Connect with us

SOSBUD

Kemensos Siapkan Sekolah Rakyat untuk 1.000 Anak di Sikka, Dukung Program Pendidikan Daerah

“Formulir asesmen sudah tersedia dan akan segera didistribusikan.”

Published

on

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Kikin Tarigan menyampaikan bahwa bantuan sosial yang disalurkan merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah, dengan sasaran pelajar serta kelompok rentan. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Kementerian Sosial RI menyatakan dukungan terhadap penguatan akses pendidikan di Kabupaten Sikka dengan menyiapkan program Sekolah Rakyat bagi sekitar 1.000 anak dari keluarga kurang mampu. Dukungan tersebut disampaikan Tenaga Ahli Menteri Sosial, Agustinus Budi, di Maumere, Rabu (29/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat penyaluran bantuan sosial di pelataran Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sikka, yang juga menjadi bagian dari koordinasi awal implementasi program pendidikan berbasis asrama tersebut.

“Pemerintah daerah memiliki program strategis di bidang pendidikan, salah satunya satu keluarga satu sarjana. Kami dari Kementerian Sosial siap mendukung upaya tersebut,” kata Budi.

Pendataan dan Asesmen Dimulai

Kementerian Sosial menyiapkan tahapan awal berupa pendataan calon peserta didik melalui mekanisme asesmen yang akan dijalankan oleh Dinas Sosial setempat.

“Formulir asesmen sudah tersedia dan akan segera didistribusikan agar pendataan bisa dilakukan secara menyeluruh,” ujar Budi.

Pendataan ini menjadi dasar untuk menjaring calon siswa yang memenuhi kriteria program Sekolah Rakyat, yang menyasar anak-anak dari keluarga rentan secara ekonomi.

30 Siswa SDI St. Yosef Ikuti Wisata Literasi ke Kantor Bupati, Belajar Langsung Soal Membaca dan Numerasi

Tantangan Geografis dan Sosial

Budi mengakui proses menjaring peserta menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi geografis wilayah serta kesiapan keluarga.

“Sebagian anak berada di wilayah terpencil dengan akses yang cukup jauh. Selain itu, kesiapan orang tua untuk melepas anak tinggal di asrama juga perlu diperhatikan,” katanya.

Program Sekolah Rakyat dirancang menggunakan sistem berasrama guna membentuk karakter, kedisiplinan, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih terstruktur.

“Konsepnya serupa dengan sistem asrama terpadu, sehingga anak-anak dapat lebih fokus dalam belajar dan pengembangan diri,” jelasnya.

Kelompok Rentan di Sikka Terima Kursi Roda, Nutrisi, hingga Bantuan Pendidikan

Dukungan untuk Kelompok Rentan

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Kikin Tarigan menyampaikan bahwa bantuan sosial yang disalurkan merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah, dengan sasaran pelajar serta kelompok rentan.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Saat ini, proses masih berada pada tahap koordinasi dan pendataan calon peserta didik. Dinas Sosial Kabupaten Sikka akan menindaklanjuti distribusi formulir asesmen dan pelaksanaan pendataan lapangan sebelum masuk ke tahap seleksi dan penetapan peserta program.»(rel)

SOSBUD

Kelompok Rentan di Sikka Terima Kursi Roda, Nutrisi, hingga Bantuan Pendidikan

Masing-masing siswa menerima bantuan senilai Rp1.000.000.

Published

on

Penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno di Bogor dan Sentra Efata di Kupang. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Kelompok rentan di Kabupaten Sikka menerima bantuan sosial berupa kursi roda, paket nutrisi, bantuan usaha ternak, dan perlengkapan pendidikan dalam penyaluran bantuan di Maumere, Rabu (29/4/2026).

Penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno di Bogor dan Sentra Efata di Kupang.

Dalam sambutannya, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam membantu masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lanjut usia, serta anak berkebutuhan khusus.

Sebanyak 110 unit kursi roda diserahkan kepada penerima manfaat dengan total nilai Rp285.270.000. Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan kemandirian penerima.

Selain itu, Sentra Efata menyalurkan 110 paket nutrisi untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat rentan.

Pemerintah juga memperkuat pemberdayaan ekonomi melalui bantuan usaha ternak kambing kepada 30 penyandang disabilitas dengan total anggaran Rp165.843.000.

Siswa SMP Negeri Henga Sambut Gembira Sekolah Baru, Kini Lebih Semangat Belajar

Di sektor pendidikan, perlengkapan sekolah disalurkan kepada 72 anak terdampak bencana di Kecamatan Tanawawo. Rinciannya, 52 siswa dari SMP 48 Gaikiu dan 20 siswa dari SMP 49 Tuwa.

Masing-masing siswa menerima bantuan senilai Rp1.000.000 dengan total anggaran Rp72.000.000.

Bupati menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi dan melayani masyarakat yang membutuhkan.

“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi penerima.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya lanjutan memperkuat perlindungan sosial dan pemberdayaan kelompok rentan di Kabupaten Sikka.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Bupati Yosef Mulai Benahi Wajah Kota Ende, Kawasan Kumuh Ditertibkan, Warga Rasakan Perubahan

Published

on

Bupati Yosef; “Kawasan ini akan dijadikan ruang publik yang nyaman, terbuka, dan ramah bagi semua kalangan, sehingga masyarakat bisa menikmati pemandangan pantai tanpa terhalang, Kamis (24/4/2026).” FOTO: IST

ENDE, GardaFlores — Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda mulai membenahi wajah Kota Ende melalui penataan kawasan kumuh, penertiban bangunan liar, relokasi pedagang kaki lima (PKL), serta pembenahan fasilitas publik di sejumlah titik strategis. Langkah yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Ende itu kini mulai dirasakan masyarakat melalui kondisi kota yang dinilai lebih bersih, tertib, dan nyaman.

Program penataan dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain kawasan pesisir Ndao, Pasar Wolowona, Pasar Mbongawani, serta ruas jalan dalam Kota Ende, dengan fokus pada peningkatan kebersihan, ketertiban, kelancaran lalu lintas, dan fungsi ruang publik.

Bupati Yosef mengatakan penataan kota menjadi bagian dari upaya memperbaiki wajah Ende sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pintu masuk wilayah Flores bagian tengah.

“Kalau orang datang ke Ende dan melihat kondisi yang tidak tertata, tentu akan memberikan kesan yang kurang baik. Karena itu, kita harus bersama-sama menata kota ini,” katanya.

Salah satu lokasi yang kini menjadi perhatian pemerintah daerah adalah kawasan pesisir Ndao. Pada Jumat (24/4/2026), pemerintah menurunkan alat berat berupa ekskavator mini untuk membersihkan sisa material bangunan yang sebelumnya ditertibkan. Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) juga dikerahkan untuk mengangkut material ke tempat pembuangan akhir.

Selain itu, Dinas Perhubungan melakukan pemasangan dan perbaikan lampu penerangan jalan di kawasan tersebut.

Menurut Yosef, area pesisir Ndao akan ditata menjadi ruang terbuka hijau dan kawasan publik yang dapat diakses masyarakat.

“Kawasan ini akan dijadikan ruang publik yang nyaman, terbuka, dan ramah bagi semua kalangan, sehingga masyarakat bisa menikmati pemandangan pantai tanpa terhalang,” ujarnya usai meninjau lokasi.

Galian C Kali Nangamboa untuk Proyek Jalan di Ende Diklaim Berizin Desa, Gunakan Skema Kesepakatan Fasilitas Umum

Ia menegaskan pemerintah daerah akan melakukan pengawasan agar kawasan yang telah ditertibkan tidak kembali digunakan secara tidak sesuai aturan. Untuk itu, petugas Satuan Polisi Pamong Praja diminta bersiaga di lokasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ende, Mustakim Mberu, mengatakan penataan kawasan bukan untuk menghambat usaha masyarakat, tetapi mengembalikan fungsi fasilitas umum seperti jalan, trotoar, dan ruang terbuka.

“Para pedagang tetap difasilitasi dengan lokasi yang lebih layak dan tidak melanggar ketentuan tata ruang,” katanya.

Pemkab Ende sebelumnya juga melakukan penataan pasar-pasar dalam kota sepanjang 2025 sebagai bagian dari pembenahan kawasan perdagangan, pengurangan kemacetan, serta pengendalian sampah dan drainase.

Sejumlah warga menyatakan mulai merasakan perubahan setelah penataan dilakukan pemerintah daerah. Kawasan pintu masuk Kota Ende dari arah barat dinilai lebih bersih, tertib, dan aman bagi pengguna jalan.

“Penataan dan solusi ini menjadi penting untuk membuat kota ini menjadi lebih baik. Butuh kesadaran dan dukungan dari semua pihak,” kata Piter Abanat, warga Nangaba.

Warga lainnya, Konstantinus Gedo, menilai pembenahan kota perlu didukung bersama selama dilakukan sesuai aturan.

“Kita bangga dengan Kota Pancasila. Kalau kota ini ditata menjadi lebih asri dan indah, seharusnya kita ikut mendukung,” ujarnya.

Program penataan itu menjadi bagian dari agenda berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Ende dalam revitalisasi infrastruktur, pengelolaan ruang publik, dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Lansia 95 Tahun Tewas dalam Kebakaran Rumah di Kangae, Polisi Selidiki Penyebab

“Saat kami tiba, api sudah membesar dan membakar seluruh bagian rumah.”

Published

on

Rumah dinding bambu 4x6 meter milik korban lansia T.S (95) terbakar rata tanah, Kamis (23/4/2026). Korban tak sempat diselamatkan. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Kebakaran rumah terjadi di Dusun Wolomude, Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 22.00 WITA, menewaskan seorang perempuan lanjut usia berinisial T.S (95) yang ditemukan di dalam bangunan yang terbakar.

Rumah milik korban berukuran sekitar 4 x 6 meter dengan konstruksi dinding bambu dilaporkan terbakar hingga rata dengan tanah. Korban yang berprofesi sebagai petani diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Peristiwa pertama kali diketahui warga setelah terdengar teriakan minta tolong dari sekitar lokasi. Pelapor, Yohanes Arison (43), mengatakan dirinya bersama warga lain langsung menuju sumber suara setelah mendengar informasi kebakaran.
“Saat kami tiba, api sudah membesar dan membakar seluruh bagian rumah,” ujarnya.

Lagi, Pemkab Sikka Tertibkan Pedagang di Jalan Wuring, Sejumlah Pedagang Ajukan Keberatan

Saksi lain, Etropia Yonas (67), menyebut korban sebelumnya dalam kondisi sakit stroke dan memiliki keterbatasan mobilitas. Pada malam kejadian, korban sempat makan bersama keluarga sebelum kembali ke rumahnya untuk beristirahat.

Warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan sederhana, namun kobaran api yang cepat meluas membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan.
“Api sudah besar saat kami tiba, sehingga korban tidak sempat diselamatkan,” kata saksi.

Selain korban jiwa, kebakaran menghanguskan seluruh isi rumah, termasuk perabot, pakaian, dan perlengkapan dapur. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.

Aparat Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka telah mendatangi lokasi, mengamankan area, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan saksi untuk kepentingan penyelidikan.

Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending