HUMANIORA
Dua Perempuan Tertimpa Reruntuhan Rumah di Palue, Dievakuasi untuk Dirujuk ke Maumere
Dua perempuan, Maria Nona (71) dan Maria Anyela Ngei (30), dievakuasi setelah tertimpa reruntuhan rumah di Desa Rokirole, Palue. Keduanya direncanakan dirujuk ke RSUD T.C. Hillers Maumere menggunakan helikopter BNPB.
MAUMERE, GardaFlores — Dua perempuan yang tertimpa reruntuhan rumah akibat gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, dievakuasi ke Puskesmas Palue, Kamis (20/8/2026) pagi. Keduanya selanjutnya direncanakan dirujuk ke RSUD T.C. Hillers Maumere menggunakan helikopter BNPB.
Kedua korban adalah Maria Nona (71), warga RT 05/RW 02, Dusun Cawalo, Desa Rokirole, dan Maria Anyela Ngei (30), warga Dusun Koa, RT 015/RW 06, Desa Rokirole.
Keduanya dievakuasi sekitar pukul 09.00 WITA setelah ditemukan dalam kondisi terdampak reruntuhan bangunan rumah di Dusun Cawalo.
Proses evakuasi dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue bersama Tim Operasi Aman Nusa II Polres Sikka.
Rumah Roboh dalam Hitungan Detik, Warga Lado Laka Tak Berani Kembali ke Rumah
Setelah dievakuasi dari lokasi, kedua korban dibawa ke Puskesmas Palue untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan laporan sementara, Maria Nona mengalami patah tulang paha sebelah kiri akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Sementara itu, Maria Anyela Ngei mengalami kondisi medis yang menurut tim penanganan membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Karena keterbatasan fasilitas penanganan di Palue dan kondisi kedua korban, tim merencanakan rujukan ke RSUD T.C. Hillers Maumere menggunakan helikopter BNPB.
Proses evakuasi dan penanganan korban di Palue masih dilakukan oleh aparat kepolisian bersama unsur tanggap darurat dan tenaga kesehatan.
Kondisi wilayah Palue juga masih menjadi perhatian dalam penanganan pascagempa, terutama pada lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan bangunan dan membutuhkan akses evakuasi.»(rel)
HUMANIORA
Rumah Roboh dalam Hitungan Detik, Warga Lado Laka Tak Berani Kembali ke Rumah
Sejumlah rumah di Desa Lado Laka, Palue, roboh saat gempa 15 Agustus 2026. Hingga tiga hari kemudian, sebagian warga masih tidur di luar rumah dan belum berani kembali ke dalam bangunan.
MAUMERE, GardaFlores — Sejumlah rumah warga Desa Lado Laka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, roboh saat gempa bumi mengguncang Pulau Palue pada Sabtu (15/8/2026). Hingga Senin (17/8/2026) malam, sebagian warga masih memilih tidur di luar rumah dan belum berani kembali ke dalam bangunan.
Kesaksian tersebut disampaikan Religius Ratu dan Rosa, warga RT 05/RW 02, Dusun Watulengo, Desa Lado Laka, saat ditemui GardaFlores pada Senin malam. Rumah keduanya berada tidak jauh dari perbatasan Desa Maluriwu.
Rosa mengatakan saat gempa terjadi, dirinya sedang bersiap menuju Pasar Lei yang berjarak sekitar empat kilometer dari Desa Lado Laka. Suaminya, Remi, berada di jalan tidak jauh dari rumah, sementara anak mereka, Yati, masih tertidur.
Guncangan kuat disertai suara gemuruh tiba-tiba membuat Yati terbangun dan berlari keluar rumah. Dalam kondisi panik, ia menabrak benda di sekitar pintu.
Yati kemudian mengeluhkan sakit pada bagian kaki. Pergelangan kakinya membengkak dan ia menangis sambil meminta pertolongan.
Hari Kelima Gempa Flores, 11.862 Warga Sikka Masih Mengungsi dan 2.560 Rumah Rusak
Remi yang mendengar teriakan anaknya meminta Yati menjauh dari bangunan rumah karena khawatir terjadi keruntuhan.
Sekitar 15 menit kemudian, Remi melihat sejumlah rumah di sekitar tempat tinggalnya telah roboh dan mengalami kerusakan berat.
Salah satu rumah yang roboh adalah milik warga yang dikenal dengan nama Mama Sunda atau Mama Wayan. Saat gempa terjadi, Mama Sunda berada di dalam rumah bersama dua anaknya yang sedang tidur.
Remi mengatakan Mama Sunda berusaha membawa kedua anaknya keluar. Saat mereka bergerak menjauh, serpihan bangunan mulai berjatuhan.
Beberapa detik setelah ketiganya berhasil keluar, rumah tersebut runtuh.
Peristiwa serupa terjadi pada keluarga lain di Desa Lado Laka. Menurut Remi, saat gempa mengguncang, seorang ibu sedang menyiapkan air untuk membuat kopi, sementara suaminya berada di dalam rumah dan kedua anak mereka masih tidur.
PELNI Buka Angkutan Gratis Bantuan ke Empat Pelabuhan Flores, Kapal Tidar Perdana Tiba di Maumere
Sang suami meminta istrinya segera keluar. Namun, karena kedua anak masih berada di dalam rumah dan salah satunya sedang sakit, sang ibu kembali masuk untuk menyelamatkan mereka.
Kedua anak berhasil dibawa keluar. Tidak lama kemudian, rumah tersebut roboh.
Sejumlah warga kemudian memilih tidak tidur di dalam rumah. Mereka bertahan di jalan maupun tempat terbuka untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Remi mengatakan pengalaman tersebut membuat warga semakin berhati-hati, terlebih sebagian masyarakat masih mengingat gempa besar yang terjadi pada 1992.

Hingga Senin malam, sebagian warga belum berani masuk ke rumah untuk mengambil barang-barang. Isi sejumlah rumah masih berantakan akibat guncangan.
Aktivitas warga juga ikut terdampak. Sebagian warga tidak berani pergi ke kebun untuk memetik kelapa maupun jambu mete karena khawatir terjadi gempa susulan.
“Kalau gempa itu berlangsung sampai satu menit, saya yakin rumah-rumah di Desa Lado Laka bisa hancur semua. Korban jiwa juga pasti banyak karena tertimpa bangunan,” kata Remi.
Data Sikka Dipuji Mendagri, Tito Minta Bantuan Pengungsi dan Fasilitas Publik Segera Ditindaklanjuti
Warga Menunggu Bantuan
Pasca-gempa, aparat pemerintah desa telah mendatangi lokasi dan mendokumentasikan rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.
Namun, hingga Senin (17/8/2026), Remi mengatakan warga terdampak di Desa Lado Laka belum menerima bantuan.
“Kami berharap kalau ada bantuan dari pemerintah, warga Desa Lado Laka juga diperhatikan,” ujarnya.
Remi mengatakan warga saat ini membutuhkan kepastian mengenai kondisi rumah dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan setelah gempa.
Akses Palue Mulai Dibuka, Titik Longsor Pertama Selesai Dibersihkan
Ia juga mengajak warga tetap tenang menghadapi situasi pascabencana.
“Jangan berpikir untuk mati, tetapi berdoalah kepada Tuhan. Kematian itu urusan Tuhan,” katanya.
Menurut dia, gempa juga dipandang warga dari sisi keimanan.
“Kalau secara dunia ini disebut gempa bumi. Tetapi secara rohani atau iman Kristen, kita melihat ini sebagai cobaan Tuhan agar manusia sadar dan kembali kepada Tuhan,” ujarnya.
Warga Lado Laka kini masih bertahan di ruang terbuka dan sebagian menghindari rumah yang mengalami kerusakan. Aktivitas ke kebun juga belum sepenuhnya berjalan karena warga masih mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.»(rel)
HUMANIORA
Hari Kelima Gempa Flores, 11.862 Warga Sikka Masih Mengungsi dan 2.560 Rumah Rusak
Hari kelima pascagempa Flores, 11.862 warga Sikka masih mengungsi. Posko Tanggap Darurat juga mencatat 2.560 rumah rusak dan 167 fasilitas umum terdampak.
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 11.862 warga Kabupaten Sikka masih mengungsi hingga hari kelima pascagempa bumi Flores, Rabu (19/8/2026). Data Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka mencatat jumlah tersebut berasal dari 3.285 kepala keluarga (KK).
Dari total pengungsi, sebanyak 1.203 jiwa dari 324 KK berada di pusat pengungsian Gelora Samador Maumere. Sebanyak 10.659 jiwa dari 2.961 KK lainnya mengungsi secara mandiri dan tersebar di delapan kecamatan.
Pengungsi mandiri tercatat di Kecamatan Alok sebanyak 2.940 jiwa dari 803 KK, Alok Barat 965 jiwa dari 201 KK, Alok Timur 66 jiwa dari 19 KK, Bola 210 jiwa dari 72 KK, Hewokloang 135 jiwa dari 54 KK, Kangae 3.213 jiwa dari 1.036 KK, Talibura 1.812 jiwa dari 409 KK, dan Palue 2.521 jiwa dari 690 KK.
Kecamatan Kangae mencatat jumlah pengungsi mandiri terbanyak, disusul Alok dan Palue.
Pada periode pendataan yang sama, kerusakan rumah warga mencapai 2.560 unit. Sebanyak 905 rumah rusak berat, 1.173 rusak ringan, dan 482 rusak sedang.
PELNI Buka Angkutan Gratis Bantuan ke Empat Pelabuhan Flores, Kapal Tidar Perdana Tiba di Maumere
Kerusakan juga tercatat pada fasilitas umum. Posko mencatat 167 fasilitas umum terdampak, terdiri dari 26 bangunan pemerintah, 31 fasilitas kesehatan, 47 fasilitas pendidikan, 11 ruas jalan, delapan unit prasarana, dan 44 rumah ibadah.
Dari sisi korban, jumlah warga yang terdampak langsung tercatat 61 orang, terdiri dari enam orang meninggal dunia, 23 orang luka berat, 26 orang luka ringan, dan enam orang kategori lainnya.
Pendataan korban, rumah rusak dan fasilitas umum tersebut masih menjadi bagian dari proses verifikasi penanganan bencana di Kabupaten Sikka.
Di tengah proses pendataan, distribusi bantuan terus dilakukan ke 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Sikka. Bantuan berasal dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, partai politik, sektor swasta, perbankan, lembaga swadaya masyarakat, serta dunia usaha.
Bupati Sikka: Alat Berat Jadi Kunci Buka Akses Wilayah Terdampak Gempa
Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Posko Tanggap Darurat mengarahkan distribusi bantuan kepada warga terdampak, baik yang berada di pusat pengungsian maupun yang mengungsi secara mandiri.
Jumlah pengungsi yang masih mencapai 11.862 jiwa membuat kebutuhan penanganan tetap mencakup logistik, pelayanan kesehatan, tempat tinggal sementara, pendataan kerusakan, serta pemulihan fasilitas publik.
Posko Tanggap Darurat masih melakukan pembaruan data berdasarkan laporan dan verifikasi dari wilayah terdampak.
Dengan demikian, angka 11.862 pengungsi dan 2.560 rumah rusak merupakan data penanganan per 19 Agustus 2026 dan masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.»(rel)
HUMANIORA
PELNI Buka Angkutan Gratis Bantuan ke Empat Pelabuhan Flores, Kapal Tidar Perdana Tiba di Maumere
PELNI membuka angkutan gratis bantuan gempa menuju Maumere, Labuan Bajo, Ende dan Larantuka dengan enam kapal. Kapal Tidar menjadi kapal perdana yang tiba di Maumere membawa sekitar 10 kubik logistik.
MAUMERE, GardaFlores — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) membuka pengangkutan gratis bantuan untuk korban gempa menuju empat pelabuhan di Flores, yakni Maumere, Labuan Bajo, Ende dan Larantuka.
Sebanyak enam kapal PELNI disiagakan untuk mengangkut bantuan melalui jalur laut. Kapal Tidar menjadi kapal pertama yang membawa bantuan dan tiba di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 00.30 WITA.
Direktur Usaha Barang dan Tol Laut PELNI, Hana Suhardi, mengatakan bantuan yang tiba di Maumere berasal dari Surabaya dan Makassar dengan volume sekitar 10 meter kubik.
Muatan tersebut terdiri dari makanan pokok, popok bayi, tenda, kasur, minyak goreng dan kebutuhan dasar lainnya.
“Ini adalah kapal perdana yang tiba di Maumere membawa bantuan melalui angkutan laut,” kata Hana.
Menurut Hana, seluruh bantuan yang tiba di Maumere akan diserahkan kepada BPBD Kabupaten Sikka untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Zulkifli Hasan Bawa 1.000 Paket Sembako ke Warga Terdampak Gempa Sikka
PELNI tidak mengenakan biaya angkutan laut bagi pihak atau instansi yang mengirimkan bantuan ke empat pelabuhan tujuan tersebut.
“Bagi para pihak atau instansi yang ingin mengirimkan bantuan, PELNI siap mengantar secara gratis ke empat pelabuhan tersebut,” ujarnya.
Hana mengatakan PELNI belum menetapkan batas waktu berakhirnya fasilitas pengiriman gratis tersebut. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan perkembangan penanganan dan pemulihan pascagempa.
“Untuk pengiriman jangka waktunya belum bisa kami tentukan batasannya. Kami melihat bagaimana pemulihan pascagempa ini,” katanya.
Untuk sementara, pengiriman bantuan menggunakan kapal reguler PELNI sesuai jadwal dan rute yang telah berjalan.
Pihak yang hendak mengirim bantuan dapat mendatangi kantor atau cabang PELNI terdekat dengan membawa surat pengantar. Informasi pengiriman juga dapat diperoleh melalui layanan pelanggan PELNI di 162.

PELNI juga menyiapkan posko di pelabuhan-pelabuhan pangkal untuk mengoordinasikan bantuan sebelum diberangkatkan menuju Flores.
Kapal Tidar yang membawa bantuan ke Maumere mengalami keterlambatan akibat kondisi laut.
Kapten Kapal Tidar, Noviansyah, mengatakan kapal semula diperkirakan tiba sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WITA. Namun, gelombang sekitar dua meter dan angin kencang dengan kecepatan 45–50 knot memperlambat pelayaran.
“Kondisi laut kurang bagus, ombak mencapai kurang lebih dua meter disertai angin kencang 45 sampai 50 knot sehingga agak terlambat,” jelas Noviansyah.
Meski mengalami keterlambatan, seluruh muatan bantuan tiba dengan selamat di Pelabuhan Lorens Say.
Bupati Sikka: Alat Berat Jadi Kunci Buka Akses Wilayah Terdampak Gempa
“Semua barang bantuan sudah sampai, kurang lebih 10 kubik,” katanya.
Kepala KSOP Maumere, Ryan Partigor Huta Barat, mengatakan pihaknya mengawasi proses kedatangan dan bongkar muat bantuan di Pelabuhan Lorens Say.
“Kami akan memastikan dan melakukan pengawasan terhadap barang-barang yang datang di Pelabuhan Lorens Say. Kami berharap barang yang datang di Maumere ini bisa tersalur dengan baik,” ujarnya.
KSOP Maumere juga mendapat informasi mengenai rencana pengiriman fasilitas tangga penumpang dari Kupang menggunakan Kapal Tidar. Fasilitas tersebut sebelumnya tidak digunakan dan akan dibawa ke Maumere untuk mendukung aktivitas di pelabuhan.
Kedatangan bantuan dengan Kapal Tidar turut disaksikan Kepala Pelindo Maumere Angga Adiwibawa dan Kepala Cabang PELNI Maumere Edwin Kurniansyah.
Dengan dibukanya pengangkutan gratis tersebut, PELNI menyediakan akses pengiriman bantuan melalui jalur laut menuju empat pelabuhan di Flores, sementara enam kapal disiapkan untuk mendukung distribusi bantuan selama penanganan dan pemulihan pascagempa.»(rel)
-
NASIONAL10 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA11 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
