhir yang diterimanya.

“Data terakhir dari tadi malam sampai pagi tadi sisa 600-an, 655 jiwa,” katanya.

Menurut Juventus, jumlah pengungsi masih berubah karena sebagian warga telah mulai kembali ke rumah masing-masing. Pemerintah juga menjalankan kegiatan psikososial bagi anak-anak di posko dengan melibatkan relawan Kementerian Sosial.

Gempa Susulan di Palue Lukai Dua Warga, Polisi Gelar Trauma Healing untuk 220 Penyintas

Selain sembako, warga dalam dialog dengan JK juga menyampaikan kebutuhan pendidikan dan beasiswa bagi anak-anak.

JK mengatakan penanganan kebutuhan warga akan dilakukan secara bertahap, termasuk kebutuhan material, pendidikan dan aspek pemulihan lainnya.

“Yang penting untuk sekarang ini harus rehabilitasi dan juga perbaikan kehidupan. Kembali pekerjaan nanti pada waktunya. Anak-anak sekolah tentu kembali ke sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Juventus meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari BNPB dan BMKG terkait perkembangan situasi kebencanaan.

“Kami berdasarkan arahan dari BNPB, dari BMKG, untuk terus melakukan komunikasi menyampaikan perihal kondisi riil hari ini. Tidak perlu percaya yang hoaks,” tegasnya.»(rel)

HUMANIORA

Vox Populi Sikka Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores

Vox Populi Institute Sikka menyalurkan ratusan paket sembako ke sejumlah lokasi terdampak gempa Flores. Kegiatan juga disertai trauma healing bagi anak-anak.

Published

on

DPW Vox Populi Institute Sikka menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa Flores.

MAUMERE, GardaFlores — DPW Vox Populi Institute Sikka bersama Dewan Pimpinan Nasional Vox Populi Institute Indonesia menyalurkan ratusan paket sembako kepada warga terdampak gempa bumi Flores.

Selain bantuan logistik, organisasi tersebut juga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak di sejumlah lokasi terdampak.

Aksi kemanusiaan itu disampaikan Ketua Mandataris Tunggal DPW Vox Populi Institute Sikka, Higinus Wilbrot, di Maumere, Senin (7/9/2026).

Higinus turun langsung dalam penyaluran bantuan bersama mantan Ketua Vox Populi Sikka, Raf Martin, ST, dan Ketua Satgas Bantuan, Petrus Plain, S.Pd., M.Pd.

Menurut Higinus, bantuan diberikan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan pascagempa.

PALUE Bangkit dari Gempa, Polisi Edukasi Siswa SDN Uwa I soal Keselamatan Lalu Lintas

Ia mengatakan kehadiran Vox Populi Institute tidak hanya membawa bantuan material, tetapi juga memberikan dukungan kepada masyarakat yang masih terdampak bencana.

Koordinator Pelaksana Distribusi Bantuan, Petrus Plain, mengatakan ratusan paket sembako disalurkan ke sejumlah titik terdampak.

Selain distribusi bantuan, tim juga melaksanakan trauma healing bagi anak-anak melalui kegiatan yang dirancang untuk membantu mereka pulih setelah mengalami gempa.

Perwakilan warga, Hendrik Gunawan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam kondisi seperti sekarang,” ungkap Hendrik.

Donatur Surabaya Kirim 13 Ton Beras, 20 Tandon Air dan Ratusan Sepatu untuk Korban Gempa Flores

Warga lainnya, Tarsi Adeo, juga menyambut aksi kemanusiaan tersebut dan menilai dukungan dari berbagai pihak membantu masyarakat menghadapi masa pemulihan setelah gempa.

Aksi tersebut menjadi bagian dari bantuan kemanusiaan Vox Populi Institute bagi masyarakat terdampak gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Donatur Surabaya Kirim 13 Ton Beras, 20 Tandon Air dan Ratusan Sepatu untuk Korban Gempa Flores

Bantuan dari sejumlah donatur di Surabaya tiba di Sikka berupa lebih dari 13 ton beras, 20 tandon air, ratusan pasang sepatu, susu balita, dan kebutuhan lainnya untuk korban gempa Flores.

Published

on

MAUMERE, GardaFlores — Bantuan untuk warga terdampak gempa Flores kembali tiba di Kabupaten Sikka dari Surabaya. Donasi tersebut berupa lebih dari 13 ton beras, 20 tandon air, ratusan pasang sepatu baru, serta berbagai kebutuhan pangan dan perlengkapan lainnya.

Bantuan dihimpun melalui Buddhist Education Centre Surabaya, Meta School, Longevitology, Yayasan Ichlas Bhakti Surabaya, PT WIP Sepatu Trakkers, dan Jaylan Kai Lim Osella.

Koordinator penyaluran bantuan di Kabupaten Sikka, Michael Heryanto Sastero, mengatakan bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak gempa Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.

“Bantuan ini kami harapkan bisa tepat sasaran, terutama untuk masyarakat yang benar-benar terdampak gempa,” kata Michael di Maumere, Sabtu (5/9/2026).

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 8.645 Rumah Terdampak Gempa

Untuk kebutuhan pangan, bantuan yang dikirim antara lain lebih dari 13 ton beras, 100 dos mi instan, 500 dos mi Sedaap dan Indomie, 25 dos minyak goreng, 49 dos kopi Fresco, serta 30 kilogram ikan kering.

Donasi untuk anak-anak meliputi lebih dari 1.000 dos susu balita 1+, susu 3+ dan 5+, serta 75 dos susu Dancow UHT.

Bantuan lainnya berupa ratusan pasang sepatu baru merek Trakkers, kaos Osella, pakaian layak pakai, dan perlengkapan warga.

Untuk kebutuhan air, donatur mengirim 20 tandon air merek Profil Tank dengan kapasitas masing-masing 2.300 liter dan 1.800 liter. Tandon tersebut dilengkapi kran dan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air warga di lokasi terdampak.

Sejumlah tenda perorangan juga disiapkan untuk kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan ibu bersalin.

Kementerian UMKM Buka 3 Kanal Pengaduan bagi Pelaku Usaha, dari Izin hingga Bantuan

Michael mengatakan bantuan akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Desa Nitunglea dan Dusun Nitung di Kecamatan Palue serta wilayah Mekendetung.

Sebelumnya, sebagian bantuan telah disalurkan ke Biara Suster Maria Imakulata di Habi, Desa Habi. Bantuan tersebut diterima pimpinan komunitas biara, Suster Irene.

Michael berharap bantuan dari para donatur dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang masih terdampak gempa.

“Semoga bantuan ini setidaknya bisa mengurangi penderitaan yang dialami para korban terdampak gempa,” ujarnya.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 8.645 Rumah Terdampak Gempa

Sebanyak 3.645 warga Sikka dari 972 KK masih mengungsi hingga 4 September 2026. Posko juga mencatat 8.645 rumah dan 303 fasilitas umum terdampak gempa Magnitudo 7,7.

Published

on

Data posko juga mencatat 8.645 rumah telah masuk pendataan kerusakan serta 303 fasilitas umum terdampak. Proses verifikasi, validasi, dan pemadanan data kerusakan rumah masih berlangsung.

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 3.645 warga Kabupaten Sikka masih mengungsi hingga Jumat (4/9/2026), setelah gempa bumi tektonik Magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Data Media Center Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka mencatat para pengungsi tersebut berasal dari 972 kepala keluarga (KK) dan tersebar di tiga kecamatan.

Palue menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 3.340 jiwa dari 892 KK. Selanjutnya Kangae 236 jiwa dari 60 KK dan Nita 65 jiwa dari 20 KK.

Jumlah korban tercatat 54 orang, terdiri dari enam meninggal dunia, 25 luka berat, dan 23 luka ringan.

Sementara itu, sebanyak 8.645 rumah telah masuk dalam pendataan kerusakan melalui dua tahap.

Pendataan tahap pertama mencakup 4.248 rumah yang masih dalam proses verifikasi dan validasi oleh tim enumerator. Rinciannya, 939 rumah rusak berat, 2.457 rusak ringan, dan 852 rusak sedang.

Kementerian UMKM Buka 3 Kanal Pengaduan bagi Pelaku Usaha, dari Izin hingga Bantuan

Tahap kedua mencatat 4.397 rumah yang masih dalam proses pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, 719 rumah rusak berat, 1.122 rusak sedang, dan 2.556 rusak ringan.

Dengan proses verifikasi, validasi, dan pemadanan data yang masih berjalan, angka kerusakan rumah tersebut belum menjadi data final.

Kerusakan juga tercatat pada 303 fasilitas umum. Fasilitas kesehatan menjadi yang terbanyak dengan 93 unit, terdiri dari 62 rusak ringan, lima rusak sedang, dan 26 rusak berat.

Bangunan pemerintah yang terdampak mencapai 75 unit, terdiri dari 35 rusak ringan, 26 rusak sedang, dan 14 rusak berat.

Fasilitas pendidikan tercatat 38 unit, dengan rincian empat rusak ringan, 27 rusak sedang, dan tujuh rusak berat.

Selain itu, delapan ruas jalan mengalami kerusakan dan seluruhnya masuk kategori rusak berat. Sebanyak 10 prasarana juga terdampak, terdiri dari satu rusak ringan, dua rusak sedang, dan tujuh rusak berat.

Pekerjaan Pemulihan Pascagempa di Palue Berhenti Lima Hari Selama Ritual Adat Bhije

Kerusakan rumah ibadah mencapai 79 unit, terdiri dari 38 rusak ringan, 22 rusak sedang, dan 19 rusak berat.

Penanganan dampak gempa juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan organisasi, termasuk instansi pemerintah, TNI-Polri, NGO, LSM, perbankan, koperasi, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, dan relawan.

Dukungan diberikan dalam bentuk distribusi logistik, dapur umum, layanan kesehatan, obat-obatan, alat kesehatan, evakuasi, pendataan, pengamanan, pencarian korban, trauma healing, serta layanan psikososial.

Sebagian lembaga juga memberikan bantuan keuangan dan pendampingan kepada masyarakat terdampak.

Hingga 4 September 2026, penanganan gempa masih berlangsung, terutama untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi serta verifikasi dan pemadanan data kerusakan rumah.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending