HUKRIM
Ratusan Simpatisan “Joker” Gelar Aksi, Minta Jangan Ada Intervensi Terhadap Persidangan Kasus TPPO
Maumere, GardaFlores—Ratusan simpatisan anggota DPRD Kabupaten Sikka, Yuvinus Solo alias “Joker” yang terjerat kasus TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) menggelar aksi pada 5 titik di Kota Maumere, Selasa (19/11/2024). Mereka meminta agar jangan ada intervensi terhadap kasus tersebut.
Masa yang dipimpin Ruben Albertus itu, datang ke Kota Maumere dari Kecamatan Mapitara dengan menggunakan 2 mobil truk, 12 mobil pickup dan puluhan sepeda motor.
Mula-mula mereka mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, kemudian bergerak ke Kantor Pangadilan Negeri Sikka. Di dua kantor itu, selain menyampaikan orasi di halaman kantor, mereka sempat diterima untuk berdialog dengan sejumlah pejabat.
Intinya, mereka mempersoalkan tuntutan 9 tahun penjara terhadap Yuvinus Solo. Menurut mereka, tuntutan tersebut tidak sesuai dengan fakta persidangan.
Selanjutnya, rombongan aksi bergerak ke Kantor Kesbangpol Kabupaten Sikka. Pimpinan aksi tidak sempat bertemu dengan Kepala Badan Kesbangpol, Silvester Saka. Mereka kemudian bergerak ke Markas Polres Sikka.
Di kantor Polres Sikka, masa hanya berkumpul di tepi jalan depan kantor tersebut. Tidak nampak ada upaya untuk bertemu dengan Kapolres Sikka, AKBP Hardi Dinata.

Koordinator lapangan, Ruben Albertus menyampaikan orasi sambil duduk di dalam sebuah mobil pikup. Ia menyampaikan sejumlah kejanggalan dari kasus yang telah menghantar Yuvinus Solo menjadi terdawa dan telah dituntut oleh jaksa pada persidangan di Pengadilan Negeri Sikka dengan hukuman 9 tahun penjara.
Secara khusus, Ruben menyebut peran seorang biarawati yang menggiring seorang saksi untuk menyebut keterlibatan Yuvinus Solo alias Joker dalam kasus yang kemudian menyebabkan seorang korban meninggal dunia.
Baca juga:
Sidang Kasus TPPO: Keterangan Para Saksi Saling Bertentangan
Aksi di depan Mapolres Sikka ini tak berlangsung lama. Rombongan kemudian bergerak menuju Lepo Bispu (Istana Keuskupan Maumere). Namun, tepat di depan Kantor DPC Partai Golkar, rombongan dihentikan oleh seorang pimpinan aksi masa. Ia nampaknya menyampaikan perubahan rencana.
Masa kemudian bergerak dan terus melewati Lepo Bispu. Hanya beberapa orang yang berhenti. Setelah difasilitasi oleh pihak kepolisian, 4 orang perwakilan diperbolehkan bertemu Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Pr.
Dihadapan Uskup Ewald, Ruben Albertus menyampaikan sejumlah keluhan terkait aktivitas sejumlah pastor dan biarawan-biarawati yang dinilai terlalu jauh terlibat dalam masalah yang menjerat Yuvinus Solo.

Keterlibatan para biarawan dan biarawati dalam kasus ini dinilai bisa mempengaruhi persepsi publik dan keputusan pengadilan.
Menanggapi keluhan yang disampaikan Ruben, Uskup Ewald mengatakan, ia sepakat bahwa tidak boleh ada intervensi terhadap proses hukum kasus ini.
“Saya sangat setuju bahwa biarkan hukum berjalan. Jangan ada intervensi pihak lain. Biarkan pengadilan yang menentukan siapa yang bersalah,” katanya.
Baca juga:
Saksi Tidak Sebutkan Joker sebagai Pelaku TPPO
Tentang keterlibatan sejumlah pastor dan suster dalam kasus ini, Uskup mengatakan akan membicarakan masalah ini. “Kita akan perhatikan masalah ini,” kata Mgr Ewaldus.
Namun, pada kesempatan itu, Mgr. Ewald juga menyampaikan bahwa kasus TPPO itu—siapa pun pelakunya—memang harus diperangi bersama.
“Bukan hanya biarawan biarawati saja yang bersuara, tapi kita semua harus bicara. TPPO itu suatu kejahatan yang luar biasa dan tidak boleh ada di tengah kehidupan kita. Kita harus berjuang untuk menghapusnya, supaya jangan terjadi lagi.”»
(fer)
HUKRIM
Kuasa Hukum Tersangka BBM Eceran di Sikka Pertanyakan Konsistensi Penindakan
Domi Tukan, kuasa hukum Blasius Nong Jefri, mempertanyakan konsistensi penegakan hukum terhadap penjualan BBM eceran di Sikka. Polres menjelaskan pemeriksaan tambahan Jefri dilakukan untuk memenuhi petunjuk jaksa.
MAUMERE, GardaFlores — Kuasa hukum Blasius Nong Jefri, Domi Tukan, S.H., mempertanyakan konsistensi penegakan hukum terhadap penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran di Kabupaten Sikka. Keberatan itu disampaikan setelah Jefri menjalani pemeriksaan tambahan di Satreskrim Polres Sikka, Senin (19/10/2026).
Domi mengatakan pemeriksaan tambahan tersebut dilakukan untuk memenuhi petunjuk jaksa atau P-19. Salah satu materi pemeriksaan berkaitan dengan selisih nominal uang dalam transaksi pembelian BBM yang dinilai belum sinkron.
“Materinya berkaitan dengan selisih uang saat pembelian bensin. Selisihnya sedikit, tetapi karena nominal uang yang dikeluarkan tidak sinkron, klien saya dipanggil untuk memberikan keterangan tambahan,” kata Domi.
Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah
Menurut Domi, pembelian BBM yang menjadi persoalan dalam perkara Jefri dilakukan melalui SPBU dan dilayani petugas. Ia menilai penanganan perkara kliennya perlu dilihat bersama dengan pengawasan terhadap penjualan BBM eceran yang masih ditemukan di pinggir jalan dan kios warga.
Domi juga mengatakan Jefri masih menjual BBM di kiosnya dengan pasokan yang dibeli dari kios milik warga lain. Menurut dia, Jefri membeli BBM seharga Rp17.000 per liter dan menjualnya kembali seharga Rp18.000 per liter.
Ia mempertanyakan asal BBM yang dijual oleh kios pemasok tersebut dan meminta aparat menelusuri rantai distribusinya.
“Kalau memang penegakan hukum dilakukan, mestinya bukan hanya klien saya yang ditindak. Penjual BBM eceran lainnya juga harus diawasi dan ditindak apabila terbukti melanggar aturan,” ujar Domi.
Domi juga meminta Pemerintah Kabupaten Sikka memperhatikan akses BBM bagi masyarakat kepulauan, terutama nelayan. Menurut dia, pemerintah perlu menyiapkan sistem pelayanan distribusi yang memadai agar kebutuhan operasional nelayan dapat dipenuhi melalui jalur resmi.

Kasat Reskrim Polres Sikka IPTU Reinhard Dionisius Siga, S.Tr.K.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sikka IPTU Reinhard Dionisius Siga, S.Tr.K., menjelaskan bahwa pemeriksaan tambahan terhadap Jefri dilakukan untuk memenuhi petunjuk jaksa dalam penyempurnaan berkas perkara.
Menurut Dionisius, Jefri merupakan tersangka ketiga dalam rangkaian perkara tersebut. Dua tersangka sebelumnya telah dilimpahkan bersama barang bukti kepada kejaksaan atau memasuki tahap II. Setelah petunjuk jaksa dipenuhi, berkas perkara Jefri akan diserahkan kembali kepada kejaksaan.
Terkait penjualan BBM eceran, Dionisius mengatakan kepolisian tetap melakukan pengawasan dan pencegahan di lapangan, termasuk memberikan imbauan sebelum mengambil tindakan sesuai hasil pemantauan.
Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah
Ia juga menyebut dua tersangka yang telah dilimpahkan ke kejaksaan diduga membeli BBM menggunakan mobil untuk kemudian menjualnya ke Kabupaten Flores Timur. Dalam pengawasan distribusi BBM, Polres Sikka turut berkoordinasi dengan ahli minyak dan gas bumi (migas).
Dionisius mengimbau masyarakat yang menjalankan usaha penjualan BBM agar mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan pembelian melalui SPBU dan penggunaan barcode sesuai prosedur yang diterapkan.
Namun, penjelasan tersebut belum merinci hasil penelusuran terhadap sumber pasokan BBM yang dijual di kios-kios lain, sebagaimana dipertanyakan kuasa hukum Jefri.»(rel)
HUKRIM
Strong Point Polres Sikka Sasar Persimpangan dan Kawasan Sekolah
Polres Sikka menggelar kegiatan Strong Point di sejumlah titik strategis, termasuk persimpangan dan kawasan sekolah. Kapolres AKBP Bambang Supeno mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.
MAUMERE, GardaFlores — Polres Sikka menempatkan personel di sejumlah persimpangan, kawasan sekolah, dan titik dengan aktivitas masyarakat yang padat untuk mengatur lalu lintas serta membantu kelancaran perjalanan pengguna jalan melalui kegiatan Strong Point yang dipimpin Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno.
Bambang mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengaturan arus kendaraan, tetapi juga menjadi bentuk pelayanan langsung kepolisian kepada masyarakat.
Reza Arief Dewanto Pimpin Polda NTT, Pataka Diserahkan Rudi Darmoko
“Polisi hadir untuk masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu siap memberikan pelayanan terbaik, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas,” demikian pesan Kapolres Sikka.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Sikka dan jajaran ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk membantu kelancaran lalu lintas. Kepolisian juga mengimbau pengguna jalan agar mematuhi peraturan, menggunakan helm berstandar bagi pengendara sepeda motor, dan melengkapi surat-surat kendaraan.
Bambang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Melalui kegiatan Strong Point, Polres Sikka berupaya mendekatkan pelayanan kepolisian dengan aktivitas warga sehari-hari. (rel)
HUKRIM
Reza Arief Dewanto Pimpin Polda NTT, Pataka Diserahkan Rudi Darmoko
Irjen Pol. Reza Arief Dewanto menerima Pataka Polda NTT Catya Turangga Wirasakti dari Komjen Pol. Rudi Darmoko. Penyerahan berlangsung di Kupang pada Selasa (13/10/2026).
KUPANG, GardaFlores — Irjen Pol. Reza Arief Dewanto menerima Pataka Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Catya Turangga Wirasakti dari Komjen Pol. Rudi Darmoko dalam upacara di Lapangan Bhayangkara Polda NTT, Selasa (13/10/2026).
Penyerahan pataka itu menandai pergantian kepemimpinan Polda NTT dari Rudi, yang kini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, kepada Reza sebagai Kapolda NTT yang baru.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Ia meminta dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Reza dalam menjalankan tugas kepolisian di NTT.
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Henry juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas dukungan selama sekitar satu setengah tahun masa kepemimpinan Rudi Darmoko. Menurut dia, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah NTT selama periode tersebut tetap kondusif.
Upacara serah terima pataka dihadiri Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, para pejabat utama Polda NTT, dan personel kepolisian setempat.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
