PENKES
CT Scan RSUD TC Hillers Rusak Berbulan-bulan, Pasien THT Sikka Terpaksa Dirujuk hingga Ende Tanpa Kepastian Diagnosis
Perbaikan membutuhkan penggantian komponen yang harus didatangkan dari China.
MAUMERE, GardaFlores — Kerusakan alat CT Scan di RSUD TC Hillers Maumere berdampak pada layanan kesehatan masyarakat. Seorang pasien THT asal Kabupaten Sikka berinisial A mengaku harus dirujuk ke Kabupaten Ende, mengeluarkan biaya pribadi untuk perjalanan dan penginapan, tetapi tetap tidak memperoleh pemeriksaan maupun kepastian diagnosis karena layanan yang dibutuhkan tidak dapat dilakukan.
Kasus tersebut menyoroti efektivitas sistem rujukan ketika fasilitas diagnostik utama di rumah sakit rujukan daerah tidak berfungsi. Di tengah kondisi itu, pasien harus menanggung tambahan biaya dan waktu, sementara layanan yang dibutuhkan belum juga diperoleh.
Kepada GardaFlores, Senin (6/7/2026), A menceritakan awalnya mengalami gangguan pada hidung. Setelah diperiksa dokter keluarga, ia dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere untuk menjalani pemeriksaan CT Scan sebagai penunjang diagnosis.
Sesampainya di rumah sakit, ia mengetahui alat CT Scan dalam kondisi rusak. Karena layanan tersebut tidak tersedia, A kembali dirujuk ke RSUD Ende.
Rujukan itu membuatnya harus membiayai sendiri perjalanan, konsumsi, dan penginapan selama berada di Ende. Ia mengaku menunggu selama empat hari untuk mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis.
BKN Setujui Manajemen Talenta ASN di Sikka, Pertama di NTT dan Ketiga di Regional X
“Saya menunggu selama empat hari di Ende. Saya berharap bisa menjalani CT Scan sesuai rujukan dari RSUD TC Hillers,” ujarnya.
Namun setelah bertemu dokter, A mendapat penjelasan bahwa pemeriksaan CT Scan belum dapat dilakukan karena tidak tersedia zat kontras yang diperlukan dalam prosedur tersebut.
Perjalanan yang telah menghabiskan waktu dan biaya itu pun berakhir tanpa hasil. A akhirnya kembali ke Maumere tanpa memperoleh kepastian diagnosis maupun penanganan lanjutan.
Setibanya di RSUD TC Hillers, ia mengaku diminta menunjukkan surat dari RSUD Ende untuk melanjutkan proses pelayanan. Permintaan itu, menurutnya, justru menambah kebingungan karena pemeriksaan di rumah sakit tujuan rujukan sebelumnya tidak terlaksana.
“Saya hanya ingin mendapat pengobatan. Saya sudah bolak-balik, mengeluarkan biaya sendiri, tetapi sampai sekarang belum juga mendapat pelayanan yang saya harapkan,” katanya.
Karena belum memperoleh kepastian penanganan, A berencana menemui Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, untuk menyampaikan persoalan yang dialaminya.
“Saya mau bertemu Wakil Bupati supaya ada jalan keluar. Saya ingin mendapatkan pengobatan,” ujarnya.
Direktur RSUD TC Hillers Maumere, dr. Paul Lameng, membenarkan alat CT Scan rumah sakit tersebut sedang mengalami kerusakan.
Menurutnya, perbaikan membutuhkan penggantian komponen yang harus didatangkan dari China sehingga prosesnya diperkirakan memakan waktu sedikitnya tiga bulan.
Terkait penanganan pasien A, dr. Paul tidak memberikan penjelasan dengan alasan kerahasiaan medis.
“Pasien bisa didampingi keluarganya untuk menanyakan langsung kepada dokter yang merawat. Itu merupakan ranah pasien dan dokter,” katanya.
Ia juga meluruskan istilah yang disampaikan pasien mengenai “kontras”. Menurutnya, yang dimaksud adalah zat kontras, yaitu bahan yang digunakan dalam pemeriksaan CT Scan untuk membantu memperjelas hasil pencitraan.
Dr. Paul menambahkan, apabila pemeriksaan tidak dapat dilakukan di RSUD Ende, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Hingga berita ini diterbitkan, alat CT Scan RSUD TC Hillers Maumere masih belum beroperasi. Proses perbaikan masih menunggu kedatangan suku cadang, sementara pasien yang membutuhkan layanan tersebut harus mengikuti mekanisme rujukan ke rumah sakit lain.»(rel)
PENKES
Mahasiswa Desil 1-5 di Sikka Disiapkan Beasiswa hingga Tamat Kuliah
Mahasiswa dari keluarga kategori desil 1 hingga desil 5 di Sikka yang memenuhi persyaratan disiapkan mendapat dukungan beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 hingga desil 5. Dukungan tersebut disiapkan agar mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan kuliah.
Rencana itu disampaikan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).
Juventus mengatakan keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan bagi anak-anak Sikka untuk berhenti atau tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Pemerintah akan menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang memenuhi syarat, khususnya yang berada pada desil 1 sampai desil 5. Beasiswa ini kita siapkan agar mahasiswa dapat mengikuti pendidikan sampai tamat,” ujar Juventus.
Bupati Juventus kepada Mahasiswa Baru: Ijazah Saja Tak Cukup
Ia meminta mahasiswa yang memperoleh kesempatan tersebut memanfaatkannya dengan kesungguhan dan tanggung jawab.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah membantu membuka jalan, tetapi mahasiswa sendiri yang harus berjalan dan berjuang untuk mencapai masa depan,” tegasnya.
Dalam pembekalan tersebut, Juventus juga mengingatkan mahasiswa bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya berorientasi pada perolehan ijazah. Perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, menurutnya, menuntut lulusan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

“Dunia berubah sangat cepat. Teknologi berkembang dan industri membutuhkan keterampilan baru yang nyata. Karena itu, pendidikan vokasi menjadi penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan,” jelasnya.
Mahasiswa, terutama peserta pendidikan vokasi, didorong membangun kompetensi, keterampilan, karakter, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta kemampuan melihat peluang.
3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Gempa Flores Rusak 4.248 Rumah
Juventus juga meminta mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja sebagai pencari kerja, tetapi memiliki kemampuan dan keberanian untuk menciptakan peluang usaha serta lapangan pekerjaan.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jadilah generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan keberanian untuk membangun daerah. Sikka membutuhkan anak-anak muda yang terampil dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tandasnya.
Pembekalan mahasiswa baru tersebut dihadiri Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Doni Migo, para dosen, mahasiswa baru Angkatan VII, panitia, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere.»(rel)
PENKES
Bupati Juventus kepada Mahasiswa Baru: Ijazah Saja Tak Cukup
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengingatkan mahasiswa baru Politeknik Cristo Re Maumere bahwa persaingan dunia kerja membutuhkan keterampilan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kemampuan memecahkan persoalan.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengingatkan mahasiswa baru Politeknik Cristo Re Maumere bahwa ijazah saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja.
Pesan itu disampaikan Juventus saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Angkatan VII Politeknik Cristo Re Maumere di Aula Politeknik Cristo Re Maumere, Jumat (4/9/2026).
Dalam pembekalan bertema “Pendidikan Vokasi: Bekal Keterampilan, Jalan Menuju Masa Depan”, Juventus meminta mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk membangun keterampilan, karakter, kreativitas, dan kemampuan memecahkan persoalan.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan kebutuhan industri terus berubah sehingga mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori.
“Kita hidup dalam dunia yang berubah sangat cepat. Teknologi berkembang dan industri membutuhkan keterampilan baru yang nyata, bukan hanya teori,” ujar Juventus.
3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Gempa Flores Rusak 4.248 Rumah
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan problem solving sebagai salah satu bekal menghadapi dunia kerja dan kehidupan.
“Jangan takut menghadapi masalah. Justru dari masalah kita belajar mencari solusi. Kemampuan memecahkan masalah adalah salah satu bekal penting untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan,” katanya.
Juventus meminta mahasiswa tidak menjadikan nilai akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan selama menempuh pendidikan.
“Jadikan kampus sebagai tempat untuk mempersiapkan diri. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi bangun keterampilan dan karakter. Apa yang kalian pelajari hari ini harus menjadi bekal untuk menciptakan masa depan,” pesannya.
3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 3.340 Jiwa Berada di Palue
Selain mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja, mahasiswa juga didorong melihat peluang untuk menciptakan pekerjaan.
“Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan. Mulailah berpikir bagaimana menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan,” ujar Juventus.
Ia mengatakan lulusan pendidikan vokasi perlu memiliki keterampilan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja.
Pembekalan tersebut dihadiri Direktur Politeknik Cristo Re Maumere RD. Doni Migo, para dosen, mahasiswa baru Angkatan VII, panitia, serta pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Cristo Re Maumere.»(rel)
PENKES
Gempa Rusak 40 Ruangan, Kodim 1603/Sikka Pindahkan Fasilitas SMPN 1 Maumere ke Sekolah Darurat
Kerusakan akibat gempa memaksa 618 siswa SMPN 1 Maumere direlokasi ke tempat pembelajaran sementara. Kodim 1603/Sikka membantu memindahkan fasilitas sekolah setelah 40 ruangan dan 30 tiang penopang mengalami kerusakan.
MAUMERE, GardaFlores — Kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores memaksa seluruh aktivitas belajar SMP Negeri 1 Maumere direlokasi. Sebanyak 618 siswa dari 20 rombongan belajar harus menggunakan lokasi sementara setelah bangunan sekolah mengalami kerusakan pada sejumlah bagian.
Personel Kodim 1603/Sikka bersama pihak sekolah kemudian memindahkan fasilitas dan perlengkapan SMPN 1 Maumere ke lokasi pembelajaran sementara, Rabu (2/9/2026).
Pemindahan dilakukan untuk menyiapkan sarana belajar bagi siswa setelah tim teknis memastikan bangunan SMPN 1 Maumere tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar selama masa tanggap darurat.
Kerusakan ditemukan pada sejumlah bagian bangunan sekolah. Dari total 40 ruangan, termasuk 20 ruang kelas utama, sejumlah ruang mengalami keretakan akibat gempa.
Trauma Siswa Pascagempa Jadi Perhatian, SDI Iligetang Harapkan Pendampingan Berkelanjutan
Sebanyak 30 tiang penopang dasar juga mengalami keretakan. Lapisan semen pada sejumlah tiang terkelupas hingga memperlihatkan struktur besi di dalamnya.
Retakan ditemukan pada lantai satu dan lantai dua bangunan. Kerusakan yang lebih berat dilaporkan terjadi di lantai dua, termasuk pada dua ruang kelas.
Kepala SMPN 1 Maumere, Maria Heliana, mengatakan kondisi dua ruang kelas tersebut mengalami kerusakan cukup berat.
“Dua ruang kelas rusak parah. Retakan temboknya sudah condong masuk ke dalam ruangan kelas,” ujar Maria.
Kerusakan juga ditemukan pada lantai ruang perpustakaan yang mengalami penurunan dan terasa bergetar ketika dilalui.

Berdasarkan hasil pemantauan teknis, seluruh aktivitas pembelajaran kemudian harus dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih aman.
Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Sikka menyiapkan lokasi pembelajaran sementara bagi SMPN 1 Maumere di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Jalan Wairklau.
Pembelajaran tetap dilaksanakan pada pagi hari dan berlangsung satu kali sehari. Maria mengatakan kebijakan tersebut mempertimbangkan domisili sebagian besar siswa yang berada di wilayah timur, sementara lokasi sekolah sementara berada lebih ke arah barat.
“Semua proses pembelajarannya tetap pagi. Satu kali jalan, mengingat kondisi anak-anak kami di zona wilayah timur,” katanya.
Di tengah proses relokasi pembelajaran tersebut, personel Kodim 1603/Sikka membantu memindahkan perlengkapan sekolah secara bertahap ke lokasi yang akan digunakan untuk mendukung proses belajar siswa.
Fista Sambangi Tiga Puskesmas, Dorong Dukungan bagi Nakes Pascagempa
Pemindahan fasilitas dilakukan agar sarana pembelajaran dapat segera digunakan oleh guru dan siswa.
Maria mengatakan sekolah berupaya menjaga proses pembelajaran tetap berjalan, termasuk bagi siswa kelas IX yang akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mempercepat penanganan dan pembangunan kembali bangunan sekolah yang mengalami kerusakan agar proses pembelajaran dapat kembali berlangsung di fasilitas permanen.
“Harapan saya, Pemda mungkin bisa melihat kondisi kami seperti ini. Sehingga Pemda bisa berupaya lebih cepat membangunkan sekolah. Sehingga jangan lama-lama kami berada di luar,” ujarnya.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Mekeng Dorong UU Obligasi Daerah untuk Buka Sumber Pembiayaan Baru bagi Daerah - Garda Flores %