HUMANIORA
Polri Salurkan Bantuan ke 177 KK Rumah Rusak Berat di Tiga Desa Palue
Sebanyak 177 KK dengan rumah rusak berat akibat gempa menerima bantuan sembako, selimut, terpal, dan kebutuhan dasar dari Polri di tiga desa di Kecamatan Palue.
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 177 kepala keluarga (KK) yang terdampak gempa bumi tektonik di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, menerima bantuan sembako dan kebutuhan dasar dari Kepolisian Republik Indonesia, Sabtu (29/8/2026).
Bantuan diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat gempa dan disalurkan ke tiga desa, yakni Tuanggeo, Ladolaka, dan Rokirole.
Di Desa Tuanggeo, bantuan diterima 63 KK. Sebanyak 74 KK menerima bantuan di Desa Ladolaka, sedangkan 40 KK lainnya berada di Desa Rokirole.
Bantuan yang disalurkan meliputi beras, telur, minyak goreng, mi instan, air mineral, biskuit, susu, pop mie, sabun, selimut, terpal, dan popok bayi.
Dua Minggu Terisolasi, Warga Nila dan Kekasewa Dijangkau Helikopter Polri
Polri menyalurkan masing-masing 50 karung beras untuk setiap desa. Selimut dan terpal turut didistribusikan bagi warga yang masih menghadapi keterbatasan tempat tinggal akibat kerusakan rumah.
Penyaluran bantuan berlangsung sejak pukul 09.00 WITA di Kantor Desa Tuanggeo, Kantor Desa Ladolaka, dan Kantor Desa Rokirole.
Distribusi dilakukan bersama Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue I Gusti Ngurah Putra, KBO Sat Samapta Polres Sikka, serta perangkat desa setempat.
Kegiatan penyaluran bantuan berakhir sekitar pukul 18.00 WITA dalam kondisi aman dan lancar.»(rel)
HUMANIORA
Pascagempa Palue, Kebutuhan Dasar dan Akses Transportasi Jadi Fokus Penanganan
Rapat koordinasi lintas unsur di Desa Reruwire membahas kebutuhan dasar warga, distribusi bantuan, akses transportasi, dan pendataan kerusakan pascagempa di Palue.
MAUMERE, GardaFlores — Kebutuhan logistik dasar dan keterbatasan akses transportasi menjadi persoalan utama yang dibahas dalam rapat koordinasi penanganan warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (29/8/2026).
Rapat lintas unsur tersebut digelar di Pos Utama Desa Reruwire dan dihadiri Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Deny Riesta Permana, Sekda Kabupaten Sikka Femi Clara, Pasi Ops Kodim 1603/Sikka, Camat Palue Rudolfus Riba, para penjabat kepala desa se-Kecamatan Palue, tenaga kesehatan, relawan, serta unsur terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut, Dandim 1603/Sikka memaparkan kondisi wilayah Palue pascagempa, langkah penanganan yang telah dilakukan, serta rencana tindak lanjut.
Camat Palue Rudolfus Riba menyampaikan perkembangan kondisi masyarakat terdampak, kerusakan fasilitas dan infrastruktur, kebutuhan bantuan, serta kendala yang masih dihadapi di lapangan.
Dua Minggu Terisolasi, Warga Nila dan Kekasewa Dijangkau Helikopter Polri
Hasil koordinasi mencatat sebagian warga masih membutuhkan makanan, air bersih, terpal atau tenda, selimut, pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan masyarakat yang berada di wilayah dengan akses sulit.
Selain kebutuhan logistik, akses transportasi di Pulau Palue menjadi perhatian dalam penanganan pascagempa. Kondisi jalan dan ketersediaan sarana transportasi dinilai berpengaruh terhadap mobilisasi personel dan pengiriman bantuan kepada warga terdampak.
BPJS Ketenagakerjaan Verifikasi Korban Gempa Sikka, Salurkan Bantuan Rp31,25 Juta untuk Pengungsi
Rapat juga membahas pendataan lanjutan terhadap rumah warga, fasilitas umum, fasilitas kesehatan, sekolah, dan infrastruktur lain yang mengalami kerusakan. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar penentuan prioritas penanganan dan rehabilitasi.
Seluruh unsur yang terlibat diminta tetap berkoordinasi dan siaga menghadapi kemungkinan gempa susulan. Masyarakat juga diimbau mengikuti arahan petugas serta melaporkan kondisi darurat dan kebutuhan mendesak di wilayah masing-masing.
Rapat koordinasi berakhir sekitar pukul 15.45 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Dua Minggu Terisolasi, Warga Nila dan Kekasewa Dijangkau Helikopter Polri
Dua desa pesisir di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, akhirnya dijangkau helikopter Polri setelah akses bantuan terhambat selama dua minggu pascagempa Flores.
ENDE, GardaFlores — Warga Desa Nila dan Desa Kekasewa di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, yang selama dua minggu terisolasi pascagempa Flores akhirnya menerima bantuan logistik melalui jalur udara.
Polres Ende mengerahkan helikopter Polri P-3202 untuk menjangkau dua desa pesisir tersebut, Sabtu (29/8/2026).
Operasi penyaluran bantuan dipimpin Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata bersama Ketua Bhayangkari Cabang Ende, Ny. Yuke Yudhi Franata.
Kedua desa menjadi wilayah yang sulit dijangkau setelah gempa. Akses darat tidak tersedia, sedangkan jalur laut yang menjadi akses utama warga tidak dapat digunakan akibat cuaca ekstrem dan kekhawatiran masyarakat untuk melaut setelah gempa.
Kondisi tersebut menyebabkan pasokan bantuan ke Desa Nila dan Desa Kekasewa terhambat.
BPJS Ketenagakerjaan Verifikasi Korban Gempa Sikka, Salurkan Bantuan Rp31,25 Juta untuk Pengungsi
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan pengerahan helikopter dilakukan setelah koordinasi dengan Kapolda NTT untuk memastikan warga di wilayah terisolasi tetap mendapat penanganan.
“Medan di kedua desa ini cukup menantang. Akses hanya melalui laut, sementara kapal lokal tidak beroperasi karena cuaca ekstrem. Karena itu, jalur udara menjadi solusi untuk segera menjangkau masyarakat,” ujar Yudhi.
Helikopter Polri kemudian membawa bantuan bahan pokok dan menyalurkannya kepada warga di titik-titik pengungsian di kedua desa.
Menurut Yudhi, sebagian besar wilayah terdampak gempa lainnya di Kabupaten Ende telah dapat dijangkau melalui jalur darat. Operasi udara difokuskan pada Desa Nila dan Desa Kekasewa karena kedua wilayah tersebut masih menghadapi kendala akses.
Gempa Retakkan 30 Tiang, 630 Siswa SMPN 1 Maumere Direlokasi ke SKB
“Warga di sana adalah bagian dari keluarga kami. Kami tetap peduli dan hadir untuk masyarakat,” katanya.
Warga Desa Nila menyebut bantuan yang dibawa helikopter merupakan bantuan pertama yang mereka terima sejak gempa terjadi.
“Kami masyarakat Desa Nila mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT yang sudah menyalurkan bantuan. Sejak awal terjadinya gempa, kami belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak mana pun. Bantuan ini adalah bantuan pertama yang kami terima,” ujar seorang perwakilan warga.
Penyaluran bantuan melalui udara menjadi akses pertama yang berhasil menjangkau warga Desa Nila dan Desa Kekasewa setelah dua minggu terisolasi akibat terbatasnya akses transportasi pascagempa.»(rel)
HUMANIORA
BPJS Ketenagakerjaan Verifikasi Korban Gempa Sikka, Salurkan Bantuan Rp31,25 Juta untuk Pengungsi
BPJS Ketenagakerjaan masih memverifikasi data enam korban meninggal akibat gempa di Sikka. Bersama sejumlah unsur, lembaga itu juga menyalurkan bantuan logistik dan donasi Rp31,25 juta untuk pengungsi.
MAUMERE, GardaFlores — BPJS Ketenagakerjaan masih memverifikasi informasi mengenai enam warga yang meninggal dunia akibat gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka. Di tengah proses pendataan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan bersama sejumlah unsur menyalurkan bantuan bagi warga terdampak melalui Posko Tanggap Darurat Kabupaten Sikka.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Ade Aryan Manalatandi, mengatakan verifikasi dilakukan untuk memastikan apakah terdapat korban yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Salah satu nama yang masih diverifikasi adalah korban yang disebut berdomisili di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.
“Dari identifikasi nama di kepesertaan kami ada nama Paskalis Nong. Tetapi nama itu cukup banyak. Kami membutuhkan NIK untuk memastikan identitas orangnya,” kata Ade saat penyaluran bantuan bagi pengungsi gempa di Maumere, Jumat (28/8/2026).
Menurut Ade, BPJS Ketenagakerjaan telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan identitas korban. Hingga saat ini, pihaknya juga belum menerima laporan mengenai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami luka akibat gempa ketika sedang bekerja.
Gempa Retakkan 30 Tiang, 630 Siswa SMPN 1 Maumere Direlokasi ke SKB
Dalam penanganan dampak gempa, BPJS Ketenagakerjaan bersama manajemen bisnis ketenagakerjaan, pengurus serikat pekerja, Yayasan Alamviro, dan Ikatan Istri Karyawan BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan bantuan berupa sembako, kasur busa lipat dan selimut melalui BPBD Kabupaten Sikka.
Selain bantuan logistik, Ikatan Istri Karyawan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan donasi tunai sebesar Rp31,25 juta yang ditransfer langsung ke rekening Posko Tanggap Darurat.
Ade mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana. Kami juga turut berdoa agar bencana ini cepat berakhir dan kondisi Kabupaten Sikka segera pulih,” ujarnya.
Bantuan serupa juga disalurkan melalui kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di sejumlah wilayah terdampak gempa lainnya, termasuk Ende, Ngada, Nagekeo dan Manggarai Barat.
JK Dorong Pemulihan Gempa Flores: Pengungsi Jangan Hanya Menunggu Bantuan
Dalam kesempatan tersebut, Ade juga mengingatkan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja. Menurut dia, risiko kecelakaan maupun kematian dapat terjadi tanpa dapat diprediksi.
“Risiko itu kita tidak pernah tahu. Tiba-tiba terjadi tanpa ada peringatan,” katanya.
BPJS Ketenagakerjaan, lanjut Ade, saat ini menerapkan relaksasi iuran untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Iuran yang sebelumnya Rp16.800 per orang per bulan menjadi Rp8.400 per orang per bulan hingga Desember 2026, dengan manfaat perlindungan tetap sesuai ketentuan.
Khusus pekerja sektor transportasi, relaksasi iuran tersebut berlaku hingga Maret 2027.
“Dengan iuran yang begitu kecil, manfaatnya tetap sama dan santunannya tetap sama,” tegas Ade.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
