Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menyetujui tambahan anggaran penanganan gempa untuk delapan kabupaten di Flores masing-masing Rp20 miliar dan Provinsi NTT Rp40 miliar.
Pemerintah Kabupaten Sikka memasuki fase Transisi Darurat ke Pemulihan selama 90 hari. Data per 10 September menunjukkan 3.370 warga masih mengungsi di Palue dan Nita.
Gempa Flores masih menyisakan persoalan besar di Kabupaten Sikka. Sebanyak 3.645 warga masih berada di pengungsian, sementara 4.248 rumah dan 291 fasilitas umum tercatat mengalami kerusakan.
Sebanyak 3.645 warga Kabupaten Sikka masih berada di pengungsian pascagempa. Mayoritas pengungsi, yakni 3.340 jiwa, berada di Kecamatan Palue yang menjadi prioritas distribusi bantuan.
Solidaritas menjadi kekuatan penting setelah Gempa Flores. Namun, bantuan dari berbagai pihak harus bergerak dalam penanganan yang terkoordinasi dengan pemerintah tetap memimpin pemulihan.
BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa Flores mencapai 100 orang hingga Senin, 24 Agustus 2026. Sebanyak 1.603 orang luka-luka dan 180.327 warga masih mengungsi.
Data BNPB per 23 Agustus 2026 mencatat gempa Flores menyebabkan 91 orang meninggal dunia, 1.286 luka-luka, 156.782 warga mengungsi dan 58.360 rumah rusak.
Kementerian Perhubungan menggratiskan angkutan laut bantuan kemanusiaan melalui PELNI untuk korban gempa NTT. KM Tidar membawa 481 koli bantuan dari Surabaya dan Makassar ke Maumere.
Enam korban meninggal, 7.104 warga mengungsi, kerusakan 1.540 rumah, dan BNPB memberikan tenggat penanganan pengungsi selama satu minggu.
BNPB menyerahkan bantuan logistik dan peralatan darurat kepada Pemkab Sikka. Seluruh ASN akan dikerahkan bersama TRC BPBD untuk mempercepat distribusi, termasuk ke wilayah Palue.