EKONOMI
Krisis Pisang Lokal di Sikka Buka Peluang Pedagang Lintas Pulau, Harga Tembus Rp150 Ribu per Tandan
“Baru kali ini kami jual pisang di Pasar Alok.”
MAUMERE, GardaFlores — Kelangkaan pisang lokal akibat serangan penyakit tanaman di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, memicu lonjakan harga di Pasar Alok Maumere dan membuka peluang perdagangan bagi pemasok asal Kabupaten Lembata menjelang Iduladha dan tradisi Sambut Baru.
Pasokan pisang dari luar daerah mulai masuk ke Maumere melalui jalur laut dan darat di tengah menurunnya produksi petani lokal. Di pasar, satu tandan pisang dijual hingga Rp150 ribu, sementara harga per sisir mencapai Rp50 ribu akibat terbatasnya stok.
Pedagang asal Lembata, Siti Fatima, mengatakan tingginya permintaan membuat pedagang lintas pulau mulai memanfaatkan peluang pasar di Kabupaten Sikka.
“Kami bawa dari Lembata naik kapal motor ke Larantuka, lalu lanjut mobil ke Maumere. Baru kali ini kami jual pisang di Pasar Alok,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Pedagang asal Lembata, Siti Fatima, mengatakan tingginya permintaan membuat pedagang lintas pulau mulai memanfaatkan peluang pasar di Kabupaten Sikka. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU
Masuknya komoditas dari luar daerah memperlihatkan terganggunya produksi pisang lokal yang selama ini menjadi salah satu hasil pertanian masyarakat Sikka. Warga yang sebelumnya mudah memperoleh pisang kini menghadapi kenaikan harga akibat pasokan yang menurun drastis.
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, mengakui sebagian besar tanaman pisang di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat serangan penyakit tanaman sehingga berdampak langsung pada produksi dan distribusi pangan lokal.
“Rata-rata tanaman pisang di Kabupaten Sikka mengalami kerusakan akibat serangan penyakit sehingga produksi tidak maksimal,” kata Simon saat memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Alok.
Kondisi itu dinilai mulai memengaruhi rantai pasok pangan masyarakat dan meningkatkan ketergantungan terhadap distribusi komoditas dari luar daerah. Selain berdampak terhadap konsumen, penurunan produksi juga menjadi ancaman bagi keberlangsungan pendapatan petani pisang lokal.
BULOG Maumere Jemput Gabah Petani di Sikka, Putus Mata Rantai Tengkulak dari Sawah Magepanda
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sikka mulai meningkatkan pengawasan terhadap stabilitas harga pangan menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momentum Iduladha dan tradisi Sambut Baru.
Saat memeriksa gudang Perum Bulog dan sejumlah distributor, Simon meminta pedagang tidak menjual beras melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau ada yang jual di atas Rp13.100 per kilogram, segera laporkan ke Bulog,” tegasnya.

Kepala Perum Bulog Maumere, Marten Luther Sesa, mengatakan stok beras medium di gudang Bulog Maumere saat ini mencapai 689 ton dan akan ditambah sekitar 1.500 ton dalam waktu dekat.
Menjelang Iduladha, Sikka Kirim 12 Sapi Kurban dan 35 Kuda ke Sulawesi Selatan
Menurutnya, pengawasan distribusi dan harga pangan perlu diperketat agar kelangkaan sejumlah komoditas tidak dimanfaatkan untuk memainkan harga di tingkat pasar.
Fenomena masuknya pisang dari Lembata ke Pasar Alok menjadi indikator berubahnya peta distribusi pangan lokal di Kabupaten Sikka. Di satu sisi, pedagang luar daerah memperoleh keuntungan dari tingginya permintaan pasar, namun di sisi lain petani lokal menghadapi tekanan serius akibat menurunnya produktivitas tanaman.
Pemerintah daerah kini didorong mempercepat langkah penanganan penyakit tanaman sekaligus memperkuat pemulihan produksi pertanian agar ketahanan pangan lokal tidak semakin bergantung pada pasokan dari luar wilayah.»(rel)
EKONOMI
KNMP Lowolabo Dibangun dengan Anggaran Rp4,72 Miliar, Masa Kerja 120 Hari
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meletakkan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Lowolabo, Kecamatan Paga. Proyek senilai Rp4,72 miliar itu memiliki masa pengerjaan 120 hari.
MAUMERE, GardaFlores — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Lowolabo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, dimulai melalui peletakan batu pertama oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Rabu (14/10/2026). Proyek senilai Rp4,72 miliar itu dikerjakan PT Arum Daya Sentausa dengan masa pengerjaan 120 hari.
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung kegiatan perikanan melalui penyediaan infrastruktur di kawasan pesisir.
Juventus mengatakan Lowolabo merupakan satu dari delapan desa di Kabupaten Sikka yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan KNMP. Penetapan lokasi, menurut dia, didasarkan pada hasil penilaian yang mempertimbangkan ketersediaan data dan potensi sektor perikanan.
Ketersediaan lahan menjadi salah satu kendala pembangunan KNMP di Kabupaten Sikka. Juventus menyebut lokasi di Lowolabo tersedia dan berdekatan dengan Koperasi Merah Putih, yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program.
Bupati meminta pelaksana melibatkan masyarakat setempat, termasuk dalam penyediaan material, serta menjaga kualitas pekerjaan.
“Semua pihak harus terlibat untuk mendukung pelaksanaannya sehingga pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini lancar dan berjalan baik,” kata Juventus.
Nilai kontrak pembangunan KNMP Lowolabo tercatat sebesar Rp4.723.090.147,59 dengan masa pengerjaan 120 hari. Fasilitas yang dibangun diharapkan mendukung aktivitas perikanan dan penanganan hasil tangkapan, meski rincian jenis fasilitas dalam proyek Lowolabo belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia.
Peletakan batu pertama turut dihadiri Camat Paga, Penjabat Kepala Desa Lowolabo, perwakilan perangkat daerah, wakil sah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan KNMP Kabupaten Sikka, konsultan pengawas, dan tokoh masyarakat.»(rel)
EKONOMI
Sejumlah Titik KNMP di Sikka Terkendala Kawasan TWA
Sejumlah titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sikka perlu ditinjau ulang karena berada dalam kawasan Taman Wisata Alam. Sementara itu, proyek KNMP di Nangahure mulai dibangun dengan anggaran Rp3,21 miliar.
MAUMERE, GardaFlores — Sejumlah titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menghadapi persoalan lokasi karena berada dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA). Pemerintah Kabupaten Sikka sedang mengupayakan peninjauan ulang setelah menerima surat dari Kementerian Kehutanan.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan persoalan itu saat peletakan batu pertama pembangunan KNMP di Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Selasa (13/10/2026).
“Kita punya delapan titik ini, tetapi ada beberapa titik yang jadi masalah karena masih masuk dalam kawasan TWA. Ada surat dari Kementerian Kehutanan untuk kemudian ditinjau ulang titiknya. Ini yang sedang kita upayakan,” kata Juventus.
Proyek KNMP Wuring Rp3,2 Miliar Terlambat, Tahap Ini Fokus Fondasi
Ia belum merinci jumlah titik yang terdampak, lokasi masing-masing titik, maupun keputusan yang akan diambil setelah peninjauan. Belum ada penjelasan apakah lokasi tersebut akan tetap dipertahankan atau dialihkan.
Sementara persoalan lokasi itu masih ditangani, pembangunan KNMP di Nangahure telah dimulai. Proyek tersebut dikerjakan PT Arum Daya Sentausa dengan nilai anggaran Rp3.214.500.000 dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.
Menurut Juventus, pembangunan KNMP diarahkan untuk mendukung usaha nelayan melalui penyediaan fasilitas perikanan, antara lain tambatan perahu, pabrik es, penerangan, serta sarana penanganan dan pemasaran ikan. Pemerintah juga menyiapkan dukungan off-taker, yakni pihak yang menyerap hasil produksi nelayan.
Juventus mengatakan proses menuju pembangunan di Nangahure sempat menghadapi sejumlah kendala dan dinamika di tengah masyarakat. Ia menyebut komunikasi dengan masyarakat setempat turut dibantu oleh sejumlah pihak, termasuk Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh rincian resmi mengenai titik-titik KNMP yang harus ditinjau ulang akibat persoalan kawasan TWA maupun jadwal penyelesaian peninjauan tersebut. Kepastian itu diperlukan untuk mengetahui kelanjutan pembangunan pada titik-titik yang terdampak.»(rel)
EKONOMI
Proyek KNMP Wuring Rp3,2 Miliar Terlambat, Tahap Ini Fokus Fondasi
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Nangahure, Wuring, senilai Rp3,21 miliar mengalami keterlambatan. Pekerjaan tahap ini berfokus pada fondasi, sedangkan bangunan fasilitas akan dilanjutkan oleh direktorat terkait di KKP.
MAUMERE, GardaFlores — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, mengalami keterlambatan dari jadwal kontrak awal. Proyek senilai Rp3.214.500.000 yang dikerjakan PT Arum Daya Sentausa itu ditargetkan rampung pada Desember 2026, tetapi pekerjaan pada tahap ini masih berfokus pada fondasi.
Peletakan batu pertama proyek tersebut dilakukan pada Selasa (13/10/2026). Wakil Sah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan KNMP Kabupaten Sikka, Amrita Wahyu, mengatakan kontraktor telah menyatakan kesanggupan untuk mempercepat pekerjaan.
Meski demikian, Amrita tidak merinci tingkat keterlambatan maupun progres fisik pekerjaan saat peletakan batu pertama.
Menurut dia, pekerjaan pada tahap ini mencakup pembangunan fondasi. Pembangunan bangunan fasilitas akan dilanjutkan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Pembagian tahapan tersebut membuat penyelesaian fondasi dan kelanjutan pembangunan fasilitas menjadi dua hal yang perlu dipantau untuk memastikan sarana KNMP dapat digunakan oleh nelayan.
Di Nangahure, fasilitas yang direncanakan meliputi tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es portabel, kios perbekalan, sarana air bersih dan sumur bor, penerangan jalan kawasan, jalan lingkungan, serta saluran drainase.
Bupati Sikka: Jangan Sukses Habiskan Anggaran, tetapi Gagal Hadirkan Perubahan
Amrita mengatakan pembangunan KNMP merupakan program KKP untuk mendukung kegiatan produksi perikanan melalui penyediaan infrastruktur bagi nelayan. Kabupaten Sikka pada 2026 mendapat alokasi pembangunan di delapan lokasi.
Ia meminta kontraktor mempercepat pekerjaan dengan tetap menjaga mutu konstruksi dan transparansi pelaksanaan. Namun, jadwal rinci penyelesaian fondasi dan dimulainya pembangunan fasilitas lanjutan belum disampaikan.
Dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2026, progres proyek di Nangahure menjadi perhatian, terutama karena pekerjaan tahap ini belum mencakup seluruh fasilitas yang direncanakan untuk mendukung kegiatan nelayan di Wuring.»(rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Melki Laka Lena Gunakan Momentum Kurban di Sikka untuk Perkuat Pesan Toleransi dan Ketahanan Pangan NTT - Garda Flores %