Connect with us

HUKRIM

Menangani Pengguna Narkoba, Kejaksaan Negeri Sikka Terapkan Pendekatan Restoratif

Published

on

Maumere, GardaFlores – Kejaksaan Negeri Sikka memperjuangkan penyelesaian kasus penyalahgunaan narkotika atas nama Arianggy alias Yuyun dengan menerapkan pendekatan keadilan restoratif. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan asas dominus litis yang mengedepankan pemulihan pengguna narkoba, bukan sekadar pidana.

Hal ini disampaikan Kajari Sikka Henderina Malo, S.H.,M.H, melalui Kasipidum Kejari Sikka, Tegar Prastya, S.H.,M.H, Rabu (18/6/2025) di Maumere.

Tersangka Yuyun (37), warga Makassar, ditangkap di Kota Maumere karena kedapatan mengonsumsi sabu. Barang bukti yang diamankan berupa dua klip sabu seberat 0.7918 gram dan 0.0721 gram, serta alat hisap bong. Hasil pemeriksaan laboratorium dan urin menunjukkan bahwa Yuyun positif mengandung Metamfetamin. Ia diketahui bukan bagian dari jaringan pengedar, melainkan pengguna yang telah mengonsumsi narkoba sejak 2016 akibat tekanan hidup dan kondisi ekonomi yang sulit.

Baca juga:
Menghadapi Erupsi Gunung Lewotobi dan Ile Lewotolok: Refleksi dan Pelajaran untuk Kita Semua

Berdasarkan asesmen dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT, Yuyun dinyatakan layak mengikuti rehabilitasi rawat jalan. Karena tidak adanya fasilitas rehabilitasi rawat inap di wilayah Maumere dan keterbatasan keluarga di sana, proses rehabilitasi dilakukan di Balai Rehabilitasi Baddoka, Makassar, Sulawesi Selatan.

Proses penanganan ini tidak semudah yang dibayangkan. Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sikka, Tegar Prastya bersama tim dari Intelijen, harus melakukan profiling langsung ke kediaman Yuyun di Makassar. Selain itu, perjalanan panjang selama 38 jam dengan kapal laut ditempuh untuk membawa tersangka ke tempat rehabilitasi di Makassar.

Baca juga:
BRI Cabang Maumere Bantah Lakukan Pemalsuan Dokumen Lelang

Kepala Kejaksaan Negeri Sikka, Henderina Malo menegaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen keadilan yang berpihak pada kemanusiaan dan pemulihan. Ia menegaskan bahwa tidak ada transaksi dalam proses ini dan semua dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pendekatan ini juga didasarkan pada Pedoman Jaksa Agung Nomor 18 Tahun 2021 dan Perja 15 Tahun 2020 yang menegaskan bahwa pengguna narkoba harus diproses secara restorative justice. Jaksa Agung RI, Dr. ST. Burhanuddin, SH., MH., bahkan menyatakan bahwa “Haram bagi jaksa untuk melimpahkan pengguna narkoba ke pengadilan.”

Selama proses rehabilitasi, Yuyun akan diawasi oleh aparat penegak hukum dan keluarganya untuk memastikan proses berlangsung aman dan efektif. Diharapkan, melalui langkah ini, Yuyun dapat pulih dan kembali berperan aktif dalam masyarakat.

Kejaksaan Negeri Sikka berharap pendekatan ini dapat menjadi contoh dalam penanganan kasus narkotika yang lebih manusiawi dan berorientasi pada pemulihan.»

(rel)

HUKRIM

Anggota TNI Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Maumere, Polisi Selidiki Pelaku

Korban kemudian menjalani perawatan medis di RSUD TC Hillers Maumere.

Published

on

Anggota TNI Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Maumere, Polisi Selidiki Pelaku. ILUSTRASI: GARDAFLORES/DON NAVARO BARAN

MAUMERE, GardaFlores — Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berinisial TWN (25) diduga menjadi korban pengeroyokan di Jalan Karel Satsuit Tubun, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 22.05 WITA. Korban mengalami luka di kepala dan bagian tubuh lainnya setelah diduga diserang sejumlah orang.

Kasus tersebut dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka pada Jumat (1/5/2026) pukul 01.32 WITA.

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, insiden bermula ketika korban yang sedang mengemudikan mobil menegur seorang pemuda berinisial HME (19) karena memarkir sepeda motor di badan jalan hingga menghambat arus lalu lintas.

Setelah teguran itu, terlapor diduga memindahkan kendaraan sambil melontarkan kata-kata kasar kepada korban. Korban kemudian menanyakan ucapan tersebut hingga terjadi adu mulut di lokasi kejadian.

Empat Terduga Pelaku Serangan Mobil KSP Pintu Air di Jalur Trans Flores Diamankan, Penyelidikan Berlanjut

Situasi kemudian berkembang menjadi tindak kekerasan saat seorang pria lain berinisial WAPB (21), yang diduga rekan HME, datang ke lokasi dan melempar batu ke arah korban. Lemparan disebut mengenai bagian belakang kepala korban.

Tak lama berselang, beberapa orang lain yang identitasnya belum diketahui juga diduga ikut melempar batu. Salah satu lemparan mengenai pelipis kiri korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek pada pelipis kiri, benjolan di kepala bagian belakang, memar pada pinggang kanan, serta luka lecet pada tangan kanan. Korban kemudian menjalani perawatan medis di RSUD TC Hillers Maumere.

Kasi Humas Polres Sikka Ipda Leonardus Tunga membenarkan laporan dugaan pengeroyokan tersebut dan menyatakan perkara sedang ditangani penyidik.

Polisi telah melakukan pemeriksaan awal terhadap korban dan saksi, mendatangi lokasi kejadian, serta mengajukan visum et repertum untuk kepentingan penyidikan.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami peran para terduga pelaku lain yang disebut berada di lokasi saat kejadian.»(rel)

Continue Reading

HUKRIM

Empat Terduga Pelaku Serangan Mobil KSP Pintu Air di Jalur Trans Flores Diamankan, Penyelidikan Berlanjut

Hingga Kamis (30/4/2026), penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap motif penyerangan.

Published

on

Kasat Reskrim IPTU Reinhard Dionisius Siga. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores – Kepolisian Resor Sikka mengamankan empat orang terduga pelaku dalam kasus penyerangan terhadap kendaraan operasional milik KSP Pintu Air di ruas Trans Flores, perbatasan Mauloo–Wolowiro, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Insiden itu menyebabkan sopir mengalami luka dan kendaraan rusak.

Kasi Humas Polres Sikka IPDA Leonardus Tunga, Kamis (30/4/2026), mengatakan empat orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami dugaan keterlibatan serta peran masing-masing.

Korban dalam perkara ini adalah Usman N. Marjan (44), sopir asal Desa Paga. Laporan resmi diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Barang bukti berupa kayu dan batu turut dibawa ke kantor polisi.

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa terjadi pada Selasa, 28 April 2026 sekitar pukul 20.00 WITA saat dirinya bersama saksi berinisial MED dan rekan kerja lain melintas dari arah Kampung Nggor menuju Maumere menggunakan mobil Suzuki APV warna silver.

Autopsi Jenazah Kades Laranwutun Dijadwalkan Hari Ini, Tim Forensik Polda NTT Turun ke Lembata

Saat tiba di kawasan Dusun Nuasese, Desa Mauloo, seorang pria disebut berdiri di tengah badan jalan sehingga kendaraan memperlambat laju. Setelah mobil berhenti, sejumlah orang yang berada di sisi jalan mendekat dan langsung melakukan penyerangan.

“Saya berhenti karena ada orang berdiri di tengah jalan. Setelah itu mereka langsung menyerang, memukul dan menyodok kaca sampai pecah. Saya terkena serpihan kaca di pelipis,” kata Usman.

Dalam laporan lanjutan kepada polisi, korban juga menyebut salah satu pelaku memukul tangan kanannya menggunakan batang kayu. Pelaku lain kemudian ikut menyerang, termasuk memukul bagian rahang kanan korban dan merusak kendaraan.

Kap depan mobil serta kaca pintu sebelah kanan dilaporkan dihantam menggunakan kayu hingga rusak. Penumpang di dalam kendaraan disebut mengalami kepanikan selama insiden berlangsung.

Korban akhirnya berhasil membawa kendaraan keluar dari lokasi dan kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian.

Mobil Operasional KSP Pintu Air Diserang di Jalur Trans Flores Sikka, Polisi Selidiki Pelaku

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reserse Kriminal Polres Sikka bersama Polsek Paga bergerak ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Tim dipimpin Kasat Reskrim IPTU Reinhard Dionisius Siga bersama KBO Reskrim IPTU I Nyoman Ariasa.

Sekitar pukul 05.00 WITA, aparat mengamankan empat orang yang diduga terkait kasus pengeroyokan, penganiayaan, dan perusakan tersebut.

Selain memeriksa para terduga pelaku, penyidik telah membuat laporan polisi, menerbitkan tanda bukti laporan, serta melakukan visum et repertum terhadap korban untuk mendokumentasikan luka yang dialami.

Hingga Kamis (30/4/2026), penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap motif penyerangan, identitas lengkap pelaku, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.»(rel)

Continue Reading

HUKRIM

Autopsi Jenazah Kades Laranwutun Dijadwalkan Hari Ini, Tim Forensik Polda NTT Turun ke Lembata

Autopsi dilakukan setelah muncul desakan dari keluarga dan masyarakat.

Published

on

Kapolres Lembata AKBP Nanang Wahyudi: “Kami minta pemerintah desa menyiapkan tempat yang telah ditentukan sehingga tim forensik bisa langsung bekerja.” FOTO: IST

LEMBATA, GardaFlores — Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Nusa Tenggara Timur dijadwalkan melakukan autopsi terhadap jenazah Kepala Desa Laranwutun, Polikarpus Demon Tedemaking, di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Kamis (30/4/2026). Langkah itu dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian almarhum yang masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kapolres Lembata AKBP Nanang Wahyudi mengatakan tim forensik yang diterjunkan terdiri dari satu dokter dan dua tenaga kesehatan. Mereka akan didampingi personel kepolisian menuju Desa Laranwutun.

“Besok satu dokter dan dua tenaga kesehatan akan kami antar ke Desa Laranwutun untuk melakukan autopsi terhadap jenazah almarhum kepala desa,” kata Nanang di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2026).

Menurut dia, proses autopsi diperkirakan berlangsung antara tiga hingga lima jam. Pemeriksaan tersebut akan melibatkan koordinasi antara Polres Lembata, Polsubsektor Ile Ape, Pemerintah Kabupaten Lembata, serta pemerintah desa setempat guna memastikan kelancaran proses.

Pelajar 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Kebun, Polres Sikka Lakukan Olah TKP

Kepolisian juga meminta pemerintah desa menyiapkan lokasi pemeriksaan agar tim medis dapat langsung bekerja setibanya di lokasi.

“Kami minta pemerintah desa menyiapkan tempat yang telah ditentukan sehingga tim forensik bisa langsung bekerja,” ujarnya.

Autopsi dilakukan setelah muncul desakan dari keluarga dan masyarakat agar penyebab kematian kepala desa diusut secara tuntas. Kasus ini sebelumnya memicu perhatian publik di Lembata.

Kasie Humas Polres Lembata Ona Patipelohi menegaskan pemeriksaan forensik menjadi bagian penting dalam proses hukum.

“Besok, Kamis tanggal 30 April 2026, sekitar jam 10 pagi autopsi jenazah Kades Laranwutun,” katanya.

Setelah pemeriksaan selesai, hasil autopsi akan dianalisis oleh tim forensik. Kepolisian menyatakan hasil resmi nantinya disampaikan kepada keluarga, kuasa hukum, dan pemerintah desa melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

Hingga Rabu malam, aparat masih menyiapkan pengamanan dan dukungan teknis menjelang pelaksanaan autopsi di Desa Laranwutun.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending