HUMANIORA
BPJS Ketenagakerjaan Verifikasi Korban Gempa Sikka, Salurkan Bantuan Rp31,25 Juta untuk Pengungsi
BPJS Ketenagakerjaan masih memverifikasi data enam korban meninggal akibat gempa di Sikka. Bersama sejumlah unsur, lembaga itu juga menyalurkan bantuan logistik dan donasi Rp31,25 juta untuk pengungsi.
MAUMERE, GardaFlores — BPJS Ketenagakerjaan masih memverifikasi informasi mengenai enam warga yang meninggal dunia akibat gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka. Di tengah proses pendataan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan bersama sejumlah unsur menyalurkan bantuan bagi warga terdampak melalui Posko Tanggap Darurat Kabupaten Sikka.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Ade Aryan Manalatandi, mengatakan verifikasi dilakukan untuk memastikan apakah terdapat korban yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Salah satu nama yang masih diverifikasi adalah korban yang disebut berdomisili di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.
“Dari identifikasi nama di kepesertaan kami ada nama Paskalis Nong. Tetapi nama itu cukup banyak. Kami membutuhkan NIK untuk memastikan identitas orangnya,” kata Ade saat penyaluran bantuan bagi pengungsi gempa di Maumere, Jumat (28/8/2026).
Menurut Ade, BPJS Ketenagakerjaan telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan identitas korban. Hingga saat ini, pihaknya juga belum menerima laporan mengenai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami luka akibat gempa ketika sedang bekerja.
Gempa Retakkan 30 Tiang, 630 Siswa SMPN 1 Maumere Direlokasi ke SKB
Dalam penanganan dampak gempa, BPJS Ketenagakerjaan bersama manajemen bisnis ketenagakerjaan, pengurus serikat pekerja, Yayasan Alamviro, dan Ikatan Istri Karyawan BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan bantuan berupa sembako, kasur busa lipat dan selimut melalui BPBD Kabupaten Sikka.
Selain bantuan logistik, Ikatan Istri Karyawan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan donasi tunai sebesar Rp31,25 juta yang ditransfer langsung ke rekening Posko Tanggap Darurat.
Ade mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana. Kami juga turut berdoa agar bencana ini cepat berakhir dan kondisi Kabupaten Sikka segera pulih,” ujarnya.
Bantuan serupa juga disalurkan melalui kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di sejumlah wilayah terdampak gempa lainnya, termasuk Ende, Ngada, Nagekeo dan Manggarai Barat.
JK Dorong Pemulihan Gempa Flores: Pengungsi Jangan Hanya Menunggu Bantuan
Dalam kesempatan tersebut, Ade juga mengingatkan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja. Menurut dia, risiko kecelakaan maupun kematian dapat terjadi tanpa dapat diprediksi.
“Risiko itu kita tidak pernah tahu. Tiba-tiba terjadi tanpa ada peringatan,” katanya.
BPJS Ketenagakerjaan, lanjut Ade, saat ini menerapkan relaksasi iuran untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Iuran yang sebelumnya Rp16.800 per orang per bulan menjadi Rp8.400 per orang per bulan hingga Desember 2026, dengan manfaat perlindungan tetap sesuai ketentuan.
Khusus pekerja sektor transportasi, relaksasi iuran tersebut berlaku hingga Maret 2027.
“Dengan iuran yang begitu kecil, manfaatnya tetap sama dan santunannya tetap sama,” tegas Ade.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Dua Minggu Terisolasi, Warga Nila dan Kekasewa Dijangkau Helikopter Polri - Garda Flores %