Pemerintah Kabupaten Sikka memasuki fase Transisi Darurat ke Pemulihan selama 90 hari. Data per 10 September menunjukkan 3.370 warga masih mengungsi di Palue dan Nita.
Koordinator pengungsi di samping Gereja Wolomarang, Maya, mengklarifikasi pernyataan mengenai dugaan pengusiran oleh Lurah Wolomarang. Rapat juga mengungkap data bantuan yang telah diterima warga.
BPBD Kabupaten Sikka mencatat 9.185 rumah mengalami kerusakan akibat Gempa Flores hingga pemutakhiran data 3 September 2026. Jumlah korban mencapai 55 orang dan 3.645 warga masih...
Gempa Flores masih menyisakan persoalan besar di Kabupaten Sikka. Sebanyak 3.645 warga masih berada di pengungsian, sementara 4.248 rumah dan 291 fasilitas umum tercatat mengalami kerusakan.
Sebanyak 3.645 warga Kabupaten Sikka masih berada di pengungsian pascagempa. Mayoritas pengungsi, yakni 3.340 jiwa, berada di Kecamatan Palue yang menjadi prioritas distribusi bantuan.
Gempa Flores berdampak terhadap 409 warga di Desa Iligai, Kecamatan Lela. Sebanyak 106 rumah mengalami kerusakan dan akan diverifikasi kembali oleh tim teknis.
BNPB, BPBD Kabupaten Sikka dan organisasi kemanusiaan menyepakati penyatuan data kebutuhan melalui Joint Needs Assessment serta pembagian peran dalam penanganan warga terdampak Gempa Flores.
Rapat koordinasi lintas unsur di Desa Reruwire membahas kebutuhan dasar warga, distribusi bantuan, akses transportasi, dan pendataan kerusakan pascagempa di Palue.
BPJS Ketenagakerjaan masih memverifikasi data enam korban meninggal akibat gempa di Sikka. Bersama sejumlah unsur, lembaga itu juga menyalurkan bantuan logistik dan donasi Rp31,25 juta untuk...
Pengungsi gempa di Kabupaten Sikka mulai kembali ke rumah menjelang berakhirnya masa tanggap darurat pada 28 Agustus 2026. Pemerintah menerapkan SOP pemulangan dengan verifikasi kondisi rumah...