Connect with us

SOSBUD

Sendratari Toja Bobu Bertahan Lebih dari Empat Abad, Warisan Budaya Sikka yang Terus Hidup

Tokoh Prinseja dan Mascador itu menjadi salah satu simbol hubungan sejarah Sikka dan Portugal.

Published

on

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Mauritius Minggo, yang membacakan sambutan Bupati Sikka, mengatakan Festival Natar Sikka menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Tidak banyak kesenian tradisional di Indonesia yang masih dipentaskan secara turun-temurun setelah melewati lebih dari empat abad. Di Kampung Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Sendratari Toja Bobu menjadi salah satunya.

Drama tari yang diyakini telah hidup sejak masa awal perjumpaan masyarakat Sikka dengan bangsa Portugis itu kembali dipentaskan dalam Festival Natar Sikka 2026 di halaman Kantor Desa Sikka, Rabu (22/7/2026). Bagi masyarakat setempat, Toja Bobu bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan warisan budaya yang terus merawat ingatan kolektif tentang sejarah panjang akulturasi yang membentuk identitas Kampung Sikka.

Di tengah semakin berkurangnya kesenian tradisional yang mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, Toja Bobu tetap dipelihara dan diwariskan dari generasi ke generasi. Pertunjukan yang menghadirkan tokoh Prinseja dan Mascador itu menjadi salah satu simbol hubungan sejarah Sikka dan Portugal yang jejaknya masih dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat hingga sekarang.

Tema Festival Natar Sikka tahun ini, “Celebration of Sikka and Portuguese Folk Culture”, mencerminkan warisan budaya tersebut. Kampung Sikka dikenal sebagai salah satu kawasan di Indonesia Timur yang masih memperlihatkan kuatnya jejak perjumpaan budaya Nusantara dan Portugis, baik melalui seni pertunjukan, musik, arsitektur, tradisi lisan, hingga situs-situs bersejarah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Mauritius Minggo, yang membacakan sambutan Bupati Sikka, mengatakan Festival Natar Sikka menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Hari Anak Nasional: Yang Sesungguhnya Sedang Diuji Adalah Orang Dewasa

“Festival ini bukan hanya pertunjukan seni budaya. Ini adalah ruang untuk merawat jati diri, memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada dunia, sekaligus membangun persahabatan antarbangsa,” kata Mauritius.

Menurutnya, jejak hubungan sejarah tersebut masih dapat dikenali melalui berbagai peninggalan budaya di Kampung Sikka, seperti Gereja Tua St. Ignasius Loyola, Regalia Kerajaan Sikka, Lepo Gete, Logu Senhor, Patung Meninu, hingga Sendratari Toja Bobu yang terus dipentaskan secara turun-temurun.

Selain Toja Bobu, festival juga menampilkan Tari Tuku Tena yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir sebagai nelayan dan pelaut, Tari Jata Kapa, peragaan busana budaya, serta berbagai pertunjukan seni dari pelajar SMP Negeri Watu Pajung Sikka, SMPK Bunga Fatima Lela, dan SDK Sikka.

Festival Natar Sikka pertama kali digelar pada 2022 atas inisiatif Karang Taruna Nibong Sikka bersama Pemerintah Desa Sikka. Dalam perkembangannya, festival ini menjadi agenda budaya tahunan yang mempertemukan masyarakat lokal dengan tamu dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Sikka Susun Daftar Data Daerah 2026, Jadi Acuan Perencanaan dan Pelayanan Publik

Pada penyelenggaraan tahun ini, kelompok tari rakyat asal Portugal, Viras do Tio Xico, semula dijadwalkan tampil pada pembukaan festival. Namun, rombongan yang beranggotakan 23 orang itu belum dapat tiba sesuai jadwal setelah penerbangan dari Kupang menuju Larantuka dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi.

Panitia menjadwalkan rombongan tersebut tiba di Kampung Sikka pada Jumat (24/7/2026) melalui Ende untuk menggelar pertunjukan di halaman Gereja St. Ignasius Loyola Sikka.

Festival Natar Sikka 2026 turut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka Valerianus Samador, Camat Lela Konstantinus Saru, Pastor Paroki Sikka RD Feliks Dari, Pater Willem Juley, SVD, Pater Ansel Doredae, SVD, Penjabat Kepala Desa Sikka Anis Mitang, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Di banyak tempat, sejarah hanya tersimpan dalam arsip, museum, atau buku pelajaran. Di Kampung Sikka, sejarah masih hidup di tengah masyarakat melalui musik, ritual, bangunan tua, dan tarian yang terus dipentaskan. Selama Sendratari Toja Bobu tetap diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, kisah perjumpaan Sikka dan Portugal tidak hanya dikenang, tetapi terus dihidupi sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SOSBUD

19 Jemaah Umrah dari Sikka dan Flores Timur Berangkat ke Tanah Suci

Sebanyak 19 jemaah umrah asal Kabupaten Sikka dan Flores Timur berangkat ke Tanah Suci pada Sabtu (24/10/2026). Perjalanan melalui Surabaya dan Jakarta itu menggunakan paket umrah selama 12 hari.

Published

on

Keberangkatan 19 jemaah umrah asal Sikka dan Flores Timur melalui Bandara Frans Seda, Maumere, Sabtu (24/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 19 jemaah umrah asal Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur berangkat menuju Tanah Suci melalui biro perjalanan Samira Ali Wisata, Sabtu (24/10/2026). Dari Bandara Frans Seda, Maumere, para jemaah melanjutkan perjalanan melalui Surabaya dan Jakarta sebelum terbang ke Arab Saudi.

Perjalanan tersebut menggunakan paket umrah selama 12 hari. Perwakilan Samira Ali Wisata, H. Mannahau, hadir untuk memberikan pengarahan sebelum keberangkatan.

Mannahau mengatakan pihaknya berupaya memberikan pelayanan kepada jemaah selama menjalankan ibadah umrah. Ia berharap jumlah jemaah dari Sikka dan Flores Timur yang menggunakan layanan tersebut meningkat pada tahun depan.

Dana Bantuan Presiden Rp20 Miliar di Sikka Baru Terserap 11,96 Persen

“Kami sebagai agen travel Samira Ali Wisata memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati dan sepuasnya kepada jemaah kami. Kami berharap tahun depan jemaah dari Sikka dan Flores Timur lebih banyak lagi,” ujar Mannahau.

Ia menjelaskan, Samira Ali Wisata menyediakan beberapa pilihan pembayaran, mulai dari tunai, tabungan, cicilan, hingga program arisan keluarga.

“Pembayaran bisa secara cash, bisa dengan sistem tabungan, bahkan bisa berangkat dulu baru bayar atau diangsur. Kami juga memiliki program arisan keluarga untuk saling membantu pembiayaan sesama jemaah umrah,” katanya.

Salah satu jemaah asal Kabupaten Sikka, Laatu Pare, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan para jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan selamat.

“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk menjalankan ibadah umrah dan menjadikannya umrah yang mabrur, diterima segala doa. Dan dapat kembali ke Kabupaten Sikka dengan aman dan lancar,” ungkap Laatu.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Bupati Sikka: Gong Waning Harus Terus Dimainkan, Bukan Sekadar Simbol Budaya

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta Gong Waning terus dimainkan dan diwariskan kepada generasi muda. Pesan itu disampaikan saat membuka Seminar dan Diskusi Kebudayaan di Maumere, Jumat (23/10/2026).

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago saat membuka Seminar dan Diskusi Kebudayaan tentang Gong Waning di Maumere, Jumat (23/10/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta musik tradisional Gong Waning terus dimainkan dan diwariskan kepada generasi muda, bukan sekadar ditampilkan sebagai simbol budaya. Ia mendorong pelestarian melalui pendidikan, dokumentasi, kegiatan seni, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis tradisi.

“Gong Waning bukan sekadar bunyi atau musik tradisional, melainkan suara kebudayaan dan ingatan kolektif masyarakat Kabupaten Sikka. Di dalam dentumannya terkandung nilai-nilai sosial, persaudaraan, dan pembentuk karakter yang diwariskan antargenerasi. Kita tidak boleh membiarkan Gong Waning hanya tersimpan sebagai simbol budaya di pameran museum, tetapi harus terus dimainkan, dipelajari, dan dikembangkan,” kata Juventus saat membuka Seminar dan Diskusi Kebudayaan bertajuk “Gong Waning sebagai Identitas Budaya” di Kherubim Convention Hall, Maumere, Jumat (23/10/2026).

Menurut Juventus, keberlangsungan Gong Waning membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh adat, seniman, dan generasi muda. Ia meminta pengetahuan serta keterampilan memainkan musik tradisional tersebut diwariskan secara terstruktur melalui sanggar seni, kegiatan ekstrakurikuler sekolah, dan pertunjukan budaya.

Sertifikasi Benih Jagung Vitalis di Magepanda Dilanjutkan setelah Pemeriksaan Lapangan

Pemerintah Kabupaten Sikka juga mendorong penelitian dan dokumentasi audiovisual agar pengetahuan tentang Gong Waning dapat dipelajari oleh generasi berikutnya. Pengembangan festival dan industri kreatif berbasis budaya turut menjadi salah satu upaya yang didorong, dengan tetap menghormati nilai adat dan hak masyarakat sebagai pemilik tradisi.

Juventus mengatakan Gong Waning telah tercatat sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan dalam dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Sikka. Menurut dia, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan identitas budayanya.

Kabupaten Sikka menjadi satu dari 10 kabupaten/kota di Indonesia yang dipercaya Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan seminar dan diskusi kebudayaan tersebut.

Inspektorat Sikka Catat Setoran Rp3,31 Miliar, Tindak Lanjut Temuan Masih Berjalan

Seminar menghadirkan tiga narasumber. Pater Ansel Doredae membawakan materi tentang revitalisasi musik tradisional sebagai identitas budaya dan sumber pendidikan bagi generasi mendatang. Pengalamannya mencakup pendidikan, penelitian, dan dokumentasi kebudayaan, termasuk ritus adat, tradisi lisan, situs budaya, dan kearifan lokal masyarakat Flores.

Yos Lasar, komponis sekaligus praktisi pendidikan musik yang mengabdi sebagai guru dan pengawas pendidikan musik di Kabupaten Sikka pada 1993–2025, membahas peran musik tradisional dalam pendidikan karakter dan penguatan identitas budaya.

Narasumber ketiga, Kletus Beru, merupakan pegiat budaya dan pariwisata yang terlibat dalam pelestarian musik, tarian tradisional, serta tenun ikat dengan pewarna alam Flores. Ia juga memimpin Sanggar Doka Tawa Tana dan terlibat dalam pengembangan wisata berbasis permukiman.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Mauritius Minggo serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka Ferdinand Evensius Edomeko, bersama peserta seminar dan pegiat seni budaya.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Kebakaran Lahan di Waigete Hanguskan Sekitar Satu Hektare

Kebakaran lahan kosong di kawasan Perumahan Sikka Regency, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, menghanguskan sekitar satu hektare pada Senin (19/10/2026) malam. Api berhasil dipadamkan polisi bersama warga sekitar pukul 21.30 Wita.

Published

on

Kebakaran lahan kosong di Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Senin (19/10/2026) malam.

MAUMERE, GardaFlores — Kebakaran menghanguskan sekitar satu hektare lahan kosong milik Perumahan Sikka Regency di Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Senin (19/10/2026) malam. Angin kencang membuat api yang membakar rumput ilalang dan dedaunan kering cepat menyebar.

Api mulai diketahui sekitar pukul 19.30 Wita setelah warga melaporkan kejadian tersebut melalui telepon kepada personel piket Polsek Waigete.

Personel polisi kemudian mendatangi lokasi dan mendapati api telah menjalar di area yang dipenuhi vegetasi kering. Pemadaman dimulai sekitar pukul 19.45 Wita dengan melibatkan warga setempat.

Kapolres Sikka Ingatkan Siswa SMA John Paul II tentang Judi Online

Polisi dan warga memadamkan api secara manual menggunakan ranting kayu. Angin kencang menyulitkan upaya tersebut karena kobaran api cepat merambat ke area sekitarnya.

Setelah sekitar dua jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 Wita. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.

Hingga pemadaman selesai, penyebab kebakaran belum diketahui. Laporan yang tersedia juga belum memuat keterangan mengenai kerugian material maupun korban akibat kejadian tersebut.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending