Connect with us

HUMANIORA

Sopir Ekspedisi Meninggal di Atas Kapal, Keluarga Pertanyakan Diagnosis dan Surat Pernyataan Dharma Rucita

Afro Nua’ria, sopir ekspedisi asal Bajawa, meninggal dunia di atas KM Dharma Rucita. Keluarga mempertanyakan dasar informasi penyebab kematian serta surat pernyataan yang ditandatangani sebelum jenazah diserahkan.

Published

on

Jenazah Afro Nua’ria, sopir ekspedisi asal Bajawa, diturunkan di Pelabuhan Lorens Say Maumere setelah meninggal dunia dalam perjalanan laut menggunakan KM Dharma Rucita. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Seorang sopir ekspedisi asal Bajawa, Kabupaten Ngada, Afro Nua’ria, meninggal dunia dalam perjalanan laut dari Surabaya menuju Maumere menggunakan kapal Dharma Rucita. Keluarga kini mempertanyakan dasar informasi penyebab kematian korban serta surat pernyataan yang mereka tandatangani sebelum jenazah diturunkan dari kapal.

Afro diketahui dalam perjalanan membawa barang ekspedisi yang akan dikirim ke Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Namun, ia meninggal dunia sebelum kapal tiba di Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Jenazah Afro diturunkan dari kapal di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Selanjutnya, jenazah dibawa ke kamar mayat RSUD dr. T.C. Hillers Maumere untuk dimandikan.

Belasan Warga Wogalirit Mengaku Belum Terima Bantuan Gempa, Hendrik: Apakah Kami Bukan Warga Sikka?

Kakak korban, Aris Nua’ria, bersama keluarga dan Diaspora Ngada di Maumere kemudian menjemput jenazah. Setelah dimandikan, jenazah disemayamkan sementara di rumah Aris di Lorong Angkasa, Kecamatan Alok Timur, sebelum diberangkatkan ke Bajawa menggunakan ambulans sekitar pukul 13.00 WITA.

Afro meninggalkan seorang istri, Wiwin, serta dua anak, Bianka yang masih duduk di bangku SMA dan Wilis yang masih bersekolah di SD.

Keluarga mempertanyakan penyebab kematian Afro setelah menerima informasi dari petugas kesehatan di KM Dharma Rucita bahwa korban meninggal akibat serangan jantung.

Menurut keluarga, informasi tersebut perlu dijelaskan lebih lanjut karena mereka mempertanyakan dasar medis yang digunakan untuk menyimpulkan penyebab kematian Afro.

Fista Kago Soroti Pemerataan Bantuan Gempa, 106 Paket Disalurkan ke Buruh Pelabuhan L. Say

Pertanyaan keluarga juga muncul terkait surat pernyataan yang diminta untuk ditandatangani sebelum jenazah diturunkan dari kapal. Menurut keluarga, isi surat tersebut pada pokoknya menyatakan bahwa keluarga tidak akan mengajukan tuntutan kepada pihak kapal setelah jenazah diserahkan.

Dalam kondisi berduka, keluarga akhirnya menandatangani surat tersebut sebelum jenazah Afro diturunkan.

Bagi keluarga, dua hal itu kini menjadi pertanyaan utama: dasar medis informasi bahwa Afro meninggal akibat serangan jantung dan alasan keluarga diminta menandatangani surat pernyataan sebelum jenazah diserahkan.

Keluarga berharap mendapatkan penjelasan mengenai peristiwa yang dialami Afro selama berada di atas kapal hingga meninggal dunia dalam perjalanan menuju Maumere.»(rel)

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending