Connect with us

PENKES

7.646 Anak di Sikka Tidak Sekolah, Ribuan Masuk Kategori Putus Sekolah dan Belum Pernah Bersekolah

“Anak yang belum pernah bersekolah, anak yang putus sekolah, dan anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.”

Published

on

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka mencatat sebanyak 7.646 anak masuk kategori Anak Tidak Sekolah (ATS) hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 4.835 merupakan anak laki-laki dan 2.811 anak perempuan.

Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, di Maumere, Kamis (18/6/2026).

Menurut Patrisius, kelompok ATS mencakup anak yang belum pernah bersekolah, anak yang putus sekolah, serta anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Anak tidak sekolah terdiri dari anak yang belum pernah bersekolah, anak yang putus sekolah, dan anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” katanya.

Berdasarkan data Dinas PKO, kategori Belum Pernah Bersekolah (BPB) menjadi kelompok terbesar dengan 2.771 anak atau 36,24 persen dari total ATS. Disusul kategori Drop Out (DO) atau putus sekolah sebanyak 2.719 anak atau 35,56 persen, serta kategori Siswa Tamat Tidak Melanjutkan (STM) sebanyak 2.156 anak atau 28,20 persen.

Data tersebut menunjukkan lebih dari 64 persen anak yang masuk kategori ATS di Kabupaten Sikka berasal dari kelompok putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan setelah menamatkan jenjang tertentu.

Patrisius menjelaskan tingginya angka ATS dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi sosial ekonomi keluarga, pernikahan pada usia sekolah, hingga persoalan administrasi kependudukan.

Menimbang Ulang Peta 3T dalam Program Makan Bergizi Gratis di Sikka

Menurut dia, sejumlah anak masih tercatat sebagai ATS karena adanya ketidaksesuaian data antara dokumen pendidikan dan dokumen kependudukan, seperti Kartu Keluarga maupun Kartu Tanda Penduduk.

“Walaupun anak tersebut masih sekolah, jika datanya belum valid, tetap masuk dalam data anak tidak sekolah,” ujarnya.

Untuk memastikan akurasi data, Dinas PKO saat ini melakukan reviu dan verifikasi lapangan terhadap seluruh data ATS. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, dan kecamatan untuk mengidentifikasi anak-anak yang masih dapat dikembalikan ke satuan pendidikan formal.

Sementara bagi anak usia sekolah yang telah menikah atau tidak memungkinkan kembali ke pendidikan formal, pemerintah mendorong mereka mengikuti pendidikan kesetaraan melalui Program Paket A, Paket B, dan Paket C.

Dinas PKO juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka untuk memperbaiki data residu yang muncul akibat ketidaksesuaian identitas kependudukan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sikka masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan Program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat. Hingga saat ini, pemerintah daerah belum menerima informasi rinci mengenai kriteria penerima manfaat maupun mekanisme implementasi program tersebut.

Verifikasi data ATS dan koordinasi lintas sektor kini menjadi langkah yang sedang dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan jumlah riil anak tidak sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan bagi kelompok yang belum terlayani.»(rel)

PENKES

CBN Ngada Kalahkan Persebata 3-1, Kartu Merah Warnai Laga Perempat Final Soeratin U-17

CBN Ngada melaju ke semifinal Soeratin U-17 Sikka 2026 setelah mengalahkan Persebata Lembata 3-1. Kartu merah Nursyal Al Hikami pada menit ke-60 menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan.

Published

on

Sebelum kartu merah, Persebata masih memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan setelah CBN unggul 1-0 pada babak pertama. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Citra Bakti Ngada (CBN) melaju ke semifinal Piala Soeratin U-17 Sikka 2026 setelah mengalahkan Persebata Lembata 3-1 dalam laga perempat final di Gelora Samador Maumere, Minggu (9/8/2026).

CBN membuka keunggulan melalui Atonius Y Y Bengu pada menit ke-37. Persebata baru mampu membalas pada menit ke-84 melalui Arlan S. Dasi.

Dua gol tambahan CBN dicetak Albertus Roga pada menit ke-69 dan 81. Kedua gol tersebut tercipta setelah Persebata kehilangan satu pemain akibat kartu merah.

Nursyal Al Hikami menerima kartu merah pada menit ke-60 sehingga Persebata melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Sebelum kartu merah, Persebata masih memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan setelah CBN unggul 1-0 pada babak pertama.

CBN kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Sembilan menit setelah kartu merah, Albertus Roga mencetak gol untuk membawa CBN unggul 2-0.

Perse Ende ke Semifinal Soeratin Cup U-17, Kalahkan Persada SBD 2-1

Persebata berupaya memperkecil jarak, tetapi CBN kembali mencetak gol pada menit ke-81. Albertus Roga mencatatkan gol keduanya sekaligus mengubah skor menjadi 3-0.

Persebata belum menyerah. Arlan S. Dasi memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 pada menit ke-84.

Gol tersebut belum cukup mengubah hasil pertandingan. Hingga peluit akhir dibunyikan, CBN tetap mempertahankan keunggulan 3-1.

Dengan hasil tersebut, CBN Ngada memastikan tempat di semifinal Piala Soeratin U-17 Sikka 2026. Persebata Lembata tersingkir dari turnamen.

Hasil akhir:

CBN Ngada 3-1 Persebata Lembata

Gol CBN:

  • 37′ Atonius Y Y Bengu
  • 69′ Albertus Roga
  • 81′ Albertus Roga

Gol Persebata:

  • 84′ Arlan S. Dasi

Kartu merah:

  • 60′ Nursyal Al Hikami (Persebata)»(rel)
Continue Reading

PENKES

Perse Ende ke Semifinal Soeratin Cup U-17, Kalahkan Persada SBD 2-1

Perse Ende memastikan tiket semifinal Piala Gubernur NTT Soeratin Cup U-17 2026 setelah menundukkan Persada Sumba Barat Daya 2-1. Muhammad Zaqwan menjadi penentu kemenangan lewat tendangan bebas pada menit ke-62.

Published

on

"Umur pemain kami rata-rata 17 tahun, bahkan ada yang masih berusia 16 tahun," kata Gusto seusai pertandingan. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Perse Ende melaju ke semifinal Piala Gubernur NTT Soeratin Cup U-17 2026 setelah mengalahkan Persada Sumba Barat Daya 2-1 pada perempat final, Minggu (9/8/2026).

Persada Sumba Barat Daya lebih dulu unggul melalui Andreas Pasouito Laghora pada menit ke-16. Perse Ende kemudian menyamakan kedudukan lewat Cristyian Alfiano Ba’i pada menit ke-32.

Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Perse Ende mencetak gol penentu pada menit ke-62 melalui tendangan bebas Muhammad Zaqwan. Eksekusi pemain bernomor punggung 10 itu membawa Perse Ende berbalik unggul 2-1.

Persada berupaya mengejar pada sisa pertandingan, tetapi tidak mampu mencetak gol tambahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Pertandingan berlangsung dalam cuaca panas dan angin cukup kencang. Kedua kondisi tersebut turut menjadi perhatian kedua tim seusai laga.

Pelatih Perse Ende, Gusto Kadju, mengatakan kemenangan tersebut menjadi modal bagi timnya untuk menghadapi semifinal. Ia menyebut sebagian pemain Perse Ende masih berusia 16–17 tahun.

“Umur pemain kami rata-rata 17 tahun, bahkan ada yang masih berusia 16 tahun,” kata Gusto seusai pertandingan.

23 Atlet Taekwondo Dojang Adhyaksa Sikka Berangkat ke Kejurnas di Jakarta

Menurut dia, Perse Ende tetap perlu melakukan evaluasi sebelum pertandingan semifinal, terutama pada posisi yang dinilai masih membutuhkan pembenahan.

“Siapa pun lawan yang muncul dari laga lain, kami siap memperbaiki diri dan tampil lebih baik di semifinal nanti. Kami juga akan mengevaluasi setiap posisi yang masih perlu diperbaiki agar persiapan lebih matang,” ujarnya.

Kapten Perse Ende, Jose Parus, mengakui pertandingan berlangsung berat. Selain intensitas permainan, kondisi cuaca juga menguras tenaga pemain.

“Intensitas permainan cukup tinggi dan cuaca cukup panas. Kami berusaha bermain tenang dan sedikit beradaptasi dengan kondisi lapangan,” kata Jose.

Di kubu Persada Sumba Barat Daya, pelatih Paul Kandidus Gilo mengatakan timnya telah berusaha maksimal, tetapi tidak mampu mempertahankan keunggulan setelah Perse Ende menyamakan kedudukan.

Aris Nuaria: Insiden BTA di Soeratin U-17 Jadi Ujian Pembinaan Sepak Bola Usia Muda

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Angin yang cukup kencang menjadi tantangan tersendiri. Namun sayangnya, Dewi Fortuna belum berpihak kepada kami hari ini,” ujarnya.

Kapten Persada Sumba Barat Daya, Markus Apriola Bili, mengatakan kondisi pertandingan turut memengaruhi stamina pemain.

Menurut Markus, laga yang berlangsung pada pukul 13.30 WITA dengan cuaca panas dan angin kencang membuat pemain harus mengeluarkan tenaga lebih besar, terutama ketika bermain berlawanan dengan arah angin.

“Kami belum mampu memanfaatkan peluang dengan maksimal,” katanya.

Kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan Persada Sumba Barat Daya di perempat final. Sementara itu, Perse Ende memastikan tiket ke semifinal dan masih memiliki kesempatan melanjutkan perjuangan pada Piala Gubernur NTT Soeratin Cup U-17 2026.

Pelatih Perse Ende mengatakan timnya akan menggunakan waktu sebelum semifinal untuk mengevaluasi penampilan dan memperbaiki sejumlah kekurangan.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Disarpus Sikka Gandeng BILIK, Siapkan Pendampingan Siswa untuk Masuk Perguruan Tinggi

Disarpus Sikka bekerja sama dengan BILIK menyiapkan program pendampingan tujuh bulan bagi siswa SMA di Maumere untuk menghadapi seleksi perguruan tinggi, memilih jurusan, dan memperoleh informasi beasiswa.

Published

on

Menurut Very, BILIK merupakan inisiatif Nona Angela Potasius bersama sejumlah relawan pendidikan di Maumere. Program tersebut berangkat dari perhatian terhadap keterbatasan informasi dan pendampingan yang dihadapi sebagian siswa di daerah ketika mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan tinggi. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka bekerja sama dengan komunitas Bimbingan Belajar Lentera Ikat (BILIK) menyiapkan program pendampingan bagi siswa SMA di Nusa Tenggara Timur yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Kepala Disarpus Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan program tersebut dirancang sebagai proyek percontohan di Maumere pada 2026. Pendampingan akan berlangsung sekitar tujuh bulan dengan pertemuan tatap muka tiga kali dalam sepekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.

“Hal ini disampaikan Very kepada media di Maumere, Minggu (9/8/2026).”

Kegiatan tatap muka dipusatkan di Aula Frans Seda, Disarpus Kabupaten Sikka. Peserta tidak hanya memperoleh pendampingan akademik, tetapi juga mengikuti simulasi seleksi perguruan tinggi, latihan manajemen waktu, teknik belajar, penguatan kesiapan menghadapi ujian, serta pendampingan dalam menentukan jurusan dan perguruan tinggi.

Informasi mengenai beasiswa juga menjadi bagian dari materi pendampingan.

Disarpus Sikka Matangkan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi Anak

Menurut Very, BILIK merupakan inisiatif Nona Angela Potasius bersama sejumlah relawan pendidikan di Maumere. Program tersebut berangkat dari perhatian terhadap keterbatasan informasi dan pendampingan yang dihadapi sebagian siswa di daerah ketika mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan tinggi.

“Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan tentu menyampaikan apresiasi dan menyambut baik inisiatif anak-anak muda yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan,” ujar Very.

Ia mengatakan kerja sama tersebut tidak diarahkan hanya sebagai tambahan kegiatan belajar.

“Ini bukan sekadar bimbingan belajar. Ini adalah gerakan untuk memutus rantai keterbatasan informasi dan membangun keberanian generasi muda untuk bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, BILIK menyiapkan tiga bentuk pendampingan, yakni keterlibatan melalui media sosial dan kunjungan ke sekolah, bimbingan belajar intensif, serta konseling pendidikan.

Disarpus Sikka Integrasikan Literasi dan Sains di SDIT Rabbani, Dorong Pembelajaran Kreatif Sejak Dini

Melalui media sosial dan kunjungan sekolah, program tersebut akan menyampaikan informasi mengenai peluang pendidikan tinggi sekaligus memperkenalkan pengalaman mahasiswa dan alumni asal NTT. Pendekatan itu diarahkan untuk memperluas informasi yang dapat digunakan siswa dalam menentukan rencana pendidikan setelah SMA.

Bimbingan belajar intensif menjadi bagian utama program selama tujuh bulan. Materinya mencakup persiapan seleksi perguruan tinggi, penguasaan materi, strategi menghadapi ujian, manajemen waktu, serta latihan menghadapi tekanan selama proses seleksi.

Untuk tahap awal, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Sikka. Jika pelaksanaannya dinilai efektif, model pendampingan itu diharapkan dapat diperluas ke kabupaten lain di NTT.

Sementara itu, konseling pendidikan dilakukan melalui webinar dan pendampingan individual. Webinar menghadirkan mahasiswa dan alumni dari berbagai perguruan tinggi untuk memberikan informasi mengenai kehidupan kampus, tantangan akademik, dan peluang beasiswa.

Pendampingan individual digunakan untuk memetakan minat dan potensi siswa serta membantu menentukan pilihan jurusan dan perguruan tinggi. Faktor kondisi sosial-ekonomi peserta juga menjadi bagian yang diperhatikan, terutama berkaitan dengan informasi mengenai beasiswa.

“Pendekatan individual ini penting karena kita tidak bisa menyamaratakan semua siswa. Setiap anak punya potensi dan tantangan yang berbeda,” kata Very.

Disarpus juga menempatkan Aula Frans Seda sebagai ruang pelaksanaan program tersebut. Menurut Very, pemanfaatan fasilitas perpustakaan untuk kegiatan pendampingan pendidikan sejalan dengan upaya memperluas fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar dan interaksi masyarakat.

Wisata Literasi dan Sains di Perpusda Frans Seda, Disarpus Sikka Libatkan Pegiat Literasi untuk Edukasi Anak

“Perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan buku. Ia harus menjadi ruang hidup yang mendorong lahirnya gagasan, diskusi, dan perubahan,” ujarnya.

Very mengatakan keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah. Sekolah, orang tua, perguruan tinggi, komunitas pemuda, dunia usaha, dan masyarakat dinilai perlu terlibat dalam memperluas akses informasi serta pendampingan pendidikan bagi siswa.

“Kalau kita ingin NTT maju, kita tidak bisa membiarkan pendidikan berjalan sendiri. Ini tanggung jawab bersama,” katanya.

Program BILIK 2026 dengan Sikka sebagai lokasi percontohan selanjutnya akan menjadi dasar untuk melihat sejauh mana model pendampingan tersebut dapat dikembangkan. Pemerintah daerah berharap pengalaman pelaksanaan di Sikka dapat menjadi bahan bagi pengembangan program serupa di wilayah lain di NTT.

Dengan demikian, kerja sama Disarpus dan BILIK tidak hanya berfokus pada persiapan akademik siswa, tetapi juga pada penyediaan informasi mengenai pilihan pendidikan, beasiswa, serta pendampingan dalam menentukan jalur pendidikan setelah sekolah menengah.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending