PENKES
Operasi Katarak hingga Home Care Warnai Intervensi Lansia di Sikka
Harapannya ini menjadi bagian dari pelayanan berkelanjutan bagi lansia di Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka memperluas intervensi pelayanan kesehatan dan sosial bagi warga lanjut usia melalui rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026 yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Sikka, Jumat (29/5/2026).
Tidak hanya bersifat seremonial, peringatan HLUN tahun ini diarahkan pada layanan langsung kepada masyarakat lanjut usia melalui operasi katarak gratis, pemeriksaan mata massal, fisioterapi, pelayanan home care, hingga donor darah.
Ketua Panitia Pelaksana HLUN Kabupaten Sikka, Kristian Amstrong, mengatakan rangkaian pelayanan dimulai sejak 21 Mei 2026 dan menyasar kelompok lansia serta masyarakat rentan di sejumlah wilayah.
“Peringatan HLUN tahun ini kami fokuskan pada pelayanan nyata bagi masyarakat lanjut usia, terutama layanan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan lansia,” kata Kristian dalam laporannya.
Salah satu program terbesar dalam rangkaian HLUN tersebut yakni operasi katarak gratis hasil kolaborasi dengan Rumah Sakit Santa Elizabeth Lela. Pelayanan berlangsung selama tiga hari, 21–23 Mei 2026, dan diikuti 2.225 peserta pemeriksaan mata.
Dari jumlah itu, sebanyak 240 orang teridentifikasi menderita katarak dan 209 pasien berhasil menjalani operasi.
Selain operasi katarak, panitia juga menyalurkan 1.775 kacamata gratis, memberikan obat tetes mata kepada 662 warga, serta melakukan pemasangan bola mata palsu kepada satu pasien.
Intervensi pelayanan kesehatan turut diperluas melalui program home care bagi lansia sakit dan terlantar di empat desa, yakni Desa Masabewa, Desa Sumbinga, Desa Puse Selatan, dan Desa Renggarasi. Masing-masing desa menerima layanan bagi 10 lansia.
Menua Sehat Jadi Fokus di Nita, Layanan Lansia Diperkuat hingga Tingkat Desa
Di sektor kemanusiaan, panitia turut memperkuat stok darah melalui aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan 43 kantong darah selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Peringatan HLUN 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” yang menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin kualitas hidup warga lanjut usia, terutama di bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan pelayanan dasar.
Kabupaten Sikka sendiri masih menghadapi tantangan pelayanan lansia, terutama akses kesehatan bagi warga usia lanjut di wilayah pedesaan dan daerah dengan keterbatasan layanan medis spesialis.
Karena itu, pendekatan pelayanan jemput bola seperti operasi kesehatan massal dan home care dinilai menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pelayanan publik bagi kelompok rentan.
Kristian mengatakan pemerintah daerah berharap pola pelayanan terintegrasi seperti pada HLUN tahun ini dapat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk rumah sakit, tenaga kesehatan, komunitas sosial, dan pemerintah desa.
“Harapannya kegiatan seperti ini tidak berhenti pada momentum tahunan, tetapi menjadi bagian dari pelayanan berkelanjutan bagi lansia di Kabupaten Sikka,” ujarnya.
Rangkaian HLUN ke-30 di Kabupaten Sikka ditutup dengan pelayanan kesehatan terpadu dan kegiatan sosial bagi para lansia di pusat kegiatan peringatan.»(rel)
PENKES
HLUN 2026 di Sikka Tekankan Peran Lansia sebagai Penjaga Nilai dan Ketahanan Sosial
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka menempatkan lanjut usia sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial dan pembentukan karakter generasi muda pada puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kabupaten Sikka di Halaman Kantor Bupati Sikka, Jumat (29/5/2026).
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengatakan pengalaman hidup para lansia tidak hanya menjadi warisan keluarga, tetapi juga sumber nilai, keteladanan, dan kebijaksanaan sosial di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
“Pengalaman hidup para lansia merupakan sumber kebijaksanaan bagi generasi muda. Doa-doa para opa dan oma juga menjadi kekuatan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” kata Juventus dalam sambutannya.
Peringatan HLUN 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” dan dilaksanakan serentak secara nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur serta seluruh kabupaten/kota.
Dalam momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka memperkuat pesan bahwa lansia tidak boleh diposisikan semata sebagai kelompok penerima bantuan sosial, melainkan sebagai bagian dari modal sosial daerah yang masih memiliki peran dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Operasi Katarak hingga Home Care Warnai Intervensi Lansia di Sikka
Juventus menegaskan penghormatan terhadap lansia harus diwujudkan melalui perhatian nyata, pendampingan, pelayanan kesehatan, serta ruang sosial yang memungkinkan para lanjut usia tetap hidup sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sikka dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para lanjut usia yang telah memberikan pengabdian, kerja keras, keteladanan, dan kasih bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan daerah ini,” ujarnya.
Peringatan HLUN di Kabupaten Sikka tahun ini juga diintegrasikan dengan pelayanan sosial dan kesehatan bagi lansia melalui operasi katarak, pemeriksaan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, bantuan sosial, hingga pelayanan home care di sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah menilai pendekatan tersebut penting karena jumlah warga lanjut usia terus meningkat, sementara kebutuhan pelayanan kesehatan dan perlindungan sosial lansia di daerah masih menjadi tantangan.
Selain itu, perubahan pola hidup masyarakat turut memengaruhi relasi keluarga dan pola pendampingan terhadap warga lanjut usia, terutama di wilayah perkotaan dan daerah dengan tingkat mobilitas kerja tinggi.

Karena itu, Juventus mengajak masyarakat memperkuat budaya menghormati orang tua serta memastikan lansia tetap memperoleh perhatian di lingkungan keluarga maupun komunitas sosial.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dukcapil, Kominfo, Rumah Sakit Santa Elizabeth Lela, organisasi perangkat daerah, relawan, lembaga sosial, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pelayanan HLUN 2026 di Kabupaten Sikka.
“Semoga seluruh pelayanan dan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan para lanjut usia di Kabupaten Sikka,” katanya.
Puncak HLUN ke-30 di Kabupaten Sikka turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, pimpinan lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan lansia dari berbagai kecamatan.
Pemerintah Kabupaten Sikka memastikan program pelayanan dan pendampingan lansia akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, terutama pada bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan pelayanan dasar masyarakat lanjut usia.»(rel)
PENKES
Bunda Literasi Sikka Kukuhkan Pokja 2026–2029, Perkuat Gerakan Literasi hingga Desa
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, dipercaya memimpin Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Bunda Literasi Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, SH, mengukuhkan Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi Kabupaten Sikka Periode 2026–2029 di Aula Frans Seda, Maumere, Jumat (22/5/2026), sebagai langkah memperkuat gerakan literasi, pengembangan sains, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah itu.
Pengukuhan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, pegiat literasi, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat dalam satu agenda kolaborasi penguatan budaya membaca hingga tingkat desa.
Dalam sambutannya, Fista Sambuari Kago menegaskan pembangunan budaya literasi tidak dapat berjalan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Gerakan literasi dan pengembangan sains membutuhkan kolaborasi semua pihak. Kita harus saling mendukung, saling menguatkan, dan berjalan bersama untuk menciptakan generasi Sikka yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing,” katanya.
Menurut dia, Pokja Bunda Literasi memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda pembangunan daerah, khususnya pada sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Ia menekankan bahwa literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta membangun masyarakat yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Sikka Percepat Revitalisasi Pendidikan, Rp14 Miliar Dikucurkan untuk Perbaikan Sekolah Rusak
“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kemampuan berpikir, memahami informasi, dan membangun peradaban yang maju. Karena itu, saya berharap Pokja Bunda Literasi dapat menjadi motor penggerak literasi hingga ke desa-desa,” ujarnya.
Penguatan gerakan literasi di Kabupaten Sikka dalam beberapa tahun terakhir diarahkan pada pembentukan ekosistem literasi berbasis sekolah, keluarga, dan komunitas. Pemerintah daerah melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan juga terus memperluas program literasi melalui perpustakaan keliling, wisata literasi dan sains, gerakan membaca di sekolah, hingga transformasi layanan perpustakaan digital.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, yang dipercaya memimpin Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka, mengatakan kepengurusan baru akan memfokuskan kerja pada penguatan budaya membaca dan perluasan akses literasi masyarakat.
“Kami siap bekerja bersama seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan budaya membaca, memperkuat literasi keluarga, literasi sekolah, serta menghadirkan gerakan literasi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Susunan Pengurus Pokja Bunda Literasi Kabupaten Sikka Periode 2026–2029 terdiri dari Ketua Awales Syukur, S.Sos., M.Th, Sekretaris Ny. Erniwati Merinaldis, Bendahara Theresia Avila Fenge, S.Si, Bidang Perencanaan dan Strategi Maria Witensia, S.Sos, Bidang Komunikasi dan Kemitraan Gregorius Cabral Ferreira, Bidang Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat Alfridus Y. Sudarso, S.Sos, serta Bidang Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Patricia Noviyanti, SE.
Pengukuhan pengurus turut dihadiri unsur Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, jajaran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, pegiat literasi, komunitas pendidikan, dan tamu undangan lainnya.
Pemerintah Kabupaten Sikka menargetkan Pokja Bunda Literasi menjadi penggerak kolaborasi lintas sektor untuk memperluas budaya membaca, memperkuat literasi keluarga, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan berbasis literasi dan sains di Kabupaten Sikka.»(rel)
PENKES
Sikka Percepat Revitalisasi Pendidikan, Rp14 Miliar Dikucurkan untuk Perbaikan Sekolah Rusak
Selain revitalisasi, lima SD swasta di Kabupaten Sikka saat ini sedang mengajukan perubahan status menjadi sekolah negeri.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka mempercepat revitalisasi infrastruktur pendidikan untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP sebagai bagian dari transformasi layanan pendidikan pasca penghentian skema Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Melalui program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan, puluhan sekolah yang mengalami kerusakan mulai diperbaiki dengan total anggaran lebih dari Rp14 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, mengatakan program tersebut mulai diterapkan sejak 2025 untuk menjawab kebutuhan perbaikan ruang belajar, fasilitas sekolah, dan sarana pendidikan dasar di daerah.
“Program revitalisasi diterapkan sebagai pengganti DAK fisik pendidikan. Sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan sarana dan prasarana mulai diperbaiki secara bertahap melalui kementerian,” ujar Patrisius di Maumere, Kamis (21/5/2026).
Pada tahap awal 2025, sebanyak 19 sekolah di Kabupaten Sikka menerima program revitalisasi, terdiri atas dua PAUD, tujuh SD, dan 10 SMP. Total anggaran yang dialokasikan mencapai lebih dari Rp14 miliar.
Pemerintah daerah kemudian memperluas usulan revitalisasi pada 2026. Untuk jenjang SMP, sebanyak 20 sekolah diusulkan dan seluruhnya telah lolos verifikasi kementerian. Namun baru enam sekolah yang dipanggil untuk penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK), sementara 14 sekolah lainnya masih menunggu tahapan lanjutan.
Pada jenjang SD, sebanyak 87 sekolah diusulkan dan 84 sekolah berhasil diverifikasi. Tiga sekolah lainnya belum memenuhi syarat administrasi akibat persoalan sertifikat tanah.
Dari total SD yang lolos verifikasi, sebanyak 44 sekolah diminta melengkapi dokumen administrasi. Namun hingga kini baru tiga sekolah yang masuk tahap penandatanganan kerja sama. Sementara pada jenjang PAUD, dua sekolah mulai diproses dari total 36 usulan revitalisasi.
“Hingga saat ini yang sedang berproses ada enam SMP, tiga SD, dan dua PAUD. Ini masih tahap pertama dan kemungkinan bertambah pada tahap berikutnya,” kata Patrisius.
Berbeda dengan pola proyek konvensional, revitalisasi sekolah diterapkan melalui mekanisme swakelola dengan sekolah sebagai penanggung jawab pelaksanaan pembangunan. Komite sekolah, tokoh masyarakat, dan warga sekitar dilibatkan langsung dalam proses pengawasan dan pengerjaan.
Pemerintah daerah menilai pendekatan tersebut memberi ruang partisipasi masyarakat sekaligus mempercepat penanganan sekolah rusak di tingkat lokal.
Penentuan sekolah penerima revitalisasi mengacu pada kondisi bangunan yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Namun Dinas PKO mengakui masih terdapat persoalan pembaruan data di sejumlah sekolah.
“Masih ada sekolah yang belum mampu memperbarui data Dapodik secara maksimal. Karena itu kami memperkuat pelatihan operator sekolah bersama BPMP untuk validasi data,” ujarnya.
Dalam tahap teknis, sekolah menyusun rencana pembangunan dengan pendampingan konsultan Dinas PKO sebelum mengikuti bimbingan teknis bersama tim kementerian. Pendamping revitalisasi tingkat SD berasal dari Universitas Indonesia, sedangkan fasilitator lapangan berasal dari Universitas Nusa Cendana Kupang.
Pemkab Sikka Siapkan Lomba Bertutur SD untuk Perkuat Literasi dan Warisan Budaya Lokal
Dana revitalisasi ditransfer langsung dari kementerian ke rekening sekolah. Dinas PKO berfungsi melakukan pengawasan, verifikasi, dan pendampingan agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan kebutuhan sekolah.
Patrisius juga meminta masyarakat ikut mengawasi penggunaan anggaran dan pelaksanaan pembangunan agar program berjalan transparan serta tepat sasaran.
“Jika masih terdapat sisa anggaran setelah pembangunan ruang kelas, maka dana itu bisa dimanfaatkan untuk mendukung fasilitas pendidikan lainnya,” katanya.
Data Dinas PKO menunjukkan Kabupaten Sikka saat ini memiliki 91 SMP yang terdiri dari 51 sekolah negeri dan 40 sekolah swasta. Sementara jumlah SD mencapai 338 sekolah, terdiri dari 207 SD negeri dan 131 SD swasta.
Selain revitalisasi, lima SD swasta di Kabupaten Sikka saat ini juga sedang mengajukan perubahan status menjadi sekolah negeri sebagai bagian dari perluasan akses pendidikan dasar.
Program revitalisasi tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sikka dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, meningkatkan kenyamanan belajar siswa, dan memperkuat infrastruktur sekolah di wilayah pedesaan maupun perkotaan.»(rel)
-
HUMANIORA11 months agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA10 months agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA9 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
NASIONAL8 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUKRIM10 months agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI11 months agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
