EKONOMI
Gedung KDMP di Ende Disegel, Sengketa Ganti Rugi Tanaman Seret Nama Kontraktor dan Kades
“Sebagai kepala desa saya tidak pernah menerima uang ganti rugi dari pihak kontraktor.”
ENDE, GardaFlores — Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Dusun I Ratemangga, Desa Ratemangga, Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende, disegel oleh warga bernama Stefanus Bata, Kamis (14/5/2026). Penyegelan dilakukan setelah muncul sengketa terkait dugaan belum dibayarnya ganti rugi tanaman produktif yang ditebang untuk pembangunan gedung tersebut.
Bangunan yang baru selesai dikerjakan itu kini tidak dapat digunakan sementara waktu. Stefanus mengaku sebagai pemilik awal lahan sekaligus pihak yang selama ini mengelola tanaman komoditas di lokasi pembangunan.
Ia menuding pelaksana proyek bernama Ali tidak menepati janji pembayaran kompensasi atas tanaman yang terdampak proyek.
Menurut Stefanus, sebelum pembangunan dimulai, Ali beberapa kali datang ke rumahnya dan menjanjikan pembayaran ganti rugi setelah proyek selesai dikerjakan. Tanaman yang disebut terdampak antara lain kelapa, kakao, pala, jambu, dan pisang.
“Dia datang beberapa kali dan menyampaikan setelah bangunan selesai akan dibayar langsung,” kata Stefanus.
Namun hingga proyek rampung, pembayaran tersebut disebut belum diterima. Stefanus mengaku baru mengetahui adanya alokasi dana kompensasi setelah mendapat penjelasan dari pelaksana proyek.
Ia menyebut Ali pernah mengatakan dana ganti rugi telah diserahkan kepada Kepala Desa Ratemangga, Herman Laka. Klaim itu kemudian memicu polemik baru di tingkat desa.
Pemkab Ende Sinkronkan Dana Desa 2026, 58 Persen Dialihkan untuk Koperasi Desa Merah Putih
Merasa tidak memperoleh kepastian penyelesaian, Stefanus memilih menyegel gedung KDMP dan meminta persoalan diselesaikan secara terbuka di hadapan aparat pemerintah dan unsur keamanan, termasuk Kodim 1602/Ende.
“Saya sudah berulang kali menghubungi, tetapi tidak ada respons. Karena itu gedung ini kami segel sampai persoalan selesai,” ujarnya.
Di sisi lain, Ali membantah tudingan bahwa pihaknya mengabaikan persoalan tersebut. Ia menegaskan secara administrasi kontraktor hanya berhubungan dengan pemerintah desa karena lahan pembangunan disebut telah dihibahkan kepada desa.
“Secara administrasi kami hanya mengenal pemerintah desa sebagai penerima hibah lahan,” katanya melalui sambungan telepon.

Ali juga menyatakan pembayaran kompensasi tanaman bukan kewajiban kontraktor secara hukum, meski ia mengaku pernah menyampaikan niat membantu sebagai bentuk penghargaan kepada warga yang memiliki tanaman di lokasi proyek.
Menurutnya, upaya komunikasi dengan Stefanus masih terus dilakukan untuk mencari penyelesaian damai.
Sementara itu, Herman Laka membantah menerima uang ganti rugi tanaman dari kontraktor sebagaimana tudingan yang berkembang di masyarakat.
“Sebagai kepala desa saya tidak pernah menerima uang ganti rugi dari pihak kontraktor,” tegas Herman.
Ia juga menyayangkan tindakan penyegelan dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah desa. Herman menegaskan lahan pembangunan telah dihibahkan kepada pemerintah desa untuk kepentingan pembangunan fasilitas koperasi.
Polemik tersebut memunculkan sorotan terhadap transparansi pembangunan Gedung KDMP di Desa Ratemangga, terutama terkait kejelasan mekanisme hibah lahan dan kompensasi tanaman milik warga yang terdampak proyek pembangunan.»(rel)
EKONOMI
Harga Pasir Dipersoalkan, Sopir Truk dan Pemilik Galian C Temui Bapenda Sikka
Puluhan sopir truk dan pemilik Galian C menemui Bapenda Sikka untuk membahas harga pasir di mulut tambang, volume muatan dan pajak. Bapenda menyebut terdapat selisih pembayaran sekitar Rp12.500 per truk.
MAUMERE, GardaFlores – Persoalan harga pasir di mulut tambang mempertemukan puluhan sopir truk dan pemilik lokasi Galian C berizin dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sikka, Kamis (1/10/2026).
Pertemuan di Kantor Bapenda Sikka itu membahas harga material, volume pasir yang diangkut setiap truk, serta pajak mineral bukan logam dan batuan yang harus dibayarkan di lokasi penambangan.
Puluhan truk pengangkut pasir dan batu memadati ruas Jalan Negara Trans Flores di sekitar Kantor Bapenda, mulai dari pertigaan hingga depan kantor.
Kepala Bapenda Sikka Yosef Benyamin mengatakan persoalan yang dibahas berkaitan dengan pengambilan mineral bukan logam dan batuan di mulut tambang, khususnya pasir.
Warga Alok Barat Adu Dayung dan Renang Tradisional di Nangahure
“Pertemuan hari ini pertama ada kaitan dengan pengambilan mineral bukan logam di mulut tambang, teristimewa kaitan dengan pasir,” kata Yosef.
Menurut Yosef, berdasarkan ketentuan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur, harga jual pasir di mulut tambang ditetapkan Rp100 ribu per meter kubik dengan pajak sebesar 20 persen.
Ia mencontohkan, tiga meter kubik pasir bernilai Rp300 ribu. Pajak 20 persen dari nilai tersebut mencapai Rp60 ribu dan dipungut di lokasi penambangan.

Persoalan lain muncul pada perbedaan nilai pembayaran yang selama ini diterapkan. Yosef menyebut sebelumnya ada kesepakatan harga satu truk pasir sebesar Rp250 ribu, kemudian ditambah pajak Rp62.500.
Namun, dalam pelaksanaannya, pembayaran di mulut tambang hanya Rp300 ribu per truk, termasuk pajak. Dari kondisi tersebut terdapat selisih Rp12.500.
“Makanya ada selisih sekitar Rp12.500 karena dia mengambilnya kan volumenya lebih dari tiga kubik sehingga bayarnya harus lebih,” ujar Yosef.
Bapenda menilai volume muatan menjadi bagian penting dalam persoalan tersebut karena jumlah material yang diambil berkaitan dengan nilai material dan pajak yang harus dibayarkan.
Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton
Yosef mengatakan mekanisme pembayaran berdasarkan kesepakatan sebelumnya sempat berjalan selama empat bulan. Namun, dalam dua bulan terakhir, pembayaran di mulut tambang kembali berada pada angka Rp300 ribu per truk termasuk pajak.
“Dalam pelaksanaannya hanya berjalan 4 bulan dan 2 bulan terakhir itu mereka bayar di mulut tambang cuma Rp300 ribu,” katanya.
Pertemuan tersebut kemudian menjadi ruang bagi Bapenda, sopir truk dan pemilik Galian C untuk membicarakan kembali kesesuaian harga material, volume angkutan dan kewajiban pajak di lokasi penambangan.
Puluhan truk yang datang ke Kantor Bapenda Sikka terlihat parkir di sepanjang ruas jalan sekitar kantor selama pertemuan berlangsung.»(rel)
EKONOMI
BPJN NTT Ukur Ruas Karica-Lidi di Palue, Temukan Jalan Rusak Berat dan Akses Sempit
Pengukuran BPJN NTT di ruas Pelabuhan Karica-Lidi, Palue, Sikka, menemukan sejumlah bagian jalan rusak berat. Tim juga mencatat akses sempit, tikungan tajam, lereng rawan longsor dan sekitar 500 meter pekerjaan yang belum dikerjakan.
MAUMERE, GardaFlores — Kondisi ruas jalan Pelabuhan Karica-Lidi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, menjadi perhatian tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT. Saat melakukan pengukuran pada Minggu (27/9/2026), tim menemukan sejumlah bagian jalan dalam kondisi rusak berat serta beberapa titik dengan akses yang sempit.
Pengukuran yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA itu mencakup kondisi fisik jalan, lebar badan jalan, batas ruas dan titik-titik yang membutuhkan perhatian. Tim menggunakan Total Station, GPS/GNSS, meteran pita dan rol meter.
Ruas yang diukur memiliki panjang sekitar 3,9 kilometer dengan lebar badan jalan rata-rata sekitar 5 meter. Pada sejumlah bagian, permukaan jalan mengalami kerusakan berat.
Tim juga menemukan titik-titik kritis berupa tikungan tajam dan lereng yang rawan longsor. Kondisi akses yang sempit menjadi persoalan lain yang ditemukan di lapangan dan perlu diperhitungkan dalam rencana penanganan ruas tersebut.
Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
Selain kondisi fisik jalan, terdapat kekurangan pekerjaan pada ruas sepanjang sekitar 500 meter yang belum dikerjakan.
Sementara itu, pada ruas Karica-Lidi dengan panjang keseluruhan sekitar 4,1 kilometer, tidak ditemukan bekas bahu jalan pada bagian ruas yang diamati.
Temuan tersebut menjadi bagian dari data lapangan yang perlu diverifikasi dan ditindaklanjuti pihak teknis dalam tahapan perencanaan maupun penanganan jalan.
Secara keseluruhan, panjang jaringan jalan yang menjadi perhatian di wilayah Kecamatan Palue tercatat sekitar 14,3 kilometer berdasarkan data yang dihimpun dalam kegiatan tersebut.
Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN
Pengukuran di lapangan mendapat pengawalan dan monitoring personel Polsubsektor Palue-Polsek Nelle. Masyarakat tetap dapat menggunakan jalan secara bergantian selama proses pengukuran berlangsung.
Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 12.00 WITA setelah seluruh data lapangan diperiksa dan peralatan dikumpulkan.
Hasil pengukuran selanjutnya menjadi bahan perencanaan penanganan ruas jalan, khususnya pada bagian yang mengalami kerusakan berat, memiliki akses sempit, tikungan tajam dan berada di kawasan dengan potensi longsor.»(rel)
EKONOMI
HIMBARA Salurkan Lebih dari 30 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Ngada
HIMBARA menyalurkan lebih dari 30 ton bantuan logistik melalui BRI Cabang Bajawa kepada Yasukda untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada.
BAJAWA, GardaFlores — Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) menyalurkan lebih dari 30 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada melalui BRI Cabang Bajawa.
Bantuan berupa beras, minyak goreng, gula, mi instan, telur dan kebutuhan pokok lainnya itu diserahkan kepada Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) di Aula Yasukda, Kamis (24/9/2026). Yasukda selanjutnya akan mendistribusikan bantuan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Wakil Bupati Ngada Berny Dhey Ngebu meminta masyarakat menerima bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur dan tidak merusak atau membuang bantuan karena jumlah yang diterima tidak sesuai harapan.
“Saya berharap masyarakat Ngada harus bersyukur atas bantuan tersebut, karena kepedulian ini tumbuh dari rasa cinta terhadap kita di Ngada,” ujar Berny.
DPRD Ngada Pertanyakan Rp81 Miliar, Serapan Sejumlah OPD Masih Rendah
“Saya tidak mau ada masyarakat Ngada yang kemudian tidak puas dengan pemberian sumbangan, lalu dibuat rusak, dibuang, dibakar, kemudian diposting di media sosial hanya karena merasa bantuannya sedikit,” tegasnya.
Berny mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.
“Kita harus sadar bahwa para pelaku sumbangan berpikir bukan hanya satu atau dua orang saja di Ngada, tetapi semua warga di daratan Flores yang terdampak,” katanya.
Ketua Yasukda RD. Sil Betul menyampaikan terima kasih kepada HIMBARA, khususnya BRI Cabang Bajawa, yang mempercayakan penyaluran bantuan kepada Yasukda.
“Yasukda menyampaikan terima kasih kepada HIMBARA melalui BRI Bajawa yang telah mempercayakan kami untuk mendistribusikan bantuan ini kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Perwakilan HIMBARA melalui BRI Cabang Bajawa menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bank-bank milik negara terhadap masyarakat terdampak gempa di Flores. Total bantuan mencapai lebih dari 30 ton dan didominasi kebutuhan pokok.
Ketua DPRD Kabupaten Ngada Romilus Juji mengapresiasi kepedulian BRI dan HIMBARA terhadap masyarakat terdampak bencana.
Mahasiswa ISI Bali Gagas Lumbung Baca Berbasis Kearifan Lokal di Sikka
“Sudah selayaknya BRI hadir dan peduli terhadap masyarakat yang terkena bencana. BRI sudah berusia 131 tahun, artinya BRI sudah berakar dalam kehidupan masyarakat,” katanya.
Anggota DPRD Ngada Saint Songkares mengatakan bantuan tersebut berawal dari inisiatif kepedulian Ketua Komisi XI DPR RI dari Partai Golkar yang kemudian diwujudkan melalui skema CSR dan disalurkan melalui BRI kepada Yasukda.
“Kami merasa tidak sendiri. Hal ini terbukti dari kehadiran semua pihak saat ini di Aula Yasukda,” katanya.
Bantuan lebih dari 30 ton tersebut selanjutnya menjadi tanggung jawab Yasukda untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan.»(tim/rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Truk Tangki Air Terjun ke Kali di Ngada, Dugaan Rem Blong Masih Diselidiki - Garda Flores %