Connect with us

PENKES

Pemkab Sikka Siapkan Lomba Bertutur SD untuk Perkuat Literasi dan Warisan Budaya Lokal

Seluruh sekolah dasar di Kabupaten Sikka diminta aktif mengirimkan peserta terbaiknya.

Published

on

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka saat ini mulai menyosialisasikan kegiatan ke sekolah-sekolah, menyusun mekanisme pendaftaran peserta, serta menyiapkan jadwal pelaksanaan dan sistem penilaian lomba. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan mulai mematangkan pelaksanaan Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Sikka sebagai strategi memperkuat budaya literasi, kemampuan komunikasi anak, dan pelestarian cerita rakyat daerah.

Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat pemantapan panitia di Maumere, Rabu (20/5/2026), yang dipimpin Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales.

Pemerintah daerah menempatkan lomba bertutur tidak sekadar sebagai agenda kompetisi pelajar, tetapi sebagai bagian dari penguatan karakter generasi muda di tengah meningkatnya pengaruh teknologi digital terhadap minat baca anak.

“Lomba bertutur bukan sekadar perlombaan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk melatih keberanian, kreativitas, dan kemampuan memahami serta menyampaikan kembali cerita yang memiliki nilai pendidikan dan budaya,” kata Very Awales.

Sikka Raih Insentif Rp1 Miliar usai Catat Penurunan Pengangguran Terbaik di NTT

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca sekaligus membentuk kemampuan komunikasi publik anak sejak usia dini. Karena itu, seluruh sekolah dasar di Kabupaten Sikka diminta aktif mengirimkan peserta terbaik mereka.

“Anak-anak perlu diberi ruang untuk tampil, percaya diri, dan mencintai buku sejak dini. Dari kegiatan seperti ini akan lahir generasi yang cerdas, komunikatif, dan berkarakter,” ujarnya.

Selain melatih kemampuan berbicara di depan umum, lomba tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan kembali cerita rakyat dan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda. Langkah itu dinilai penting agar tradisi lisan dan kearifan daerah tidak tergerus perkembangan zaman serta arus budaya digital.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka saat ini mulai menyosialisasikan kegiatan ke sekolah-sekolah, menyusun mekanisme pendaftaran peserta, serta menyiapkan jadwal pelaksanaan dan sistem penilaian lomba.

Wabup Sikka Soroti Rendahnya Literasi dan Arsip Daerah, Dorong Gerakan Membaca hingga Transformasi Digital

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan gerakan literasi daerah yang sebelumnya juga diperkuat melalui berbagai program perpustakaan, wisata literasi, serta pengembangan layanan literasi berbasis masyarakat.

Very Awales berharap lomba bertutur mampu membangun budaya membaca yang tidak hanya tumbuh di lingkungan sekolah, tetapi juga berkembang dalam keluarga dan ruang sosial masyarakat.

“Literasi harus menjadi gerakan bersama demi menciptakan generasi Sikka yang lebih maju, berbudaya, dan mampu bersaing di masa depan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Sikka menargetkan lomba bertutur tingkat SD tersebut menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan generasi muda dengan kemampuan literasi, komunikasi, dan pemahaman budaya lokal yang kuat.»(rel)

PENKES

Wabup Sikka Soroti Rendahnya Literasi dan Arsip Daerah, Dorong Gerakan Membaca hingga Transformasi Digital

Published

on

Wabup Sikka: “Bangsa yang maju bukan hanya bangsa yang kaya sumber daya alam, tetapi bangsa yang masyarakatnya gemar membaca, berpikir kritis, dan mencintai ilmu pengetahuan.” FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menyoroti masih rendahnya tingkat literasi masyarakat dan pengelolaan arsip pemerintahan di Kabupaten Sikka saat memimpin peringatan Hari Ulang Tahun Perpustakaan ke-54 dan Kearsipan ke-55 tingkat Kabupaten Sikka di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (18/5/2026).

Dalam upacara bertema “Literasi Menguat, Arsip Terawat, Sikka Maju dan Berbudaya” itu, Simon menegaskan bahwa literasi dan arsip bukan lagi sekadar urusan administratif, melainkan fondasi pembangunan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan modern.

“Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi panggilan moral dan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang cerdas, berbudaya, tertib administrasi, dan siap menghadapi perubahan zaman,” kata Simon.

Pernyataan itu disampaikan di tengah masih rendahnya capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Sikka. Data pemerintah daerah menunjukkan IPLM Sikka pada 2024 berada di angka 0,14 dan meningkat menjadi 1,48 pada 2025. Namun capaian tersebut masih masuk kategori sangat rendah.

Sementara Tingkat Kegemaran Membaca masyarakat Sikka tercatat berada pada angka 54 atau masih dalam kategori kurang.

Maumere dan Krisis Budaya Menulis: Ketika Banyak Orang Pandai Berbicara, Sedikit yang Mau Menulis

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena dinilai berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan, daya saing masyarakat, hingga kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi dan informasi.

Simon mengatakan perpustakaan saat ini tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai ruang penyimpanan buku, tetapi harus berkembang menjadi pusat pembelajaran, kreativitas, inovasi, dan ruang tumbuhnya budaya berpikir kritis.

“Bangsa yang maju bukan hanya bangsa yang kaya sumber daya alam, tetapi bangsa yang masyarakatnya gemar membaca, berpikir kritis, dan mencintai ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Untuk memperluas budaya membaca, Pemerintah Kabupaten Sikka mulai memperkuat sejumlah program literasi berbasis masyarakat dan sekolah melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Salah satunya melalui Gerakan Gong Literasi yang membiasakan siswa SD dan SMP membaca selama 30 menit sebelum pelajaran dimulai dan 30 menit setelah pembelajaran berakhir.

Pemerintah daerah juga memperkenalkan Program Wisata Literasi dan Sains melalui konsep Paket Wisata Literasi yang membawa pelajar belajar langsung ke pusat pemerintahan, koperasi, UMKM, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.

TK Islam AT-TAQWA Beru Perkenalkan Literasi dan Sains Anak di Perpustakaan Frans Seda

Program “Sehari Menjadi Bupati”, “Sehari Menjadi Ketua DPRD”, serta Executive Class Literasi dan Sains turut diperkuat sebagai ruang pendidikan kepemimpinan dan demokrasi bagi pelajar.

Di sektor pelayanan publik, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka mulai menerapkan Gerakan Antar dan Jemput Buku dengan slogan “Buku Dijemput, Ilmu Diantar ke Rumah”.

Layanan tersebut menyasar kelompok masyarakat yang sulit mengakses perpustakaan, seperti lansia, penyandang disabilitas, pasien rumah sakit, penghuni rumah tahanan, hingga warga di wilayah terbatas akses bacaan.

Selain itu, layanan perpustakaan keliling melalui mobil dan motor perpustakaan terus diperluas dengan pendekatan pelayanan langsung ke wilayah terpencil.

Transformasi digital juga mulai diperkuat melalui pengembangan Website Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda dan Website Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka sebagai bagian dari modernisasi layanan informasi publik.

Simon turut mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi IFTK Ledalero Maumere dan mahasiswa Teknik Informatika UNIPA Maumere yang mendukung pengembangan layanan digital pemerintah daerah.

Di bidang kearsipan, pemerintah daerah menilai tantangan pengelolaan arsip masih cukup besar. Sejumlah persoalan yang disorot antara lain belum optimalnya tata naskah dinas, keterbatasan tenaga arsiparis, belum tersedianya central file dan record center, hingga rendahnya kesadaran pengelolaan arsip di sejumlah perangkat daerah.

Tur Literasi Siswa SDK Maris Stela Perluas Akses Belajar, Wakil Bupati Tekankan Literasi Kritis

Karena itu, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah diminta memperkuat implementasi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) sebagai bagian dari transformasi digital pemerintahan.

Menurut Simon, arsip tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi, tetapi juga menjadi bukti hukum, memori kolektif, dan rekam sejarah pembangunan daerah.

“Melalui momentum ini, mari kita jadikan perpustakaan sebagai rumah pengetahuan dan arsip sebagai penjaga sejarah peradaban daerah,” ujarnya.

Peringatan HUT Perpustakaan dan Kearsipan tahun ini sekaligus menjadi penanda arah baru kebijakan literasi di Kabupaten Sikka, dari pendekatan seremonial menuju penguatan budaya baca, layanan inklusif, dan digitalisasi tata kelola pengetahuan daerah.»(rel)

Continue Reading

PENKES

TK Islam AT-TAQWA Beru Perkenalkan Literasi dan Sains Anak di Perpustakaan Frans Seda

Pembelajaran dikemas secara interaktif untuk membangun ketertarikan anak terhadap buku.

Published

on

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Yuvensius Rafael, mengatakan pendekatan literasi usia dini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan membaca sejak anak berada pada fase pertumbuhan awal. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 19 murid TK Yayasan Pendidikan Islam AT-TAQWA Beru bersama tiga guru mengikuti pembelajaran literasi dan sains di Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda, Rabu (13/5/2026). Program tersebut memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar interaktif bagi anak usia dini sekaligus memperkuat budaya membaca sejak tahap pendidikan dasar.

Para murid TK AT-TAQWA Beru, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, mengikuti berbagai aktivitas edukatif, mulai dari membaca buku cerita anak, permainan edukasi, pengenalan koleksi bacaan anak, hingga pengamatan ruang literasi dan sains di perpustakaan daerah.

Pembelajaran dikemas secara interaktif untuk membangun ketertarikan anak terhadap buku dan lingkungan belajar di luar kelas formal.

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Yuvensius Rafael, mengatakan pendekatan literasi usia dini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan membaca sejak anak berada pada fase pertumbuhan awal.

Tur Literasi Siswa SDK Maris Stela Perluas Akses Belajar, Wakil Bupati Tekankan Literasi Kritis

Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kreatif yang memperkenalkan anak pada pengetahuan dan sains secara menyenangkan.

“Anak-anak perlu diperkenalkan sejak dini dengan lingkungan literasi agar tumbuh rasa cinta membaca dan kebiasaan belajar,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan sekolah dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah dinilai penting untuk memperluas akses pembelajaran nonformal bagi anak-anak.

Program wisata literasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke perpustakaan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan pemerintah dalam pengembangan pendidikan berbasis literasi.

Selama proses pembelajaran berlangsung, para murid terlihat aktif mengikuti permainan edukatif dan eksplorasi koleksi buku anak yang tersedia di perpustakaan.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka mendorong sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah sebagai ruang pembelajaran alternatif guna memperkuat budaya baca di kalangan pelajar usia dini.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Wagub NTT Bekali 435 Lulusan Unipa Maumere dengan 13 Kunci Hadapi Dunia Kerja

“Kalian tidak boleh mudah putus asa saat menghadapi kegagalan. Harus bangkit dan mencoba lagi.”

Published

on

Johni memaparkan 13 kunci keberhasilan yang dinilai penting diterapkan para lulusan, yakni disiplin, percaya diri, tekad dan komitmen, belajar dan bekerja keras, membangun jaringan, kreatif, inovatif, komunikatif, tidak mudah menyerah, berani menyampaikan gagasan, mampu bekerja sama, menjaga kesehatan, serta menghormati sesama dan memiliki empati. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menghadiri wisuda sarjana Universitas Nusa Nipa di Maumere, Sabtu (9/5/2026), sekaligus memperkenalkan 13 kunci keberhasilan kepada 435 lulusan untuk menghadapi persaingan dunia kerja.

Sebanyak 435 lulusan dari berbagai program studi menyelesaikan pendidikan tinggi dan mengikuti prosesi pelepasan di kampus Universitas Nusa Nipa. Acara dihadiri wisudawan, orang tua, dosen, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa gelar sarjana tidak cukup menjadi modal utama untuk bersaing di dunia profesional. Menurut dia, lulusan perguruan tinggi juga harus memiliki kemampuan nonakademik atau soft skill.

“Ijazah adalah bukti hard skill, namun di dunia kerja yang kompetitif, Anda membutuhkan soft skill untuk mencapai puncak sukses,” kata Johni.

Ia menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia sebagai tantangan yang harus dihadapi sarjana baru. Karena itu, ia meminta para lulusan memperkuat kemampuan adaptasi dan daya saing.

Ketua Yayasan UNIPA Dorong 435 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Johni memaparkan 13 kunci keberhasilan yang dinilai penting diterapkan para lulusan, yakni disiplin, percaya diri, tekad dan komitmen, belajar dan bekerja keras, membangun jaringan, kreatif, inovatif, komunikatif, tidak mudah menyerah, berani menyampaikan gagasan, mampu bekerja sama, menjaga kesehatan, serta menghormati sesama dan memiliki empati.

“Kalian tidak boleh mudah putus asa saat menghadapi kegagalan. Harus bangkit dan mencoba lagi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan membangun karakter yang menghargai orang lain dalam kehidupan sosial maupun profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Johni turut membagikan pengalaman pribadinya saat meraih medali emas pada SEA Games 1983 dan tampil pada Olimpiade Los Angeles 1984. Menurut dia, pencapaian tersebut diperoleh melalui disiplin dan kerja keras yang konsisten.

Pemerintah Provinsi NTT berharap lulusan Universitas Nusa Nipa mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.

Hingga prosesi wisuda berakhir, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Para lulusan selanjutnya akan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending