PENKES
Ketua Yayasan UNIPA Dorong 435 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
“You not only have to get a job, but you must create a job.”
MAUMERE, GardaFlores — Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Universitas Nusa Nipa, Sabinus Nabu, mendorong para lulusan perguruan tinggi untuk membangun usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja usai menyelesaikan pendidikan tinggi.
Pesan itu disampaikan Sabinus Nabu saat memberikan sambutan pada prosesi wisuda 435 sarjana Universitas Nusa Nipa di Maumere, Sabtu (9/5/2026). Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, civitas akademika, orang tua wisudawan, dan tamu undangan.
“You not only have to get a job, but you must create a job,” kata Sabinus di hadapan para lulusan.
Menurut dia, lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga semangat kewirausahaan untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ia mendorong alumni mengambil bagian dalam pengembangan program koperasi merah putih yang tengah diperkenalkan pemerintah di desa-desa.
Dalam sambutannya, Sabinus menegaskan kehadiran Universitas Nusa Nipa selama ini berkontribusi terhadap peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur. Ia menyebut kampus tersebut sejak awal menerapkan prinsip keberpihakan kepada masyarakat miskin dan kelompok terpinggirkan melalui semangat option for the poor.

“Opsi ini membuat angka partisipasi pendidikan tinggi bukan sekadar angka, tetapi menjadi upaya mengubah nasib keluarga-keluarga sederhana melalui pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan sejumlah alumni Universitas Nusa Nipa kini bekerja sebagai tenaga profesional di luar negeri, antara lain di Jerman, Jepang, dan Dubai. Selain itu, alumni UNIPA disebut telah menempati berbagai posisi di sektor pendidikan maupun dunia kerja profesional.
Mahasiswa IFTK Ledalero Rancang Website Perpustakaan Frans Seda, Literasi Digital Sikka Diperkuat
Menurut Sabinus, capaian tersebut menunjukkan pendidikan tinggi membuka peluang peningkatan kualitas hidup dan mobilitas sosial masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Sabinus memperkenalkan arah pengembangan Universitas Nusa Nipa melalui Rencana Induk Pengembangan Universitas 2025–2045. Kampus tersebut menargetkan menjadi komunitas ilmiah dan komunitas wirausaha yang kompeten serta berdaya saing nasional dan internasional pada 2030.
Ia mengungkapkan capaian akreditasi institusi dan program studi terus meningkat menuju predikat unggul. Salah satu capaian terbaru adalah Program Studi S1 Manajemen yang memperoleh akreditasi Unggul dari LAM-EMBA.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras badan penyelenggara dan pengelola universitas dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan berkualitas,” katanya.
Sabinus turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, LLDIKTI Wilayah XV, lembaga keagamaan, orang tua mahasiswa, dan mitra yang mendukung pengembangan Universitas Nusa Nipa.
Prosesi wisuda berakhir dengan pelepasan 435 lulusan dari berbagai program studi. Universitas Nusa Nipa selanjutnya melanjutkan penguatan mutu akademik dan pengembangan program kewirausahaan sebagai bagian dari target pengembangan institusi menuju 2030.»(rel)
PENKES
Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka
Fransiskus Da Lopez menyerahkan koleksi buku pribadinya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka. Hibah tersebut diharapkan memperkaya koleksi dan memperluas akses bacaan bagi masyarakat.
MAUMERE, GardaFlores – Fransiskus Da Lopez menghibahkan sejumlah koleksi buku pribadinya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda Kabupaten Sikka.
Penyerahan buku berlangsung di kediaman Frando Da Lopez di Jalan El Tari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Jumat (25/9/2026). Buku diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, didampingi Plt. Kepala Bidang Pengelolaan, Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Lina Bajo.
Frando Da Lopez yang pernah menjabat Camat Alok Timur dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka mengatakan, koleksi tersebut sebelumnya tersimpan sebagai koleksi pribadi.
“Buku-buku ini sebelumnya menjadi koleksi pribadi. Saya berpikir bahwa akan lebih bermanfaat apabila buku-buku ini dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh lebih banyak orang, terutama anak-anak muda, pelajar, mahasiswa dan masyarakat Sikka,” ujar Frando.
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
Menurut Frando, rencana menyerahkan koleksi buku kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Namun, kesibukan dan berbagai situasi membuat penyerahan baru terlaksana pada Jumat (25/9/2026).
Ia mengatakan, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang untuk memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat.
“Saya berharap bantuan buku ini dapat memberi semangat kepada para petugas perpustakaan untuk semakin giat melakukan kegiatan literasi dan sains di Kabupaten Sikka. Buku akan menjadi lebih berarti ketika dibaca, dipelajari dan memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyampaikan apresiasi atas hibah tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Frando da Lopez. Hibah buku ini adalah bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap perpustakaan dan gerakan literasi di Kabupaten Sikka. Buku-buku ini tidak lagi hanya menjadi koleksi pribadi, tetapi kini dapat menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi bagi masyarakat luas,” ujar Very.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Very mengatakan, hibah buku dapat memperkaya koleksi perpustakaan sekaligus menambah pilihan bahan bacaan bagi masyarakat. Menurutnya, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat.
“Literasi adalah gerakan bersama. Pemerintah menyiapkan ruang dan layanan, tetapi masyarakat juga dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing. Salah satunya melalui hibah buku seperti yang dilakukan Bapak Frando hari ini,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat Sikka yang memiliki koleksi buku dan tidak lagi digunakan secara pribadi untuk mempertimbangkan menyerahkannya kepada Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda.
“Buku yang tersimpan di rumah hanya dibaca oleh sedikit orang. Tetapi ketika buku itu masuk ke perpustakaan, manfaatnya bisa jauh lebih luas. Satu buku dapat dibaca oleh puluhan bahkan ratusan orang dan menjadi bagian dari perjalanan pengetahuan seseorang,” ungkapnya.»(rel)
PENKES
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
Mahasiswa ISI Bali Antonio Frederich Jong menggagas konsep Lumbung Baca berbasis komunitas dan kearifan lokal Sikka. Gagasan itu mendapat respons dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Mahasiswa Program Studi Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Antonio Frederich Jong, menggagas konsep “Lumbung Baca” berbasis komunitas dan kearifan lokal Sikka.
Gagasan itu disampaikan saat Antonio berkunjung ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka dalam rangka persiapan magang, Kamis (24/9/2026).
Antonio mengusulkan agar pemerintah daerah memfasilitasi dan mendampingi pondok baca serta taman bermain yang dikembangkan di tengah masyarakat.
“Kalau pemerintah daerah atau dinas memfasilitasi dan mendampingi pondok baca dan taman bermain, maka pemerintah sebenarnya memiliki lumbung baca. Pemerintah menjadi stoknya, sementara masyarakat menjadi pengguna sekaligus bagian dari ekosistemnya,” kata Antonio.
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Konsep tersebut mengembangkan gagasan lumbung pangan menjadi ruang penyedia bahan bacaan dan pengetahuan bagi masyarakat. Lumbung Baca tidak harus berbentuk gedung perpustakaan besar, tetapi dapat hadir di lingkungan permukiman, pondok baca, taman bermain, sekolah maupun ruang publik.
Antonio juga mengusulkan penggunaan material lokal, bentuk arsitektur tradisional dan unsur budaya Sikka dalam desain ruang literasi.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyambut gagasan tersebut. Menurutnya, layanan literasi perlu didekatkan dengan masyarakat dan tidak hanya bergantung pada perpustakaan yang berada di pusat kota.
“Literasi harus hadir di tengah masyarakat. Kalau masyarakat harus selalu datang ke perpustakaan, maka jangkauannya terbatas. Tetapi kalau kita menghadirkan ruang baca di tengah komunitas, di dekat anak-anak, keluarga dan masyarakat, maka buku dan pengetahuan akan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Very.
Very mengatakan konsep Lumbung Baca dapat dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas dan lembaga sosial masyarakat. Dalam pertemuan itu turut hadir Arkadius Jong dari Yayasan Litania Kerahiman (YLK) Maumere.
Koleksi Buku Alm. Sosimus Mitang Dihibahkan untuk Masyarakat Sikka
Menurut Very, program magang mahasiswa ISI Bali juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan daerah dengan perspektif akademik, khususnya dalam pengembangan desain ruang literasi.
“Ini bukan sekadar soal membuat bangunan atau mendesain sebuah ruangan. Yang kita bangun adalah ruang tumbuh. Di dalamnya ada buku, ada anak-anak, ada keluarga, ada komunitas, ada pengetahuan dan ada nilai budaya,” kata Very.
Ia berharap gagasan tersebut dapat berkembang menjadi salah satu model penguatan literasi berbasis komunitas di Kabupaten Sikka.
“Kalau lumbung pangan menjaga persediaan makanan untuk kehidupan, maka Lumbung Baca kita harapkan menjadi tempat menyimpan dan mendistribusikan pengetahuan untuk kehidupan. Buku adalah logistik bagi pikiran, dan literasi adalah energi bagi masa depan,” ujarnya.»(rel)
PENKES
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka
Youth FREN menyerahkan buku karya anak muda kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sikka. Buku tersebut memuat pengalaman, gagasan, cerita dan dokumentasi kegiatan komunitas.
MAUMERE, GardaFlores — Youth FREN menyerahkan sebuah buku karya komunitas anak muda tersebut kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka untuk menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda.
Buku diserahkan oleh dua siswi kelas XII SMAN 2 Maumere, Avli dan Indy, yang mewakili Youth FREN. Penyerahan berlangsung di Pojok POCADI, Aula Frans Seda Kabupaten Sikka, Rabu (23/9/2026).
Buku tersebut memuat pengalaman, gagasan, cerita, serta dokumentasi berbagai kegiatan dan aksi anak muda Youth FREN dalam mengambil bagian di tengah masyarakat Sikka dan Maumere.
Setelah diserahkan kepada perpustakaan, karya yang sebelumnya menjadi dokumentasi internal komunitas tersebut kini dapat diakses masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa dan kalangan muda.
Bulog Buka Kesempatan Kerja bagi Keluarga Tiga ASN Jayawijaya yang Gugur
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyambut penyerahan buku tersebut. Menurut Very, karya yang dihasilkan anak muda Sikka memiliki nilai sebagai rekaman perjalanan generasi sekaligus sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.
“Buku ini merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam membangun budaya literasi di Kabupaten Sikka. Setiap karya yang ditulis dan dibukukan akan menjadi sumber pengetahuan, inspirasi, sekaligus warisan bagi generasi berikutnya,” ujar Very.
Ia mengatakan perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat pengetahuan dan mempertemukan berbagai gagasan.
“Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang untuk merawat pengetahuan dan mempertemukan gagasan. Karena itu, kami menyambut baik setiap karya lokal yang lahir dari masyarakat Sikka, terutama dari kalangan generasi muda,” katanya.
Very berharap langkah Youth FREN dapat mendorong lebih banyak anak muda untuk menulis dan mendokumentasikan pengalaman mereka. Menurutnya, berbagai gagasan dan aktivitas positif anak muda di tengah masyarakat belum seluruhnya terdokumentasikan dan diwariskan dalam bentuk pengetahuan tertulis.
Perwakilan Youth FREN, Avli dan Indy, mengatakan buku tersebut disusun untuk mendokumentasikan perjalanan dan kontribusi anak muda dalam berbagai kegiatan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda Sikka memiliki banyak cerita, gagasan, dan karya yang layak dibagikan. Buku ini menjadi cara kami mendokumentasikan pengalaman sekaligus menginspirasi teman-teman muda lainnya agar berani berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah,” ungkap mereka.
Bagi Youth FREN, penyerahan buku kepada perpustakaan menjadi bagian dari perjalanan karya tersebut. Jika sebelumnya buku menjadi dokumentasi internal komunitas, kini isinya dapat dibaca oleh masyarakat secara lebih luas.
Bagi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, masuknya karya anak muda ke dalam koleksi perpustakaan turut menambah khazanah pengetahuan lokal.
Karya tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bacaan, sumber inspirasi dan dokumentasi mengenai gagasan serta aktivitas anak muda Sikka.»(rel)
-
NASIONAL11 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Wagub NTT Bekali 435 Lulusan Unipa Maumere dengan 13 Kunci Hadapi Dunia Kerja - Garda Flores %