PENKES
Fista Sambuari Kago Ingatkan Bahaya Media Sosial bagi Anak di Sikka
“Penggunaan tanpa pengawasan berpotensi membawa dampak negatif bagi perkembangan anak.”
MAUMERE, GarudaFlores — Fista Sambuari Kago mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan telepon genggam dan media sosial pada anak di tengah meningkatnya penetrasi teknologi digital di lingkungan pendidikan dan keluarga.
Pesan itu disampaikan saat kunjungan literasi dan sains di SDK Lela 1, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Jumat (8/5/2026).
Di hadapan siswa, guru, dan orang tua, Ibu Bupati Sikka, Fista menegaskan bahwa teknologi digital memiliki dua sisi. Seperti handphone dapat mendukung proses belajar dan memperluas akses informasi. Namun di sisi lain, penggunaan tanpa pengawasan berpotensi membawa dampak negatif bagi perkembangan anak.
“Handphone bisa menjadi sarana belajar dan mencari informasi. Tetapi tanpa pendampingan, anak-anak rentan terpapar konten negatif dan kecanduan media sosial,” ujarnya.
Ia menyoroti kecenderungan meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan anak yang mulai memengaruhi budaya membaca serta konsentrasi belajar. Karena itu, menurutnya, penguatan literasi digital perlu menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.
Fista juga menyinggung langkah pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital, termasuk melalui pengaturan akses media sosial bagi pengguna usia dini.
“Kebijakan ini bukan melarang anak menggunakan handphone, tetapi memastikan penggunaannya lebih aman, sehat, dan sesuai usia,” katanya.
TK Panti Rini Juara SDK Bhaktyarsa Cup 2026, Dominasi Turnamen Futsal Usia Dini di Maumere
Menurut dia, anak-anak perlu dibekali kemampuan menyaring informasi, memahami etika bermedia digital, serta memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
Selain itu, ia meminta orang tua dan guru mengambil peran lebih aktif dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital, mulai dari membatasi durasi penggunaan, mengawasi aplikasi yang diakses, hingga mengarahkan anak pada aktivitas positif seperti membaca dan kegiatan kreatif.
“Keseimbangan antara teknologi, budaya membaca, dan proses belajar harus dijaga agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Lela, Kons Saru, mengapresiasi kegiatan literasi dan edukasi digital tersebut karena dinilai relevan dengan tantangan perkembangan teknologi saat ini.
Menurutnya, laju perkembangan teknologi menuntut keterlibatan serius dari orang tua dan tenaga pendidik agar anak-anak tidak salah memanfaatkan teknologi digital.
“Ini penting untuk meningkatkan minat baca sekaligus membangun pemahaman anak tentang penggunaan teknologi secara bijak,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa SDK Lela 1. Selain edukasi literasi digital, para siswa juga mengikuti berbagai aktivitas literasi dan sains yang dirancang untuk mendorong kreativitas serta kemampuan belajar anak.»(rel)
PENKES
Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka
Fransiskus Da Lopez menyerahkan koleksi buku pribadinya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka. Hibah tersebut diharapkan memperkaya koleksi dan memperluas akses bacaan bagi masyarakat.
MAUMERE, GardaFlores – Fransiskus Da Lopez menghibahkan sejumlah koleksi buku pribadinya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka.
Penyerahan buku berlangsung di kediaman Frando Da Lopez di Jalan El Tari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Jumat (25/9/2026). Buku diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, didampingi Plt. Kepala Bidang Pengelolaan, Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Lina Bajo.
Frando Da Lopez yang pernah menjabat Camat Alok Timur dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka mengatakan, koleksi tersebut sebelumnya tersimpan sebagai koleksi pribadi.
“Buku-buku ini sebelumnya menjadi koleksi pribadi. Saya berpikir bahwa akan lebih bermanfaat apabila buku-buku ini dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh lebih banyak orang, terutama anak-anak muda, pelajar, mahasiswa dan masyarakat Sikka,” ujar Frando.
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
Menurut Frando, rencana menyerahkan koleksi buku kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Namun, kesibukan dan berbagai situasi membuat penyerahan baru terlaksana pada Jumat (25/9/2026).
Ia mengatakan, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang untuk memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat.
“Saya berharap bantuan buku ini dapat memberi semangat kepada para petugas perpustakaan untuk semakin giat melakukan kegiatan literasi dan sains di Kabupaten Sikka. Buku akan menjadi lebih berarti ketika dibaca, dipelajari dan memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyampaikan apresiasi atas hibah tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Frando da Lopez. Hibah buku ini adalah bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap perpustakaan dan gerakan literasi di Kabupaten Sikka. Buku-buku ini tidak lagi hanya menjadi koleksi pribadi, tetapi kini dapat menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi bagi masyarakat luas,” ujar Very.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Very mengatakan, hibah buku dapat memperkaya koleksi perpustakaan sekaligus menambah pilihan bahan bacaan bagi masyarakat. Menurutnya, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat.
“Literasi adalah gerakan bersama. Pemerintah menyiapkan ruang dan layanan, tetapi masyarakat juga dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Salah satunya melalui hibah buku seperti yang dilakukan Bapak Frando hari ini,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat Sikka yang memiliki koleksi buku dan tidak lagi digunakan secara pribadi untuk mempertimbangkan menyerahkannya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda.
“Buku yang tersimpan di rumah hanya dibaca oleh sedikit orang. Tetapi ketika buku itu masuk ke perpustakaan, manfaatnya bisa jauh lebih luas. Satu buku dapat dibaca oleh puluhan bahkan ratusan orang dan menjadi bagian dari perjalanan pengetahuan seseorang,” ungkapnya.»(rel)
PENKES
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
Mahasiswa ISI Bali Antonio Frederich Jong menggagas konsep Lumbung Baca berbasis komunitas dan kearifan lokal Sikka. Gagasan itu mendapat respons dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Mahasiswa Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Antonio Frederich Jong, menggagas konsep “Lumbung Baca” berbasis komunitas dan kearifan lokal Sikka.
Gagasan itu disampaikan saat Antonio berkunjung ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka dalam rangka persiapan magang, Kamis (24/9/2026).
Antonio mengusulkan agar pemerintah daerah memfasilitasi dan mendampingi pondok baca serta taman bermain yang dikembangkan di tengah masyarakat.
“Kalau pemerintah daerah atau dinas memfasilitasi dan mendampingi pondok baca dan taman bermain, maka pemerintah sebenarnya memiliki lumbung baca. Pemerintah menjadi stoknya, sementara masyarakat menjadi pengguna sekaligus bagian dari ekosistemnya,” kata Antonio.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Konsep tersebut mengembangkan gagasan lumbung pangan menjadi ruang penyedia bahan bacaan dan pengetahuan bagi masyarakat. Lumbung Baca tidak harus berbentuk gedung perpustakaan besar, tetapi dapat hadir di lingkungan permukiman, pondok baca, taman bermain, sekolah maupun ruang publik.
Antonio juga mengusulkan penggunaan material lokal, bentuk arsitektur tradisional dan unsur budaya Sikka dalam desain ruang literasi.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyambut gagasan tersebut. Menurutnya, layanan literasi perlu didekatkan dengan masyarakat dan tidak hanya bergantung pada perpustakaan yang berada di pusat kota.
“Literasi harus hadir di tengah masyarakat. Kalau masyarakat harus selalu datang ke perpustakaan, maka jangkauannya terbatas. Tetapi kalau kita menghadirkan ruang baca di tengah komunitas, di dekat anak-anak, keluarga dan masyarakat, maka buku dan pengetahuan akan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Very.
Very mengatakan konsep Lumbung Baca dapat dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas dan lembaga sosial masyarakat. Dalam pertemuan itu turut hadir Arkadius Jong dari Yayasan Litania Kerahiman (YLK) Maumere.
Koleksi Buku Alm. Sosimus Mitang Dihibahkan untuk Masyarakat Sikka
Menurut Very, program magang mahasiswa ISI Bali juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan daerah dengan perspektif akademik, khususnya dalam pengembangan desain ruang literasi.
“Ini bukan sekadar soal membuat bangunan atau mendesain sebuah ruangan. Yang kita bangun adalah ruang tumbuh. Di dalamnya ada buku, ada anak-anak, ada keluarga, ada komunitas, ada pengetahuan dan ada nilai budaya,” kata Very.
Ia berharap gagasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu model penguatan literasi berbasis komunitas di Kabupaten Sikka.
“Kalau lumbung pangan menjaga persediaan makanan untuk kehidupan, maka Lumbung Baca kita harapkan menjadi tempat menyimpan dan mendistribusikan pengetahuan untuk kehidupan. Buku adalah logistik bagi pikiran, dan literasi adalah energi bagi masa depan,” ujarnya.»(rel)
PENKES
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Youth FREN menyerahkan buku karya anak muda kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sikka. Buku tersebut memuat pengalaman, gagasan, cerita dan dokumentasi kegiatan komunitas.
MAUMERE, GardaFlores — Youth FREN menyerahkan sebuah buku karya komunitas anak muda tersebut kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka untuk menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda.
Buku diserahkan oleh dua siswi kelas XII SMAN 2 Maumere, Avli dan Indy, yang mewakili Youth FREN. Penyerahan berlangsung di Pojok POCADI, Aula Frans Seda Kabupaten Sikka, Rabu (23/9/2026).
Buku tersebut memuat pengalaman, gagasan, cerita, serta dokumentasi berbagai kegiatan dan aksi anak muda Youth FREN dalam mengambil bagian di tengah masyarakat Sikka dan Maumere.
Setelah diserahkan kepada perpustakaan, karya yang sebelumnya menjadi dokumentasi internal komunitas tersebut kini dapat diakses masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa dan kalangan muda.
Bulog Buka Kesempatan Kerja bagi Keluarga Tiga ASN Jayawijaya yang Gugur
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyambut penyerahan buku tersebut. Menurut Very, karya yang dihasilkan anak muda Sikka memiliki nilai sebagai rekaman perjalanan generasi sekaligus sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.
“Buku ini merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam membangun budaya literasi di Kabupaten Sikka. Setiap karya yang ditulis dan dibukukan akan menjadi sumber pengetahuan, inspirasi, sekaligus warisan bagi generasi berikutnya,” ujar Very.
Ia mengatakan perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat pengetahuan dan mempertemukan berbagai gagasan.
“Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang untuk merawat pengetahuan dan mempertemukan gagasan. Karena itu, kami menyambut baik setiap karya lokal yang lahir dari masyarakat Sikka, terutama dari kalangan generasi muda,” katanya.
Very berharap langkah Youth FREN dapat mendorong lebih banyak anak muda untuk menulis dan mendokumentasikan pengalaman mereka. Menurutnya, berbagai gagasan dan aktivitas positif anak muda di tengah masyarakat belum seluruhnya terdokumentasikan dan diwariskan dalam bentuk pengetahuan tertulis.
Perwakilan Youth FREN, Avli dan Indy, mengatakan buku tersebut disusun untuk mendokumentasikan perjalanan dan kontribusi anak muda dalam berbagai kegiatan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda Sikka memiliki banyak cerita, gagasan, dan karya yang layak dibagikan. Buku ini menjadi cara kami mendokumentasikan pengalaman sekaligus menginspirasi teman-teman muda lainnya agar berani berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah,” ungkap mereka.
Bagi Youth FREN, penyerahan buku kepada perpustakaan menjadi bagian dari perjalanan karya tersebut. Jika sebelumnya buku menjadi dokumentasi internal komunitas, kini isinya dapat dibaca oleh masyarakat secara lebih luas.
Bagi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, masuknya karya anak muda ke dalam koleksi perpustakaan turut menambah khazanah pengetahuan lokal.
Karya tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bacaan, sumber inspirasi dan dokumentasi mengenai gagasan serta aktivitas anak muda Sikka.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: TP PKK Sikka Ubah Lahan Tidur di Rumah Jabatan Bupati Jadi Kebun Pangan dan Kebun Gizi - Garda Flores %