PENKES
Bidan Muda Asal Sikka Terima Penghargaan Usai Bantu Persalinan Darurat di Tengah Laut
Perjalanan pulang di atas kapal, justru menjadi ujian pertama profesinya.
MAUMERE, GardaFlores — Sepekan setelah diwisuda sebagai bidan profesional, Theresa Arias Vivianti langsung menghadapi situasi yang tidak pernah ia temui di ruang kelas: membantu persalinan darurat seorang penumpang di tengah pelayaran laut.
Aksi kemanusiaan itu terjadi di atas KM Dharma Rucitra VII dalam rute Surabaya–Labuan Bajo–Maumere pada Minggu (17/5/2026). Dalam kondisi fasilitas medis terbatas dan jauh dari akses rumah sakit, Theresa membantu proses persalinan hingga ibu dan bayi selamat.
Atas tindakannya tersebut, Theresa menerima penghargaan kemanusiaan dari Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, pada Selasa (2/6/2026) di Aula Egon Kantor Bupati Sikka.
Penghargaan diserahkan dalam rangkaian pelantikan Ketua TP PKK kecamatan serta penguatan Bunda Literasi tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kabupaten Sikka.
Theresa, bidan muda kelahiran 6 April 2001, baru saja menyelesaikan pendidikan profesi bidan di Universitas Kadiri, Jawa Timur. Ia memilih kembali ke kampung halamannya di Maumere usai wisuda, tanpa menyangka perjalanan pulang justru menjadi ujian pertama profesinya.
Menurut informasi yang dihimpun, seorang ibu hamil mengalami kontraksi dan harus melahirkan saat kapal masih berada di tengah pelayaran. Dalam situasi darurat tersebut, Theresa mengambil tindakan medis dengan memanfaatkan kemampuan dasar kebidanan yang baru diperolehnya selama pendidikan profesi.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, menilai tindakan Theresa mencerminkan integritas profesi tenaga kesehatan sekaligus keberanian mengambil keputusan dalam situasi kritis.
“Dalam situasi yang sangat terbatas dan penuh risiko, beliau mampu mengambil tindakan cepat dan tepat sehingga ibu dan bayi dapat diselamatkan. Ini bukan hanya tentang profesi, tetapi juga tentang keberanian dan kemanusiaan,” ujar Fista.
Apresiasi serupa disampaikan Pemerintah Kabupaten Sikka melalui sambutan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia, Akulinus.
Pemkab Sikka Perluas Gerakan Literasi hingga Kecamatan dan Kelurahan, 34 Bunda Literasi Dikukuhkan
Pemerintah daerah menilai peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata bahwa tenaga kesehatan dituntut siap bekerja dalam berbagai kondisi, termasuk situasi darurat di luar fasilitas pelayanan kesehatan formal.
“Kisah ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar pekerjaan administratif, tetapi panggilan kemanusiaan yang membutuhkan kesiapan, empati, dan profesionalisme,” kata Akulinus.
Peristiwa persalinan darurat di atas kapal itu sekaligus memperlihatkan tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur, di mana mobilitas masyarakat kerap bergantung pada transportasi laut dengan keterbatasan akses medis.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran tenaga kesehatan yang mampu bertindak cepat menjadi faktor penting dalam penyelamatan nyawa.
Penghargaan kepada Theresa berlangsung di hadapan pejabat daerah, camat, lurah, pengurus TP PKK, serta tamu undangan lainnya. Pemerintah Kabupaten Sikka berharap kisah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi tenaga kesehatan muda untuk memperkuat dedikasi pelayanan, terutama di daerah kepulauan dan wilayah dengan akses kesehatan terbatas.
Hingga kini, kondisi ibu dan bayi yang ditolong Theresa dilaporkan dalam keadaan selamat.»(rel)
PENKES
Pemkab Sikka Perluas Gerakan Literasi hingga Kecamatan dan Kelurahan, 34 Bunda Literasi Dikukuhkan
“Peran Bunda Literasi diharapkan mampu memperluas jangkauan gerakan membaca dan membangun budaya belajar.”
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka memperluas penguatan gerakan literasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan dengan mengukuhkan 34 Bunda Literasi sebagai penggerak budaya baca dan pembelajaran masyarakat di tingkat akar rumput.
Pengukuhan berlangsung di Aula Egon Lantai III Kantor Bupati Sikka, Selasa (2/6/2026), dipimpin Ny. Fista Sambuari Kago, S.H., yang juga melantik Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Doreng, Bola, dan Paga dalam rangkaian kegiatan yang sama.
Sebanyak 21 Bunda Literasi Kecamatan dan 13 Bunda Literasi Kelurahan dikukuhkan untuk memperkuat jejaring literasi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sikka. Pemerintah daerah menilai penguatan literasi tidak lagi dapat bertumpu pada sekolah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, komunitas, pemerintah, dan lingkungan sosial secara terintegrasi.
Hari Lahir Pancasila 2026, Pemkab Ngada Tekankan Ketahanan Sosial di Tengah Disrupsi Global
Ny. Fista Sambuari Kago menegaskan bahwa literasi menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam menghadapi perubahan sosial, perkembangan teknologi digital, dan arus informasi yang semakin cepat.
“Pengukuhan Bunda Literasi hari ini bukan sekadar seremonial, tetapi amanah untuk menggerakkan budaya membaca, belajar, dan berkarya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta memanfaatkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, keberadaan Bunda Literasi Kecamatan dan Kelurahan diposisikan sebagai penghubung gerakan literasi di tingkat keluarga dan komunitas, termasuk mendorong budaya membaca sejak usia dini, menghidupkan taman bacaan, dan memperluas akses belajar masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sikka juga menilai penguatan literasi menjadi bagian penting dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di daerah. Rendahnya minat baca, ketimpangan akses pengetahuan, serta tantangan literasi digital masih menjadi persoalan yang dihadapi banyak daerah, termasuk di wilayah Flores.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan perempuan melalui jejaring PKK dan Bunda Literasi dipandang strategis karena berhubungan langsung dengan pendidikan keluarga dan pembentukan kebiasaan belajar anak di rumah.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, melalui Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Manusia, Akulinus, mengatakan pengukuhan Bunda Literasi merupakan bagian dari strategi memperluas gerakan literasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, penguatan budaya baca membutuhkan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat agar literasi tidak berhenti sebagai program sektoral pemerintah.
Pancasila sebagai Sistem Pertahanan Bangsa di Era Perang Modern
“Peran Bunda Literasi diharapkan mampu memperluas jangkauan gerakan membaca dan membangun budaya belajar di tengah masyarakat,” kata Akulinus.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan naskah pelantikan, penyematan selempang, penandatanganan berita acara, dan foto bersama.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ferdinandus Florianus, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Patrisius Pederico, Sekretaris Bapperida dr. Clara Francis, para camat dan lurah, pengurus TP PKK, serta pengurus Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka.
Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan penguatan literasi masyarakat akan terus diintegrasikan dengan program pendidikan keluarga, literasi sekolah, dan literasi digital sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang adaptif dan berdaya saing menghadapi tantangan pembangunan ke depan.»(rel)
PENKES
HLUN 2026 di Sikka Tekankan Peran Lansia sebagai Penjaga Nilai dan Ketahanan Sosial
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka menempatkan lanjut usia sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan pembentukan karakter generasi muda pada puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kabupaten Sikka di Halaman Kantor Bupati Sikka, Jumat (29/5/2026).
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengatakan pengalaman hidup para lansia tidak hanya menjadi warisan keluarga, tetapi juga sumber nilai, keteladanan, dan kebijaksanaan sosial di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
“Pengalaman hidup para lansia merupakan sumber kebijaksanaan bagi generasi muda. Doa-doa para opa dan oma juga menjadi kekuatan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” kata Juventus dalam sambutannya.
Peringatan HLUN 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” dan dilaksanakan serentak secara nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur serta seluruh kabupaten/kota.
Dalam momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka memperkuat pesan bahwa lansia tidak boleh diposisikan semata sebagai kelompok penerima bantuan sosial, melainkan sebagai bagian dari modal sosial daerah yang masih memiliki peran dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Operasi Katarak hingga Home Care Warnai Intervensi Lansia di Sikka
Juventus menegaskan penghormatan terhadap lansia harus diwujudkan melalui perhatian nyata, pendampingan, pelayanan kesehatan, serta ruang sosial yang memungkinkan para lanjut usia tetap hidup sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sikka dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para lanjut usia yang telah memberikan pengabdian, kerja keras, keteladanan, dan kasih bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan daerah ini,” ujarnya.
Peringatan HLUN di Kabupaten Sikka tahun ini juga diintegrasikan dengan pelayanan sosial dan kesehatan bagi lansia melalui operasi katarak, pemeriksaan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, bantuan sosial, hingga pelayanan home care di sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah menilai pendekatan tersebut penting karena jumlah warga lanjut usia terus meningkat, sementara kebutuhan pelayanan kesehatan dan perlindungan sosial lansia di daerah masih menjadi tantangan.
Selain itu, perubahan pola hidup masyarakat turut memengaruhi relasi keluarga dan pola pendampingan terhadap warga lanjut usia, terutama di wilayah perkotaan dan daerah dengan tingkat mobilitas kerja tinggi.

Karena itu, Juventus mengajak masyarakat memperkuat budaya menghormati orang tua serta memastikan lansia tetap memperoleh perhatian di lingkungan keluarga maupun komunitas sosial.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dukcapil, Kominfo, Rumah Sakit Santa Elizabeth Lela, organisasi perangkat daerah, relawan, lembaga sosial, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan HLUN 2026 di Kabupaten Sikka.
“Semoga seluruh pelayanan dan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan para lanjut usia di Kabupaten Sikka,” katanya.
Puncak HLUN ke-30 di Kabupaten Sikka turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, pimpinan lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan lansia dari berbagai kecamatan.
Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan program pelayanan dan pendampingan lansia akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, terutama pada bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan pelayanan dasar masyarakat lanjut usia.»(rel)
PENKES
Operasi Katarak hingga Home Care Warnai Intervensi Lansia di Sikka
Harapannya ini menjadi bagian dari pelayanan berkelanjutan bagi lansia di Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka memperluas intervensi pelayanan kesehatan dan sosial bagi warga lanjut usia melalui rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026 yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Sikka, Jumat (29/5/2026).
Tidak hanya bersifat seremonial, peringatan HLUN tahun ini diarahkan pada layanan langsung kepada masyarakat lanjut usia melalui operasi katarak gratis, pemeriksaan mata massal, fisioterapi, pelayanan home care, hingga donor darah.
Ketua Panitia Pelaksana HLUN Kabupaten Sikka, Kristian Amstrong, mengatakan rangkaian pelayanan dimulai sejak 21 Mei 2026 dan menyasar kelompok lansia serta masyarakat rentan di sejumlah wilayah.
“Peringatan HLUN tahun ini kami fokuskan pada pelayanan nyata bagi masyarakat lanjut usia, terutama layanan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan lansia,” kata Kristian dalam laporannya.
Salah satu program terbesar dalam rangkaian HLUN tersebut yakni operasi katarak gratis hasil kolaborasi dengan Rumah Sakit Santa Elizabeth Lela. Pelayanan berlangsung selama tiga hari, 21–23 Mei 2026, dan diikuti 2.225 peserta pemeriksaan mata.
Dari jumlah itu, sebanyak 240 orang teridentifikasi menderita katarak dan 209 pasien berhasil menjalani operasi.
Selain operasi katarak, panitia juga menyalurkan 1.775 kacamata gratis, memberikan obat tetes mata kepada 662 warga, serta melakukan pemasangan bola mata palsu kepada satu pasien.
Intervensi pelayanan kesehatan turut diperluas melalui program home care bagi lansia sakit dan terlantar di empat desa, yakni Desa Masabewa, Desa Sumbinga, Desa Puse Selatan, dan Desa Renggarasi. Masing-masing desa menerima layanan bagi 10 lansia.
Menua Sehat Jadi Fokus di Nita, Layanan Lansia Diperkuat hingga Tingkat Desa
Di sektor kemanusiaan, panitia turut memperkuat stok darah melalui aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan 43 kantong darah selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Peringatan HLUN 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin kualitas hidup warga lanjut usia, terutama di bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan pelayanan dasar.
Kabupaten Sikka sendiri masih menghadapi tantangan pelayanan lansia, terutama akses kesehatan bagi warga usia lanjut di wilayah pedesaan dan daerah dengan keterbatasan layanan medis spesialis.
Karena itu, pendekatan pelayanan jemput bola seperti operasi kesehatan massal dan home care dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pelayanan publik bagi kelompok rentan.
Kristian mengatakan pemerintah daerah berharap pola pelayanan terintegrasi seperti pada HLUN tahun ini dapat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk rumah sakit, tenaga kesehatan, komunitas sosial, dan pemerintah desa.
“Harapannya kegiatan seperti ini tidak berhenti pada momentum tahunan, tetapi menjadi bagian dari pelayanan berkelanjutan bagi lansia di Kabupaten Sikka,” ujarnya.
Rangkaian HLUN ke-30 di Kabupaten Sikka ditutup dengan pelayanan kesehatan terpadu dan kegiatan sosial bagi para lansia di pusat kegiatan peringatan.»(rel)
-
HUMANIORA12 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA10 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
NASIONAL8 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA9 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM10 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI11 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
