HUMANIORA
Polwan Tetap Bertugas di Tengah Gempa Susulan dan Kekhawatiran Keluarga
Polwan tetap bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan dan tekanan bagi warga.
MAUMERE, GardaFlores — Polisi Wanita (Polwan) tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi pascagempa Flores yang masih diwarnai guncangan susulan dan kekhawatiran warga.
IPTU Ny. Fitri Bambang mengatakan, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat dibutuhkan untuk membantu memberikan rasa aman, terutama bagi warga yang masih mengalami ketakutan akibat gempa susulan.
Hal tersebut disampaikan Fitri di Maumere, Rabu (9/9/2026).
“Saat masyarakat masih dihantui rasa ketakutan akibat gempa susulan, kita perlu hadir di tengah mereka untuk memberikan ketenangan dari rasa takut mereka,” ujar Fitri.
Kebakaran Lahan Dekati Bandara Frans Seda, TNI-Polri Dikerahkan
Menurut Fitri, tugas tersebut menuntut personel kepolisian untuk tetap memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat meskipun situasi pascagempa juga dapat menimbulkan tekanan bagi petugas.
Kondisi tersebut juga dihadapi Polwan yang menjalankan tugas di wilayah terdampak bencana. Selain tanggung jawab sebagai anggota Polri, mereka tetap memiliki tanggung jawab terhadap keluarga yang berada di wilayah yang sama.
Situasi itu membuat tugas pelayanan di lapangan berjalan bersamaan dengan kekhawatiran terhadap kondisi keluarga masing-masing. Dukungan antaranggota kepolisian menjadi salah satu bagian yang diperlukan agar personel dapat menjalankan tugas dalam situasi penuh tekanan.
Warga Palue Ganti Bambu Rusak agar Penyulingan Air Poa Nua Kaju Tetap Berfungsi
Kehadiran Polwan di tengah masyarakat dilakukan dalam berbagai tugas pelayanan, termasuk membantu menciptakan rasa aman bagi warga yang masih menghadapi dampak psikologis setelah gempa.
Fitri menekankan pentingnya kehadiran polisi ketika masyarakat membutuhkan ketenangan. Dalam situasi pascabencana, keberadaan personel di lapangan menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada warga.
Gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 telah berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka. Penanganan pascabencana masih berlangsung, termasuk pelayanan kepada warga terdampak dan pemulihan berbagai fasilitas.
Bagi personel yang bertugas, kondisi tersebut menempatkan tugas pelayanan masyarakat dan kehidupan keluarga dalam situasi yang sama-sama membutuhkan perhatian.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 1603/Sikka Tanam Bakau di Pesisir Reroroja - Garda Flores %
Pingback: Maya Klarifikasi Tuduhan Lurah Wolomarang Usir Pengungsi - Garda Flores %