Connect with us

PENKES

TK Panti Rini Juara SDK Bhaktyarsa Cup 2026, Dominasi Turnamen Futsal Usia Dini di Maumere

“Tahun ini ada 13 TK yang mendaftar dan cabang yang paling diminati adalah futsal.”

Published

on

Turnamen futsal SDK Bhaktyarsa Cup 2026: Juara I TK Panti Rini, Juara II TK Maria Ferrari, Juara III TK Kindergarden, dan Juara IV TK Flores Carmelin. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — TK Panti Rini berhasil meraih gelar Juara I dalam turnamen futsal usia dini SDK Bhaktyarsa Cup 2026 yang berlangsung pada 4–7 Mei 2026 di SDK Bhaktyarsa.

Keberhasilan tersebut diraih setelah TK Panti Rini tampil konsisten sepanjang turnamen dan menutup laga final dengan kemenangan 2-1 atas TK Maria Ferari.

Kepala TK Panti Rini, Sr Yulia, mengatakan turnamen itu diikuti 12 taman kanak-kanak dari wilayah Kabupaten Sikka dan Kota Maumere. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan karakter dan pengembangan bakat anak sejak usia dini.

“Anak-anak tampil penuh semangat dan disiplin sepanjang pertandingan. Dukungan guru dan orang tua juga sangat luar biasa,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Sejak hari pertama pertandingan, atmosfer kompetisi terlihat meriah dengan antusiasme peserta, guru, dan orang tua yang memadati arena pertandingan. TK Panti Rini mampu menjaga performa hingga keluar sebagai juara.

Pada laga pembuka, TK Panti Rini bermain imbang tanpa gol melawan TK Kindergarden sebelum meraih kemenangan atas TK Binawirawan.

Kebersihan Lingkungan: Halaman Rumahku, Halaman Rumahmu, Wajah Kota Maumere

Memasuki hari kedua, performa tim semakin meningkat setelah menang telak 4-0 atas Taman Seminari Madre Arcucci.

Dominasi itu berlanjut di hari ketiga. TK Panti Rini kembali mencatat kemenangan setelah menundukkan TK Suster Maria Immaculata dengan skor 2-0 dan mengalahkan TK Bergita Sin 4-0.

Pada babak semifinal, TK Panti Rini memastikan tiket final usai menang 2-0 atas TK Flores Carmelin.

Kepala Sekolah TK Pantirini, Sr. Yulia: “Anak-anak tampil penuh semangat dan disiplin sepanjang pertandingan. Dukungan guru dan orang tua juga sangat luar biasa.” FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

Di partai puncak, pertandingan berlangsung ketat saat menghadapi TK Maria Ferari. Namun, melalui kerja sama tim yang solid dan permainan disiplin, TK Panti Rini berhasil menang 2-1 sekaligus memastikan gelar juara SDK Bhaktyarsa Cup 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan itu juga dinilai mampu menanamkan nilai sportivitas, disiplin, persahabatan, dan rasa percaya diri bagi anak-anak sejak dini.

Sementara itu, Kepala SDK Bhaktyarsa, Sr Vero, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mempromosikan sekolah sekaligus mengembangkan minat dan bakat anak usia dini.

Tur Literasi Siswa SDK Maris Stela Perluas Akses Belajar, Wakil Bupati Tekankan Literasi Kritis

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dengan jumlah peserta yang semakin banyak,” katanya.

Ketua panitia, Satanislaus Yuvendi, menjelaskan SDK Bhaktyarsa Cup merupakan agenda tahunan bagi taman kanak-kanak se-Kota Maumere. Selain futsal, kegiatan tersebut juga menghadirkan lomba mewarnai, puisi, tarian Hegong kreasi, fashion show, dan mendongeng.

“Tahun ini ada 13 TK yang mendaftar dan cabang yang paling diminati adalah futsal dengan peserta sebanyak 12 TK,” ujarnya.

Dalam turnamen futsal tersebut, Juara I diraih TK Panti Rini, Juara II TK Maria Ferrari, Juara III TK Kindergarden, dan Juara IV TK Flores Carmelin. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, TK Flores Carmelin keluar sebagai juara pertama.

“Saya berharap melalui kegiatan ini kreativitas anak-anak semakin berkembang dan semakin banyak TK yang ikut berpartisipasi,” kata Yuvendi.»(rel)

PENKES

Fista Sambuari Kago Ingatkan Bahaya Media Sosial bagi Anak di Sikka

“Penggunaan tanpa pengawasan berpotensi membawa dampak negatif bagi perkembangan anak.”

Published

on

Ibu Bupati Sikka, Fista Sambuari Kago: “Keseimbangan antara teknologi, budaya membaca, dan proses belajar harus dijaga agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter." FOTO: IST

MAUMERE, GarudaFlores — Fista Sambuari Kago mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan telepon genggam dan media sosial pada anak di tengah meningkatnya penetrasi teknologi digital di lingkungan pendidikan dan keluarga.

Pesan itu disampaikan saat kunjungan literasi dan sains di SDK Lela 1, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Jumat (8/5/2026).

Di hadapan siswa, guru, dan orang tua, Ibu Bupati Sikka, Fista menegaskan bahwa teknologi digital memiliki dua sisi. Seperti handphone dapat mendukung proses belajar dan memperluas akses informasi. Namun di sisi lain, penggunaan tanpa pengawasan berpotensi membawa dampak negatif bagi perkembangan anak.

“Handphone bisa menjadi sarana belajar dan mencari informasi. Tetapi tanpa pendampingan, anak-anak rentan terpapar konten negatif dan kecanduan media sosial,” ujarnya.

Ia menyoroti kecenderungan meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan anak yang mulai memengaruhi budaya membaca serta konsentrasi belajar. Karena itu, menurutnya, penguatan literasi digital perlu menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.

Fista juga menyinggung langkah pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital, termasuk melalui pengaturan akses media sosial bagi pengguna usia dini.

“Kebijakan ini bukan melarang anak menggunakan handphone, tetapi memastikan penggunaannya lebih aman, sehat, dan sesuai usia,” katanya.

TK Panti Rini Juara SDK Bhaktyarsa Cup 2026, Dominasi Turnamen Futsal Usia Dini di Maumere

Menurut dia, anak-anak perlu dibekali kemampuan menyaring informasi, memahami etika bermedia digital, serta memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

Selain itu, ia meminta orang tua dan guru mengambil peran lebih aktif dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital, mulai dari membatasi durasi penggunaan, mengawasi aplikasi yang diakses, hingga mengarahkan anak pada aktivitas positif seperti membaca dan kegiatan kreatif.

“Keseimbangan antara teknologi, budaya membaca, dan proses belajar harus dijaga agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Lela, Kons Saru, mengapresiasi kegiatan literasi dan edukasi digital tersebut karena dinilai relevan dengan tantangan perkembangan teknologi saat ini.

Menurutnya, laju perkembangan teknologi menuntut keterlibatan serius dari orang tua dan tenaga pendidik agar anak-anak tidak salah memanfaatkan teknologi digital.

“Ini penting untuk meningkatkan minat baca sekaligus membangun pemahaman anak tentang penggunaan teknologi secara bijak,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa SDK Lela 1. Selain edukasi literasi digital, para siswa juga mengikuti berbagai aktivitas literasi dan sains yang dirancang untuk mendorong kreativitas serta kemampuan belajar anak.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Tur Literasi Siswa SDK Maris Stela Perluas Akses Belajar, Wakil Bupati Tekankan Literasi Kritis

Pelibatan sekolah dan perangkat daerah dalam program ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem literasi di tingkat lokal.

Published

on

Wakil Bupati Sikka: "Pendekatan pembelajaran berbasis kunjungan lapangan menjadi salah satu cara memperkuat fondasi literasi sejak pendidikan dasar, terutama dalam mengenalkan fungsi lembaga publik dan akses terhadap sumber pengetahuan." FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Tur literasi dan sains yang diikuti siswa SDK Maris Stela Nangarasong, Kecamatan Magepanda, memperluas akses belajar di luar kelas sekaligus memperkenalkan sumber pengetahuan publik di Kabupaten Sikka. Rangkaian kunjungan tersebut diterima Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi dalam sesi dialog di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2026).

Program yang melibatkan siswa, guru, pengelola perpustakaan sekolah, serta tim Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Sikka itu diarahkan untuk menghubungkan pembelajaran formal dengan pengalaman langsung di lapangan.

Dalam dialog, Simon menekankan literasi sebagai kemampuan memahami informasi dan berpikir kritis, tidak terbatas pada aktivitas membaca.

Hardiknas di Bola Soroti Literasi, Akurasi Data Pendidikan, dan Perlindungan Siswa

“Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga bagaimana memahami informasi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Simon.

Ia menilai pendekatan pembelajaran berbasis kunjungan lapangan menjadi salah satu cara memperkuat fondasi literasi sejak pendidikan dasar, terutama dalam mengenalkan fungsi lembaga publik dan akses terhadap sumber pengetahuan.

Rangkaian tur mencakup kunjungan ke toko buku Gramedia Maumere, DPRD Kabupaten Sikka, Kantor Bupati Sikka, serta Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda. Di setiap lokasi, siswa menerima penjelasan mengenai dunia perbukuan, peran lembaga legislatif, serta layanan perpustakaan sebagai pusat literasi.

Kepala Disarpus Sikka, Very Awales, menyebut pendekatan tersebut digunakan untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperluas wawasan siswa terhadap berbagai sumber belajar.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca, rasa ingin tahu, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Pelibatan sekolah dan perangkat daerah dalam program ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem literasi di tingkat lokal, dengan fokus pada pembiasaan belajar aktif dan kontekstual bagi siswa sekolah dasar.

Di tengah tantangan literasi nasional, pendekatan berbasis pengalaman langsung dinilai menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.

Rangkaian tur literasi dan sains telah berlangsung dan menjadi bagian dari penguatan program literasi berbasis pengalaman di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Fasilitas Air Bersih Senilai Rp351 Juta Mulai Beroperasi di SDN Watuwekak Sikka

“Kami percaya air adalah kehidupan, dan kami senang bisa menjadi bagian dari perubahan di sini.”

Published

on

Perwakilan yayasan, Yos Enos Kusumo (menghadap kiri), Sukarelawan yayasan, Ladawn Turley Stead (kedua kanan), dan Bupati Sikka dalam pengresmian beroperasinya fasilitas air bersih di lingkungan sekolah SDN Watuwekak, Desa Seusina, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Fasilitas air bersih senilai Rp351.655.000 mulai dimanfaatkan di SDN Watuwekak, Desa Seusina, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, mengakhiri keterbatasan akses air yang selama ini menghambat kegiatan belajar dan kebutuhan dasar warga sekitar.

Infrastruktur yang dibangun melalui dukungan Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir itu meliputi satu sumur bor, tandon berkapasitas 5.000 liter, delapan titik kran di ruang kelas dan toilet, serta satu titik kran untuk masyarakat. Fasilitas tambahan berupa wastafel juga disediakan untuk mendukung sanitasi lingkungan sekolah.

Selama ini, keterbatasan air bersih berdampak pada aktivitas belajar mengajar, kebersihan, serta pemenuhan kebutuhan dasar siswa dan warga di sekitar sekolah.

Perwakilan yayasan, Yos Enos Kusumo, mengatakan bantuan tersebut bersumber dari dana kemanusiaan yang dihimpun melalui sumbangan sukarela jemaat dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami ingin memastikan bantuan ini benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” kata Yos.

Ia menegaskan penyaluran bantuan dilakukan tanpa mempertimbangkan latar belakang penerima, dengan fokus pada kebutuhan mendesak di lapangan.

Air Bersih Mengalir di SDN Bolawolon: Harapan Baru di Tengah Krisis Anggaran Sikka

Pemerintah daerah menilai ketersediaan air bersih menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan lingkungan, terutama di wilayah yang masih terbatas akses infrastrukturnya.

“Air adalah kebutuhan dasar. Fasilitas ini harus dijaga karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” kata Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.

Sukarelawan yayasan, Ladawn Turley Stead, menyebut keterlibatan lembaganya didorong oleh kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses air bersih.

“Kami percaya air adalah kehidupan, dan kami senang bisa menjadi bagian dari perubahan di sini,” ujarnya.

Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, akses air bersih di lingkungan sekolah dan permukiman sekitar kini terpenuhi, sekaligus mendukung peningkatan sanitasi, kesehatan, dan kelancaran proses belajar di SDN Watuwekak.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending