Connect with us

PENKES

Tur Literasi Siswa SDK Maris Stela Perluas Akses Belajar, Wakil Bupati Tekankan Literasi Kritis

Pelibatan sekolah dan perangkat daerah dalam program ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem literasi di tingkat lokal.

Published

on

Wakil Bupati Sikka: "Pendekatan pembelajaran berbasis kunjungan lapangan menjadi salah satu cara memperkuat fondasi literasi sejak pendidikan dasar, terutama dalam mengenalkan fungsi lembaga publik dan akses terhadap sumber pengetahuan." FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Tur literasi dan sains yang diikuti siswa SDK Maris Stela Nangarasong, Kecamatan Magepanda, memperluas akses belajar di luar kelas sekaligus memperkenalkan sumber pengetahuan publik di Kabupaten Sikka. Rangkaian kunjungan tersebut diterima Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi dalam sesi dialog di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2026).

Program yang melibatkan siswa, guru, pengelola perpustakaan sekolah, serta tim Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Sikka itu diarahkan untuk menghubungkan pembelajaran formal dengan pengalaman langsung di lapangan.

Dalam dialog, Simon menekankan literasi sebagai kemampuan memahami informasi dan berpikir kritis, tidak terbatas pada aktivitas membaca.

Hardiknas di Bola Soroti Literasi, Akurasi Data Pendidikan, dan Perlindungan Siswa

“Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga bagaimana memahami informasi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Simon.

Ia menilai pendekatan pembelajaran berbasis kunjungan lapangan menjadi salah satu cara memperkuat fondasi literasi sejak pendidikan dasar, terutama dalam mengenalkan fungsi lembaga publik dan akses terhadap sumber pengetahuan.

Rangkaian tur mencakup kunjungan ke toko buku Gramedia Maumere, DPRD Kabupaten Sikka, Kantor Bupati Sikka, serta Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda. Di setiap lokasi, siswa menerima penjelasan mengenai dunia perbukuan, peran lembaga legislatif, serta layanan perpustakaan sebagai pusat literasi.

Kepala Disarpus Sikka, Very Awales, menyebut pendekatan tersebut digunakan untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperluas wawasan siswa terhadap berbagai sumber belajar.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, rasa ingin tahu, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Pelibatan sekolah dan perangkat daerah dalam program ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem literasi di tingkat lokal, dengan fokus pada pembiasaan belajar aktif dan kontekstual bagi siswa sekolah dasar.

Di tengah tantangan literasi nasional, pendekatan berbasis pengalaman langsung dinilai menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.

Rangkaian tur literasi dan sains telah berlangsung dan menjadi bagian dari penguatan program literasi berbasis pengalaman di Kabupaten Sikka.»(rel)

PENKES

Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Wabup Sikka Simon Subandi Supriadi mendorong 142 lulusan UNIMOF menjadi sarjana mandiri dan menciptakan lapangan kerja di tengah keterbatasan pekerjaan formal di Sikka.

Published

on

Sebanyak 142 lulusan Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) didorong tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja. Pesan itu disampaikan Wabup Sikka Simon Subandi Supriadi saat menghadiri Wisuda UNIMOF, Senin (28/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores – Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi mendorong 142 lulusan Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) tidak berhenti pada orientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi mulai membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja.

Pesan itu disampaikan Simon saat menghadiri Wisuda Sarjana UNIMOF di Maumere, Senin (28/9/2026). Ia menyebut keterbatasan pekerjaan formal di Kabupaten Sikka menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi para lulusan perguruan tinggi.

“Saya mendorong para 142 wisudawan untuk menjadi sarjana yang mandiri. Kalian sudah dibekali ilmu pengetahuan selama menempuh pendidikan di UNIMOF. Jangan hanya berorientasi menjadi pegawai, tetapi beranilah membuka lapangan kerja sendiri,” kata Simon.

Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN

Menurut Simon, perguruan tinggi di Sikka setiap tahun menghasilkan lulusan baru, sementara pertumbuhan jumlah lulusan belum sepenuhnya sebanding dengan ketersediaan pekerjaan formal.

“Sikka memiliki beberapa perguruan tinggi yang setiap tahun melahirkan banyak lulusan, sementara ketersediaan pekerjaan formal masih terbatas. Karena itu, saya mengajak para lulusan untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan wirausaha,” ujarnya.

Simon meminta para lulusan memanfaatkan ilmu, keterampilan dan potensi yang diperoleh selama kuliah untuk mengembangkan usaha sesuai kebutuhan dan potensi daerah.

“Gelar sarjana yang hari ini disandang bukan hanya simbol prestasi, tetapi pijakan awal untuk terus berkembang, berkarya, dan berkontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” katanya.

Dandim Pimpin Ziarah HUT TNI di TMP Iligetang, Diikuti Lintas Unsur

Untuk mendukung kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja, Simon mengatakan Pemerintah Kabupaten Sikka akan membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan dan dunia industri, terutama dalam peningkatan keterampilan dan pelatihan kerja bagi generasi muda.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Wisuda UNIMOF tersebut turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Sikka, Kepala Dinas Kesehatan, Rektor UNIMOF beserta jajaran senat, Kepala LLDikti Wilayah XV, dosen, tenaga kependidikan, orang tua atau wali wisudawan, serta para wisudawan dan wisudawati.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN

Gerakan 1 ASN 1 Buku di Kabupaten Sikka mendapat dukungan dari ASN. Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata menyerahkan buku kepada Disarpus Sikka untuk menambah koleksi bacaan yang dapat diakses masyarakat.

Published

on

Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata menyerahkan sumbangan buku kepada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di ruang kerja Kepala Disarpus Sikka, Jalan El Tari, Maumere, Senin (28/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Gerakan 1 ASN 1 Buku di Kabupaten Sikka mendapat dukungan dari aparatur sipil negara (ASN). Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata, Kepala Bidang Informasi Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, menyerahkan buku kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).

Buku tersebut diserahkan kepada Kepala Disarpus Sikka Very Awales, didampingi Sekretaris Disarpus Sikka Yuvensius Rafael, SE., di ruang kerja Kepala Disarpus Sikka, Lantai III, Jalan El Tari, Maumere.

Fransiskus mengatakan, buku yang dimiliki ASN dapat menjadi bagian dari koleksi perpustakaan dan dimanfaatkan lebih banyak orang.

“Bagi saya, buku adalah salah satu cara untuk berbagi pengetahuan. Ketika buku yang kita miliki diberikan kepada perpustakaan, manfaatnya tidak berhenti pada satu orang, tetapi bisa dibaca dan dimanfaatkan oleh banyak orang,” katanya.

Pemkab Sikka Perketat Penyaluran Banpres Pascagempa

Menurut Fransiskus, budaya membaca perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menyumbangkan buku kepada perpustakaan.

“Gerakan 1 ASN 1 Buku ini sangat sederhana, tetapi memiliki makna yang besar. Kalau setiap ASN menyumbangkan satu buku, maka akan terkumpul banyak bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap buku-buku yang disumbangkan dapat mendukung peningkatan minat baca sekaligus memperluas akses masyarakat Kabupaten Sikka terhadap sumber pengetahuan.

Kepala Disarpus Sikka Very Awales menyampaikan apresiasi atas sumbangan tersebut. Menurut Very, penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan pemerintah, ASN, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha dan masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata yang telah ikut mengambil bagian dalam Gerakan 1 ASN 1 Buku. Buku-buku ini akan menjadi tambahan koleksi yang sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan bahan bacaan,” kata Very.

Very mengatakan, Disarpus Sikka terus mendorong inovasi untuk mendekatkan buku dan layanan perpustakaan kepada masyarakat. Perpustakaan, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga sebagai ruang belajar, bertukar pengetahuan dan mengembangkan kreativitas.

“Perpustakaan harus semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak. Gerakan 1 ASN 1 Buku adalah salah satu bentuk kolaborasi sederhana yang dampaknya dapat dirasakan bersama,” jelasnya.

Buku-buku yang diterima akan menjadi bagian dari koleksi perpustakaan dan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, masyarakat umum maupun ASN. Keberagaman bahan bacaan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan informasi dan memperluas wawasan masyarakat.

Arus Sungai dan Beban Mesin Jadi Tantangan Pembangunan Jembatan Gantung di Watuomok

Very juga mengajak ASN di Kabupaten Sikka berpartisipasi dalam Gerakan 1 ASN 1 Buku.

“Jangan melihat satu buku sebagai sesuatu yang kecil. Satu buku bisa dibaca oleh puluhan bahkan ratusan orang. Satu buku dapat membuka wawasan, melahirkan gagasan dan mengubah cara seseorang melihat dunia,” katanya.

Very menegaskan bahwa pengembangan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, ASN, masyarakat, dunia pendidikan dan komunitas.

“Literasi adalah kerja bersama. Pemerintah menyediakan ruang dan fasilitas, tetapi masyarakat, ASN, dunia pendidikan, komunitas dan berbagai pihak lainnya juga memiliki peran penting untuk menghidupkan budaya membaca. Mari kita mulai dari hal sederhana: satu ASN, satu buku, satu gerakan, sejuta manfaat,” pungkas Very.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka

Fransiskus Da Lopez menyerahkan koleksi buku pribadinya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka. Hibah tersebut diharapkan memperkaya koleksi dan memperluas akses bacaan bagi masyarakat.

Published

on

Fransiskus Da Lopez menyerahkan koleksi buku pribadinya kepada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di kediamannya, Jalan El Tari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Timur, Jumat (25/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores – Fransiskus Da Lopez menghibahkan sejumlah koleksi buku pribadinya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka.

Penyerahan buku berlangsung di kediaman Frando Da Lopez di Jalan El Tari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Jumat (25/9/2026). Buku diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, didampingi Plt. Kepala Bidang Pengelolaan, Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Lina Bajo.

Frando Da Lopez yang pernah menjabat Camat Alok Timur dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka mengatakan, koleksi tersebut sebelumnya tersimpan sebagai koleksi pribadi.

“Buku-buku ini sebelumnya menjadi koleksi pribadi. Saya berpikir bahwa akan lebih bermanfaat apabila buku-buku ini dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh lebih banyak orang, terutama anak-anak muda, pelajar, mahasiswa dan masyarakat Sikka,” ujar Frando.

Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka

Menurut Frando, rencana menyerahkan koleksi buku kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Namun, kesibukan dan berbagai situasi membuat penyerahan baru terlaksana pada Jumat (25/9/2026).

Ia mengatakan, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang untuk memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat.

“Saya berharap bantuan buku ini dapat memberi semangat kepada para petugas perpustakaan untuk semakin giat melakukan kegiatan literasi dan sains di Kabupaten Sikka. Buku akan menjadi lebih berarti ketika dibaca, dipelajari dan memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyampaikan apresiasi atas hibah tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Frando da Lopez. Hibah buku ini adalah bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap perpustakaan dan gerakan literasi di Kabupaten Sikka. Buku-buku ini tidak lagi hanya menjadi koleksi pribadi, tetapi kini dapat menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi bagi masyarakat luas,” ujar Very.

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka

Very mengatakan, hibah buku dapat memperkaya koleksi perpustakaan sekaligus menambah pilihan bahan bacaan bagi masyarakat. Menurutnya, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat.

“Literasi adalah gerakan bersama. Pemerintah menyiapkan ruang dan layanan, tetapi masyarakat juga dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Salah satunya melalui hibah buku seperti yang dilakukan Bapak Frando hari ini,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat Sikka yang memiliki koleksi buku dan tidak lagi digunakan secara pribadi untuk mempertimbangkan menyerahkannya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda.

“Buku yang tersimpan di rumah hanya dibaca oleh sedikit orang. Tetapi ketika buku itu masuk ke perpustakaan, manfaatnya bisa jauh lebih luas. Satu buku dapat dibaca oleh puluhan bahkan ratusan orang dan menjadi bagian dari perjalanan pengetahuan seseorang,” ungkapnya.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending