SOSBUD
NYD III Resmi Dibuka di Maumere, Satukan 837 Delegasi OMK dari Nusa Tenggara dan Bali
Dihadiri lima uskup, sekitar 150 imam, 837 delegasi resmi OMK, serta ribuan umat memadati Gelora Samador.
MAUMERE, GardaFlores — Nusra Youth Day (NYD) III resmi dibuka di Gelora Samador da Cunha, Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis (2/7/2026) malam. Pertemuan yang diikuti 837 delegasi resmi Orang Muda Katolik (OMK) dari sembilan keuskupan di Nusa Tenggara dan Bali itu menjadi ruang pembinaan iman, kepemimpinan, dan persaudaraan lintas keuskupan hingga 5 Juli 2026.
Mengusung tema “Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja”, NYD III menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari seminar bersama para uskup, dialog, ziarah kreatif, hingga pertunjukan seni dan budaya. Forum tersebut diharapkan memperkuat peran orang muda Katolik dalam kehidupan Gereja sekaligus mendorong keterlibatan mereka menjawab berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.
Pembukaan NYD III diawali dengan parade budaya dari Lapangan Kota Baru menuju Gelora Samador da Cunha. Delegasi dari sembilan keuskupan menampilkan identitas budaya daerah masing-masing sebelum mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu.
Panitia mencatat pembukaan NYD III dihadiri lima uskup, sekitar 150 imam, 837 delegasi resmi OMK, serta ribuan umat yang memadati Gelora Samador da Cunha.
Ribuan Umat Hadiri Ziarah Jubelium Keuskupan Maumere di Sanctuarium Wisung Fatima Lela
Dalam homilinya, Mgr. Edwaldus mengajak kaum muda Katolik membangun budaya bermedia sosial yang bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, perkembangan media sosial membuat batas antara informasi yang benar dan keliru semakin kabur sehingga generasi muda perlu memperkuat kemampuan literasi digital.
“Kita hidup pada masa ketika fakta objektif sering kali kalah oleh emosi, sentimen, dan keyakinan pribadi. Informasi lebih mudah diterima karena sesuai dengan perasaan, bukan karena kebenarannya,” katanya.

Ia mengatakan setiap orang kini dapat memproduksi dan menyebarkan informasi tanpa melalui proses penyuntingan maupun verifikasi jurnalistik. Karena itu, ia mengingatkan OMK agar memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
“Posting yang penting, bukan yang penting posting,” ujar Edwaldus.
Selain tantangan di ruang digital, Uskup Maumere juga mengingatkan bahaya krisis kepedulian yang ditandai menguatnya sikap individualisme dan menurunnya kepekaan terhadap sesama.
Menurutnya, orang muda Katolik dipanggil untuk menghadirkan solidaritas nyata melalui penghormatan terhadap martabat manusia, memperjuangkan keadilan, serta memulai perubahan dari komunitas basis Gereja.
THS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
“Kepedulian harus diwujudkan dalam solidaritas nyata. Orang muda dipanggil menjadi pribadi yang menghormati martabat manusia, memperjuangkan keadilan, dan memulai gerakan itu dari komunitas-komunitas basis Gereja,” katanya.
Mgr. Edwaldus kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan kisah Yesus membangkitkan anak muda di Naim. Menurutnya, peristiwa itu mengajarkan pentingnya belas kasih, kuasa Sabda Allah yang membangkitkan kehidupan, dan kesaksian iman yang diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
Antusiasme penyelenggaraan NYD III juga mendapat sambutan masyarakat. Warga Kelurahan Kabor, Yohanes de Flores, berharap pertemuan orang muda Katolik itu mampu melahirkan generasi yang tidak hanya bertumbuh dalam iman, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta keberanian memperjuangkan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan hak-hak kelompok yang terpinggirkan.
“Iman yang sejati bukan hanya dirayakan di altar, tetapi diwujudkan dalam keberpihakan kepada sesama yang lemah dan membutuhkan,” ujarnya.
NYD III akan berlangsung hingga Minggu (5/7/2026) dengan rangkaian pembinaan iman, dialog, seminar, ziarah, dan pertunjukan seni budaya yang melibatkan orang muda Katolik dari seluruh wilayah Nusa Tenggara dan Bali.»(rel)
SOSBUD
Batas Tanah 2.526 Meter Persegi di Palue Disepakati, Tak Ada Keberatan
Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka mengukur bidang tanah seluas sekitar 2.526 meter persegi di Desa Maluriwu, Palue. Para tetangga batas mengakui dan menyepakati batas bidang tanah tanpa keberatan.
MAUMERE, GardaFlores — Batas bidang tanah seluas sekitar 2.526 meter persegi di Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, disepakati para pihak dalam pengukuran yang dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka, Senin (5/10/2026).
Bidang tanah yang berada di lingkungan SMAK St. Benediktus itu menjadi objek pengukuran dalam proses pendaftaran hak atas tanah. Muhammad Syafiuddin dari Kementerian Agama Kabupaten Sikka tercatat sebagai pemohon.
Pengukuran berlangsung pukul 10.00 hingga 14.00 WITA. Sebelum pengukuran, pemohon menunjukkan batas bidang tanah yang dikuasainya, sementara para tetangga batas hadir untuk memberikan pengakuan atas batas tersebut.

Setelah pemeriksaan lapangan, petugas memasang tanda batas pada titik-titik sudut bidang tanah dan melakukan pengukuran koordinat serta luas menggunakan peralatan ukur.
HUT Ke-81 TNI di Maumere, Amanat Panglima Tekankan Implementasi Nilai PRIMA
Hasilnya, sisi utara berbatasan dengan jalan dan Kantor Camat Palue. Sisi selatan berbatasan dengan Petrus Pasa. Sisi timur berbatasan dengan Kantor Camat Palue dan Nicolaus Niku, sedangkan sisi barat berbatasan dengan Wendelina Ndad dan SDN Uwa I.
Tidak ada keberatan dari para tetangga batas terhadap hasil penetapan tersebut. Batas yang ditunjukkan pemohon disetujui dan diakui para pihak yang hadir.
Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam Berita Acara Penetapan Batas Tanah dan ditandatangani para pihak sebagai bagian dari proses pendaftaran hak atas tanah.
Empat Penyelam Hilang di Perairan Pangabatang, Seluruhnya Ditemukan Selamat
Kepala SMAK St. Benediktus Antonius Cawa, S.Pd., Gr., Kasi Pemerintahan Desa Maluriwu Agustinus Ngasu, staf Kecamatan Palue Benyamin Cawa dan Maria Desi Ratna Sina, serta pihak yang berbatasan dengan bidang tanah turut hadir dalam proses tersebut.
Setelah pengukuran dan penetapan batas selesai, Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka melanjutkan tahapan administrasi pendaftaran hak atas tanah sesuai ketentuan yang berlaku.»(rel)
SOSBUD
Posko Pengungsian di Wuwuwawa Palue Terbakar, Sejumlah Barang Keluarga Rusak
Posko pengungsian di Kampung Wuwuwawa, Palue, Sikka, terbakar Sabtu sore. Api merusak sejumlah barang milik keluarga Philipus Pitu, sementara penyebab kebakaran masih perlu dipastikan.
MAUMERE, GardaFlores — Sebuah posko pengungsian di Kampung Wuwuwawa, Dusun Awamale, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, terbakar pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka dalam peristiwa tersebut.
Posko itu milik Philipus Pitu (40), warga Dusun Awamale. Saat kebakaran terjadi, Philipus sedang mengantar anggota keluarganya mengurus pengaktifan Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Uwa, Kecamatan Palue.
Ia mengetahui kebakaran setelah mendapat kabar dari keluarganya yang berada di Kampung Wuwuwawa. Philipus kemudian kembali ke lokasi untuk melihat kondisi posko.
Warga sekitar langsung bergotong royong memadamkan api. Aliran listrik diputus sebelum warga menyiram bagian tenda yang terbakar dengan air hingga api berhasil dipadamkan.
Informasi awal menyebut kebakaran diduga berkaitan dengan lampu di dalam posko yang tidak dimatikan sejak pagi. Lampu tersebut diduga membuat suhu di dalam tenda meningkat. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Kebakaran menghanguskan atau merusak sejumlah barang milik keluarga Philipus, antara lain kasur, pakaian keluarga, pakaian bayi, peralatan dapur, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.
Setelah kehilangan posko dan sejumlah barang, keluarga Philipus membutuhkan tenda atau tempat tinggal sementara, kasur, serta pakaian bayi. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian karena istri Philipus diperkirakan melahirkan seorang anak mereka pada Oktober 2026.»(rel)
SOSBUD
Warga Alok Barat Adu Dayung dan Renang Tradisional di Nangahure
Warga Kecamatan Alok Barat menggelar lomba dayung sampan dan renang tradisional di Nangahure Lembah, Kelurahan Wuring. Kegiatan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat selama masa pemulihan setelah gempa Flores.
MAUMERE, GardaFlores – Warga Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, menggelar lomba dayung sampan dan renang tradisional di Nangahure Lembah, Kelurahan Wuring, Sabtu (26/9/2026).
Warga dari sejumlah wilayah di Kecamatan Alok Barat datang menyaksikan perlombaan dan memberi dukungan kepada para peserta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas pemulihan psikososial masyarakat setelah gempa Flores pada 15 Agustus 2026.
Kegiatan dihadiri Lurah Wailiti, Lurah Hewuli, Lurah Wuring, Basarnas Kabupaten Sikka, Komandan Lanal Maumere, Manajer perusahaan Fajar Flores Flamboyan Fishindo, serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga.
Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton
Camat Alok Barat Marselinus Mau dalam sambutan pembukaan mengajak warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk kembali beraktivitas bersama sekaligus menjaga kawasan pesisir.
Ia meminta masyarakat tidak membuang sampah ke laut dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
Pesan serupa disampaikan Ketua Panitia Martinus Mustari Ipir. Ia mengatakan kelestarian laut merupakan tanggung jawab bersama masyarakat Alok Barat.
BPJN NTT Ukur Ruas Karica-Lidi di Palue, Temukan Jalan Rusak Berat dan Akses Sempit
Martinus juga menyampaikan apresiasi kepada Fajar Flores Flamboyan Fishindo, perusahaan yang menjadi sponsor utama lomba dayung sampan dan renang tradisional tingkat Kecamatan Alok Barat.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada perlombaan 26 September. Martinus mengatakan kegiatan serupa akan kembali digelar pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Lomba dayung sampan dan renang tradisional tersebut menjadi salah satu kegiatan warga Alok Barat selama masa pemulihan setelah gempa, sekaligus menghidupkan kembali aktivitas olahraga tradisional di kawasan pesisir.»(rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Bupati Sikka: NYD III Jadi Momentum Menyiapkan Orang Muda Katolik sebagai Generasi Penentu Bangsa dan Gereja - Garda Flores %