PENKES
Hasil Visum Bayudin Sudah Terbit, Dokter Forensik: Hanya Dapat Diserahkan kepada Penyidik
Dokumen yang dapat diberikan kepada keluarga hanya resume medis (keterangan mengenai hasil perawatan pasien).
MAUMERE, GardaFlores — Hasil visum terhadap Bayudin, warga Semparong, telah diterbitkan dan hanya dapat diserahkan kepada penyidik kepolisian sebagai alat bukti dalam proses hukum.
Hal tersebut disampaikan Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD TC Hillers Maumere, dr. Stefanus Trissanton, Sp.FM, Senin (13/7/2026).
Menurut dr. Stefanus, dokter forensik hanya berwenang membuat dan menerbitkan visum berdasarkan permintaan resmi penyidik. Dokumen tersebut tidak dapat diberikan kepada korban maupun keluarganya.
“Saya hanya sebagai konsulen yang mengeluarkan visum. Hasil visumnya sudah selesai dan sudah diterbitkan sejak minggu lalu. Kalau keluarga meminta, tentu tidak saya berikan. Visum hanya diserahkan kepada penyidik yang datang mengambilnya secara langsung untuk dijadikan alat bukti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, permintaan visum dari penyidik diterima rumah sakit pada 7 Juli 2026, sedangkan pemeriksaan terhadap Bayudin dilakukan pada 9 Juli 2026.
Menurutnya, tidak ada batas waktu yang seragam mengenai penerbitan visum di setiap rumah sakit. Proses penyelesaiannya menyesuaikan kebutuhan penyidikan dan umumnya berlangsung sekitar 20 hingga 30 hari.
“Visum merupakan salah satu alat bukti dalam perkara pidana. Polisi harus melakukan konfirmasi terlebih dahulu, kemudian penyidik datang sendiri mengambil dokumen tersebut,” katanya.
Dr. Stefanus kembali menegaskan bahwa rumah sakit tidak pernah menyerahkan hasil visum kepada korban ataupun keluarganya. Dokumen yang dapat diberikan kepada keluarga hanya berupa resume medis atau surat keterangan mengenai hasil perawatan pasien.
Satu Warga Tewas, Satu Terluka Berat dalam Dugaan Penikaman di Hewokloang
“Jadi sekali lagi, kami mengeluarkan visum sesuai permintaan penyidik. Hasilnya diserahkan kepada penyidik, bukan kepada keluarga,” tegasnya.
Jelaskan Perbedaan Biaya Pemeriksaan dan Penerbitan Visum
Dalam kesempatan itu, dr. Stefanus juga menanggapi anggapan masyarakat bahwa biaya visum tergolong mahal.
Menurutnya, biaya penerbitan dokumen visum hanya sekitar Rp100.000. Namun, masyarakat kerap menyamakan biaya tersebut dengan biaya pemeriksaan medis yang menjadi dasar penyusunan visum.
“Orang sering mengatakan visum itu mahal sekali, padahal biaya visumnya hanya Rp100.000. Yang belum dipahami masyarakat adalah biaya pemeriksaannya. Isi visum merupakan hasil pemeriksaan medis yang memerlukan keahlian dan proses pemeriksaan, sehingga ada biaya pemeriksaan yang berbeda dengan biaya penerbitan surat visumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa selama bertahun-tahun jasa dokter forensik dinilai belum mendapat penghargaan yang sepadan.
“Dulu jerih payah dokter tidak diperhatikan sehingga hasil visum hanya dihargai Rp100.000. Padahal yang tertuang dalam selembar kertas itu merupakan hasil pemeriksaan yang membutuhkan keahlian medis,” katanya.
Contoh Kesalahpahaman Akibat Belum Terbitnya Visum
Dr. Stefanus kemudian menceritakan pengalaman penanganan kasus pembunuhan seorang remaja perempuan di Kabupaten Sikka yang sempat memunculkan kesalahpahaman di tengah keluarga korban.
Saat itu, keluarga menduga sejumlah bagian tubuh korban, termasuk jari dan rambut, hilang. Namun, hasil autopsi menunjukkan seluruh bagian tubuh korban masih utuh, kecuali sebagian ibu jari yang hilang akibat terkena benda tajam.
Menurutnya, karena hasil visum belum diterima penyidik, aparat kepolisian belum dapat menjelaskan secara rinci temuan medis kepada keluarga sehingga aksi protes sempat terjadi berulang kali.
Kasus tersebut, kata dr. Stefanus, menunjukkan pentingnya visum sebagai alat bukti ilmiah dalam proses penyidikan sekaligus sebagai dasar bagi penyidik menjelaskan fakta medis dalam suatu perkara.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai apakah hasil visum Bayudin telah diambil penyidik maupun perkembangan penanganan perkara tersebut.»(rel)
PENKES
Trauma Siswa Pascagempa Jadi Perhatian, SDI Iligetang Harapkan Pendampingan Berkelanjutan
SDI Iligetang menilai pemulihan psikologis siswa pascagempa membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Guru juga diminta memperhatikan kondisi emosional dan perubahan perilaku anak selama proses belajar kembali berjalan.
MAUMERE, GardaFlores — Pemulihan kondisi psikologis siswa pascagempa menjadi perhatian SDI Iligetang, Kabupaten Sikka. Pihak sekolah menilai pendampingan bagi anak-anak perlu dilakukan secara berkelanjutan agar rasa takut dan kecemasan setelah gempa tidak mengganggu proses belajar.
Wakil Kepala SDI Iligetang, Maria Yuldensia Kila, mengatakan anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka kembali merasa aman setelah mengalami bencana.
Hal itu disampaikan setelah kegiatan trauma healing yang diikuti para siswa bersama Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan tim di SDI Iligetang, Senin (31/8/2026).
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka yang sudah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak untuk kembali merasa tenang, nyaman, dan bersemangat,” ujar Maria.
Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Tetap Bertugas di Tengah Pascagempa
Menurut Maria, dampak gempa terhadap anak-anak tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik yang terjadi di lingkungan mereka. Pengalaman menghadapi guncangan dan situasi darurat juga dapat memengaruhi kondisi emosional siswa.
Karena itu, sekolah membutuhkan dukungan dalam mendampingi anak-anak selama proses pemulihan.
“Anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka merasa aman dan diperhatikan. Kehadiran Bapak Bupati bersama tim memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mendampingi anak-anak,” katanya.
Maria mengatakan sekolah memiliki peran penting setelah kegiatan belajar mengajar kembali dimulai. Guru tidak hanya bertugas melanjutkan pembelajaran, tetapi juga perlu memperhatikan perubahan perilaku dan kondisi emosional siswa setelah bencana.
Pascagempa, Bupati Sikka Turun Langsung Dampingi Pemulihan Psikologis Siswa
Menurutnya, proses pemulihan psikologis anak tidak dapat diselesaikan dalam satu kegiatan.
“Kami berharap pendampingan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Anak-anak membutuhkan proses untuk benar-benar kembali pulih dan siap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa,” ujarnya.
Kegiatan trauma healing di SDI Iligetang menjadi bagian dari penanganan pascagempa yang juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka terhadap kelompok masyarakat terdampak.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago sebelumnya turun langsung berinteraksi dengan para siswa untuk membantu menciptakan suasana yang lebih santai dan mengurangi rasa takut setelah gempa.
Bagi pihak sekolah, dukungan psikososial tetap dibutuhkan seiring kembalinya aktivitas pendidikan. Pemulihan kondisi siswa, menurut Maria, perlu berjalan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas sekolah dengan rasa aman.»(rel)
PENKES
Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Tetap Bertugas di Tengah Pascagempa
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengunjungi Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang untuk meninjau pelayanan kesehatan serta mengapresiasi nakes yang tetap bertugas pascagempa.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi tenaga kesehatan yang tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi pascagempa di Kabupaten Sikka.
Apresiasi tersebut disampaikan Juventus saat mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang, Senin (31/8/2026).
Dalam kunjungan itu, Juventus berdialog dengan para tenaga kesehatan dan meninjau kondisi pelayanan yang tetap berjalan setelah gempa.
“Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap bertugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bapak dan Ibu adalah garda terdepan dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama dalam situasi seperti ini,” ujar Juventus.
Pascagempa, Bupati Sikka Turun Langsung Dampingi Pemulihan Psikologis Siswa
Selain berdialog dengan tenaga kesehatan, Bupati Sikka juga mengecek kesiapan pelayanan, kondisi tenaga medis, serta kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama masa pemulihan pascabencana.
Juventus meminta fasilitas pelayanan kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga terdampak gempa dan masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.

“Pemerintah Kabupaten Sikka akan terus memberikan perhatian dan dukungan agar tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas dengan baik. Apa yang Bapak dan Ibu lakukan sangat berarti bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan para tenaga kesehatan untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan tugas dalam masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.
Kunjungan ke Puskesmas Kopeta dan Puskesmas Wolomarang tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan serta mengidentifikasi kebutuhan tenaga kesehatan di tengah proses pemulihan pascagempa.»(rel)
PENKES
Pascagempa, Bupati Sikka Turun Langsung Dampingi Pemulihan Psikologis Siswa
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago turun langsung mendampingi kegiatan trauma healing bagi siswa SMPK Frater Maumere dan SDI Iligetang, Senin (31/8/2026).
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago turun langsung melakukan kegiatan trauma healing bersama siswa SMPK Frater Maumere dan SDI Iligetang, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemulihan kondisi psikologis siswa setelah gempa bumi mengguncang Kabupaten Sikka.
Dalam kegiatan itu, Juventus berinteraksi langsung dengan para siswa dalam suasana santai. Interaksi tersebut ditujukan untuk membantu siswa mengurangi rasa takut dan kecemasan setelah mengalami situasi bencana.
Juventus juga mengajak para siswa kembali mengikuti kegiatan pembelajaran dan menjalani aktivitas sekolah.
Pascagempa Palue, Kebutuhan Dasar dan Akses Transportasi Jadi Fokus Penanganan
Menurutnya, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis masyarakat, termasuk anak-anak.
“Pemerintah Kabupaten Sikka terus berupaya memastikan kebutuhan masyarakat pascabencana, termasuk pemulihan psikologis anak-anak, mendapat perhatian,” ujar Juventus.

Wakil Kepala SDI Iligetang Maria Yuldensia Kila mengatakan kegiatan trauma healing dibutuhkan karena sejumlah anak masih mengalami dampak psikologis setelah gempa.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka yang sudah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak untuk kembali merasa tenang, nyaman, dan bersemangat,” katanya.
Menurut Maria, kehadiran pemerintah di lingkungan sekolah juga memberikan dukungan bagi para guru dalam mendampingi siswa selama masa pemulihan.
Kegiatan trauma healing di SMPK Frater Maumere dan SDI Iligetang menjadi bagian dari upaya pemulihan pascagempa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka di sektor pendidikan. Selain memastikan kegiatan belajar dapat kembali berjalan, pendampingan psikologis terhadap siswa juga dilakukan setelah bencana.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Avanza di Jalur Trans Maumere-Larantuka, Sopir Diamankan Polisi - Garda Flores %
Pingback: Puskesmas Boganatar Dibangun Kembali dengan Anggaran Rp9,17 Miliar, Layani Hampir 6.000 Warga di Talibura - Garda Flores %
Pingback: Terduga Pelaku Pemerkosaan di Sikka Belum Ditangkap Hampir Dua Tahun, Keluarga Korban Desak Polisi Bertindak - Garda Flores %