HUMANIORA
Tangani Gempa Flores, BNPB, BPBD dan Organisasi Kemanusiaan Satukan Data Kebutuhan di Sikka
BNPB, BPBD Kabupaten Sikka dan organisasi kemanusiaan menyepakati penyatuan data kebutuhan melalui Joint Needs Assessment serta pembagian peran dalam penanganan warga terdampak Gempa Flores.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah bersama organisasi kemanusiaan menyepakati penguatan koordinasi penanganan warga terdampak Gempa Flores di Kabupaten Sikka, termasuk melalui penyatuan data kebutuhan dan pembagian peran selama masa tanggap darurat yang diperpanjang hingga 11 September 2026.
Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan BNPB, BPBD Kabupaten Sikka, dan anggota Humanitarian Forum Indonesia (HFI) di Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF), Selasa (1/9/2026).
Pertemuan dipimpin anggota Unsur Pengarah BNPB sekaligus pendiri HFI, Pdt. Victor Rembeth, dan difasilitasi Wakil Rektor I UNIMOF, Mohammad Fitri.
Sejumlah organisasi kemanusiaan yang tergabung dalam HFI dan sedang menjalankan respons di Sikka hadir dalam pertemuan tersebut bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Komunitas Fajar Sikka.
39 Rumah Rusak Berat di Iligai, Sejumlah Warga Masih Tinggal di Pondok Darurat
Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap, menyampaikan perkembangan penanganan bencana secara nasional. Sementara Sekretaris BPBD Kabupaten Sikka, Muhammad Karim, memaparkan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan.
Pertemuan tersebut menghasilkan pembagian peran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan dalam respons lanjutan selama masa tanggap darurat.

Salah satu langkah yang disepakati adalah pelaksanaan Joint Needs Assessment atau kaji kebutuhan bersama untuk menyatukan data mengenai kebutuhan masyarakat terdampak. Proses tersebut dikoordinasikan Karitas KWI.
Penyatuan data kebutuhan diperlukan sebagai dasar pemetaan kebutuhan masyarakat dan distribusi bantuan pada wilayah terdampak.
UNIMOF juga ditetapkan sebagai Pos Koordinasi untuk mendukung komunikasi dan pertukaran informasi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, relawan, dan unsur lain yang terlibat dalam penanganan Gempa Flores di Sikka.
Bahas Anggaran Bencana, Rapat Banggar DPRD Ende Berakhir di Polisi
Selain koordinasi dan pendataan, dukungan penanganan juga dilakukan pada sektor logistik. Mahasiswa UNIMOF bersama Pemuda Katolik Keuskupan, Pemuda Gereja Pos Terpadu GMIT, serta sejumlah relawan terlibat dalam penyiapan dan pengelolaan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Organisasi anggota HFI yang terlibat dalam respons di Sikka antara lain Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Karitas KWI, Dompet Dhuafa, Hujan Initiative, Rumah Zakat, Pos Terpadu GMIT/PGI, dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF).
Koordinasi antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan menjadi bagian dari respons penanganan Gempa Flores selama masa tanggap darurat. Pembagian peran dan penyatuan data kebutuhan diharapkan menjadi dasar penyaluran bantuan sesuai kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Upaya tersebut juga sejalan dengan prinsip koordinasi, keterpaduan, dan kemitraan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: 409 Warga Iligai Terdampak Gempa, 106 Rumah Rusak - Garda Flores %