HIMBARA menyalurkan lebih dari 30 ton bantuan logistik melalui BRI Cabang Bajawa kepada Yasukda untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada.
DPRD Ngada meminta kejelasan sisa anggaran sekitar Rp81 miliar, menyoroti rendahnya serapan sejumlah OPD, serta mendorong pengalokasian anggaran untuk kebutuhan pascagempa, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.
APBD Ngada 2026 bertambah Rp55,26 miliar dengan total belanja mencapai Rp974,67 miliar. Sebanyak Rp27,83 miliar disiapkan melalui BTT untuk penanganan dampak gempa.
PMI Kabupaten Ngada bersama PMI Pusat dan PMI NTT memulai program My Medical My Adventure untuk memberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi warga terdampak gempa.
RSUD Late Bajawa mengaktifkan layanan Poli Orthopaedi dan Traumatologi untuk melayani masyarakat, termasuk warga yang masih membutuhkan penanganan kesehatan setelah gempa Flores 15 Agustus 2026.
BPBD Ngada menerapkan sistem satu pintu dalam penyaluran bantuan gempa. Warga meminta data penerima dan distribusi logistik dibuka secara transparan.
Komunitas Wadju menyalurkan 175 paket logistik hasil penggalangan dana Rp20 juta kepada warga terdampak gempa di tiga titik di Kabupaten Ngada.
DPD II Golkar Ngada mengirim tujuh mobil logistik tahap pertama untuk warga terdampak gempa. Bantuan meliputi pangan, perlengkapan pengungsian, obat-obatan dan kebutuhan dasar.
Warga Desa Tadho Timur, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, mengaku belum menerima bantuan logistik enam hari setelah gempa Flores. Mereka bertahan dengan ubi, labu dan hasil tangkapan...
Sebanyak 776 rumah terdampak gempa di Wolomeze, Ngada. Di tengah bantuan yang terus berdatangan, warga mengeluhkan distribusi yang belum merata dan meminta seluruh bantuan dikonsolidasikan melalui...