HUMANIORA
Padi Sawah Irigasi Ende Masih Aman, Jaringan Rusak Ancam MT II Oktober
Produksi padi di sawah irigasi Kabupaten Ende disebut tetap aman selama pasokan air berjalan. Kerusakan jaringan irigasi akibat gempa Flores menjadi ancaman bagi musim tanam kedua atau MT II pada Oktober 2026.
ENDE, GardaFlores — Produksi padi di sawah yang masih mendapat pasokan jaringan irigasi di Kabupaten Ende disebut tetap aman meski kemarau panjang melanda sejumlah wilayah. Namun, kerusakan jaringan irigasi akibat gempa Flores mulai mengancam musim tanam kedua atau MT II yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Gadir Haji Ibrahim Dean, mengatakan tanaman padi yang telah memasuki fase vegetatif tidak membutuhkan pasokan air sebanyak saat fase awal pertumbuhan.
“Tanaman padi yang telah memasuki fase vegetatif tidak membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar seperti pada fase awal pertumbuhan,” kata Gadir saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 16 September 2026.
Menurut Gadir, kondisi tanaman padi saat ini merupakan hasil antisipasi sejak awal musim tanam. Petani didorong menggunakan varietas padi berumur genjah agar tanaman lebih cepat melewati fase pertumbuhan dan mendekati masa panen sebelum kemarau semakin panjang.
“Sudah diantisipasi di awal musim tanam sehingga di saat musim kemarau padi sudah fase vegetatif sehingga tidak membutuhkan banyak air,” ujarnya.
Kondisi tersebut terlihat di hamparan persawahan Mautenda, Kecamatan Wewaria. Gadir menyebut tanaman padi di wilayah itu dijadwalkan memasuki masa panen pada pekan depan.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada lahan sawah tadah hujan. Lahan yang hanya mengandalkan curah hujan tersebut menjadi wilayah paling rentan ketika hujan tidak turun dan sumber air mengering.
“Lahan tanam padi yang terdampak kekeringan karena musim kemarau adalah lahan tadah hujan. Dan saat ini lahan tersebut tidak dimanfaatkan karena musim kemarau,” jelas Gadir.
Sementara sawah yang masih teraliri jaringan irigasi tetap mendapat dukungan pasokan air. Dinas Pertanian Ende menyiapkan pengaturan distribusi air berdasarkan kondisi jaringan dan fase pertumbuhan tanaman.
“Kami pastikan, untuk lahan yang sudah teraliri jaringan irigasi yang baik, produksi padi tetap aman dan tidak terganggu meskipun kemarau berlangsung panjang,” tegas Gadir.
Fraksi Golkar Soroti APBD Ngada 2026, BTT Naik hingga Rp27,84 Miliar
Di tengah kondisi tersebut, kerusakan jaringan irigasi akibat gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026 menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.
Kerusakan dilaporkan terjadi pada puluhan hektare lahan irigasi di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Kota Baru, Maurole, Wewaria, Detusoko, Kelimutu, Wolojita, Nangapanda dan Kecamatan Ende.
Menurut Gadir, kerusakan tersebut belum menimbulkan dampak fatal terhadap tanaman padi yang sedang tumbuh. Namun, jaringan yang rusak tetap perlu diperbaiki agar tidak mengganggu musim tanam berikutnya.
Lahan irigasi terdampak telah diverifikasi oleh pemerintah. Hasil verifikasi kemudian diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk ditindaklanjuti melalui perbaikan jaringan.
Gadir menjelaskan, jaringan irigasi primer dan sekunder merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum. Sementara jaringan tersier menjadi kewenangan Kementerian Pertanian.
Jokowi Tiba di Palue, Bawa 4.000 Sak Semen dan 3.000 Lembar Seng
Perbaikan jaringan menjadi penting karena petani akan memasuki MT II pada Oktober mendatang.
“Kami berharap segera diperbaiki karena dikhawatirkan akan mengganggu musim tanam (MT) dua pada Oktober mendatang,” kata Gadir.
Dinas Pertanian Ende menyatakan pembagian air akan dilakukan secara terukur dan berkelanjutan pada lahan yang jaringan irigasinya masih berfungsi baik. Kebutuhan air akan disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.
Dengan demikian, ancaman kemarau terhadap produksi padi saat ini terutama berada pada lahan tadah hujan dan sawah irigasi yang jaringan pengairannya terdampak kerusakan. Sementara keberlanjutan MT II Oktober bergantung pada kecepatan pemulihan jaringan irigasi yang rusak.»(rel)
HUMANIORA
16 Tim Ikuti Witihama Futsal Cup 1 di Jakarta, Final 1 November
Witihama Futsal Cup 1 diikuti 16 tim dari berbagai desa di Kecamatan Witihama, Flores Timur. Turnamen berlangsung di Cengkareng, Jakarta Barat, dengan partai final dijadwalkan pada 1 November 2026.
JAKARTA, GardaFlores – Sebanyak 16 tim dari berbagai desa di Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, mengikuti Witihama Futsal Cup 1 di Lapangan Futsal Sekolah Lamaholot, Cengkareng, Jakarta Barat. Turnamen diaspora tersebut telah memasuki rangkaian pertandingan sejak 25 Oktober 2026 dan dijadwalkan mencapai partai final pada Minggu (1/11/2026).
Ketua Panitia Witihama Futsal Cup 1, Imran Kopong Bahi, mengatakan turnamen perdana yang digagas organisasi diaspora Witihama Taan Tou itu mendapat sambutan dari warga Witihama yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Menurut Imran, keterlibatan 16 tim menunjukkan besarnya partisipasi warga dari berbagai desa di Kecamatan Witihama.
“Ini membuktikan bahwa semua warga memiliki semangat yang sama untuk merajut persatuan dan persaudaraan,” ujarnya.
KM Lawit Membentur Dermaga Ippi, 379 Penumpang Batal Berangkat dari Ende
Enam belas tim tersebut adalah Naga Darat Lamablawa A dan B, Pusaka Pledo A dan B, Watoone A dan B, Lamaleka A dan B, Siap Lewo Weran, Sipo Oringbele, Sesado Sandosi, BLL Balaweling-Loga-Lewopulo, Nusa Gersang Tuwagetobi, Pamri Riangduli, Pesawat Watololong, serta Pengurus Witihama Taan Tou.
Ketua Umum Witihama Taan Tou, Kompol S. Aba Wahid Key, menyebut turnamen tersebut sebagai langkah awal organisasi yang baru terbentuk pada akhir Agustus 2026.
“Ini langkah awal yang bagus bagi Witihama Taan Tou sebagai organisasi yang baru terbentuk pada akhir Agustus lalu,” katanya di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Wahid Key, futsal menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan warga dari berbagai desa dan generasi yang kini tinggal di Jabodetabek. Melalui kegiatan tersebut, hubungan antarwarga di perantauan diharapkan tetap terjaga.
Dalam rangkaian kegiatan turnamen, panitia juga menampilkan tarian tradisional masyarakat Pulau Adonara, yakni Hedung dan Soka.
Pertandingan berlangsung melalui babak penyisihan grup yang dimulai pada 25 Oktober, kemudian berlanjut ke fase gugur. Partai final dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026.
Witihama Taan Tou merupakan organisasi diaspora asal Kecamatan Witihama yang menghimpun warga Witihama di wilayah Jabodetabek.»(rel)
HUMANIORA
Wabup Sikka: Semangat Sumpah Pemuda Harus Jadi Tindakan Nyata
Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi meminta generasi muda menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam tindakan nyata. Pesan tersebut disampaikan saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Maumere, Rabu (28/10/2026).
MAUMERE, GardaFlores — Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi meminta generasi muda di Kabupaten Sikka menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam tindakan nyata, mulai dari menjaga persatuan dan budaya lokal hingga terlibat dalam pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Simon saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari, Maumere, Rabu (28/10/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
“Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan panggilan jiwa dan pedoman tindakan bagi pemuda-pemudi di Kabupaten Sikka,” tegas Simon dalam amanatnya.
Rp1,6 Miliar untuk Ruang Kelas Darurat Sikka, SDN Nitung Belum Terakomodasi
Ia menjelaskan, sikap patriotik perlu diwujudkan melalui upaya menjaga persatuan, merawat keberagaman, melestarikan budaya lokal Nian Tana Sikka, dan berkontribusi dalam pembangunan.
Sementara itu, sikap gigih menuntut pemuda terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan berinovasi di tengah perkembangan teknologi digital serta persaingan ekonomi. Adapun sikap berempati, menurut Simon, perlu terlihat dalam kepedulian terhadap sesama dan lingkungan serta upaya mencari solusi atas persoalan masyarakat.
Simon juga menekankan pentingnya peran keluarga, lembaga pendidikan, tokoh pemuda, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda. Ia secara khusus mengingatkan pemuda agar menjauhi narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, serta penyebaran berita bohong atau hoaks.
Transfer TPG Guru Non-ASN Diklaim Tuntas, Guru yang Belum Menerima Diminta Mengadu
Ia mendorong keterlibatan pemuda dalam berbagai bidang pembangunan, termasuk pendidikan, ekonomi kreatif, kebudayaan, kegiatan sosial, dan lingkungan hidup. Semangat gotong royong dan toleransi yang diwariskan para leluhur Sikka juga diminta terus dijaga.
Pada akhir amanatnya, Simon menyampaikan apresiasi kepada panitia, organisasi kepemudaan, dan peserta upacara. Ia turut memberikan penghargaan kepada Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Maumere yang mengoordinasikan jalannya upacara serta Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang menjalankan tugas dalam peringatan tersebut.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Ende Sabet Dua Penghargaan, Raih Tambahan Anggaran Rp3,5 Miliar - Garda Flores %