HUMANIORA
27 Tahun Mengabdi, Buang Da Cunha Tinggalkan Jejak Penataan Kota dan Ketertiban Publik di Sikka
“Purnabakti bukan akhir pengabdian, tetapi awal pengabdian di ruang yang berbeda.”
MAUMERE, GardaFlores — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Sikka, Drs. Adeodatus Buang Da Cunha, resmi memasuki masa purnabakti mulai 1 Juni 2026 setelah hampir tiga dekade mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sikka.
Pejabat dengan pangkat terakhir Pembina Utama Madya (IV/d) itu menutup perjalanan birokrasinya setelah 27 tahun menangani berbagai sektor pemerintahan, mulai dari ketertiban umum, administrasi wilayah, penataan kota, hingga pelayanan publik.
Buang Da Cunha lahir pada 16 Mei 1966 dan merupakan lulusan Universitas Merdeka Malang tahun 1990. Ia memulai karier pemerintahan sebagai Kepala Sub Seksi Ketertiban Umum pada Kantor Camat Alok sebelum menempati sejumlah jabatan strategis di Kabupaten Sikka.
Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat Kepala Seksi Trantibum Kelurahan Madawat, Pelaksana Tugas Lurah Madawat, Kepala Sub Bagian Protokol, Sekretaris Camat Magepanda, Sekretaris Camat Kangae, Camat Palue, hingga Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
Pemkab Sikka Siapkan 376 ASN Masuk Masa Pengabdian Penuh, Wabup Tekankan Integritas Birokrasi
Kariernya di Satpol PP dimulai saat dipercaya memimpin Kantor Satpol PP Kabupaten Sikka pada 2014. Setelah menjabat Sekretaris Satpol PP dan Damkar pada 2019, ia kemudian dilantik menjadi Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sikka pada 2020.
Selain menangani sektor ketertiban umum, Buang Da Cunha juga pernah memimpin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sikka serta menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Saat memimpin Dinas Lingkungan Hidup, ia memperkenalkan gerakan “Aku Cinta Kotaku” yang diarahkan pada penanganan sampah, penataan ruang kota, pemangkasan pohon rawan tumbang, serta normalisasi bantaran Kali Beronjong di Kota Maumere.
Di bawah kepemimpinannya, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sikka memperkuat penegakan peraturan daerah dan penataan ruang publik melalui berbagai operasi lapangan.
HLUN 2026 di Sikka Tekankan Peran Lansia sebagai Penjaga Nilai dan Ketahanan Sosial
Salah satu kebijakan yang menyita perhatian publik yakni penertiban dan pengosongan 131 unit rumah di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Sikka di Kelurahan Kota Uneng. Lahan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia juga memimpin penataan kawasan pasar liar di Geliting, Waipare, dan Wuring sebagai bagian dari pengendalian ketertiban umum dan pemanfaatan ruang publik.
Di lingkungan birokrasi, Buang Da Cunha dikenal sebagai pejabat lapangan yang aktif merespons laporan masyarakat dan turun langsung memantau pelaksanaan tugas aparat.
Slogan “Disiplin Harga Mati” yang diperkenalkannya selama memimpin Satpol PP dan Damkar menjadi bagian dari pendekatan kerja yang menekankan kedisiplinan aparatur dan pelayanan publik berbasis respons cepat.
Menjelang akhir masa tugasnya, aktivitas pengabdiannya tetap berjalan. Pada 30 Mei 2026 atau dua hari sebelum memasuki masa pensiun, ia masih memberikan edukasi dan sosialisasi pemadam kebakaran kepada masyarakat di Klinik Agradece.
“Purnabakti bukan akhir pengabdian, tetapi awal pengabdian di ruang yang berbeda,” ujar Buang Da Cunha.
Pemerintah Kabupaten Sikka menilai masa pengabdian Buang Da Cunha meninggalkan jejak pada sektor penataan kota, penguatan ketertiban umum, dan pelayanan pemerintahan berbasis lapangan.
Dengan berakhirnya masa tugas tersebut, proses regenerasi kepemimpinan di Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sikka kini memasuki tahap berikutnya untuk melanjutkan program penataan dan pelayanan publik yang telah berjalan.»(rel)
HUMANIORA
Jenazah Alfonsius Tiba di Maumere, Pemkab Sikka Gelar Penghormatan Kedinasan
Jenazah drh. Alfonsius Albinus Mehan tiba di Maumere, Sabtu (12/9/2026), setelah tewas ditembak di Jayawijaya. Pemkab Sikka menggelar penghormatan kedinasan dan menyiapkan upacara pemakaman.
MAUMERE, GardaFlores — Jenazah drh. Alfonsius Albinus Mehan, warga Kelurahan Wailiti, Kabupaten Sikka, yang tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan, tiba di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 14.40 WITA.
Jenazah Alfonsius dibawa menggunakan pesawat CASA Polri 212-200/P-4101 dari Labuan Bajo. Ratusan warga, keluarga, jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menunggu kedatangannya di Terminal Kargo Bandara Frans Seda.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Simon Subandi, Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi, serta Plt. Sekda Sikka Margaretha Movaldes Da Bapa turut hadir dalam prosesi tersebut.
Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya di Muliama, Dihadang Saat Pulang dari Tugas
Penghormatan kedinasan digelar setelah pesawat tiba. Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana memimpin prosesi penghormatan, sementara peti jenazah diusung aparat gabungan TNI dan Kepolisian.
Jenazah kemudian diserahkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur kepada Pemerintah Kabupaten Sikka untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat.

Ratusan warga berdiri di sepanjang jalan untuk menyaksikan iring-iringan jenazah Alfonsius. Setibanya di rumah duka, keluarga melaksanakan upacara adat penerimaan jenazah.
Alfonsius lahir di Maumere pada 1 Maret 1991. Ia bekerja sebagai dokter hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Alfonsius menjadi salah satu dari tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang tewas ditembak di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026). Saat kejadian, ia bersama rombongan sedang menjalankan tugas meninjau kegiatan cetak sawah.
Berdasarkan informasi medis yang diterima, Alfonsius mengalami luka tembak pada sejumlah bagian tubuh, termasuk bagian belakang kepala, punggung, perut, dan kedua lengan.
Pemulangan jenazah Alfonsius mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Sikka. Sebelumnya, Bupati Juventus menyatakan pemerintah daerah akan menjemput jenazah dan menggelar upacara kenegaraan saat pemakaman.
Pemakaman Alfonsius dijadwalkan berlangsung pada Senin (14/9/2026) pukul 10.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Darurat Berakhir, 3.370 Warga Sikka Masih Mengungsi
Pemerintah Kabupaten Sikka memasuki fase Transisi Darurat ke Pemulihan selama 90 hari. Data per 10 September menunjukkan 3.370 warga masih mengungsi di Palue dan Nita.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka mengakhiri masa tanggap darurat bencana gempa bumi tektonik dan memasuki fase Transisi Darurat ke Pemulihan selama 90 hari, mulai 12 September hingga 10 Desember 2026.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi Forkopimda dan instansi terkait di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Sikka, Jumat (11/9/2026) malam. Rapat dipimpin Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan dituangkan dalam Berita Acara Nomor TRC.360/03/IX/2026.
Meski masa tanggap darurat berakhir, data Posko per 10 September 2026 menunjukkan masih ada 897 kepala keluarga atau 3.370 jiwa yang berada di tempat pengungsian.
Dari jumlah tersebut, 892 KK atau 3.340 jiwa masih mengungsi di Palue. Sementara di Nita, terdapat 5 KK atau 30 jiwa yang masih berada di pengungsian.
Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya di Muliama, Dihadang Saat Pulang dari Tugas
Data posko juga mencatat 389 KK atau 1.151 jiwa telah kembali secara mandiri dari Posko Terpusat Gelora ke tempat tinggal masing-masing.
Selain persoalan pengungsian, hasil kaji cepat BPBD masih mencatat kerusakan pada rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, bangunan pemerintahan, jalan, serta sarana dan prasarana lainnya.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari pekerjaan pemulihan yang akan ditangani selama masa transisi. Pemerintah daerah bersama BPBD, perangkat daerah, TNI, Polri, instansi terkait, relawan, dan unsur lainnya akan menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing.
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan perkembangan aktivitas kegempaan. Berdasarkan pemantauan BMKG, aktivitas gempa mulai menunjukkan pola penurunan. Namun, gempa susulan masih diperkirakan dapat berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu.
Karena itu, berakhirnya masa tanggap darurat tidak berarti seluruh dampak bencana telah selesai. Pemenuhan kebutuhan dasar warga, penanganan pengungsi, perbaikan rumah, serta pemulihan fasilitas publik masih menjadi bagian dari fase Transisi Darurat ke Pemulihan.
Sebelumnya, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, BNPB, Basarnas, PMI, relawan, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana selama masa tanggap darurat.
Memasuki masa transisi, pemerintah daerah akan melanjutkan penanganan dampak gempa melalui program pemulihan selama 90 hari hingga 10 Desember 2026.»(rel)
HUMANIORA
Ditembak KKB Saat Jalankan Tugas, Jenazah Alfonsius Dipulangkan ke Sikka, Bupati Siapkan Upacara Kenegaraan
Jenazah Alfonsius Albinus Mehan, korban penembakan di Jayawijaya, dijadwalkan tiba di Maumere pada Sabtu (12/9/2026). Pemkab Sikka menyiapkan penjemputan dan upacara kenegaraan saat pemakaman.
MAUMERE, GardaFlores — Jenazah Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dijadwalkan tiba di Maumere, Sabtu (12/9/2026).
Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan penjemputan secara kedinasan serta upacara kenegaraan saat pemakaman Alfonsius sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Bupati Sikka Juventus Primus Yoris Kago mengatakan pemerintah daerah akan terlibat langsung dalam proses penjemputan jenazah.
“Kami yang menjemput dan nanti ada upacara kenegaraannya saat pemakaman,” ujar Juventus, Jumat (11/9/2026).
Alfonsius merupakan salah satu dari tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang tewas dalam penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).
Saat kejadian, Alfonsius bersama rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang menjalankan tugas meninjau kegiatan cetak sawah. Rombongan tersebut kemudian diserang kelompok bersenjata saat berada di wilayah Muliama.
Penembakan itu juga memicu kecaman dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Juventus meminta pemerintah dan aparat keamanan mengambil langkah tegas terhadap kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan terhadap warga, termasuk mereka yang sedang menjalankan tugas.
Di Sikka, keluarga mengenang Alfonsius sebagai pribadi yang baik, sopan, mudah bergaul, dan senang membantu orang lain.
Glory Hutagalung, salah seorang anggota keluarga, mengatakan Alfonsius dikenal suka membantu tanpa membedakan orang.
“Almarhum orangnya sangat baik, berteman dengan siapa saja. Sangat sopan, kalau tolong orang dengan sepenuh hati,” ujar Glory.
Jenazah Alfonsius dijadwalkan tiba di Maumere pada Sabtu (12/9/2026). Pemerintah Kabupaten Sikka selanjutnya akan memberikan penghormatan kedinasan hingga prosesi pemakaman yang dijadwalkan berlangsung Senin (14/9/2026).»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Di Tengah Disrupsi Global, Pemkab Sikka Jadikan Hari Lahir Pancasila Momentum Perkuat Ketahanan Ideologi - Garda Flores %