Connect with us

HUMANIORA

Pascagempa Palue, Kebutuhan Dasar dan Akses Transportasi Jadi Fokus Penanganan

Rapat koordinasi lintas unsur di Desa Reruwire membahas kebutuhan dasar warga, distribusi bantuan, akses transportasi, dan pendataan kerusakan pascagempa di Palue.

Published

on

Dandim 1603/Sikka, Sekda Kabupaten Sikka, Camat Palue dan sejumlah unsur mengikuti rapat koordinasi penanganan warga terdampak gempa di Pos Utama Desa Reruwire, Kecamatan Palue, Sabtu (29/8/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Kebutuhan logistik dasar dan keterbatasan akses transportasi menjadi persoalan utama yang dibahas dalam rapat koordinasi penanganan warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (29/8/2026).

Rapat lintas unsur tersebut digelar di Pos Utama Desa Reruwire dan dihadiri Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Deny Riesta Permana, Sekda Kabupaten Sikka Femi Clara, Pasi Ops Kodim 1603/Sikka, Camat Palue Rudolfus Riba, para penjabat kepala desa se-Kecamatan Palue, tenaga kesehatan, relawan, serta unsur terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, Dandim 1603/Sikka memaparkan kondisi wilayah Palue pascagempa, langkah penanganan yang telah dilakukan, serta rencana tindak lanjut.

Camat Palue Rudolfus Riba menyampaikan perkembangan kondisi masyarakat terdampak, kerusakan fasilitas dan infrastruktur, kebutuhan bantuan, serta kendala yang masih dihadapi di lapangan.

Dua Minggu Terisolasi, Warga Nila dan Kekasewa Dijangkau Helikopter Polri

Hasil koordinasi mencatat sebagian warga masih membutuhkan makanan, air bersih, terpal atau tenda, selimut, pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan masyarakat yang berada di wilayah dengan akses sulit.

Selain kebutuhan logistik, akses transportasi di Pulau Palue menjadi perhatian dalam penanganan pascagempa. Kondisi jalan dan ketersediaan sarana transportasi dinilai berpengaruh terhadap mobilisasi personel dan pengiriman bantuan kepada warga terdampak.

BPJS Ketenagakerjaan Verifikasi Korban Gempa Sikka, Salurkan Bantuan Rp31,25 Juta untuk Pengungsi

Rapat juga membahas pendataan lanjutan terhadap rumah warga, fasilitas umum, fasilitas kesehatan, sekolah, dan infrastruktur lain yang mengalami kerusakan. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar penentuan prioritas penanganan dan rehabilitasi.

Seluruh unsur yang terlibat diminta tetap berkoordinasi dan siaga menghadapi kemungkinan gempa susulan. Masyarakat juga diimbau mengikuti arahan petugas serta melaporkan kondisi darurat dan kebutuhan mendesak di wilayah masing-masing.

Rapat koordinasi berakhir sekitar pukul 15.45 WITA.»(rel)

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending