Connect with us

SOSBUD

Menua Sehat Jadi Fokus di Nita, Layanan Lansia Diperkuat hingga Tingkat Desa

Seiring meningkatnya kebutuhan pendampingan kesehatan dan kualitas hidup lansia di tingkat masyarakat.

Published

on

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dipusatkan di halaman Puskesmas Nita, Jumat (29/5/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Penguatan layanan kesehatan bagi warga lanjut usia mulai menjadi perhatian di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, seiring meningkatnya kebutuhan pendampingan kesehatan dan kualitas hidup lansia di tingkat masyarakat.

Komitmen tersebut diperlihatkan melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dipusatkan di halaman Puskesmas Nita, Jumat (29/5/2026), dengan melibatkan pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan puluhan lansia dari sejumlah wilayah di Kecamatan Nita.

Kegiatan tidak hanya berfokus pada perayaan seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan layanan kesehatan preventif dan edukasi pola hidup sehat bagi warga usia lanjut melalui pemeriksaan kesehatan, senam lansia, penyuluhan, dan pendampingan kesehatan dasar.

Camat Nita Fransiskus Herpianus Nong Lalang mengatakan keberadaan lansia harus dipandang sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat, bukan kelompok usia yang terpinggirkan.

“Semua yang hadir di sini karena bapak mama semua. Sudah banyak berbuat untuk keluarga dan masyarakat. Sebagai generasi muda, kami harus menyiapkan diri untuk menyongsong masa lansia,” ujarnya.

Pemkab Sikka Siapkan 376 ASN Masuk Masa Pengabdian Penuh, Wabup Tekankan Integritas Birokrasi

Ia meminta masyarakat dan keluarga lebih aktif mendukung kesehatan lansia dengan memastikan pemeriksaan kesehatan rutin melalui Posyandu maupun Puskesmas.

“Bapak mama jangan lupa ke Posyandu dan Puskesmas agar terus menjaga kesehatan dan tetap semangat menjalani hidup,” katanya.

Menurut dia, peningkatan usia harapan hidup harus diikuti kesiapan layanan kesehatan dan perhatian sosial agar lansia tetap sehat, aktif, dan mandiri di tengah keluarga maupun lingkungan masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Sikka, Narto, menilai penghormatan terhadap lansia tidak cukup diwujudkan dalam seremoni tahunan, tetapi harus tercermin dalam perhatian keluarga dan kebijakan pelayanan publik yang berpihak pada warga usia lanjut.

“Momentum ini menjadi kesempatan untuk menghargai orang tua kita yang sudah banyak berbuat untuk keluarga dan masyarakat pada umumnya. Jangan lupa menghargai orang tua,” ujarnya.

Camat Nita Fransiskus Herpianus Nong Lalang (kedua kanan) mengatakan keberadaan lansia harus dipandang sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat, bukan kelompok usia yang terpinggirkan. FOTO: IST

Ketua Panitia Hari Lansia, Maria Yeane Mangsino, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental lansia agar tetap produktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.

“Melalui kegiatan ini, para lansia diharapkan dapat hidup sehat, produktif, bahagia, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaya,” katanya.

Puskesmas Nita menilai tantangan kesehatan lansia di tingkat wilayah semakin kompleks, terutama terkait penyakit degeneratif, keterbatasan akses layanan kesehatan, dan rendahnya kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin.

Karena itu, penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas hingga tingkat desa mulai diperkenalkan sebagai langkah memperluas pendampingan terhadap warga lanjut usia di Kecamatan Nita.

Pemerintah kecamatan bersama tenaga kesehatan memastikan edukasi dan pelayanan kesehatan lansia akan terus diperkuat melalui Posyandu, kunjungan kesehatan, serta keterlibatan keluarga sebagai garda utama pendampingan warga usia lanjut.»(rel)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Operasi Katarak hingga Home Care Warnai Intervensi Lansia di Sikka - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SOSBUD

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue menyalurkan bantuan kepada keluarga Philipus Pitu yang menjadi korban kebakaran di Posko Pengungsian Wuwuwa. Bantuan mencakup perlengkapan ibu dan bayi.

Published

on

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue mengantar dan menyerahkan bantuan kepada keluarga Philipus Pitu di Posko Pengungsian Wuwuwa, Desa Nitunglea, Kamis (8/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue membantu keluarga Philipus Pitu yang menjadi korban kebakaran di Posko Pengungsian Wuwuwa, Dusun Awamale, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (8/10/2026).

Bantuan diserahkan langsung di lokasi pengungsian. Selain kebutuhan sehari-hari, petugas juga membawa sejumlah perlengkapan bayi karena istri Philipus Pitu sedang hamil dan diperkirakan segera melahirkan.

Perlengkapan yang diberikan antara lain kasur atau spon, tempat tidur bayi, pakaian bayi, dot, ember bak mandi, perlak, loyor, kaos kaki dan sarung tangan bayi. Bantuan juga mencakup bedak, sampo, sabun dan minyak telon untuk kebutuhan perawatan bayi.

Bhabinkamtibmas juga melihat langsung kondisi warga di lokasi dan mencatat kebutuhan yang masih diperlukan. Warga diingatkan tetap waspada terhadap gempa susulan dan kemungkinan kebakaran serta segera melaporkan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.

Perempuan di Rumah Pengungsi Rokotenda Diduga Diserang Orang Tak Dikenal

“Kondisi seperti ini membutuhkan kepedulian dan kebersamaan. Warga diharapkan tetap saling membantu dan segera melaporkan apabila ada situasi yang dapat mengganggu keamanan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Akses menuju Posko Pengungsian Wuwuwa masih menghadapi kendala karena sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat gempa.

Kebakaran yang menimpa keluarga Philipus Pitu terjadi di tenda atau posko pengungsian yang mereka tempati. Informasi awal menyebut api diduga berasal dari lampu di dalam posko yang tidak dimatikan sejak pagi. Namun, penyebab kebakaran masih perlu diperiksa lebih lanjut.

Penyaluran bantuan dimulai sekitar pukul 12.00 WITA dan berakhir pukul 16.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Batas Tanah 2.526 Meter Persegi di Palue Disepakati, Tak Ada Keberatan

Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka mengukur bidang tanah seluas sekitar 2.526 meter persegi di Desa Maluriwu, Palue. Para tetangga batas mengakui dan menyepakati batas bidang tanah tanpa keberatan.

Published

on

Petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka melakukan pengukuran dan penetapan batas bidang tanah di Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue.

MAUMERE, GardaFlores — Batas bidang tanah seluas sekitar 2.526 meter persegi di Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, disepakati para pihak dalam pengukuran yang dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka, Senin (5/10/2026).

Bidang tanah yang berada di lingkungan SMAK St. Benediktus itu menjadi objek pengukuran dalam proses pendaftaran hak atas tanah. Muhammad Syafiuddin dari Kementerian Agama Kabupaten Sikka tercatat sebagai pemohon.

Pengukuran berlangsung pukul 10.00 hingga 14.00 WITA. Sebelum pengukuran, pemohon menunjukkan batas bidang tanah yang dikuasainya, sementara para tetangga batas hadir untuk memberikan pengakuan atas batas tersebut.

Setelah pemeriksaan lapangan, petugas memasang tanda batas pada titik-titik sudut bidang tanah dan melakukan pengukuran koordinat serta luas menggunakan peralatan ukur.

HUT Ke-81 TNI di Maumere, Amanat Panglima Tekankan Implementasi Nilai PRIMA

Hasilnya, sisi utara berbatasan dengan jalan dan Kantor Camat Palue. Sisi selatan berbatasan dengan Petrus Pasa. Sisi timur berbatasan dengan Kantor Camat Palue dan Nicolaus Niku, sedangkan sisi barat berbatasan dengan Wendelina Ndad dan SDN Uwa I.

Tidak ada keberatan dari para tetangga batas terhadap hasil penetapan tersebut. Batas yang ditunjukkan pemohon disetujui dan diakui para pihak yang hadir.

Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam Berita Acara Penetapan Batas Tanah dan ditandatangani para pihak sebagai bagian dari proses pendaftaran hak atas tanah.

Empat Penyelam Hilang di Perairan Pangabatang, Seluruhnya Ditemukan Selamat

Kepala SMAK St. Benediktus Antonius Cawa, S.Pd., Gr., Kasi Pemerintahan Desa Maluriwu Agustinus Ngasu, staf Kecamatan Palue Benyamin Cawa dan Maria Desi Ratna Sina, serta pihak yang berbatasan dengan bidang tanah turut hadir dalam proses tersebut.

Setelah pengukuran dan penetapan batas selesai, Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka melanjutkan tahapan administrasi pendaftaran hak atas tanah sesuai ketentuan yang berlaku.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Posko Pengungsian di Wuwuwawa Palue Terbakar, Sejumlah Barang Keluarga Rusak

Posko pengungsian di Kampung Wuwuwawa, Palue, Sikka, terbakar Sabtu sore. Api merusak sejumlah barang milik keluarga Philipus Pitu, sementara penyebab kebakaran masih perlu dipastikan.

Published

on

Posko pengungsian milik warga di Kampung Wuwuwawa, Desa Nitunglea, Palue, Sikka, terbakar pada Sabtu (3/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Sebuah posko pengungsian di Kampung Wuwuwawa, Dusun Awamale, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, terbakar pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka dalam peristiwa tersebut.

Posko itu milik Philipus Pitu (40), warga Dusun Awamale. Saat kebakaran terjadi, Philipus sedang mengantar anggota keluarganya mengurus pengaktifan Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Uwa, Kecamatan Palue.

Ia mengetahui kebakaran setelah mendapat kabar dari keluarganya yang berada di Kampung Wuwuwawa. Philipus kemudian kembali ke lokasi untuk melihat kondisi posko.

Warga sekitar langsung bergotong royong memadamkan api. Aliran listrik diputus sebelum warga menyiram bagian tenda yang terbakar dengan air hingga api berhasil dipadamkan.

BGN Aktifkan 480 SPPG di 16 Provinsi Mulai 2 Oktober

Informasi awal menyebut kebakaran diduga berkaitan dengan lampu di dalam posko yang tidak dimatikan sejak pagi. Lampu tersebut diduga membuat suhu di dalam tenda meningkat. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Kebakaran menghanguskan atau merusak sejumlah barang milik keluarga Philipus, antara lain kasur, pakaian keluarga, pakaian bayi, peralatan dapur, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

Setelah kehilangan posko dan sejumlah barang, keluarga Philipus membutuhkan tenda atau tempat tinggal sementara, kasur, serta pakaian bayi. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian karena istri Philipus diperkirakan melahirkan seorang anak mereka pada Oktober 2026.»(rel)

Continue Reading

Trending