Connect with us

SOSBUD

35 KK di Napugera Hampir Sebulan Kesulitan Air, Warga Soroti Kerusakan Fasilitas Desa

Kerusakan pipa dan bak penampungan air desa membuat 35 kepala keluarga di Dusun Puutua, Desa Napugera, Kecamatan Mego, Sikka, disebut hampir sebulan kesulitan mendapatkan air minum. Warga juga menyampaikan dugaan terkait kerusakan aset dan penggunaan anggaran desa yang meminta pemeriksaan pemerintah.

Published

on

Fasilitas air minum desa di Dusun Puutua, Desa Napugera, Kecamatan Mego, Sikka, dilaporkan rusak sehingga 35 kepala keluarga disebut kesulitan mendapatkan air selama hampir satu bulan.

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 35 kepala keluarga atau sekitar 95 jiwa di Dusun Puutua, Desa Napugera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, disebut mengalami kesulitan mendapatkan air minum selama hampir satu bulan setelah fasilitas air minum desa mengalami kerusakan.

Fasilitas yang dilaporkan rusak berupa pipa sepanjang sekitar 50 meter dan bak penampungan air minum di RT 04/RW 04 Dusun Puutua. Kerusakan tersebut menyebabkan aliran air yang selama ini digunakan warga tidak lagi mengalir ke permukiman.

Ikanasius Koti menyampaikan kondisi tersebut kepada wartawan di Maumere, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Koti, warga terpaksa mencari sumber air lain yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sudah sekitar satu bulan warga kesulitan mendapatkan air minum. Untuk mengambil air, warga harus menempuh jarak kurang lebih dua kilometer,” kata Koti.

Warga Rokirole Digigit Anjing Tetangga, Dapat Vaksin Anti Rabies

Koti mengatakan warga telah menyampaikan laporan mengenai kerusakan fasilitas tersebut secara berjenjang, mulai dari tingkat RT, kepala dusun, sekretaris desa, BPD hingga kepala desa. Namun, menurut dia, hingga kini belum ada penyelesaian yang memulihkan kembali layanan air bagi warga.

“Kami sudah melaporkan persoalan ini, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujar Koti.

Dalam keterangannya, Koti juga menyebut adanya dugaan bahwa kerusakan fasilitas air desa tersebut dilakukan oleh salah seorang perangkat Desa Napugera, Alfonsus Panggo.

Dugaan itu, kata dia, menjadi bagian dari persoalan yang menurut warga perlu diperiksa oleh pemerintah. Namun, Koti tidak menyertakan hasil pemeriksaan atau bukti resmi yang telah menetapkan pihak tertentu sebagai pelaku perusakan.

Selain persoalan fasilitas air, Koti menyoroti sejumlah penggunaan anggaran Desa Napugera yang menurut keterangannya berkaitan dengan Panggo.

Ia menyebut pengadaan ternak kambing pada 2022 dianggarkan sekitar Rp75 juta. Menurut Koti, nilai yang diketahui warga terealisasi sekitar Rp40 juta.

Koti juga menyebut kegiatan hortikultura tahun 2022 dengan anggaran sekitar Rp45 juta, yang menurut keterangannya terealisasi sekitar Rp25 juta.

Sementara untuk kegiatan penanganan stunting pada 2025, Koti menyebut terdapat anggaran sekitar Rp35 juta dengan realisasi yang menurut dia diketahui sekitar Rp25 juta.

Air Ijukutu Mati Tiga Pekan, Warga Paga Pertanyakan Pengelolaan Proyek Miliaran

Perbedaan angka tersebut kemudian disebut Koti sebagai dugaan adanya dana yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Namun, angka-angka tersebut masih berdasarkan keterangan yang disampaikannya dan belum disertai hasil audit atau pemeriksaan resmi yang dapat memastikan adanya penyimpangan.

Koti mengatakan warga telah menyampaikan berbagai persoalan tersebut kepada pemerintah desa dan BPD. Mereka berharap pemerintah Kecamatan Mego dan Pemerintah Kabupaten Sikka turun melakukan pemeriksaan, baik terhadap kondisi fasilitas air maupun penggunaan anggaran desa yang dipersoalkan.

Bagi warga, pemulihan fasilitas air menjadi kebutuhan yang paling mendesak karena kerusakan tersebut membuat puluhan keluarga harus mencari sumber air lain di luar permukiman.

Di sisi lain, dugaan mengenai kerusakan aset desa dan penggunaan anggaran juga dinilai perlu diklarifikasi melalui pemeriksaan yang sesuai dengan ketentuan sehingga dapat diketahui apakah terdapat pelanggaran atau tidak.

Hingga berita ini diterbitkan, GardaFlores belum memperoleh konfirmasi dari Alfonsus Panggo maupun Pemerintah Desa Napugera mengenai dugaan perusakan fasilitas air dan dugaan penyimpangan anggaran yang disampaikan Ikanasius Koti. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SOSBUD

Kebakaran Lahan di Waigete Hanguskan Sekitar Satu Hektare

Kebakaran lahan kosong di kawasan Perumahan Sikka Regency, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, menghanguskan sekitar satu hektare pada Senin (19/10/2026) malam. Api berhasil dipadamkan polisi bersama warga sekitar pukul 21.30 Wita.

Published

on

Kebakaran lahan kosong di Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Senin (19/10/2026) malam.

MAUMERE, GardaFlores — Kebakaran menghanguskan sekitar satu hektare lahan kosong milik Perumahan Sikka Regency di Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Senin (19/10/2026) malam. Angin kencang membuat api yang membakar rumput ilalang dan dedaunan kering cepat menyebar.

Api mulai diketahui sekitar pukul 19.30 Wita setelah warga melaporkan kejadian tersebut melalui telepon kepada personel piket Polsek Waigete.

Personel polisi kemudian mendatangi lokasi dan mendapati api telah menjalar di area yang dipenuhi vegetasi kering. Pemadaman dimulai sekitar pukul 19.45 Wita dengan melibatkan warga setempat.

Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online

Polisi dan warga memadamkan api secara manual menggunakan ranting kayu. Angin kencang menyulitkan upaya tersebut karena kobaran api cepat merambat ke area sekitarnya.

Setelah sekitar dua jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 Wita. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.

Hingga pemadaman selesai, penyebab kebakaran belum diketahui. Laporan yang tersedia juga belum memuat keterangan mengenai kerugian material maupun korban akibat kejadian tersebut.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue menyalurkan bantuan kepada keluarga Philipus Pitu yang menjadi korban kebakaran di Posko Pengungsian Wuwuwa. Bantuan mencakup perlengkapan ibu dan bayi.

Published

on

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue mengantar dan menyerahkan bantuan kepada keluarga Philipus Pitu di Posko Pengungsian Wuwuwa, Desa Nitunglea, Kamis (8/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue membantu keluarga Philipus Pitu yang menjadi korban kebakaran di Posko Pengungsian Wuwuwa, Dusun Awamale, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (8/10/2026).

Bantuan diserahkan langsung di lokasi pengungsian. Selain kebutuhan sehari-hari, petugas juga membawa sejumlah perlengkapan bayi karena istri Philipus Pitu sedang hamil dan diperkirakan segera melahirkan.

Perlengkapan yang diberikan antara lain kasur atau spon, tempat tidur bayi, pakaian bayi, dot, ember bak mandi, perlak, loyor, kaos kaki dan sarung tangan bayi. Bantuan juga mencakup bedak, sampo, sabun dan minyak telon untuk kebutuhan perawatan bayi.

Bhabinkamtibmas juga melihat langsung kondisi warga di lokasi dan mencatat kebutuhan yang masih diperlukan. Warga diingatkan tetap waspada terhadap gempa susulan dan kemungkinan kebakaran serta segera melaporkan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan.

Perempuan di Rumah Pengungsi Rokotenda Diduga Diserang Orang Tak Dikenal

“Kondisi seperti ini membutuhkan kepedulian dan kebersamaan. Warga diharapkan tetap saling membantu dan segera melaporkan apabila ada situasi yang dapat mengganggu keamanan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Akses menuju Posko Pengungsian Wuwuwa masih menghadapi kendala karena sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan akibat gempa.

Kebakaran yang menimpa keluarga Philipus Pitu terjadi di tenda atau posko pengungsian yang mereka tempati. Informasi awal menyebut api diduga berasal dari lampu di dalam posko yang tidak dimatikan sejak pagi. Namun, penyebab kebakaran masih perlu diperiksa lebih lanjut.

Penyaluran bantuan dimulai sekitar pukul 12.00 WITA dan berakhir pukul 16.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Batas Tanah 2.526 Meter Persegi di Palue Disepakati, Tak Ada Keberatan

Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka mengukur bidang tanah seluas sekitar 2.526 meter persegi di Desa Maluriwu, Palue. Para tetangga batas mengakui dan menyepakati batas bidang tanah tanpa keberatan.

Published

on

Petugas Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka melakukan pengukuran dan penetapan batas bidang tanah di Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue.

MAUMERE, GardaFlores — Batas bidang tanah seluas sekitar 2.526 meter persegi di Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, disepakati para pihak dalam pengukuran yang dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka, Senin (5/10/2026).

Bidang tanah yang berada di lingkungan SMAK St. Benediktus itu menjadi objek pengukuran dalam proses pendaftaran hak atas tanah. Muhammad Syafiuddin dari Kementerian Agama Kabupaten Sikka tercatat sebagai pemohon.

Pengukuran berlangsung pukul 10.00 hingga 14.00 WITA. Sebelum pengukuran, pemohon menunjukkan batas bidang tanah yang dikuasainya, sementara para tetangga batas hadir untuk memberikan pengakuan atas batas tersebut.

Setelah pemeriksaan lapangan, petugas memasang tanda batas pada titik-titik sudut bidang tanah dan melakukan pengukuran koordinat serta luas menggunakan peralatan ukur.

HUT Ke-81 TNI di Maumere, Amanat Panglima Tekankan Implementasi Nilai PRIMA

Hasilnya, sisi utara berbatasan dengan jalan dan Kantor Camat Palue. Sisi selatan berbatasan dengan Petrus Pasa. Sisi timur berbatasan dengan Kantor Camat Palue dan Nicolaus Niku, sedangkan sisi barat berbatasan dengan Wendelina Ndad dan SDN Uwa I.

Tidak ada keberatan dari para tetangga batas terhadap hasil penetapan tersebut. Batas yang ditunjukkan pemohon disetujui dan diakui para pihak yang hadir.

Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam Berita Acara Penetapan Batas Tanah dan ditandatangani para pihak sebagai bagian dari proses pendaftaran hak atas tanah.

Empat Penyelam Hilang di Perairan Pangabatang, Seluruhnya Ditemukan Selamat

Kepala SMAK St. Benediktus Antonius Cawa, S.Pd., Gr., Kasi Pemerintahan Desa Maluriwu Agustinus Ngasu, staf Kecamatan Palue Benyamin Cawa dan Maria Desi Ratna Sina, serta pihak yang berbatasan dengan bidang tanah turut hadir dalam proses tersebut.

Setelah pengukuran dan penetapan batas selesai, Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka melanjutkan tahapan administrasi pendaftaran hak atas tanah sesuai ketentuan yang berlaku.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending