HUMANIORA
Gempa Flores Telan 33 Nyawa, 1.264 Warga Mengungsi, Pemerintah Dituntut Bergerak Cepat
Gempa yang mengguncang Flores hingga Sabtu (15/8/2026) menewaskan 33 orang dan melukai 23 warga. Di Sikka, sebanyak 1.264 jiwa mengungsi, sementara proses pencarian dan pendataan masih berlangsung.
MAUMERE, GardaFlores — Gempa bumi yang mengguncang Flores telah menewaskan sedikitnya 33 orang dan melukai 23 warga hingga Sabtu (15/8/2026). Di Kabupaten Sikka, sebanyak 1.264 jiwa dari 312 kepala keluarga memilih mengungsi setelah kehilangan rasa aman di rumah masing-masing. Di tengah situasi tersebut, pemerintah dituntut bergerak cepat karena proses pencarian, evakuasi dan pendataan korban masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Data sementara yang diterima pemerintah mencatat korban meninggal tersebar di lima kabupaten. Manggarai dan Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, masing-masing 14 orang, disusul Sikka tiga orang, Ende satu orang dan Manggarai Barat satu orang.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena turun langsung ke Kabupaten Sikka untuk memantau penanganan dampak gempa sekaligus perkembangan pendataan korban di wilayah terdampak. Ia mengatakan angka 33 korban meninggal tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan dan evakuasi belum selesai.
“Data sementara yang kami terima ada 33 korban meninggal dunia,” kata Melki.
Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, Bupati Sikka Minta Warga Tak Panik tetapi Jangan Lengah
Di Manggarai, situasi masih menjadi perhatian karena empat warga dilaporkan terjebak di dalam bangunan. Tim SAR bersama unsur terkait terus melakukan upaya penyelamatan, sementara keluarga korban masih menunggu kepastian dari proses evakuasi.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana tim SAR bisa membantu menangani korban yang masih terjebak di bangunan,” ujar Melki.
Di Sikka, jumlah warga yang mengungsi hingga pukul 00.24 WITA tercatat mencapai 1.264 jiwa. Mereka tersebar dalam 312 kepala keluarga dan sebagian besar bertahan di Gelora Samador. Pemerintah juga telah menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa tidak berhenti pada kerusakan bangunan dan korban jiwa. Ratusan keluarga kini membutuhkan makanan, air bersih, layanan kesehatan dan tempat yang aman untuk bertahan selama situasi belum memungkinkan mereka kembali ke rumah.
Pemerintah daerah bersama TNI-Polri, SAR dan unsur terkait masih melakukan evakuasi serta pendataan di wilayah terdampak. Pemerintah Provinsi NTT juga memproses langkah untuk menetapkan gempa Flores sebagai bencana tingkat provinsi, sedangkan keputusan mengenai status bencana nasional berada pada pemerintah pusat.
Melki mengatakan pemerintah akan menyampaikan kondisi lapangan berdasarkan data yang tersedia, sementara keputusan mengenai status bencana nasional diserahkan kepada pemerintah pusat.
760 Kotak Makanan Disalurkan ke Pengungsi Gempa Sikka, MCK dan Dapur Umum Masih Terbatas
“Data ini akan kami gambarkan apa adanya. Untuk status bencana nasional, biarkan pemerintah pusat yang memutuskan,” katanya.
Dalam kondisi seperti ini, ketepatan dan keterbukaan data menjadi bagian penting dari penanganan bencana. Jumlah korban, warga yang masih terjebak atau hilang, jumlah pengungsi, tingkat kerusakan serta kebutuhan di setiap wilayah harus terus diperbarui agar penanganan tidak tertinggal dari kondisi lapangan.
Bagi warga terdampak, angka-angka tersebut bukan sekadar data dalam laporan. Di balik 33 korban meninggal terdapat keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, sementara 1.264 warga yang mengungsi di Sikka masih menunggu kepastian kapan mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Karena itu, pemerintah tidak cukup hanya memastikan rapat koordinasi dan pendataan berjalan. Evakuasi harus dipercepat, kebutuhan pengungsi dipenuhi, bantuan diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan dan perkembangan situasi disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Flores masih berada dalam situasi duka dan proses penanganan belum selesai. Selama masih ada korban yang harus dievakuasi dan warga yang membutuhkan perlindungan, kecepatan respons menjadi ukuran paling nyata dari kehadiran pemerintah di tengah bencana.»(rel)
HUMANIORA
Dandim Pimpin Ziarah HUT TNI di TMP Iligetang, Diikuti Lintas Unsur
Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana memimpin ziarah di TMP Iligetang dalam rangka HUT ke-81 TNI. Kegiatan diikuti personel Kodim, Lanal Maumere, Persit, Jalasenastri, Basarnas dan Brimob.
MAUMERE, GardaFlores — Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, memimpin ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Iligetang, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin (28/9/2026).
Ziarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Kegiatan diikuti Kasdim 1603/Sikka Mayor Cba. Dominggus Melianus Atamani, para perwira dan prajurit Kodim 1603/Sikka, serta personel Lanal Maumere.
Peserta juga berasal dari sejumlah unsur lain, yakni anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XIV, Jalasenastri, personel Basarnas Maumere dan Brimob Maumere.
Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN
Rangkaian ziarah dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Setelah itu, Dandim bersama peserta meletakkan karangan bunga dan melakukan tabur bunga di makam para pahlawan.
Kegiatan berlangsung di TMP Iligetang hingga seluruh rangkaian ziarah selesai.
Ziarah tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Kabupaten Sikka.»(rel)
HUMANIORA
17,13 Ton Beras Disalurkan ke 571 KK di Palue
Perum Bulog Cabang Maumere menyalurkan 17,13 ton beras bantuan pangan kepada 571 KK di Palue, Sikka. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 17,13 ton beras bantuan pangan pemerintah disalurkan kepada 571 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (24/9/2026). Bantuan periode Juli–September 2026 itu disalurkan melalui Perum Bulog Cabang Maumere dengan pengamanan dan monitoring Polsubsektor Palue–Polsek Nelle.
Penyaluran berlangsung di Desa Reruwaerere dan Desa Rokirole. Di Reruwaerere, sebanyak 280 KK menerima 8.400 kilogram beras. Sementara di Rokirole, 291 KK menerima 8.730 kilogram. Setiap keluarga mendapat 30 kilogram beras.
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
Aparat keamanan bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa melakukan pengawasan selama distribusi. Petugas mencocokkan KTP atau KK dengan daftar penerima sebelum bantuan diserahkan. Setiap penyaluran juga dicatat dalam buku kendali.
Hasil monitoring menunjukkan seluruh bantuan tersalurkan kepada penerima sesuai daftar. Petugas tidak menemukan penyimpangan, ketidaktepatan sasaran, maupun beras yang rusak.
Distribusi berakhir sekitar pukul 17.00 WITA dalam kondisi aman dan kondusif.»(rel)
HUMANIORA
Polsubsektor Palue Kawal Penyaluran 5,7 Ton Beras Bantuan Pangan di Desa Tuanggeo
Penyaluran 5.700 kilogram beras bantuan pangan pemerintah di Desa Tuanggeo, Palue, Sikka, menyasar 190 KPM. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.
MAUMERE, GardaFlores — Penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah melalui Perum BULOG Cabang Maumere di Desa Tuanggeo, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, berlangsung aman dan tertib, Rabu (23/9/2026).
Sebanyak 5.700 kilogram beras disalurkan kepada 190 keluarga penerima manfaat (KPM). Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk periode Juli–September 2026.
Penyaluran mendapat pengamanan dan monitoring dari Polsubsektor Palue–Polsek Nelle bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Sebelum bantuan diserahkan, petugas melakukan verifikasi identitas dan mencocokkan nama penerima dengan daftar yang telah ditetapkan. Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan diterima oleh penerima yang terdata serta menjaga ketertiban selama proses berlangsung.
Hingga seluruh bantuan tersalurkan, tidak ditemukan penyimpangan, ketidaktepatan sasaran, maupun kerusakan beras. Kegiatan penyaluran berakhir sekitar pukul 12.00 WITA dalam situasi aman dan kondusif.»(rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Gempa NTT Makin Mematikan: 38 Orang Tewas, Satu Korban Masih Tertimbun - Garda Flores %