Connect with us

HUMANIORA

Pria 57 Tahun Ditemukan Meninggal di Kabor, Polisi Tunggu Hasil Medis

Berdasarkan keterangan warga, korban memiliki riwayat penyakit asma, lambung, dan gangguan paru-paru.

Published

on

Petugas polisi sedang melakukan identifikasi di rumah pria (GB) yang meninggal itu, Jumat (17/4/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Seorang pria berinisial GB (57) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di RT 005/RW 005, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 07.30 Wita. Korban diketahui berprofesi sebagai petani dan tinggal seorang diri.

Kasi Humas Polres Sikka, Aipda Leonardus Tunga, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi pembusukan lanjut, terbaring di tempat tidur di ruang tengah rumahnya. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere untuk pemeriksaan medis.

Penemuan bermula sekitar pukul 07.00 Wita ketika warga mencium bau menyengat dari arah rumah korban. Saksi Polikarpus Samsu Bari meminta anggota keluarganya memeriksa, namun tidak dapat mendekat karena bau yang semakin kuat.

Pada waktu hampir bersamaan, saksi Marta Martini yang melintas usai berjalan pagi turut mencium bau serupa. Ia kemudian membuka pintu rumah korban dan menemukan korban sudah meninggal dunia, lalu melaporkannya kepada ketua RT setempat.

Ketua RT 005, Maria Kontasia Dua Keron, menyatakan laporan awal dari warga kemudian langsung diteruskan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka.

“Bau menyengat sekali, lalu ada banyak lalat,” kata Maria di lokasi kejadian.

Kasus Kematian Siswi di Sikka: Motif Belum Diumumkan, Kuasa Hukum Pertanyakan Barang Bukti dan Arah Penyidikan

Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan saksi sebelum mengevakuasi jenazah.

Berdasarkan keterangan warga, korban memiliki riwayat penyakit asma, lambung, dan gangguan paru-paru. Korban juga sempat mengeluhkan sakit perut dan kesulitan buang air besar.

Ketua RT menyebut korban terakhir terlihat sekitar empat hari sebelum ditemukan. Sementara itu, warga lain, Samsul Olga, mengaku masih melihat korban pada Kamis (16/4/2026) di sekitar rumahnya.

“Kemarin saya masih lihat dia. Rencananya mau minta dokter untuk periksa, tapi tidak jadi karena dia sudah keluar rumah,” ujar Samsul.

Saat ditemukan, korban mengenakan jaket bergaris warna oranye, hitam, dan biru serta celana olahraga hitam. Kondisi tubuh menunjukkan tanda pembusukan lanjut.

Hingga saat ini, penyebab kematian belum dapat dipastikan. Kepolisian menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk menentukan penyebab pasti kematian.»(rel)

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending