PENKES
Puskesmas Boganatar Dibangun Kembali dengan Anggaran Rp9,17 Miliar, Layani Hampir 6.000 Warga di Talibura
Bupati berharap usulan penempatan tenaga medis dari pemerintah pusat segera terealisasi.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka resmi memulai pembangunan kembali Puskesmas Boganatar di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Rabu (15/7/2026). Fasilitas kesehatan yang rusak akibat erupsi Gunung Lewotobi itu dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2026 senilai Rp9.176.935.168 dan diproyeksikan memperkuat layanan kesehatan bagi sekitar 5.971 penduduk di lima desa.
Peletakan batu pertama menandai dimulainya proyek yang telah lama dinantikan masyarakat. Di balik seremoni tersebut, warga juga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Sikka, mulai dari penempatan dokter, penambahan sopir ambulans, hingga beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa korban erupsi Gunung Lewotobi.
Camat Talibura, Fransiskus Ismael, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan hingga selesai.
“Saya meminta seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, kepala desa, BPD dan seluruh masyarakat Desa Kringa memberikan dukungan dan doa kepada Bupati Sikka, Kepala Dinas Kesehatan beserta seluruh jajarannya agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketegaran hati dalam melayani masyarakat Kabupaten Sikka,” ujarnya.
Menurut Fransiskus, pembangunan Puskesmas Boganatar tidak sekadar menghadirkan gedung baru, tetapi juga membawa harapan baru bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Hari ini kita tidak hanya meletakkan batu pertama pembangunan fisik, tetapi juga meletakkan harapan baru akan hadirnya fasilitas kesehatan yang lebih layak untuk melayani masyarakat di lima desa wilayah kerja Puskesmas Boganatar,” katanya.
Ia memastikan pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat siap mengawal pelaksanaan proyek hingga selesai.
Hasil Visum Bayudin Sudah Terbit, Dokter Forensik: Hanya Dapat Diserahkan kepada Penyidik
Warga Titip Aspirasi
Selain menyambut dimulainya pembangunan, masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi.
Kebutuhan yang paling banyak disampaikan ialah penempatan dokter tetap karena sejak Oktober 2025 Puskesmas Boganatar belum memiliki dokter.
Warga juga meminta penambahan sopir ambulans. Saat ini puskesmas hanya memiliki satu sopir, sementara wilayah pelayanan memiliki kondisi geografis dan medan yang cukup berat.
Masyarakat berharap mantan sopir Puskesmas Boganatar yang kini berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Lingkungan Hidup dapat dikembalikan untuk bertugas di puskesmas tersebut.
Selain itu, warga mengusulkan pemberian beasiswa bagi anak-anak korban erupsi Gunung Lewotobi yang sedang menempuh pendidikan di SMA maupun perguruan tinggi, serta pemanfaatan material bongkaran gedung lama untuk pembangunan Posyandu.

Perjuangan Mendapatkan Bantuan Kementerian Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengungkapkan pembangunan Puskesmas Boganatar merupakan upaya ketiga setelah dua proyek sebelumnya menghadapi berbagai persoalan.
“Dalam sejarah pembangunan Puskesmas Boganatar, ini yang ketiga kalinya. Pembangunan pertama PPK-nya masuk penjara. Pada pembangunan kedua saya sedang berada di luar dinas. Sekarang pembangunan ketiga saya kembali menjadi Kepala Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Ia kemudian berseloroh, “Saya hanya meminta jangan sampai pembangunan kali ketiga saya masuk penjara,” katanya yang disambut tawa peserta.
Petrus menjelaskan pembangunan sebenarnya telah direncanakan sejak Agustus 2025, namun tertunda hingga akhirnya memperoleh dukungan Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, bantuan tersebut bermula dari audiensi Bupati Sikka bersama dirinya dengan Menteri Kesehatan untuk menyampaikan kondisi Puskesmas Boganatar yang rusak akibat erupsi Gunung Lewotobi.
Setelah proposal diajukan, tim Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan turun langsung melakukan verifikasi lapangan.
“Satu minggu setelah proposal diterima, tim dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan datang ke Kabupaten Sikka untuk melakukan verifikasi lapangan hingga ke lokasi Puskesmas Boganatar yang rusak akibat erupsi Gunung Lewotobi,” katanya.
Hasil verifikasi tersebut mengantarkan Kabupaten Sikka menjadi salah satu penerima bantuan, meski pemerintah pusat saat itu memberlakukan moratorium DAK Fisik Kesehatan Tahun 2026.
“Untuk NTT hanya ada dua kabupaten yang memperoleh bantuan pembangunan puskesmas, yaitu Kabupaten Sikka dan Kabupaten Timor Tengah Selatan,” ungkapnya.
Gedung Baru, Dokter Nihil: Puskesmas Nanga Diresmikan di Tengah Kekosongan Layanan Medis
Puskesmas Layani Lima Desa
Pembangunan Puskesmas Boganatar dikerjakan oleh CV Sentral Pratama dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender, mulai 3 Juli hingga 29 Desember 2026.
Nilai kontrak pekerjaan konstruksi mencapai Rp8.676.477.500, sedangkan jasa perencanaan sebesar Rp156.991.086 dan jasa pengawasan Rp247.467.618.
Puskesmas ini melayani lima desa, yakni Kringa, Timutawa, Hikong, Unek Duen, dan Ojang, dengan jumlah penduduk sekitar 5.971 jiwa.
Saat ini terdapat 73 tenaga kesehatan, terdiri atas 26 PNS, 29 PPPK, 18 PPPK paruh waktu, serta tenaga kesehatan lainnya. Namun sejak Oktober 2025 puskesmas tersebut belum memiliki dokter.
Petrus mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan penempatan tenaga medis melalui Program Nusantara Sehat.
Kabupaten Sikka pada 2026 memperoleh alokasi enam dokter, terdiri atas empat dokter umum dan dua dokter gigi.
“Kami berharap Puskesmas Boganatar mendapat satu dokter umum dan satu dokter gigi,” katanya.
Selama proses pembangunan berlangsung, pelayanan kebidanan akan dibantu oleh Puskesmas Watubaing.
Material Bongkaran Menunggu Kajian
Menanggapi permintaan masyarakat agar material bekas bangunan dimanfaatkan untuk Posyandu, Petrus menjelaskan seluruh material tersebut merupakan aset daerah sehingga pemanfaatannya harus melalui kajian Bagian Aset Daerah, Inspektorat, dan Bagian Hukum.
“Kalau hasil kajian menyatakan bisa dimanfaatkan kembali atau dilelang, maka akan diproses sesuai aturan. Kepala Dinas tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan sendiri,” tegasnya.
Bupati Siap Penuhi Kebutuhan Pelayanan
Bupati Sikka, Juventus Yoris Prima Kago, mengatakan pemerintah daerah akan mengupayakan pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan di Puskesmas Boganatar.
Untuk mengatasi kekurangan sopir ambulans, pemerintah akan menarik kembali mantan sopir Puskesmas Boganatar yang kini bertugas sebagai PPPK di Dinas Lingkungan Hidup.
Mengenai material bongkaran bangunan lama, Bupati menyatakan akan menunggu hasil kajian tim aset dan Bagian Hukum.
“Kalau aturan memungkinkan, material itu akan kami limpahkan melalui camat untuk dimanfaatkan masyarakat membangun Posyandu. Tetapi kalau hasil kajian tidak memungkinkan, kita harus mencari solusi lain,” ujarnya.
Sementara terkait kekosongan dokter, Bupati berharap usulan penempatan tenaga medis dari pemerintah pusat segera terealisasi agar pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Talibura kembali optimal.»(rel)
PENKES
Bupati Sikka Dorong Turnamen Desa Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi
Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita didorong menjadi ruang seleksi dan pembinaan atlet. Pemain terbaik akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mendorong turnamen bola voli antar desa di Kecamatan Nita tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menemukan dan membina atlet berprestasi.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales saat menutup Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.
“Turnamen di tingkat desa dan kecamatan harus menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat berkembang dan membawa nama baik Kecamatan Nita serta Kabupaten Sikka,” demikian pesan Bupati.
Bupati juga menekankan pembinaan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membentuk disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan karakter generasi muda.
Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton
Dalam kesempatan tersebut, Very Awales mewakili Bupati Sikka menyerahkan bantuan pribadi Rp5 juta untuk mendukung pembinaan bola voli di Kecamatan Nita.
“Anak-anak muda di desa memiliki potensi yang besar. Pemerintah harus hadir memberikan ruang, kesempatan dan dukungan agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai bakat, tetapi berkembang menjadi prestasi,” ujar Very.
Very juga menyampaikan Turnamen Bola Voli Bupati Sikka Cup II akan segera digelar di Maumere. Turnamen itu menjadi kesempatan bagi pemain terbaik dari berbagai kecamatan untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan.
Camat Nita Herpianus Nong Lalang mengatakan turnamen antar desa tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi pemain yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.
Warga Alok Barat Adu Dayung dan Renang Tradisional di Nangahure
“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat dan menyeleksi pemain-pemain terbaik dari desa-desa di Kecamatan Nita,” katanya.
Partai puncak mempertemukan Desa Tebuk dan Desa Bloro. Sementara perebutan tempat ketiga mempertemukan Nita Kloang A dan Nita Kloang B.
Penutupan turnamen turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sikka Antonius Tanjung, para kepala desa, Ketua dan anggota BPD se-Kecamatan Nita, Ketua TP PKK Kecamatan Nita, panitia pelaksana, pengurus PBVSI Kabupaten Sikka, serta masyarakat dan undangan lainnya.»(rel)
PENKES
Ketua DPRD Sikka Serahkan Buku Karya Penulis Lokal ke Perpusda Frans Seda
Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah buku karya penulis lokal kepada Perpusda Frans Seda. Koleksi tersebut diterima Kepala Disarpus Sikka Very Awales.
MAUMERE, GardaFlores — Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah koleksi buku karya penulis lokal kepada Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Frans Seda Kabupaten Sikka, Jumat (2/10/2026).
Buku-buku tersebut diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di ruang kerja Ketua DPRD Sikka.
Stefanus mengatakan penyerahan buku tersebut merupakan dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Koleksi itu diharapkan dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka.
“Buku-buku ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Kami berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka di Perpusda Frans Seda,” kata Stefanus.
Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka
Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekaligus penulis lokal asal Kabupaten Sikka, E. Nong Yonson, mengapresiasi penyerahan buku tersebut. Menurutnya, buku yang disumbangkan ke perpustakaan dapat memperluas manfaat bacaan kepada masyarakat.
“Buku yang sudah selesai dibaca oleh seseorang belum tentu selesai manfaatnya. Ketika disumbangkan kepada perpustakaan, buku tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dan manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” ujar Nong Yonson.
Nong Yonson berharap donasi buku terus berkembang dan perpustakaan dimanfaatkan untuk membaca, berdiskusi, belajar, penelitian, hingga menghasilkan karya.
Very Awales menyampaikan terima kasih atas tambahan koleksi tersebut. Ia mengatakan buku-buku itu akan memperkaya bahan bacaan dan referensi di Perpusda Frans Seda.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
“Bagi kami, setiap buku yang disumbangkan adalah tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan membangun budaya literasi di daerah ini,” katanya.
Very mengatakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus meningkatkan layanan Perpusda Frans Seda melalui pengembangan koleksi, peningkatan layanan pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan.
Ia juga mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, DPRD, dan pihak lainnya menyumbangkan buku, termasuk buku referensi, karya ilmiah, hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan bahan bacaan lain yang relevan.
“Gerakan membangun literasi tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sendiri. Ini adalah gerakan bersama. Ketika berbagai elemen ikut menyumbangkan buku dan gagasan, kita sedang menanam investasi pengetahuan untuk generasi Sikka,” pungkasnya.»(rel)
PENKES
Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton
Sebanyak 11 sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Alok Barat mengikuti lomba cerdas cermat 4 Pilar Kebangsaan. Kegiatan yang berlangsung dua hari itu menjadi bagian dari aktivitas pemulihan psikososial pascagempa.
MAUMERE, GardaFlores – Sebanyak 11 sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, mengikuti lomba cerdas cermat 4 Pilar Kebangsaan dalam rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis-Jumat (1–2/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Alok Barat itu menjadi salah satu aktivitas pemulihan psikososial bagi anak-anak setelah gempa. Selain cerdas cermat, rangkaian kegiatan juga diisi pertandingan badminton antar instansi di Kecamatan Alok Barat.
Cerdas cermat berlangsung dalam tiga sesi, yakni soal wajib, lempar soal, dan rebutan soal. Para siswa mengikuti perlombaan sekaligus mempersiapkan diri untuk babak berikutnya dengan belajar bersama di sela kegiatan.
Camat Alok Barat Marselinus Mau mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mengembalikan aktivitas belajar dan interaksi anak-anak setelah terdampak gempa.
Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
“Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, kita ingin menguatkan kembali semangat persatuan dan kebangsaan, sekaligus membantu anak-anak kita pulih dari dampak gempa. Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan semangat belajar, sportivitas, dan prestasi, serta mempererat kebersamaan seluruh masyarakat Alok Barat,” ujar Marselinus.
Menurutnya, kegiatan tidak hanya melibatkan siswa. Dukungan guru dan orang tua ikut terlihat selama perlombaan berlangsung.
Pertandingan badminton kemudian memperluas kegiatan ke tingkat masyarakat. Cabang olahraga tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas bersama di Kecamatan Alok Barat setelah gempa.
Rangkaian kegiatan tersebut menggabungkan lomba pengetahuan kebangsaan dan aktivitas olahraga dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila, dengan pemulihan psikososial masyarakat sebagai salah satu fokus kegiatan.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
