Connect with us

HUMANIORA

Pakaian Diduga Milik Pelajar yang Hilang Ditemukan di Gudang TK, Polisi Dalami Kasus Hilangnya Remaja di Sikka

Polisi mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila memiliki informasi keberadaan Maria Anselmia Dua Ujan alias Nia.

Published

on

Berdasarkan keterangan keluarga, Nia berpamitan kepada mama angkatnya, Magdalena Edis (53), pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Ia mengaku hendak ke SMAN Nita untuk mengambil rapor setelah menerima telepon dari seorang temannya. FOTO: DOK PRI

MAUMERE, GardaFlores — Polisi menyelidiki hilangnya seorang pelajar perempuan berusia 16 tahun di Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, setelah pakaian yang diduga dikenakannya saat terakhir meninggalkan rumah ditemukan di gudang sebuah taman kanak-kanak (TK), sekitar satu kilometer dari tempat tinggalnya.

Pelajar tersebut adalah Maria Anselmia Dua Ujan alias Nia, warga Dusun Rohot, Desa Hepang, Kecamatan Lela. Hingga Rabu (15/7/2026) malam, keberadaannya masih belum diketahui.

Berdasarkan keterangan keluarga, Nia berpamitan kepada mama angkatnya, Magdalena Edis (53), pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Ia mengaku hendak ke SMAN Nita untuk mengambil rapor setelah menerima telepon dari seorang temannya.

Saat meninggalkan rumah, Nia mengenakan kaus hitam dan celana training olahraga SMAN Nita.

Namun, hingga sore hari ia tidak kembali. Keluarga berusaha menghubungi telepon selulernya, tetapi nomor tersebut sudah tidak aktif.

Pemkab Sikka Gandeng SOS Children’s Villages Bangun Model Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Dua Desa Jadi Percontohan

Perkembangan baru terjadi pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 12.00 WITA ketika seorang warga, Emanuel Soares Dasilva, menyerahkan pakaian yang ditemukan di dalam gudang TK Tolo Rajo II di Dusun Napung Liti, Desa Hepang.

Pakaian tersebut berupa kaus hitam dan celana training SMAN Nita yang diduga merupakan pakaian terakhir yang dikenakan Nia sebelum meninggalkan rumah.

Temuan itu menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan. Lokasi penemuan pakaian berjarak sekitar satu kilometer dari rumah Nia.

Laporan kehilangan kemudian disampaikan keluarga ke Pos Pelayanan Polsek Lela pada Rabu sekitar pukul 16.00 WITA.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Lela mendatangi lokasi penemuan pakaian untuk melakukan penelusuran awal. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari keluarga dan sejumlah saksi serta menelusuri kemungkinan adanya petunjuk lain di sekitar lokasi.

“Temuan pakaian tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam penelusuran karena diduga merupakan pakaian terakhir yang dikenakan korban sebelum meninggalkan rumah,” kata sumber kepolisian.

Siswi SMP di Sikka Hilang Sejak Berangkat Sekolah, Polisi dan Warga Lakukan Pencarian

Polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperluas pencarian dan mengumpulkan informasi yang dapat membantu menemukan keberadaan Nia.

Hingga kini, penyebab hilangnya Nia belum diketahui. Kepolisian menyatakan belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan pergi atas kemauan sendiri, mengalami kecelakaan, atau terkait dugaan tindak pidana.

Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan segera melaporkan apabila memiliki informasi mengenai keberadaan Maria Anselmia Dua Ujan alias Nia melalui kantor polisi terdekat atau Call Center 110 Polres Sikka.

Pencarian terhadap pelajar tersebut masih terus dilakukan, sementara kepolisian melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan penyebab hilangnya korban.»(rel)

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending