Connect with us

HUMANIORA

20 Tenda Disalurkan ke Talibura, Wabup Sikka: Negara Harus Hadir di Tengah Warga Terdampak Gempa

Sebanyak 20 tenda disalurkan kepada warga terdampak gempa di Talibura, Sikka. Bantuan diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak atau belum aman ditempati.

Published

on

Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga. Penyaluran dilakukan di tengah masih berlangsungnya penanganan warga yang memilih bertahan di pengungsian mandiri karena kondisi rumah mereka.

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka menyalurkan 20 unit tenda kepada warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Talibura, Sabtu (22/8/2026). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak atau belum aman ditempati.

Wakil Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga. Penyaluran dilakukan di tengah masih berlangsungnya penanganan warga yang memilih bertahan di pengungsian mandiri karena kondisi rumah mereka.

Simon mengatakan pemerintah daerah akan terus memastikan kebutuhan warga terdampak ditangani selama masa tanggap darurat.

“Pemerintah Kabupaten Sikka terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam situasi sulit ini. Bantuan tenda ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu warga yang membutuhkan tempat berlindung sementara,” ujar Simon.

Anak Pengungsi Gempa Flores Jalani Skrining Psikologis di Gelora Samador

Menurut Simon, kebutuhan warga terdampak tidak hanya berupa pangan dan logistik, tetapi juga tempat berlindung, pelayanan kesehatan dan keselamatan.

Ia meminta masyarakat tetap mengikuti informasi resmi pemerintah dan petugas di lapangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Talibura merupakan salah satu wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sikka. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, relawan serta unsur terkait masih melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga.

Distribusi bantuan juga menyasar pengungsi mandiri yang tersebar di sejumlah titik, selain warga yang berada di lokasi pengungsian terpusat.

Penyaluran 20 tenda tersebut menjadi bagian dari respons darurat Pemerintah Kabupaten Sikka untuk memenuhi kebutuhan tempat berlindung warga selama masa tanggap darurat.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Anak Pengungsi Gempa Flores Jalani Skrining Psikologis di Gelora Samador

Anak-anak pengungsi gempa Flores di Gelora Samador, Kabupaten Sikka, menjalani skrining psikologis untuk mendeteksi kecemasan, ketakutan dan gejala awal stres pascatrauma.

Published

on

Kepala Lembaga Layanan Psikologi Universitas Nusa Nipa sekaligus Dosen Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Unipa, Sitti Anggraini, Psikolog, mengatakan skrining dilakukan sepanjang hari agar anak-anak penyintas di Gelora Samador dapat terjangkau.

MAUMERE, GardaFlores — Lembaga Layanan Psikologi Universitas Nusa Nipa (Unipa Maumere) bersama Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) Indonesia, Yayasan FREN Bisa, KALVARI, dan Taman Baca Masyarakat (TBM) Misir Tengah Maumere menggelar skrining psikologis bagi anak-anak pengungsi gempa Flores di Posko Pengungsian Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang difasilitasi UPTD PPA Kabupaten Sikka tersebut dilakukan untuk mendeteksi secara dini kondisi psikologis anak setelah mengalami gempa bumi, termasuk kecemasan, ketakutan, dan gejala awal reaksi stres pascatrauma.

Kepala Lembaga Layanan Psikologi Universitas Nusa Nipa sekaligus Dosen Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Unipa, Sitti Anggraini, Psikolog, mengatakan skrining dilakukan sepanjang hari agar anak-anak penyintas di Gelora Samador dapat terjangkau.

“Pelaksanaan yang berlangsung sepanjang hari ini harus kami lakukan untuk memastikan anak-anak penyintas gempa bumi di Posko Gelora Samador terjangkau,” ujar Sitti.

Posko Sikka Verifikasi Data Kerusakan Rumah dan Fasilitas Publik Pascagempa

Menurutnya, pendekatan kepada anak-anak di pengungsian dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan aktivitas dan waktu istirahat mereka. Hasil skrining menjadi dasar untuk mengetahui kondisi psikologis anak dan menentukan kebutuhan pendampingan selanjutnya.

“Tujuan skrining ini sebagai deteksi dini untuk mengidentifikasi secara cepat tingkat kecemasan, ketakutan atau gejala awal reaksi stres pascatrauma pada anak pascabencana,” katanya.

Dosen Psikologi Unipa Maumere, Maria Nona Nancy, menjelaskan anak-anak yang mengikuti skrining dipetakan berdasarkan kondisi dan kebutuhan psikologis masing-masing.

Sebagian anak dapat memperoleh dukungan psikososial, sementara anak dengan kondisi tertentu dapat membutuhkan penanganan klinis lebih lanjut. Pemetaan tersebut dilakukan untuk menentukan bentuk pendampingan yang sesuai sejak fase awal pascabencana.

“Dukungan pada fase awal sangat penting agar anak-anak memiliki ruang untuk memulihkan rasa aman, mengelola emosi, dan kembali beradaptasi dengan lingkungan,” jelas Nancy.

Menurut Nancy, pendampingan anak di lokasi pengungsian mencakup pemulihan rasa aman, penguatan stabilitas emosional dan resiliensi, serta penciptaan lingkungan yang ramah anak dengan melibatkan orang tua dan relawan.

Perwakilan Yayasan PAPHA Indonesia, Emil Soge, mengatakan kebutuhan psikologis perlu menjadi bagian dari penanganan bencana bersama kebutuhan dasar lainnya.

“Menjaga kesehatan fisik saja tidak cukup. Kesehatan mental anak-anak dan remaja sangat penting karena mereka berada dalam periode transisi dengan banyak perubahan fisik, emosional dan sosial,” ujarnya.

Emil mengatakan pengalaman bencana dapat memengaruhi kondisi emosional anak dan remaja, sehingga pemantauan sejak fase tanggap darurat diperlukan untuk mengetahui anak yang membutuhkan dukungan lebih lanjut.

Skrining di Gelora Samador merupakan bagian dari dukungan program Yayasan PAPHA Indonesia terhadap pemantauan kondisi psikologis anak-anak di lokasi pengungsian.

“Melakukan skrining untuk memastikan keadaan maupun kondisi mental dan psikologis anak. Skrining yang dilakukan hari ini adalah bentuk dukungan program dari Yayasan PAPHA Indonesia untuk memastikan kondisi psikologis anak pada posko pengungsian di Gelora Samador tetap terjaga dengan baik, secara fisik maupun mental,” kata Emil.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Tiga Hari Bersihkan Longsor, Tim Aman Nusa II Buka Akses Rokirole hingga Koa

Tim Operasi Aman Nusa II dan personel kepolisian membersihkan material longsor di Desa Rokirole, Kecamatan Palue, Sikka. Pembersihan dilanjutkan menuju Nitung Lea.

Published

on

MAUMERE, GardaFlores — Tim Operasi Aman Nusa II bersama personel kepolisian membersihkan material longsor yang menutup akses jalan di Desa Rokirole, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Jumat (21/8/2026).

Pembersihan dilakukan sejak pukul 08.00 WITA di Dusun Koa. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan pembersihan material longsor yang telah dilakukan selama tiga hari di sejumlah titik di Desa Rokirole dan sekitarnya.

Pada Jumat, tim bergerak dari Dusun Cawalo menuju Dusun Koa untuk membersihkan material tanah yang menutup badan jalan akibat gempa tektonik.

Gempa Palue: Bantuan Tiba dengan Helikopter, TNI Kawal Distribusi ke Warga

Kegiatan melibatkan Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, Bintara Polsubsektor Palue Bripka Yohanes Paulus Benny, serta personel Tim Operasi Aman Nusa II.

Dalam proses pembersihan tersebut, tim juga berhasil memindahkan sebuah mobil pikap putih milik warga bernama Rinto yang sebelumnya terjebak akibat material longsor.

Pembersihan akses jalan dijadwalkan berlanjut pada Sabtu (22/8/2026) mulai pukul 08.00 WITA dengan sasaran menuju Desa Nitung Lea.

Sejumlah titik jalan di wilayah Palue masih tertutup material longsor sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan terdampak.

Warga Dusun Koa menyampaikan apresiasi kepada personel yang terlibat dalam pembersihan jalan.

Tim Operasi Aman Nusa II dan personel terkait akan melanjutkan pembersihan hingga akses menuju wilayah berikutnya dapat dilalui.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Gempa Palue: Bantuan Tiba dengan Helikopter, TNI Kawal Distribusi ke Warga

Bantuan gempa untuk warga Pulau Palue, Sikka, tiba melalui jalur udara pada Jumat (21/8/2026). Personel Kodim 1603/Sikka menangani penerimaan, pengangkutan dan penyaluran logistik.

Published

on

Personel TNI membongkar, memindahkan dan menata bantuan di lokasi pendaratan untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga terdampak.

MAUMERE, GardaFlores — Bantuan untuk warga terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, dikirim melalui jalur udara pada Jumat (21/8/2026). Personel Kodim 1603/Sikka menangani penerimaan dan pemindahan logistik setelah bantuan tiba menggunakan helikopter.

Personel TNI membongkar, memindahkan dan menata bantuan di lokasi pendaratan untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga terdampak.

Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, mengatakan personelnya akan terlibat dalam seluruh proses distribusi bantuan, mulai dari penerimaan hingga penyaluran.

“Personel Kodim 1603/Sikka akan terus melaksanakan tugas dengan maksimal, mulai dari penerimaan, pengangkutan hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Kami memastikan bantuan yang datang dapat segera diterima oleh warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Posko Sikka Verifikasi Data Kerusakan Rumah dan Fasilitas Publik Pascagempa

Pengiriman melalui helikopter dilakukan di tengah kondisi akses menuju sejumlah wilayah di Pulau Palue yang terdampak gempa.

Setelah bantuan tiba di lokasi pendaratan, personel Kodim 1603/Sikka melanjutkan proses pengangkutan dan penataan logistik sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Kodim 1603/Sikka menyatakan personel tetap dilibatkan dalam distribusi bantuan selama proses penanganan dampak gempa di Pulau Palue berlangsung.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending