Connect with us

HUMANIORA

Darurat Berakhir, 3.370 Warga Sikka Masih Mengungsi

Pemerintah Kabupaten Sikka memasuki fase Transisi Darurat ke Pemulihan selama 90 hari. Data per 10 September menunjukkan 3.370 warga masih mengungsi di Palue dan Nita.

Published

on

Masa tanggap darurat gempa Sikka berakhir pada 11 September 2026 dan memasuki fase Transisi Darurat ke Pemulihan selama 90 hari. Data per 10 September menunjukkan 3.370 warga dari 897 KK masih mengungsi, terutama di Palue dan Nita. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka mengakhiri masa tanggap darurat bencana gempa bumi tektonik dan memasuki fase Transisi Darurat ke Pemulihan selama 90 hari, mulai 12 September hingga 10 Desember 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi Forkopimda dan instansi terkait di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Sikka, Jumat (11/9/2026) malam. Rapat dipimpin Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan dituangkan dalam Berita Acara Nomor TRC.360/03/IX/2026.

Meski masa tanggap darurat berakhir, data Posko per 10 September 2026 menunjukkan masih ada 897 kepala keluarga atau 3.370 jiwa yang berada di tempat pengungsian.

Dari jumlah tersebut, 892 KK atau 3.340 jiwa masih mengungsi di Palue. Sementara di Nita, terdapat 5 KK atau 30 jiwa yang masih berada di pengungsian.

Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya di Muliama, Dihadang Saat Pulang dari Tugas

Data posko juga mencatat 389 KK atau 1.151 jiwa telah kembali secara mandiri dari Posko Terpusat Gelora ke tempat tinggal masing-masing.

Selain persoalan pengungsian, hasil kaji cepat BPBD masih mencatat kerusakan pada rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, bangunan pemerintahan, jalan, serta sarana dan prasarana lainnya.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari pekerjaan pemulihan yang akan ditangani selama masa transisi. Pemerintah daerah bersama BPBD, perangkat daerah, TNI, Polri, instansi terkait, relawan, dan unsur lainnya akan menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing.

Ibu Alfonsius Kenang Putranya yang Gugur Ditembak di Papua

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan perkembangan aktivitas kegempaan. Berdasarkan pemantauan BMKG, aktivitas gempa mulai menunjukkan pola penurunan. Namun, gempa susulan masih diperkirakan dapat berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu.

Karena itu, berakhirnya masa tanggap darurat tidak berarti seluruh dampak bencana telah selesai. Pemenuhan kebutuhan dasar warga, penanganan pengungsi, perbaikan rumah, serta pemulihan fasilitas publik masih menjadi bagian dari fase Transisi Darurat ke Pemulihan.

Sebelumnya, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, BNPB, Basarnas, PMI, relawan, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana selama masa tanggap darurat.

Memasuki masa transisi, pemerintah daerah akan melanjutkan penanganan dampak gempa melalui program pemulihan selama 90 hari hingga 10 Desember 2026.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending