HUMANIORA
409 Warga Iligai Terdampak Gempa, 106 Rumah Rusak
Gempa Flores berdampak terhadap 409 warga di Desa Iligai, Kecamatan Lela. Sebanyak 106 rumah mengalami kerusakan dan akan diverifikasi kembali oleh tim teknis.
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 409 warga dari 138 kepala keluarga (KK) di Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, terdampak Gempa Flores pada 15 Agustus 2026. Pemerintah desa mencatat 106 rumah mengalami kerusakan, termasuk 39 rumah rusak berat.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta warga tetap tenang dan mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Pesan itu disampaikan saat ia mengunjungi warga di Dusun Hubing Tarung Gawang dan Dusun Wolowukak, Rabu (2/9/2026).
“Warga tetap tenang dan terjaga dalam menghadapi setiap kondisi alam. Situasi mulai kondusif, sehingga masyarakat diharapkan dapat kembali beraktivitas,” ujar Juventus.
Pemerintah Kabupaten Sikka akan kembali memverifikasi rumah-rumah terdampak untuk memastikan tingkat kerusakannya.
Tangani Gempa Flores, BNPB, BPBD dan Organisasi Kemanusiaan Satukan Data Kebutuhan di Sikka
Menurut Juventus, penetapan rumah rusak berat, sedang, dan ringan harus didasarkan pada hasil pemeriksaan tim teknis.
“Dari verifikasi tim teknis ini akan ditetapkan status kerusakan berat, sedang dan ringan,” katanya.
Ia juga meminta Pemerintah Desa Iligai memperbarui data kebutuhan warga yang masih tinggal di tenda dan tempat penampungan sementara. Data tersebut akan digunakan BPBD Kabupaten Sikka sebagai dasar penyaluran bantuan.

Pj. Kepala Desa Iligai Herlin Lado Powo mengatakan data sementara mencatat 44 rumah rusak ringan, 23 rumah rusak sedang, dan 39 rumah rusak berat.
“Untuk sementara rumah warga yang mengalami kerusakan sebanyak 106 unit, dengan rincian rusak ringan 44 unit, rusak sedang 23 unit dan rusak berat 39 unit,” kata Herlin.
Bahas Anggaran Bencana, Rapat Banggar DPRD Ende Berakhir di Polisi
Kerusakan rumah tersebar di empat dusun. Sebanyak 39 rumah rusak berada di Dusun Hubing, 24 rumah di Dusun Wolowukak, 23 rumah di Dusun Puho, dan 20 rumah di Dusun Baoletet.
Pemerintah Desa Iligai telah melaporkan data tersebut kepada BPBD Kabupaten Sikka untuk ditindaklanjuti melalui survei dan verifikasi teknis.
Bupati Sikka dalam kunjungan tersebut didampingi Camat Lela Konstantinus Saru, Pj. Kepala Desa Iligai Herlin Lado Powo, serta tim teknis Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka.»(rel)
HUMANIORA
Tangani Gempa Flores, BNPB, BPBD dan Organisasi Kemanusiaan Satukan Data Kebutuhan di Sikka
BNPB, BPBD Kabupaten Sikka dan organisasi kemanusiaan menyepakati penyatuan data kebutuhan melalui Joint Needs Assessment serta pembagian peran dalam penanganan warga terdampak Gempa Flores.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah bersama organisasi kemanusiaan menyepakati penguatan koordinasi penanganan warga terdampak Gempa Flores di Kabupaten Sikka, termasuk melalui penyatuan data kebutuhan dan pembagian peran selama masa tanggap darurat yang diperpanjang hingga 11 September 2026.
Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan BNPB, BPBD Kabupaten Sikka, dan anggota Humanitarian Forum Indonesia (HFI) di Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF), Selasa (1/9/2026).
Pertemuan dipimpin anggota Unsur Pengarah BNPB sekaligus pendiri HFI, Pdt. Victor Rembeth, dan difasilitasi Wakil Rektor I UNIMOF, Mohammad Fitri.
Sejumlah organisasi kemanusiaan yang tergabung dalam HFI dan sedang menjalankan respons di Sikka hadir dalam pertemuan tersebut bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Komunitas Fajar Sikka.
39 Rumah Rusak Berat di Iligai, Sejumlah Warga Masih Tinggal di Pondok Darurat
Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap, menyampaikan perkembangan penanganan bencana secara nasional. Sementara Sekretaris BPBD Kabupaten Sikka, Muhammad Karim, memaparkan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan.
Pertemuan tersebut menghasilkan pembagian peran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan dalam respons lanjutan selama masa tanggap darurat.

Salah satu langkah yang disepakati adalah pelaksanaan Joint Needs Assessment atau kaji kebutuhan bersama untuk menyatukan data mengenai kebutuhan masyarakat terdampak. Proses tersebut dikoordinasikan Karitas KWI.
Penyatuan data kebutuhan diperlukan sebagai dasar pemetaan kebutuhan masyarakat dan distribusi bantuan pada wilayah terdampak.
UNIMOF juga ditetapkan sebagai Pos Koordinasi untuk mendukung komunikasi dan pertukaran informasi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, relawan, dan unsur lain yang terlibat dalam penanganan Gempa Flores di Sikka.
Bahas Anggaran Bencana, Rapat Banggar DPRD Ende Berakhir di Polisi
Selain koordinasi dan pendataan, dukungan penanganan juga dilakukan pada sektor logistik. Mahasiswa UNIMOF bersama Pemuda Katolik Keuskupan, Pemuda Gereja Pos Terpadu GMIT, serta sejumlah relawan terlibat dalam penyiapan dan pengelolaan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Organisasi anggota HFI yang terlibat dalam respons di Sikka antara lain Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Karitas KWI, Dompet Dhuafa, Hujan Initiative, Rumah Zakat, Pos Terpadu GMIT/PGI, dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF).
Koordinasi antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan menjadi bagian dari respons penanganan Gempa Flores selama masa tanggap darurat. Pembagian peran dan penyatuan data kebutuhan diharapkan menjadi dasar penyaluran bantuan sesuai kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Upaya tersebut juga sejalan dengan prinsip koordinasi, keterpaduan, dan kemitraan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.»(rel)
HUMANIORA
39 Rumah Rusak Berat di Iligai, Sejumlah Warga Masih Tinggal di Pondok Darurat
Data sementara mencatat 39 dari 106 rumah terdampak gempa di Desa Iligai mengalami rusak berat. Sejumlah warga masih tinggal di pondok darurat sambil menunggu hasil verifikasi teknis dan penanganan rumah.
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 39 rumah di Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tercatat mengalami rusak berat akibat gempa bumi Flores. Sejumlah warga yang rumahnya roboh atau tidak dapat dihuni masih bertahan di pondok dan tempat tinggal darurat sambil menunggu hasil verifikasi teknis dan penanganan pemerintah.
Data sementara Pemerintah Desa Iligai mencatat sebanyak 106 rumah terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, 39 rumah masuk kategori rusak berat, 23 rumah rusak sedang, dan 44 rumah rusak ringan.
Data kerusakan tersebut masih akan diverifikasi oleh tenaga teknis untuk memastikan kondisi setiap bangunan. Hasil verifikasi akan menjadi dasar penetapan kategori kerusakan serta langkah penanganan terhadap rumah warga terdampak.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meninjau kondisi warga dan rumah terdampak di Dusun Hubin dan Dusun Wukak, Desa Iligai, Rabu (2/9/2026).
Dalam dialog dengan warga, Juventus mengatakan penilaian terhadap tingkat kerusakan bangunan harus dilakukan oleh tenaga teknis dan tidak dapat hanya didasarkan pada penilaian pemilik rumah.
Bahas Anggaran Bencana, Rapat Banggar DPRD Ende Berakhir di Polisi
“Kadang-kadang menurut kita itu rusak ringan. Tapi ternyata menurut tata PUPR/PUPW, ini rusak sedang. Kan kita tidak mengerti,” kata Juventus.
Ia meminta proses pendataan dan verifikasi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat dusun, desa dan kecamatan sebelum dilanjutkan dengan pemeriksaan teknis terhadap bangunan yang terdampak.
Menurutnya, ketepatan data diperlukan untuk menentukan kategori kerusakan dan bentuk penanganan yang akan diberikan kepada warga.
Sementara proses verifikasi berlangsung, sebagian warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat masih tinggal di tempat penampungan sementara.
Anista, warga Dusun Hubin, bersama keluarganya masih bertahan di pondok darurat setelah rumah mereka roboh saat gempa mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.

Saat gempa terjadi, seluruh anggota keluarganya berada di dalam rumah. Suaminya kemudian membangunkan anggota keluarga dan membawa mereka keluar sebelum bangunan tersebut roboh.
“Iya, selamat semua sudah di jalan semua,” ujar Anista.
Setelah rumah roboh, keluarga tersebut membangun tempat tinggal sementara dengan memanfaatkan material yang masih dapat digunakan, termasuk seng bekas dari bagian atap rumah.
“Iya, rumah darurat karena masih dindingnya dari seng-seng bekas dari atap ini yang dibongkar,” katanya.
Anista berharap pemerintah dapat membantu warga yang rumahnya rusak agar mereka dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Harapan kami mungkin setidaknya ada bantuan dari pemerintah untuk bisa membangunkan kembali rumah untuk kami bisa menempati,” ujarnya.
Gempa Rusak 40 Ruangan, Kodim 1603/Sikka Pindahkan Fasilitas SMPN 1 Maumere ke Sekolah Darurat
Dalam kunjungan ke Desa Iligai, Bupati Sikka juga menyerahkan 99 paket sembako dan empat tangki air bersih kepada warga terdampak.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa, termasuk warga yang tinggal di pengungsian dan tempat penampungan sementara.
Namun, bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau roboh, penanganan tempat tinggal masih menjadi persoalan yang menunggu tindak lanjut berdasarkan hasil verifikasi teknis.
Bupati Sikka mengatakan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa berasal dari pemerintah maupun berbagai pihak lainnya. Pemerintah daerah masih melanjutkan pendataan dan pemeriksaan terhadap rumah warga untuk menentukan penanganan sesuai tingkat kerusakan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sikka didampingi Camat Lela Konstantinus Saru, Penjabat Kepala Desa Iligai Herlin Ladopowo, serta tim teknis Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka.»(rel)
HUMANIORA
Pascagempa Flores, RSUD Late Bajawa Aktifkan Poli Orthopaedi dan Traumatologi
RSUD Late Bajawa mengaktifkan layanan Poli Orthopaedi dan Traumatologi untuk melayani masyarakat, termasuk warga yang masih membutuhkan penanganan kesehatan setelah gempa Flores 15 Agustus 2026.
NGADA, GardaFlores — RSUD Late Bajawa mengaktifkan layanan Poli Orthopaedi dan Traumatologi untuk melayani masyarakat yang membutuhkan penanganan gangguan tulang dan cedera, termasuk warga terdampak gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026.
Anggota DPRD Kabupaten Ngada, Aty Watungadha, menyambut dibukanya layanan tersebut. Ia mengatakan keberadaan Poli Orthopaedi dan Traumatologi membantu masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan setelah gempa.
“Kami merasa bersyukur karena RSUD Late Bajawa sudah aktif dengan pelayanan Poli Orthopaedi dan Traumatologi. Layanan ini sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang terdampak gempa 15 Agustus dan sampai sekarang masih membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Aty.
Fista Sambangi Tiga Puskesmas, Dorong Dukungan bagi Nakes Pascagempa
Menurut Aty, pemulihan warga pascagempa tidak hanya berkaitan dengan perbaikan rumah dan infrastruktur, tetapi juga penanganan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
“Pemulihan pascagempa bukan hanya memperbaiki rumah dan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan,” katanya.
Hari ke-15 Pascagempa, Lusia dan Eman Salurkan Bantuan dan Tiga Jamban untuk Warga Kringa
Ia berharap layanan Orthopaedi dan Traumatologi di RSUD Late Bajawa dapat terus diperkuat sehingga masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
“Ini merupakan langkah yang baik. Kita berharap pelayanan di RSUD Late Bajawa semakin lengkap dan berkualitas sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, khususnya setelah gempa, dapat tertangani dengan baik,” pungkasnya.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
