Connect with us

PENKES

Disarpus Sikka Gandeng BILIK, Siapkan Pendampingan Siswa untuk Masuk Perguruan Tinggi

Disarpus Sikka bekerja sama dengan BILIK menyiapkan program pendampingan tujuh bulan bagi siswa SMA di Maumere untuk menghadapi seleksi perguruan tinggi, memilih jurusan, dan memperoleh informasi beasiswa.

Published

on

Menurut Very, BILIK merupakan inisiatif Nona Angela Potasius bersama sejumlah relawan pendidikan di Maumere. Program tersebut berangkat dari perhatian terhadap keterbatasan informasi dan pendampingan yang dihadapi sebagian siswa di daerah ketika mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan tinggi. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka bekerja sama dengan komunitas Bimbingan Belajar Lentera Ikat (BILIK) menyiapkan program pendampingan bagi siswa SMA di Nusa Tenggara Timur yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Kepala Disarpus Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan program tersebut dirancang sebagai proyek percontohan di Maumere pada 2026. Pendampingan akan berlangsung sekitar tujuh bulan dengan pertemuan tatap muka tiga kali dalam sepekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.

“Hal ini disampaikan Very kepada media di Maumere, Minggu (9/8/2026).”

Kegiatan tatap muka dipusatkan di Aula Frans Seda, Disarpus Kabupaten Sikka. Peserta tidak hanya memperoleh pendampingan akademik, tetapi juga mengikuti simulasi seleksi perguruan tinggi, latihan manajemen waktu, teknik belajar, penguatan kesiapan menghadapi ujian, serta pendampingan dalam menentukan jurusan dan perguruan tinggi.

Informasi mengenai beasiswa juga menjadi bagian dari materi pendampingan.

Disarpus Sikka Matangkan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi Anak

Menurut Very, BILIK merupakan inisiatif Nona Angela Potasius bersama sejumlah relawan pendidikan di Maumere. Program tersebut berangkat dari perhatian terhadap keterbatasan informasi dan pendampingan yang dihadapi sebagian siswa di daerah ketika mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan tinggi.

“Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan tentu menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif anak-anak muda yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan,” ujar Very.

Ia mengatakan kerja sama tersebut tidak diarahkan hanya sebagai tambahan kegiatan belajar.

“Ini bukan sekadar bimbingan belajar. Ini adalah gerakan untuk memutus rantai keterbatasan informasi dan membangun keberanian generasi muda untuk bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, BILIK menyiapkan tiga bentuk pendampingan, yakni keterlibatan melalui media sosial dan kunjungan ke sekolah, bimbingan belajar intensif, serta konseling pendidikan.

Disarpus Sikka Integrasikan Literasi dan Sains di SDIT Rabbani, Dorong Pembelajaran Kreatif Sejak Dini

Melalui media sosial dan kunjungan sekolah, program tersebut akan menyampaikan informasi mengenai peluang pendidikan tinggi sekaligus memperkenalkan pengalaman mahasiswa dan alumni asal NTT. Pendekatan itu diarahkan untuk memperluas informasi yang dapat digunakan siswa dalam menentukan rencana pendidikan setelah SMA.

Bimbingan belajar intensif menjadi bagian utama program selama tujuh bulan. Materinya mencakup persiapan seleksi perguruan tinggi, penguasaan materi, strategi menghadapi ujian, manajemen waktu, serta latihan menghadapi tekanan selama proses seleksi.

Untuk tahap awal, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Sikka. Jika pelaksanaannya dinilai efektif, model pendampingan itu diharapkan dapat diperluas ke kabupaten lain di NTT.

Sementara itu, konseling pendidikan dilakukan melalui webinar dan pendampingan individual. Webinar menghadirkan mahasiswa dan alumni dari berbagai perguruan tinggi untuk memberikan informasi mengenai kehidupan kampus, tantangan akademik, dan peluang beasiswa.

Pendampingan individual digunakan untuk memetakan minat dan potensi siswa serta membantu menentukan pilihan jurusan dan perguruan tinggi. Faktor kondisi sosial-ekonomi peserta juga menjadi bagian yang diperhatikan, terutama berkaitan dengan informasi mengenai beasiswa.

“Pendekatan individual ini penting karena kita tidak bisa menyamaratakan semua siswa. Setiap anak punya potensi dan tantangan yang berbeda,” kata Very.

Disarpus juga menempatkan Aula Frans Seda sebagai ruang pelaksanaan program tersebut. Menurut Very, pemanfaatan fasilitas perpustakaan untuk kegiatan pendampingan pendidikan sejalan dengan upaya memperluas fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar dan interaksi masyarakat.

Wisata Literasi dan Sains di Perpusda Frans Seda, Disarpus Sikka Libatkan Pegiat Literasi untuk Edukasi Anak

“Perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan buku. Ia harus menjadi ruang hidup yang mendorong lahirnya gagasan, diskusi, dan perubahan,” ujarnya.

Very mengatakan keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah. Sekolah, orang tua, perguruan tinggi, komunitas pemuda, dunia usaha, dan masyarakat dinilai perlu terlibat dalam memperluas akses informasi serta pendampingan pendidikan bagi siswa.

“Kalau kita ingin NTT maju, kita tidak bisa membiarkan pendidikan berjalan sendiri. Ini tanggung jawab bersama,” katanya.

Program BILIK 2026 dengan Sikka sebagai lokasi percontohan selanjutnya akan menjadi dasar untuk melihat sejauh mana model pendampingan tersebut dapat dikembangkan. Pemerintah daerah berharap pengalaman pelaksanaan di Sikka dapat menjadi bahan bagi pengembangan program serupa di wilayah lain di NTT.

Dengan demikian, kerja sama Disarpus dan BILIK tidak hanya berfokus pada persiapan akademik siswa, tetapi juga pada penyediaan informasi mengenai pilihan pendidikan, beasiswa, serta pendampingan dalam menentukan jalur pendidikan setelah sekolah menengah.»(rel)

PENKES

PALUE Bangkit dari Gempa, Polisi Edukasi Siswa SDN Uwa I soal Keselamatan Lalu Lintas

Polisi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I Palue, termasuk cara menyeberang jalan, larangan bermain di jalan, serta pentingnya helm dan sabuk pengaman.

Published

on

Polisi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

MAUMERE, GardaFlores — Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana bersama anggota Satuan Lalu Lintas Polres Sikka Aipda Paulus Nong Sendi memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SDN Uwa I, Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, 26 Agustus 2026.

Edukasi tersebut diberikan di tengah proses pemulihan masyarakat Palue setelah gempa bumi. Para siswa dibekali pengetahuan dasar tentang cara berjalan, menyeberang jalan, serta menggunakan kendaraan dengan aman.

Polisi mengingatkan siswa agar tidak berjalan di tengah badan jalan. Jika tersedia, siswa diminta menggunakan trotoar atau berjalan di bahu jalan dengan tetap memperhatikan kendaraan yang melintas.

Donatur Surabaya Kirim 13 Ton Beras, 20 Tandon Air dan Ratusan Sepatu untuk Korban Gempa Flores

Saat menyeberang, siswa diajarkan untuk berhenti terlebih dahulu, melihat ke kiri, melihat ke kanan, kemudian melihat kembali ke kiri sebelum menyeberang. Polisi juga mengingatkan siswa untuk memilih lokasi penyeberangan yang aman, termasuk menggunakan zebra cross jika tersedia.

Para siswa juga diminta tidak bermain di jalan, termasuk bermain bola, kejar-kejaran, maupun layang-layang, karena aktivitas tersebut dapat membahayakan keselamatan.

Bagi siswa yang dibonceng menggunakan sepeda motor, polisi mengingatkan pentingnya menggunakan helm berstandar SNI. Sementara ketika berada di dalam mobil, anak-anak diminta menggunakan sabuk pengaman.

Polisi juga mengingatkan agar sepeda motor tidak digunakan untuk membonceng tiga orang. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa satu sepeda motor maksimal digunakan oleh dua orang.

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 8.645 Rumah Terdampak Gempa

Selain perilaku aman di jalan, siswa diperkenalkan dengan sejumlah rambu dan tanda lalu lintas dasar. Lampu merah berarti berhenti, kuning berarti hati-hati atau bersiap, sedangkan hijau berarti jalan. Polisi juga menjelaskan fungsi zebra cross sebagai tempat penyeberangan.

Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan diselingi yel-yel sehingga siswa lebih mudah mengikuti kegiatan. Para siswa tampak antusias selama sosialisasi berlangsung.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut berjalan lancar dan mendapat respons dari kepala sekolah, guru, serta siswa SDN Uwa I.

Edukasi keselamatan lalu lintas itu menjadi bagian dari upaya kepolisian memberikan pemahaman kepada anak-anak agar lebih disiplin dan berhati-hati ketika berangkat maupun pulang sekolah, termasuk saat menggunakan kendaraan bersama orang tua.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Mahasiswa Desil 1-5 di Sikka Disiapkan Beasiswa hingga Tamat Kuliah

Mahasiswa dari keluarga kategori desil 1 hingga desil 5 di Sikka yang memenuhi persyaratan disiapkan mendapat dukungan beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026), dan menyampaikan rencana beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi syarat dari kategori desil 1 hingga desil 5.

MAUMERE, GardaFlores Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 hingga desil 5. Dukungan tersebut disiapkan agar mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan kuliah.

Rencana itu disampaikan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).

Juventus mengatakan keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan bagi anak-anak Sikka untuk berhenti atau tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Pemerintah akan menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi syarat, khususnya yang berada pada desil 1 sampai desil 5. Beasiswa ini kita siapkan agar mahasiswa dapat mengikuti pendidikan sampai tamat,” ujar Juventus.

Bupati Juventus kepada Mahasiswa Baru: Ijazah Saja Tak Cukup

Ia meminta mahasiswa yang memperoleh kesempatan tersebut memanfaatkannya dengan kesungguhan dan tanggung jawab.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah membantu membuka jalan, tetapi mahasiswa sendiri yang harus berjalan dan berjuang untuk mencapai masa depan,” tegasnya.

Dalam pembekalan tersebut, Juventus juga mengingatkan mahasiswa bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada perolehan ijazah. Perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, menurutnya, menuntut lulusan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

“Dunia berubah sangat cepat. Teknologi berkembang dan industri membutuhkan keterampilan baru yang nyata. Karena itu, pendidikan vokasi menjadi penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan,” jelasnya.

Mahasiswa, terutama peserta pendidikan vokasi, didorong membangun kompetensi, keterampilan, karakter, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta kemampuan melihat peluang.

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Gempa Flores Rusak 4.248 Rumah

Juventus juga meminta mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja sebagai pencari kerja, tetapi memiliki kemampuan dan keberanian untuk menciptakan peluang usaha serta lapangan pekerjaan.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jadilah generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan keberanian untuk membangun daerah. Sikka membutuhkan anak-anak muda yang terampil dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tandasnya.

Pembekalan mahasiswa baru tersebut dihadiri Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Doni Migo, para dosen, mahasiswa baru Angkatan VII, panitia, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Bupati Juventus kepada Mahasiswa Baru: Ijazah Saja Tak Cukup

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengingatkan mahasiswa baru Politeknik Cristo Re Maumere bahwa persaingan dunia kerja membutuhkan keterampilan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan memecahkan persoalan.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengingatkan mahasiswa baru Politeknik Cristo Re Maumere bahwa ijazah saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja.

Pesan itu disampaikan Juventus saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).

Dalam pembekalan bertema “Pendidikan Vokasi: Bekal Keterampilan, Jalan Menuju Masa Depan”, Juventus meminta mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk membangun keterampilan, karakter, kreativitas, dan kemampuan memecahkan persoalan.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kebutuhan industri terus berubah sehingga mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori.

“Kita hidup dalam dunia yang berubah sangat cepat. Teknologi berkembang dan industri membutuhkan keterampilan baru yang nyata, bukan hanya teori,” ujar Juventus.

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Gempa Flores Rusak 4.248 Rumah

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan problem solving sebagai salah satu bekal menghadapi dunia kerja dan kehidupan.

“Jangan takut menghadapi masalah. Justru dari masalah kita belajar mencari solusi. Kemampuan memecahkan masalah adalah salah satu bekal penting untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan,” katanya.

Juventus meminta mahasiswa tidak menjadikan nilai akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama menempuh pendidikan.

“Jadikan kampus sebagai tempat untuk mempersiapkan diri. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi bangun keterampilan dan karakter. Apa yang kalian pelajari hari ini harus menjadi bekal untuk menciptakan masa depan,” pesannya.

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 3.340 Jiwa Berada di Palue

Selain mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, mahasiswa juga didorong melihat peluang untuk menciptakan pekerjaan.

“Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan. Mulailah berpikir bagaimana menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan,” ujar Juventus.

Ia mengatakan lulusan pendidikan vokasi perlu memiliki keterampilan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja.

Pembekalan tersebut dihadiri Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Doni Migo, para dosen, mahasiswa baru Angkatan VII, panitia, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending