Connect with us

HUMANIORA

Golkar Ngada Kirim 7 Mobil Logistik untuk Korban Gempa

DPD II Golkar Ngada mengirim tujuh mobil logistik tahap pertama untuk warga terdampak gempa. Bantuan meliputi pangan, perlengkapan pengungsian, obat-obatan dan kebutuhan dasar.

Published

on

Huten Lobo, warga Tadho Timur, mengatakan warga membutuhkan makanan dengan kandungan protein dan vitamin karena bantuan yang diterima selama ini banyak berupa mi instan. FOTO: GARDAFLORES/ROBY

NGADA, GardaFlores — DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngada mengirim tujuh mobil logistik tahap pertama untuk warga terdampak gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Ngada, Kamis (21/8/2026).

Bantuan tersebut disiapkan setelah muncul kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian maupun sekitar rumah mereka yang terdampak gempa.

Warga di Desa Denatana Timur dan Desa Tadho Timur, misalnya, masih mengandalkan hasil kebun seperti ubi kayu dan buah kestela untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Huten Lobo, warga Tadho Timur, mengatakan warga membutuhkan makanan dengan kandungan protein dan vitamin karena bantuan yang diterima selama ini banyak berupa mi instan.

“Kami setiap hari hanya makan mi instan. Kami butuh tenaga untuk siap dalam situasi gempa dan untuk kembali bekerja menghidupi keluarga. Kami butuh suplai makanan yang mengandung vitamin dan protein,” ujarnya.

Anak Pengungsi Gempa Flores Jalani Skrining Psikologis di Gelora Samador

Pelepasan tujuh kendaraan logistik dilakukan Ketua DPD II Golkar Ngada Andreas Paru bersama Sekretaris DPD II Golkar Ngada yang juga Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji, serta jajaran kader.

Logistik yang dikirim meliputi beras, telur, sayuran, susu, ikan sarden, gula, kopi bubuk, air minum, tikar, terpal, tandon air, genset, obat-obatan, vitamin, minyak telon, minyak kayu putih dan pakaian layak pakai.

Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada warga terdampak di seluruh kecamatan di Kabupaten Ngada berdasarkan data yang dihimpun di lapangan.

Andreas mengatakan penggalangan donasi DPD II Golkar Ngada dari kader dan masyarakat menghasilkan dana Rp38 juta. Dukungan juga berasal dari struktur Partai Golkar di tingkat pusat dan provinsi.

Menurut Andreas, dana yang dihimpun di tingkat pusat dan provinsi mencapai Rp4 miliar untuk penanganan korban gempa di wilayah daratan Flores. Dana tersebut akan disalurkan melalui DPD II Golkar di wilayah daratan Flores dalam bentuk bantuan logistik.

“Ini bentuk kepedulian Golkar kepada masyarakat Flores yang sedang dilanda musibah. Kami hadir untuk meringankan beban,” tegas Andreas.

Andreas memastikan distribusi bantuan dilakukan berdasarkan data warga terdampak. Pihaknya berkoordinasi dengan kader di lapangan serta pemerintah kecamatan dan desa untuk menentukan penerima bantuan.

Warga Wolomeze Keluhkan Bantuan Tak Merata, Minta Distribusi Satu Pintu

“Data kami sudah pegang dari hasil kolaborasi antara kader Golkar di lapangan dan pemerintah tingkat camat dan desa. Bantuan ini kami yakin akan tepat sasaran,” katanya.

Sementara itu, Romilus Juji mengajak berbagai unsur untuk terlibat dalam penanganan korban gempa.

“Kami meminta semua elemen, baik pemerintah, swasta, gereja, organisasi dan lainnya untuk memberikan atensi terhadap korban gempa,” ujarnya.

DPD II Golkar Ngada juga masih membuka posko donasi untuk menghimpun bantuan dari masyarakat.

Bantuan logistik tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke wilayah terdampak sesuai kebutuhan dan data yang telah dihimpun.»(tim/rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending