Pekerjaan pemulihan infrastruktur pascagempa di Dusun Cawalo, Desa Rokirole, Pulau Palue, menyesuaikan pelaksanaan ritual adat Bhije yang berlangsung selama lima hari.
Gempa Flores masih menyisakan persoalan besar di Kabupaten Sikka. Sebanyak 3.645 warga masih berada di pengungsian, sementara 4.248 rumah dan 291 fasilitas umum tercatat mengalami kerusakan.
Sebanyak 3.645 warga Kabupaten Sikka masih berada di pengungsian pascagempa. Mayoritas pengungsi, yakni 3.340 jiwa, berada di Kecamatan Palue yang menjadi prioritas distribusi bantuan.
Sebanyak 177 KK dengan rumah rusak berat akibat gempa menerima bantuan sembako, selimut, terpal, dan kebutuhan dasar dari Polri di tiga desa di Kecamatan Palue.
Pemkab Sikka mendorong percepatan penanganan infrastruktur rusak akibat gempa. Menteri PU Dody Hanggodo bersama jajaran menindaklanjuti kebutuhan jalan, jalur Mbay–Maumere dan air bersih Palue.
PA GMNI NTT menyalurkan bantuan kemanusiaan ke 23 titik pengungsian di tujuh kabupaten di Flores. Penyaluran terbaru dilakukan di Kampung Ojan Lawer, Desa Mekendetung, Kangae, Sikka.
Bantuan gempa untuk warga Pulau Palue, Sikka, tiba melalui jalur udara pada Jumat (21/8/2026). Personel Kodim 1603/Sikka menangani penerimaan, pengangkutan dan penyaluran logistik.
Enam hari pascagempa, tekanan bencana di Sikka meningkat. Pengungsi mencapai 15.093 jiwa, 943 rumah rusak berat, dan 225 fasilitas umum terdampak.
Aliran listrik di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, kembali menyala setelah terdampak gempa 15 Agustus 2026. Camat Palue Rudolfus Riba menyebut pemulihan listrik membantu mengembalikan pelayanan dan...
Hari kelima pascagempa Flores, 11.862 warga Sikka masih mengungsi. Posko Tanggap Darurat juga mencatat 2.560 rumah rusak dan 167 fasilitas umum terdampak.