HUMANIORA
Warga Talibura Diserang Buaya Saat Mandi di Pantai Nangamerah, Alami Luka Serius
Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama.
MAUMERE, GardaFlores — Seorang warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mengalami luka serius setelah diserang buaya saat mandi di pesisir Pantai Nangamerah, Dusun Nebe A, Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 18.30 WITA.
Korban berinisial NN (61), seorang petani, diserang saat berada di laut dan sempat digigit sebelum berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke rumah.
Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga, mengatakan korban sebelumnya berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 18.00 WITA untuk mandi di laut. Sekitar satu jam kemudian, korban kembali dalam kondisi terluka.
“Korban pulang sekitar pukul 19.00 WITA dengan kondisi mengalami luka akibat gigitan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan keterangan saksi sekaligus istri korban, Bernadeta Bona (47), serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang mandi. Meski mengalami luka, korban masih mampu berjalan pulang untuk meminta pertolongan.
Peringati Hari Bumi, Disarpus Sikka Tanam Pohon di Pantai Nuba Nanga Bola Wolon
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan penanganan medis awal. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka gigitan yang memerlukan penanganan lanjutan, sehingga korban dirujuk ke fasilitas kesehatan dengan layanan lebih lengkap.
Laporan kejadian diterima Kepolisian Sub Sektor Nebe. Petugas selanjutnya mendatangi lokasi, melakukan pendataan korban, serta memeriksa saksi, antara lain Bernadeta Bona (47), Petrus Amerson (21), dan Rodesta Nurak (19).
Polisi menyebut kejadian ini merupakan insiden kedua serangan buaya di lokasi yang sama. Korban juga diketahui baru pertama kali beraktivitas mandi di area tersebut.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pesisir, khususnya di kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya.
Aparat kepolisian bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah mitigasi guna mencegah insiden serupa.»(rel)
HUMANIORA
Polwan Tetap Bertugas di Tengah Gempa Susulan dan Kekhawatiran Keluarga
Polwan tetap bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan dan tekanan bagi warga.
MAUMERE, GardaFlores — Polisi Wanita (Polwan) tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan dan kekhawatiran warga.
IPTU Ny. Fitri Bambang mengatakan, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat dibutuhkan untuk membantu memberikan rasa aman, terutama bagi warga yang masih mengalami ketakutan akibat gempa susulan.
Hal tersebut disampaikan Fitri di Maumere, Rabu (9/9/2026).
“Saat masyarakat masih dihantui rasa ketakutan akibat gempa susulan, kita perlu hadir di tengah mereka untuk memberikan ketenangan dari rasa takut mereka,” ujar Fitri.
Kebakaran Lahan Dekati Bandara Frans Seda, TNI-Polri Dikerahkan
Menurut Fitri, tugas tersebut menuntut personel kepolisian untuk tetap memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat meskipun situasi pascagempa juga dapat menimbulkan tekanan bagi petugas.
Kondisi tersebut juga dihadapi Polwan yang menjalankan tugas di wilayah terdampak bencana. Selain tanggung jawab sebagai anggota Polri, mereka tetap memiliki tanggung jawab terhadap keluarga yang berada di wilayah yang sama.
Situasi itu membuat tugas pelayanan di lapangan berjalan bersamaan dengan kekhawatiran terhadap kondisi keluarga masing-masing. Dukungan antaranggota kepolisian menjadi salah satu bagian yang diperlukan agar personel dapat menjalankan tugas dalam situasi penuh tekanan.
Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi
Kehadiran Polwan di tengah masyarakat dilakukan dalam berbagai tugas pelayanan, termasuk membantu menciptakan rasa aman bagi warga yang masih menghadapi dampak psikologis setelah gempa.
Fitri menekankan pentingnya kehadiran polisi ketika masyarakat membutuhkan ketenangan. Dalam situasi pascabencana, keberadaan personel di lapangan menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada warga.
Gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 telah berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka. Penanganan pascabencana masih berlangsung, termasuk pelayanan kepada warga terdampak dan pemulihan berbagai fasilitas.
Bagi personel yang bertugas, kondisi tersebut menempatkan tugas pelayanan masyarakat dan kehidupan keluarga dalam situasi yang sama-sama membutuhkan perhatian.»(rel)
HUMANIORA
Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi
Kerusakan bak penampungan air akibat gempa membuat warga Palue mengandalkan fasilitas penyulingan Poa Nua Kaju. Bambu yang rusak diganti secara swadaya agar air tetap dapat digunakan.
MAUMERE, GardaFlores — Kerusakan bak penampungan air akibat gempa bumi membuat kebutuhan air bersih warga Palue, Kabupaten Sikka, semakin bergantung pada sumber air yang masih dapat digunakan. Salah satunya fasilitas penyulingan air dari uap bumi Poa Nua Kaju di Dusun Edo, Desa Kesokoja, Kecamatan Palue.
Fasilitas tersebut selama ini dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum, memasak hingga mencuci pakaian. Gempa juga menyebabkan sejumlah bagian bambu pada fasilitas penyulingan mengalami kerusakan.
Warga kemudian mengganti bambu yang rusak dengan bambu baru secara swadaya agar fasilitas penyulingan tetap dapat digunakan.
Fista Sambuari Kago Kunjungi Anak Disabilitas di Alma Maumere
Kondisi tersebut diketahui saat Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue bersama Team Aman Nusa II Polres Sikka melakukan patroli di lokasi, Senin (7/9/2026), sekitar pukul 15.30 WITA. Patroli dipimpin Kasubagadalpers Polres Sikka Ipda Rusyudi Mangge.
Selain memantau situasi keamanan pascagempa, petugas mengecek kondisi fasilitas penyulingan air yang menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan air masyarakat setempat.

Dalam patroli tersebut, petugas menemukan bak-bak penampungan air milik warga mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat warga tidak dapat menyimpan cadangan air dalam jumlah seperti sebelum gempa.
Di tengah kondisi tersebut, fasilitas Poa Nua Kaju tetap dimanfaatkan masyarakat. Kerusakan pada bagian bambu segera diperbaiki warga dengan menggantinya menggunakan material baru.
Team Aman Nusa II Polres Sikka bersama Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue juga melakukan pemantauan keamanan di sekitar lokasi penyulingan. Pengamanan ditujukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk pencurian aset, sabotase, dan pungutan liar.
Petugas mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila menemukan aktivitas mencurigakan.
Hasil patroli menunjukkan kondisi di lokasi penyulingan air Poa Nua Kaju dalam keadaan aman dan kondusif.»(rel)
HUMANIORA
Fista Sambuari Kago Kunjungi Anak Disabilitas di Alma Maumere
Fista Sambuari Kago mengunjungi Panti Asuhan St. Aloysius Susteran Alma Maumere, menyerahkan sembako, dan berinteraksi langsung dengan anak-anak penyandang disabilitas.
MAUMERE, GardaFlores — Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, mengunjungi Panti Asuhan St. Aloysius Susteran Alma Maumere, Senin (7/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Fista menyerahkan paket sembako dan sejumlah kebutuhan pokok kepada anak-anak penyandang disabilitas.
Fista yang merupakan istri Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago juga berinteraksi langsung dengan anak-anak di panti. Ia menyapa, berbincang, bermain, dan memeluk sejumlah anak selama kunjungan berlangsung.
Menurut Fista, perhatian kepada penyandang disabilitas tidak cukup hanya melalui bantuan materi. Mereka juga membutuhkan perhatian dan dukungan sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat.
“Mereka bukan objek belas kasihan. Mereka adalah bagian dari keluarga besar kita, bagian dari masyarakat Kabupaten Sikka yang harus kita cintai, kita perhatikan dan kita dukung,” ungkap Fista.
Vox Populi Sikka Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores
Ia mengatakan kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki seseorang tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi hak mendapatkan kasih sayang, kesempatan, dan kehidupan yang layak.
Fista juga mendorong agar penyandang disabilitas mendapatkan ruang untuk tumbuh, berkembang, berkarya, dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia mengaku bersyukur dapat bertemu dan berinteraksi langsung dengan anak-anak di Panti Asuhan St. Aloysius Susteran Alma.
“Saya bersyukur bisa hadir di sini, bertemu, bermain, memeluk dan berbagi bersama anak-anak. Bagi saya, mereka adalah anak-anak kita semua,” ujarnya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial Fista bersama TP PKK Kabupaten Sikka untuk memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan, termasuk penyandang disabilitas.
Selain menyerahkan bantuan, Fista meluangkan waktu berinteraksi langsung dengan penghuni panti.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA12 months agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
